Faith

Faith
Keluarga tempat kembali


__ADS_3

Mendengar perkataan Archie membuat semua orang yang ada di dekatnya langsung terdiam mencoba memastikan pendengaran mereka tidak salah .


" Anda suami Sasa ? "


" Tuan Archie Anda serius ? "


" its not funny "


" I know you are lying "


Para mahasiswi yang mengerubuti Archie dan Sasa terlihat tak percaya dengan apa yang baru saja Archie katakan , mereka sudah berhasil mengenali sosok Archie berkat ada satu gadis yang sudah mengenali Archie saat sedang melihat artikel di internet tentang Archie .


" Tuan Archie " sapa seorang dosen yang sudah mengenal Archie.


" Hallo " sahut Archie cepat .


" Apa yang membawa Anda kemari tuan ? " tanya sang dosen sopan .


" Mengantar istriku menyerahkan makalah tugasnya " jawab Archie sambil tersenyum dan memeluk pinggang Sasa dari belakang .


" Oh iya , hallo nyonya maaf baru sempat menyapa anda " ucap sang dosen menyalami Sasa .


" Tak apa pak , maaf mengganggu waktu bapak " sahut Sasa ramah menerima uluran tangan dosen senior dikampusnya itu .


Pak Bagus pun tersenyum mendengar perkataan Sasa namun tak lama senyum pak Bagus pun menghilang ketika menyadari banyak siswi yang mengerubutinya .


" Kalian semua kenapa berkumpul disini ? " teriak pak Bagus pada mahasiswi yang sedang berkumpul disekitar Sasa dan Archie .


" Mau foto bareng tuan Archie "


" Mau minta nomor ponselnya pak !! "


" Mau minta dimasukin ke kantornya pak "


Suara teriakan dari para siswi terdengar nyaring saling bersahutan menjawab pertanyaan pak Bagus .


Prok


Prok


Prok


" Diam !!! kalian ini mahasiswi kok kelakuan bar-bar sekali , apa kalian tau siapa tuan Archie ini ? " tanya pak Bagus dengan setengah berteriak .


" Pengusaha sukses pak tentunya " jawab Andita si senior yang terkenal paling centil menjawab cepat pertanyaan pak Bagus .


" Itu sudah pasti , tapi sepertinya mungkin ini adalah waktu yang tepat kalian tau siapa tuan Archie dan nak Sasa ini " ucap pak Bagus sambil tersenyum .

__ADS_1


" huuuuuu ....... " suara teriakan dari para mahasiswi langsung terdengar keras ketika pak Bagus menyebut nama Sasa .


Pak Bagus yang sudah bisa membaca situasi pun langsung meminta Archie dan Sasa naik ke podium bersamanya , Archie membimbing Sasa untuk naik podium bersamanya mendampingi pak Bagus .


" tes tes..satu dua satuuu... " suara pak Bagus terdengar menggema ketika mencoba menggunakan microphone .


" Baiklah tanpa banyak basa-basi saya Bagus Wijayanto seorang dosen senior disini ingin memperkenalkan pada kalian komisaris utama Yayasan Pelita Harapan yang baru tuan Archie Durran August yang merupakan suami dari Farasya Zalia August " ucap pak Bagus lantang memperkenalkan Archie dan Sasa secara resmi dihadapan semua mahasiswa dan mahasiswi .


Tiiingggg....


Suara microphone yang dipegang pak Bagas bergema karena bebenturan frekuensi dengan ponsel yang dipegang Archie .


" Silahkan tuan Archie perkenalkan diri anda secara resmi " ucap pak Bagus penuh hormat pada Archie sambil menyerahkan microphone pada Archie .


Archie mengangguk pelan lalu menerima microphone pemberian pak Bagus , ia berjalan pelan menuju depan podium saat sampai didepan podium Archie lalu duduk di karpet yang membuat para bodyguardnya sempat panik ketika melihat Archie duduk sembarangan .


" Hallo semuanya maaf baru bisa memperkenalkan diri " ucap Archie pelan dengan menunggunakan microphone .


" Perkenalkan nama saya Archie Durran August tapi orang-orang biasa memanggil saya Archie . Saya adalah seorang suami dari seorang wanita yang sangat saya cintai yang sedang berdiri disana yang sedang menggendong anak pertama kami Arthur " imbuh Archie sambil menunjuk ke arah Sasa dan baby Arthur berada .


" Sebenarnya saya tak bermaksud menyembunyikan apapun pada kalian semua para mahasiswa dan mahasiswi kampus ini , saya hanya ingin membuat istri saya mendapat perlakuan yang sama seperti yang kalian dapatkan selama ia kuliah disini . Karena ceritanya pasti akan lain kalau kalian dari awal tau bahwa Sasa adalah istriku , jadi saya dan management sepakat menyimpan ini sampai saatnya tiba dan saya rasa ini adalah saatnya yang tepat untuk memperkenalkan diri pada kalian semua " ucap Archie sambil tersenyum lebar .


Prok


Prok


Prok


Empat teman baik Sasa dikampus pun berteriak girang dan bertepuk tangan dengan keras yang membuat mahasiswa dan mahasiswi lainnya ikut bertepuk tangan juga sehingga membuat Sasa tersipu malu .


" Jadi itu saja ya pengumuman hari ini anak-anak selamat berlibur akhir semester semoga liburannya menyenangkan dan nanti awal semester kita bisa bertemu dan berkumpul lagi disini " ucap pak Bagiyo pelan mengakhiri pengumuman yang dibuat pak Bagas sebelumnya .


