Faith

Faith
sakitnya dihati


__ADS_3

Dirumah sakit Gusti kebingungan menghadapi Sasa yang memaksa untuk pulang padahal dokter Mega tidak menyarankannya pulang , Sasa harus dirawat sampai besok untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan .


" nduk jangan lah marah-marah sama kangmas " rayu Gusti pada Sasa yang sejak tadi merajuk semenjak sadar dari biusnya .


" Sasa ga mau ketemu orang itu kangmas !! Sasa mau pulang " sungut Sasa berulang-ulang .


" dia suamimu nduk , kamu ndak liat si gimana tadi paniknya suamimu " ucap Gusti lembut .


" dia jahat !! Sasa benci , Sasa ga mau liat mukanya " jawab Sasa kesal ia benar-benar marah pada suaminya .


" ya udah besok klo swari datang kita pulang sama-sama ya " ucap Gusti mencoba menenangkan Sasa .


" pulang ke rumah kangmas kan !!! " selidik Sasa .


" lho kok kerumah kangmas ? Sasa kan punya suami ya pulang kerumah suamimu cah ayu " ucap Gusti sambil menahan tawa .


" Sasa udah bilang kan dari tadi Sasa ga mau ketemu dia kangmas !!! " pekik Sasa jengkel air matanya menetes dengan deras , rasa kecewa Sasa pada Archie sudah terlalu dalam dituduh berselingkuh merupakan hal yang paling menyakitkan baginya .


" lho lho lho.... kok malah nangis piye to iki " ucap Gusti panik ia kemudian mengambil tisyu untuk membersihkan wajah Sasa yang sudah basah karena air mata .


" kangmas sama jahatnya kaya orang itu hu hu hu " isak Sasa diantara tangisnya .


" ya wes maafin kangmas kalo kangmas salah tapi jangan nangis , kamu ndak kasian ama si kecil diperutmu kah ? " ucap Gusti lembut sambil membelai rambut Sasa yang berantakan karena terkena perban untuk membalut luka dikeningnya yang sobek .


Sasa meraba perutnya perlahan , saat sadar dua jam yang lalu ia kaget karena ada dirumah sakit . Karena panik Sasa bahkan menjatuhkan gelas yang ada diatas meja ia panik kalau terjadi hal buruk pada anaknya .


" maafin ibu sayang , ibu hampir mencelakaimu " isak sasa menyesal.


" sekarang istirahat ya nduk , besok kita bicarakan lagi " ucap Gusti lirih ia berusaha tak menyakiti hati Sasa yang sedang sensitif berdasarkan anjuran dari dokter Mega .


Sasa mengangkat wajahnya kemudian membersihkan wajahnya sendiri dengan tisyu pemberian Gusti .


" kangmas janji dulu besok Sasa pulang kerumah baru kalian ya , ayo janjiii " paksa Sasa pada Gusti , ia tau sang kakak ipar sudah harus pulang kerumah barunya karena mereka hari ini sudah resmi masuk kerumah barunya .


" ya wes kangmas janji , sek penting kamu ndak sedih lagi !! kangmas pusing liat kamu nangis gini nduk " ucap Gusti mengalah .


Sasa tersenyum mendengar ucapan kakaknya , perlahan ia kemudian membaringkan tubuhnya kembali untuk istirahat . Gusti merapikan selimut keatas tubuh Sasa .


" udah tidur nduk , istirahat " titah Gusti dengan lembut , ia gemas melihat Sasa tak kunjung terlelap .


" kangmas harus ada disini kalau Sasa tidur ya , jangan pergiiii !!! " ucap Sasa dengan nada tinggi .


" ya ampun gustiii , Iyo nduk iyoo kangmas lho udah janji masa ga percaya si " sengit Gusti .


" hehe ya udah Sasa bobok , selamat malam kangmas dan terima kasih sudah jagain sasa " ucap Sasa lembut , ia kemudian tertidur .


Gusti menatap Sasa yang terlelap , ia menyadari rasa cintanya yang dulu muncul mungkin disebabkan karena mereka saudara sedarah . Rasa cinta itu kini berubah menjadi rasa cinta kasih sayang antara kakak kepada adik perempuan nya .


Gusti adalah anak tunggal sedangkan anak buleknya Mintarsih memilih tinggal di Inggris untuk melanjutkan kuliah makanya dia tak pernah merasakan rasanya punya adik . Setelah ia tau Sasa adalah anak buleknya Gusti bertekad akan menyaingi Sasa seperti adik kandungnya sendiri apalagi Sasa sudah tak punya orang tua .

