
Dirumah sakit Gusti kebingungan menghadapi Sasa yang memaksa untuk pulang padahal dokter Mega tidak menyarankannya pulang , Sasa harus dirawat sampai besok untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan .
" nduk jangan lah marah-marah sama kangmas " rayu Gusti pada Sasa yang sejak tadi merajuk semenjak sadar dari biusnya .
" Sasa ga mau ketemu orang itu kangmas !! Sasa mau pulang " sungut Sasa berulang-ulang .
" dia suamimu nduk , kamu ndak liat si gimana tadi paniknya suamimu " ucap Gusti lembut .
" dia jahat !! Sasa benci , Sasa ga mau liat mukanya " jawab Sasa kesal ia benar-benar marah pada suaminya .
" ya udah besok klo swari datang kita pulang sama-sama ya " ucap Gusti mencoba menenangkan Sasa .
" pulang ke rumah kangmas kan !!! " selidik Sasa .
" lho kok kerumah kangmas ? Sasa kan punya suami ya pulang kerumah suamimu cah ayu " ucap Gusti sambil menahan tawa .
" Sasa udah bilang kan dari tadi Sasa ga mau ketemu dia kangmas !!! " pekik Sasa jengkel air matanya menetes dengan deras , rasa kecewa Sasa pada Archie sudah terlalu dalam dituduh berselingkuh merupakan hal yang paling menyakitkan baginya .
" lho lho lho.... kok malah nangis piye to iki " ucap Gusti panik ia kemudian mengambil tisyu untuk membersihkan wajah Sasa yang sudah basah karena air mata .
" kangmas sama jahatnya kaya orang itu hu hu hu " isak Sasa diantara tangisnya .
" ya wes maafin kangmas kalo kangmas salah tapi jangan nangis , kamu ndak kasian ama si kecil diperutmu kah ? " ucap Gusti lembut sambil membelai rambut Sasa yang berantakan karena terkena perban untuk membalut luka dikeningnya yang sobek .
Sasa meraba perutnya perlahan , saat sadar dua jam yang lalu ia kaget karena ada dirumah sakit . Karena panik Sasa bahkan menjatuhkan gelas yang ada diatas meja ia panik kalau terjadi hal buruk pada anaknya .
" maafin ibu sayang , ibu hampir mencelakaimu " isak sasa menyesal.
" sekarang istirahat ya nduk , besok kita bicarakan lagi " ucap Gusti lirih ia berusaha tak menyakiti hati Sasa yang sedang sensitif berdasarkan anjuran dari dokter Mega .
Sasa mengangkat wajahnya kemudian membersihkan wajahnya sendiri dengan tisyu pemberian Gusti .
" kangmas janji dulu besok Sasa pulang kerumah baru kalian ya , ayo janjiii " paksa Sasa pada Gusti , ia tau sang kakak ipar sudah harus pulang kerumah barunya karena mereka hari ini sudah resmi masuk kerumah barunya .
" ya wes kangmas janji , sek penting kamu ndak sedih lagi !! kangmas pusing liat kamu nangis gini nduk " ucap Gusti mengalah .
Sasa tersenyum mendengar ucapan kakaknya , perlahan ia kemudian membaringkan tubuhnya kembali untuk istirahat . Gusti merapikan selimut keatas tubuh Sasa .
" udah tidur nduk , istirahat " titah Gusti dengan lembut , ia gemas melihat Sasa tak kunjung terlelap .
" kangmas harus ada disini kalau Sasa tidur ya , jangan pergiiii !!! " ucap Sasa dengan nada tinggi .
" ya ampun gustiii , Iyo nduk iyoo kangmas lho udah janji masa ga percaya si " sengit Gusti .
" hehe ya udah Sasa bobok , selamat malam kangmas dan terima kasih sudah jagain sasa " ucap Sasa lembut , ia kemudian tertidur .
Gusti menatap Sasa yang terlelap , ia menyadari rasa cintanya yang dulu muncul mungkin disebabkan karena mereka saudara sedarah . Rasa cinta itu kini berubah menjadi rasa cinta kasih sayang antara kakak kepada adik perempuan nya .
Gusti adalah anak tunggal sedangkan anak buleknya Mintarsih memilih tinggal di Inggris untuk melanjutkan kuliah makanya dia tak pernah merasakan rasanya punya adik . Setelah ia tau Sasa adalah anak buleknya Gusti bertekad akan menyaingi Sasa seperti adik kandungnya sendiri apalagi Sasa sudah tak punya orang tua .