Archie dan Sasa tersenyum ke arah empat orang teman baik Sasa yang sejak tadi berteriak paling heboh , mereka lalu berjalan menuju belakang panggung dimana mobil Archie sudah menunggu .


" Terima kasih atas semuanya pak Bagus " ucap Sasa pelan .


" No nyonya , seharusnya kami melakukan ini dari dulu " jawab pak Bagus ramah .


" Kalau begitu kami permisi ya pak " imbuh Archie berpamitan .


Pak Bagus dan pak Bagiyo bersama para dosen lainnya mengangguk pelan merespon perkataan Archie , tak lama kemudian mobil Archie pun pergi dengan cepat meninggalkan kampus Pelita Harapan disusul empat mobil bodyguardnya dibelakang .


" Akhh leganya " ucap Sasa sambil tersenyum dan memeluk Archie dengan erat .


" Lega kenapa ? " tanya Archie pura-pura tak mengerti .


" Akhirnya tak ada yang Sasa tutup-tutupi lagi dikampus , jadi Sasa merasa enak dan nyaman aja gitu mas he he " jawab Sasa cepat.

__ADS_1


" Gitu aja kok sebahagia ini , dulu waktu mas belikan kampus untukmu ekspresimu tak seperti hari ini sayang " ucap Archie ketus .


Mendengar perkataan Archie membuat Sasa melepaskan pelukannya pada tubuh sang suami dengan perlahan sambil memasang wajah bodoh .


" Mas itu terlalu arogan jadi Sasa gak suka , masa iya harus banget kampus tempat Sasa kuliah dibeli juga !!! itu kan aneh mas " ucap Sasa sambil bersandar ke kursi .


" Bagiku tak aneh , aku ingin memastikan yang terbaik bagi istriku jadi aku akan melakukan apapun untukmu sayang " sahut Archie cepat .


" Apa kau tau sayang , mas itu juga sudah membeli sebuah rumah besar didekat kampus " imbuh Archie menambahkan perkataan sebelumnya .


" What ??? beli rumah lagi ? dimana ? " tanya Sasa kaget .


" Tau kan rumah besar diujung jalan dekat kampus Pelita Harapan ? rumah itu sudah menjadi milik kita sekarang " jawab Archie mencoba pamer pada Sasa .


" Awwwwww ..." jerit Archie dengan keras ketika pahanya dicubit oleh Sasa .


" Kenapa harus beli rumah lagi mas !!! boros banget sii... Sasa gak suka huh " ucap Sasa sambil memalingkan wajahnya ke arah jendela melihat jalan raya .


Melihat Sasa merajuk membuat Archie tertawa lebar , ia bahkan sengaja menggoda baby Arthur agar ikut tertawa juga . Jadilah ayah dan anak itu tertawa bersama di dalam mobil menggoda Sasa .


" Uangku banyak sayang , untuk apa aku simpan uang itu kalau aku tak bisa membahagiakanmu " ucap Archie sambil tersenyum .


" Ya tapi gak usah gitu lah caranya mas , masa Sasa kuliah dimana trus mas langsung beli rumah disana juga kan Sasa ga mau harus pindah-pindah gitu !! emang Sasa induk kucing apa yang harus pindah-pindah tiap lahiran anaknya " jawab Sasa ketus .


" Ha ha ha ha ha ..... istriku benar-benar lucu ya tuhan , sini-sini peluk mas dulu sini akh jangan ngambek kenapa si " ucap Archie sambil menarik Sasa agar mendekat ke arahnya .


Sasa pun kembali bersandar ditubuh Archie kembali dengan tenang , walau sebenarnya ia masih marah atas apa yang sudah suaminya itu lakukan .


" Jangan marah sayangku cintaku ... mas tak bisa berfikir jernih jika kau marah-marah , mas dulu beli rumah itu saat melihatmu kelelahan tiap pulang kampus . Mas tak tega melihatmu seperti itu jadi mas putuskan untuk membeli rumah itu akan tetapi sampai sekarang kita masih ditinggal dirumah lama kita kan ? jadi sebenarnya tak ada masalah kan .... anggap saja mas sedang melakukan investasi rumah seperti yang Sasa lakukan dengan investasi di apartemen " ucap Archie pelan sambil membelai rambut panjang Sasa .


" Iya si bener tapi mas janji ya nanti-nanti jangan ambil keputusan sendiri , kita suami istri mas harus saling bertukar pikiran berbagi pendapat ... Sasa mau terlibat dalam sekecil apapun keputusan yang mas buat " sahut Sasa dengan suara lirih .


Archie tersenyum mendengar perkataan sang istri , ia tau betul kemana arah pembicaraan Sasa .


" I know sayang , im sorry ya ... jangan marah ya . I love U sayang aku akan melakukan apapun agar kau bahagia ..." ucap Archie sambil mencium kening Sasa .


" Me too " sahut Sasa malu-malu .


Drrtttt


Ponsel Sasa berdering dengan suara keras sehingga membuat Sasa harus mengangkatnya dengan cepat .


" Hallo ... " ucap Sasa menjawab panggilan masuk dari nomor asing yang tak ada didalam daftar telfonnya .


" Sasa tolong aku saaaa....." jawab seorang wanita diujung telfon sambil menangis .


" Swariiii ......." pekik Sasa cepat begitu mengenali suara wanita yang ada diujung telpon .

__ADS_1


🌼 Bersambung 🌼


Jangan lupa like , komen dan bantu vote ya kakak-kakak .🌹


__ADS_2