
Archie terbangun ketika mendengar suara gaduh dari arah closet baju dimana Sasa sedang berganti pakaian setelah mandi , ia terlihat panik karena bangun lebih dari jam sebelas siang.
" Apa yang terjadi disini ? " tanya Archie pelan sambil bersandar di pintu closet dimana Sasa sedang ada di dalamnya dengan tumpukan baju yang jatuh ke karpet .
" Mas ya ampun .... kenapa gak bangunin Sasa sihh !! " alih-alih menjawab pertanyaan sang suami Sasa justru mengajukan protes sambil berusaha memakai baju .
" Gimana ceritanya mas mau bangunin Sasa , sementara Sasa bangun lebih dulu dari mas " jawab Archie sambil menahan tawa .
" Pokoknya ini salah mas Sasa jadi kesiangan bangun , kasian Arthur mas !!! dia harus mandi , harus makan ...
" Sini sini liat CCTV dulu " ucap Archie memotong perkataan Sasa yang panik .
Sasa mendekat ke arah sang suami yang sedang memegang ponselnya , tak lama kemudian sebuah senyuman tersungging di wajah Sasa ketika melihat putranya tengah bermain bersama Swari dan Gusti di kamar bermain baby Arthur .
" Akhhh leganya " ucap Sasa pelan sambil terduduk dilantai ketika melihat putranya sudah diurus kakaknya .
" Makanya jangan marah-marah dulu sayang , lihat dulu baru komentar " celetuk Archie menggoda sang istri .
" Hal ini tak akan terjadi kalau Sasa nggak bangun kesiangan " sengit Sasa sambil berusaha bangun dari lantai.
Archie hanya tersenyum tipis melihat tingkah sang istri yang kekanak-kanakan , sudah lama rasanya ia tak menggoda sang istri seperti hari ini . Sasa yang sudah selesai berpakaian kemudian meninggalkan closet dalam kondisi berantakan , ia lalu berjalan ke arah pintu untuk keluar namun tiba-tiba langkahnya terhenti saat Archie melingkarkan tangannya ke perut Sasa.
" I love you " bisik Archie pelan ke telinga Sasa .
" I love you more mas " sahut Sasa sambil mencium tangan sang suami yang sudah ia pegang .
" I can't live without you " imbuh Archie sambil mencium tengkuk Sasa yang wangi dengan perlahan .
Dicium seperti itu oleh Archie membuat bulu kuduk Sasa berdiri , ia menggeliat dan mencoba melepaskan diri dari Archie . Namun tenaganya masih kalah jauh dibandingkan dengan Archie sehingga ia pun harus pasrah ketika Archie membawanya kembali ke atas tempat tidur.
" Mas ini sudah siang kita harus keluar " ucap Sasa menolak sentuhan dari Archie .
__ADS_1
" I know , biarkan aku memelukmu sebentar lagi " jawab Archie sambil memejamkan matanya diatas dada Sasa .
Sasa akhirnya menyerah , ia tak pernah bisa menolak permintaan suaminya yang over protektif itu . Sejak Sasa keguguran satu minggu lalu sifat protektif Archie kembali muncul setelah sekian lama menghilang pasca kejadian Sasa kabur dari rumah .
Setelah berpelukan selama hampir lima menit Archie akhirnya melepaskan Sasa dan membiarkan Sasa pergi menemui Swari dan Gusti yang sedang mengasuh baby Arthur .
" Setelah dokter Bryan datang kita langsung berangkat ke Canada sayang " ucap Archie pelan sambil tersenyum , saat bangun tidur tadi ia mendapatkan balasan pesan dari dokter Bryan yang sedang on the way Jakarta dan memberikan kesanggupannya untuk membantu Swari dan Gusti .
Setelah Sasa keluar Archie kemudian masuk kekamar mandi untuk menyegarkan diri sebelum keluar untuk bergabung dengan Gusti dan Swari dilantai satu yang sedang mengurus putra semata wayangnya .
Sasa berjalan dengan pelan ketika menuruni anak tangga menuju lantai satu , ia tersenyum ketika mendengar suara tawa yang berasal dari kamar bermain putranya . Saat sudah sampai didepan pintu ia tak langsung masuk kedalam tapi menatap dari balik pintu melihat bagaimana kakak sepupunya itu tertawa lepas saat menggoda putra semata wayangnya itu .
" Nyonya makan siang sudah siap " bisik bik Rani pelan dibelakang Sasa mengagetkan Sasa yang sedang mengintip putranya yang sedang bermain dengan om dan tantenya .
" Ok bik , nanti kita makan bareng nunggu mas Archie turun . Ayo Sasa bantuin siapin meja " jawab Sasa sambil tersenyum .