__ADS_1
" kau seharusnya masih menikmati masa remajamu nduk , tapi kau kini harus melewati kehidupan yang rumit diusiamu yang semuda ini " ucap Gusti lirih sambil menatap Sasa yang sudah pulas .
Gusti baru menyadari bahwa usianya dan Sasa terpaut tiga tahun . Gusti terpaksa mengulang kuliahnya dikampus yang sama dengan Sasa setelah ia memutuskan kembali dari Amerika karena paksaan ayahnya untuk kembali ke Indonesia .
" aku masih heran kenapa bulek pinan mencantumkan usiamu satu tahun lebih tua dari usiamu sebenarnya nduk " batin Gusti sambil menatap wajah Sasa yang sudah terlelap .
drtttt
ponsel pintar Gusti berbunyi karena ada WhatsApp masuk dari swari istrinya .
swari :
mas Gusti ndak usah pulang ini udah malam mas nginep di sana saja jagain sasa .
Gusti :
kenapa kau menyuruh suamimu tak pulang ? kita baru menikah lho ...
swari :
jangan menggodaku mas , nakal ya !!!
Sasa membutuhkan keluarganya mas , apalagi kita tau apa penyebab Sasa pendarahan tadi kan ?!
Gusti :
swari :
kamar tamu ? untuk siapa ? Kanjeng Romo datang kah ?
Gusti :
Sasa merajuk minta pulang kerumah kita sayang :(
swari :
benarkah ? wah ini gawat mas :(
Gusti :
kenapa sayang ? kamu keberatan Sasa pulang ke rumah kita ?
swari :
bukan itu masalahnya mas , kalau Sasa tak mau pulang kerumah suaminya itu tandanya dia sudah marah sekali pada suaminya .
Gusti :
akh iya kenapa aku tak terfikir kesana ya , jadi bagaimana ini sayang ? apa kita tetap membiarkan Sasa pulang kerumah kita ?
__ADS_1
swari :
mas mental Sasa sedang tak stabil , emosi ibu hamil sangat sukar ditebak . lebih baik kita ijinkan Sasa pulang kerumah kita saja .
Gusti :
terima kasih sayang atas pengertianmu :*
swari :
Sasa adalah keluarga mu tentu aku harus baik ya kan :)
Gusti :
aku sangat beruntung mendapatkan mu sayang .
swari :
akh lebay hehe , sekarang mas tidur dan pikirkan cara untuk mendamaikan pasangan suami istri itu ya . Urusan Archie mas yang handle hehe .
Gusti :
oh iya masih ada Archie yang aku lupakan . ya sudah kau tidur sayang hari ini pasti sangat melelahkan untukmu maafkan aku tak membantu mu dirumah
swari :
akh cuma urusan kecil aku masih bisa mengurusnya mas , ya sudah aku tidur mas , nite nite ... love u so much .
Gusti :
love u from the moon and the back my princess :*
Gusti meletakkan ponselnya di samping bantalnya , ia melihat jam didinding .
" sudah hampir jam satu malam pantas saja aku mengantuk " ucap Gusti sambil menguap .
Ia kemudian membaringkan tubuhnya diatas sofa bed dikamar perawatan Sasa , setelah Sasa sadar tadi ia memindah Sasa keruangan VVIP yang tersedia dua buah sofabed untuk tamu yang berkunjung . Tak lama kemudian Gusti pun sudah berlanglang buana dialam mimpinya .
Archie memarkirkan mobilnya dengan apik diarea parkir VIP , ia berjalan menuju ruang perawatan Sasa yang sudah dipindah oleh Gusti . Ia membawa satu kantong tas berisi pakaian ganti dan kebutuhan Sasa yang sudah disiapkan oleh pelayannya .
Dengan perlahan Archie membuka pintu kamar Sasa matanya menangkap sosok Gusti yang sudah terlelap diatas sofabed . Archie meletakkan tas Sasa diatas meja ia perlahan duduk di kursi didekat ranjang Sasa , dengan lembut ia kecup tangan Sasa yang masih tertancap jarum infus .
" maafkan aku sayang " ucap Archie pelan sambil mencium kening Sasa , tangannya bergetar saat meraba kening Sasa yang sobek .
Hatinya sakit ketika melihat luka itu , ia sudah dua kali melayangkan tangannya ke pipi Sasa dan itu membuatnya sangat menyesal .
" kalau tadi siang aku bisa menahan emosiku kejadian ini tak akan terjadi , aku terlalu bodoh untuk percaya foto murahan itu dan mengabaikan mu . maafkan aku sayang " ucap Archie penuh sesal .
" i Will do everything to make both of you happy " imbuh Archie dengan tersenyum sambil meraba perut Sasa yang masih rata .
__ADS_1