
Rico duduk disebelah Archie untuk memberikan semangat dan dukungan karena kondisi Archie yang benar-benar down , Rico belum pernah melihat Archie seperti ini sebelumnya .
Beberapa orang kepercayaan Archie juga sudah ikut berjaga di ruang operasi itu bahkan mereka menyewa satu lantai ruangan khusus untuk Sasa . Beberapa orang kepolisian yang datang akhirnya pulang setelah tau kondisi Sasa yang tak mungkin dimintai keterangan perihal Alexander yang saat ini mereka cari keberadaannya , padahal saat ini Alexander ada dalam tawanan anak buah Archie karena Archie akan membuat perhitungan secara pribadi dengannya .
Setelah hampir satu jam tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruang operasi .
" oeekkk"
" oeekkk "
Suara itu sontak membuat semua orang yang tengah menunduk mengangkat kepalanya secara bersamaan , begitupun dengan Archie yang langsung berlari kearah ruang operasi .
" Sasa " ucap Archie lirih yang tiba-tiba saja teringat ucapan dokter Frans tadi sebelum operasi .
" Frans bagaimana istriku Frans .. " teriak Archie dengan suara terbata .
" boss " ucap Rico dari belakang mencoba menenangkan Archie yang panik .
" bagaimana istriku Frans " isak Archie putus asa ia kemudian terduduk di depan pintu ruang operasi , karena orang-orang didalam belum ada yang keluar .
Archie terduduk dengan tatapan kosong , seharusnya ia senang mendengar suara tangisan anaknya tapi rupanya Archie masih memikirkan nasib Sasa yang belum ada kejelasan .
ceklek
Pintu ruang operasi dan keluarlah dokter Frans seorang diri , wajah lelahnya terlihat jelas begitu ia membuka masker .
" dokter " ucap Rico lirih .
Dokter Frans hanya menggeleng pelan tanpa bersuara kemudian duduk dilantai didepan Archie , melihat ekspresi dokter Frans membuat Rico dan anak buahnya langsung tertunduk sedih mereka menduga dokter Frans tak bisa menyelamatkan Sasa .
" Frans.. kalau kau mau mengatakan hal yang tak ingin aku dengar lebih baik kau pergi " ucap Archie sambil terisak .
" apa kau seorang laki-laki Archie ? " tanya dokter Frans .
" selemah inikah seorang Archie Durran August ? " hardik dokter Frans dingin .
" franss!!! kau tau aku tak bisa menjalani semua ini tanpa dia , dia yang merubahku sejak pertama aku melihatnya , lalu bagaimana aku bisa menjalani hidupku tanpanya Frans ... " jawab Archie dengan suara serak , beberapa kali Archie mencoba menyeka air mata di pipinya .
" aku tanya padamu apa kau seorang lelaki ? " ucap dokter Frans mengulang perkataannya.
__ADS_1
" Frans tolong jangan menyiksaku " pinta Archie sambil terus menangis .
" kau tak mau menemui anakmu untuk melakukan tugas mu sebagai ayah ? padahal istrimu yang memintanya " ucap dokter Frans sambil berdiri .
" apaa apaaa coba ulangi perkataanmu Frans " teriak Archie kaget.
Dokter Frans tersenyum melihat Archie kembali bersemangat ia kemudian menepuk pundak Archie dengan keras .
" masuk temui anak dan istrimu tapi waktu mu hanya lima menit " ucap dokter Frans dengan tersenyum .
Tanpa diperintah dua kali Archie langsung masuk kedalam ruang operasi dengan berlari . Beberapa suster terlihat menghentikan Archie untuk memakaikan baju OK yang juga dipakai oleh para petugas medis di ruangan itu .
Dokter Frans tertawa melihat tingkah konyol Archie yang tak pernah dia lakukan sebelum nya . Rico memutar roda dikursinya maju menuju ke arah dokter Frans berdiri .
" she is ok ? " tanya Rico pelan .
" yeahh !!! a miracle just happened " jawab dokter Frans sambil menepuk pundak Rico lalu berjalan pergi menjauh dari ruang operasi .
Rico langsung menghela napas panjang begitu mendengarnya , begitupun dengan anak buah Archie yang ada di lorong rumah sakit bersamanya .
Archie berjalan pelan kearah ranjang dimana Sasa masih terbaring sedang bayinya ada disebuah box inkubator yang ada disebelah Sasa , dokter Frans sengaja memindahkan satu inkubator keruangan itu karena tak mau berdebat dengan Archie yang tak akan rela anaknya digabung dengan bayi lain diruang inkubator.