__ADS_1


" kau seharusnya masih menikmati masa remajamu nduk , tapi kau kini harus melewati kehidupan yang rumit diusiamu yang semuda ini " ucap Gusti lirih sambil menatap Sasa yang sudah pulas .


Gusti baru menyadari bahwa usianya dan Sasa terpaut tiga tahun . Gusti terpaksa mengulang kuliahnya dikampus yang sama dengan Sasa setelah ia memutuskan kembali dari Amerika karena paksaan ayahnya untuk kembali ke Indonesia .


" aku masih heran kenapa bulek pinan mencantumkan usiamu satu tahun lebih tua dari usiamu sebenarnya nduk " batin Gusti sambil menatap wajah Sasa yang sudah terlelap .


drtttt


ponsel pintar Gusti berbunyi karena ada WhatsApp masuk dari swari istrinya .


swari :


mas Gusti ndak usah pulang ini udah malam mas nginep di sana saja jagain sasa .


Gusti :


kenapa kau menyuruh suamimu tak pulang ? kita baru menikah lho ...


swari :


jangan menggodaku mas , nakal ya !!!


Sasa membutuhkan keluarganya mas , apalagi kita tau apa penyebab Sasa pendarahan tadi kan ?!


Gusti :


swari :


kamar tamu ? untuk siapa ? Kanjeng Romo datang kah ?


Gusti :


Sasa merajuk minta pulang kerumah kita sayang :(


swari :


benarkah ? wah ini gawat mas :(


Gusti :


kenapa sayang ? kamu keberatan Sasa pulang ke rumah kita ?


swari :


bukan itu masalahnya mas , kalau Sasa tak mau pulang kerumah suaminya itu tandanya dia sudah marah sekali pada suaminya .


Gusti :


akh iya kenapa aku tak terfikir kesana ya , jadi bagaimana ini sayang ? apa kita tetap membiarkan Sasa pulang kerumah kita ?

__ADS_1


swari :


mas mental Sasa sedang tak stabil , emosi ibu hamil sangat sukar ditebak . lebih baik kita ijinkan Sasa pulang kerumah kita saja .


Gusti :


terima kasih sayang atas pengertianmu :*


swari :


Sasa adalah keluarga mu tentu aku harus baik ya kan :)


Gusti :


aku sangat beruntung mendapatkan mu sayang .


swari :


akh lebay hehe , sekarang mas tidur dan pikirkan cara untuk mendamaikan pasangan suami istri itu ya . Urusan Archie mas yang handle hehe .


Gusti :


oh iya masih ada Archie yang aku lupakan . ya sudah kau tidur sayang hari ini pasti sangat melelahkan untukmu maafkan aku tak membantu mu dirumah


swari :


akh cuma urusan kecil aku masih bisa mengurusnya mas , ya sudah aku tidur mas , nite nite ... love u so much .


Gusti :


love u from the moon and the back my princess :*


Gusti meletakkan ponselnya di samping bantalnya , ia melihat jam didinding .


" sudah hampir jam satu malam pantas saja aku mengantuk " ucap Gusti sambil menguap .


Ia kemudian membaringkan tubuhnya diatas sofa bed dikamar perawatan Sasa , setelah Sasa sadar tadi ia memindah Sasa keruangan VVIP yang tersedia dua buah sofabed untuk tamu yang berkunjung . Tak lama kemudian Gusti pun sudah berlanglang buana dialam mimpinya .


Archie memarkirkan mobilnya dengan apik diarea parkir VIP , ia berjalan menuju ruang perawatan Sasa yang sudah dipindah oleh Gusti . Ia membawa satu kantong tas berisi pakaian ganti dan kebutuhan Sasa yang sudah disiapkan oleh pelayannya .


Dengan perlahan Archie membuka pintu kamar Sasa matanya menangkap sosok Gusti yang sudah terlelap diatas sofabed . Archie meletakkan tas Sasa diatas meja ia perlahan duduk di kursi didekat ranjang Sasa , dengan lembut ia kecup tangan Sasa yang masih tertancap jarum infus .


" maafkan aku sayang " ucap Archie pelan sambil mencium kening Sasa , tangannya bergetar saat meraba kening Sasa yang sobek .


Hatinya sakit ketika melihat luka itu , ia sudah dua kali melayangkan tangannya ke pipi Sasa dan itu membuatnya sangat menyesal .


" kalau tadi siang aku bisa menahan emosiku kejadian ini tak akan terjadi , aku terlalu bodoh untuk percaya foto murahan itu dan mengabaikan mu . maafkan aku sayang " ucap Archie penuh sesal .


" i Will do everything to make both of you happy " imbuh Archie dengan tersenyum sambil meraba perut Sasa yang masih rata .

__ADS_1


__ADS_2