" Baik nyonya " sahut bik Rani cepat m
" Kau seperti ibu rumah tangga kalau sedang seperti ini sayang " ucap Archie sambil duduk di kursi .
" Lho Sasa kan emang ibu rumah tangga , gimana si mas " cicit Sasa sambil memanyunkan mulutnya kesal merespon perkataan sang suami yang menggodanya .
" Ha ha ha ..." suara tawa Archie terdengar sangat puas ketika berhasil menggoda istrinya .
Melihat sang tuan dan nyonya rumah bergurau membuat para pelayannya tersenyum , tak lama kemudian Gusti dan Swari datang bersama baby Arthur setelah dipanggil oleh bik Rani untuk bergabung bersama Sasa dan Archie untuk makan siang bersama .
Mereka akhirnya menikmati makan siang bersama di ruang makan rumah Archie dan Sasa , suara gelak tawa terdengar saat kedua pasang suami istri itu menikmati makan siang bersama . Sebuah kehangatan keluarga benar-benar terasa kembali di rumah besar milik Archie setelah tiga orang kepercayaan Archie pergi bulan madu .
Setelah selesai makan Archie mengajak para tamunya duduk diruang tamu menikmati teh chamomile bersama baby Arthur yang terlihat mengantuk dalam pelukan Sasa karena memang sudah masuk jam tidur siangnya .
" Aku sudah menghubungi dokter Bryan Lie yang merupakan salah satu dokter fertilitas terbaik di dunia , beliau sedang dalam perjalanan menuju Jakarta untuk menemui kalian berdua " ucap Archie pelan sambil meletakkan cangkir gelasnya di atas meja .
__ADS_1
" Dokter Bryan Lie yang dokter asal korea selatan itu !!! " pekik Swari dan Gusti hampir bersamaan .
" Yes , he is " jawab Archie sambil tersenyum .
" Siapa itu dokter Bryan Lie ? " tanya Sasa penasaran , sepertinya hanya ia saja yang tak tau siapa dokter yang sedang dibahas itu .
" Dokter Bryan Lie adalah dokter yang sudah menangani ratusan pasang suami istri yang mengalami masalah dengan kesuburan Sa , dokter Bryan Lie merupakan salah satu dokter fertilitas terbaik di dunia . Untuk membuat jadwal dengannya saja membutuhkan waktu berbulan-bulan Sa " jawab Gusti dengan mata berkaca-kaca ketika mengingat usahanya setahun terakhir untuk bertemu dengan dokter Bryan Lie yang saat ini tinggal di New York .
" Apa kau benar-benar mengundangnya datang ke Jakarta Arc ? " tanya Swari dengan nada bergetar .
" Iya mungkin dia akan sampai nanti malam , dia naik pesawat jet pribadiku tadi malam " jawab Archie sambil menunjukkan ponselnya yang berisi chat antara dirinya dengan dokter Bryan Lie .
Bug
Gusti langsung memeluk Archie erat dengan air mata yang sudah mengajak sungai di wajah tampannya .
" Entah dengan cara apa aku harus membalas semua kebaikanmu Arc hu hu " ucap Gusti sambil menangis .
" Kita saudara Gusti , bukankah sesama saudara harus tolong menolong " jawab Archie pelan sambil menepuk pundak Gusti .
Swari ikut menangis ketika melihat suaminya menangis dalam pelukan Archie , ia dan Gusti memang sudah berusaha menemui banyak dokter selama setahun terakhir ini tapi hasilnya masih belum membuahkan hasil sampai akhirnya mereka berharap pada dokter Bryan Lie sebagai harapan terakhir .
" Tuhan pasti akan mengabulkan doa-doa kakak dan kangmas selama ini " ucap Sasa pelan memberi dukungan pada Swari yang sedang menangis .
" aamiin Sa aamiin hu hu hu ,, aku hanya iri melihat diluar sana banyak wanita yang membuang darah dagingnya sementara aku harus berusaha mati-matian untuk mendapatkan buah hati ... memikirkan itu aku merasa Tuhan tak sayang padaku Sa ... aku hanya ingin jadi wanita sempurna yang bisa mengandung dan melahirkan seorang anak Sa huaaaaa " tangis Swari akhirnya meledak sehingga membuat Sasa ikut menangis karena ikut merasakan kesedihan yang Swari alami .
Akhirnya Swari benar-benar menangis dalam pelukan Sasa , tangisan seorang wanita yang sangat menginginkan rasanya mengandung dan melahirkan seperti wanita lainnya .
🌼 Bersambung 🌼
Jangan lupa like , komentar dan baca novel Thor yang berjudul : bodyguard cantik juga ya kakak-kakak . Terima kasih 🌹
__ADS_1