" sayang " panggil Archie pada Sasa yang sedang meminum air dibantu suster .
" terima kasih sudah bertahan demi aku " ucap Archie lirih sambil mencium tangan Sasa yang masih terpasang infus .
" aku mencintaimu sayang " imbuh Archie sambil terisak .
Sasa tersenyum mendengar perkataan Archie .
" lakukan tugasmu mas " ucap Sasa lirih
Archie mengangkat wajahnya pelan lalu memandang Sasa karena tak mengerti maksud ucapan Sasa .
" lakukan tugas pertama mu sebagai seorang ayah mas , ucapkan kalimat yang pernah aku ajarkan pada mas ketelinga anak kita " ucap Sasa pelan .
Akhirnya Archie mengerti ia lalu berjalan pelan ke arah box dimana sang anak berada perlahan Archie menurunkan wajahnya lalu berbisik pelan ke dua telinga anaknya sesuai kepercayaan yang sudah ia anut karena mengikuti Sasa . Sasa tersenyum melihat Archie terbata-bata mengucapkan kalimat suci itu , akhirnya Sasa membantu membimbing Archie dengan perlahan sampai akhirnya tugas pertamanya sebagai ayah berhasil ia lakukan .
" terima kasih mas " isak Sasa terharu .
__ADS_1
" aku yang berterima kasih padamu sudah memberikan aku anak setampan ini " ucap Archie sambil mencium kening Sasa , luka dipipi Sasa sudah ditangani dokter.
" maafkan mas ya karena mas kau harus mengalami peristiwa seperti ini sayang " imbuh Archie penuh sesal .
" no semua ini sudah tertulis seperti yang sudah digariskan mas " ucap Sasa dengan tersenyum .
" oh ya hampir lupa apa nama yang akan kau berikan pada anak kita " tanya Sasa mencoba mengalihkan pembicaraan yang membuat Archie sedih itu .
Archie langsung teringat akan anak tampannya itu ia langsung berjalan kearah box disebelah nya itu , terlihat bayi tampan berambut hitam berkulit putih seperti dirinya tengah tertidur dengan pulas . Bayi tampan itu mewarisi hidung dan bibir seperti dirinya dan warna rambut yang hitam seperti Sasa.
" Arthur " gumam Archie lirih ketika melihat putranya tidur .
" apa mas ? " tanya Sasa yang mendengar perkataan Archie .
" Arthur Sebastian August" ucap Archie mantap .
Sasa terharu mendengar nama anak pemberian sang suami yang juga menambahkan nama sang ayah .
" dia akan menjadi anak yang pintar , sehat dan gagah sepeti diriku dan ayah mertua " ucap Archie sambil menatap tajam ke arah penerusnya yang masih terlelap itu .
" yang pasti dia harus penyabar dan bijaksana tak boleh seperti sifat jelek ayahnya " celetuk Sasa menambahkan perkataan Archie .
" itu pasti sayang , semua sifat jelekku tak boleh menurun padanya " ucap Archie dengan mata berbinar .
Tak lama kemudian masuklah seorang dokter wanita meminta Archie untuk keluar karena Sasa harus istirahat , kondisinya masih dalam pengawasan ketat dokter . Archie terpaksa menuruti perkataan dokter itu demi kebaikan Sasa dan anaknya .
" boss " teriak Rico dan Gustaf bersamaan ketika melihat Archie keluar dari ruang operasi Sasa .
" I am a father now " ucap Archie dengan tersenyum haru .
" bagaimana dengan istrimu ? " tanya Rico penasaran
" she is fine " jawab Archie dengan mata berkaca-kaca menahan tangis .
" selamat tuan atas kelahiran anak anda " beberapa anak buah Archie langsung memberikan selamat pada Archie .
" Arthur Sebastian August nama putraku " ucap Archie lantang .
" kalian harus menjaganya seperti kalian menjaga ku " titah Archie dengan suara yang meninggi .
__ADS_1
" siap tuan " jawab dua puluh orang pria dilorong rumah sakit itu berbarengan menjawab ucapan Archie .
" akan kupastikan masa depanmu lebih baik dariku anakku " ucap Archie dalam hati sambil menatap pintu ruang operasi dimana Sasa dan anaknya masih berada didalam .