
sebuah mobil box berhenti didepan gerbang kediaman milik archie terlihat baskoro membukakan gerbang setelah berbicara dengan sopir mobil box yang ternyata membawa hasil belanjaan sang nyonya rumah , tak lama setelah mobil itu masuk terlihat dibelakangnya mobil sasa mengekor dibekalang .
" pak bas tolong bantu turunkan semua dan minta pelayan merapikan digudang ya " perintah sasa dingin kemudian berjalan masuk kerumah tanpa berbicara dengan para pelayan yang menyapa.
" nyonya kenapa ? gak biasanya kaya gini ? "
" entahlah tadi pagi waktu pergi masih ceria seperti biasa " jawab baskoro
" ada apa denganmu nyonya muda ? " ucap bik rani lirih
sasa masuk ke kamarnya kemudian menjatuhkan tubuhnya diatas kasur ia menenggelamkan wajahnya dibantal disana ia mengeluarkan semua kekesalannya sampai akhirnya tertidur pulas .
tok
tok
" nyonya , makan malam sudah siap " ucap suara bik rani diluar
mendengar suara bik rani membuat sasa terbangun dari tidurnya , sasa melirik jam diatas nakas yang menunjukan sudah pukul delapan malam . sasa bergegas membersihkan dirinya untuk bersiap turun makan , sasa memakai kacamata untuk menyamarkan sembab dan bengkak di matanya karena menangis .
sasa menikmati makan malamnya dengan hanya memasukan dua sendok nasi dan meminum segelas almond milk kesukaannya yang membuat para pelayannya merasa ketakutan apakah karena masakan mereka tak sesuai selera sang nyonya .
" sepertinya tuan lembur nyonya " ucap bik rani khawatir karena melihat sasa masih menunggu archie hingga tengah malam diruang tamu .
" sekarang hari apa bik ? " tanya sasa lirih .
" hari jumat nyonya " jawab bik rani lembut .
sasa menarik nafas dalam kemudian beranjak dari kursi menuju kamarnya meninggalkan pelayannya sendirian diruang tamu .di dalam kamar sasa mengingat kejadian tadi siang dimana saat dia sedang berbelanja daging di supermarket dia melihat sang suami bermesraan dengan clarissa didepan toilet .
" kenapa harus kau rusak lagi kebahagianku clarie ? belum puaskan kau dulu merebut rizki dariku " isak sasa dalam tangisnya .
sasa mengingat masa masa sekolahnya bersama clarissa dulu , dia mengenal baik siapa clarissa yang tak akan mungkin mundur sebelum mendapatkan keinginannya .
sasa melihat smartphonenya yang sejak tadi siang membisu karena tak ada pesan atau telfon dari archie biasanya saat suaminya dikantor hp sasa akan terus berdering karena pesan darinya untuk mengganggu sasa tapi hari ini tak ada satupun pesan masuk di hp sasa . akhirnya sasa tertidur saat waktu menunjukan pukul tiga pagi setelah lelah menunggu sang suami pulang .
ditempat lain archie sedang panik karena mencari hpnya tak ada di saku bajunya ketika sedang menikmati makan siang bersama karyawannya , archie ikut mencari keberadaan hpnya disemua sudut ruangan dikantornya dimana ia berada seharian ini padahal untuk seorang archie durran membeli hp paling canggih didunia adalah hal yang mudah tapi ia tetap berusaha mencari hp itu yang sengaja ia pesan khusus untuknya dan sang istri sasa .
" bos ini sudah hampir jam dua pagi dan kita masih dikantor " cicit rico yang sudah kelelahan .
" gimana gustaf apa keberadaan hp itu sudah ditemukan ?" tanya archie gelisah .
" sepertinya hp itu masih belum di utak atik oleh orang yang menemukannya buktinya setelah saya berhasil remote dari sini nampak layarnya masih dalam kondisi terkunci tuan " jawab gustaf yang merupakan ahli IT kepercayaan archie.
archie melihat tampilan laptop milik gustaf dimana ia sedang menyadap hp milik archie , sebagai seorang hacker terbaik di canada bukan hal yang sulit untuk gustaf menyadap hp orang lain . karena khawatir hpnya akan disalah gunakan oleh orang akhirnya archie memerintahkan gustaf untuk menghapus semua data di hp nya .
"butuh waktu berapa lama untuk mendelete semua data di hp itu gustaf ? " tanya archie dingin , dia menyesali kecerobohannya .
__ADS_1
" paling cepat satu jam tuan karena saya harus satu persatu menghapusnya " jawab gustaf singkat .
" ya biar si pencuri itu hanya mendapati hp kosong saja " ucap rico tiba tiba .
archie diam tak merespon ucapan rico matanya tak lepas menatap layar laptop milik gustaf , satu jam berlalu akhirnya semua file di hp archie berhasil dihapus dari hp yang hilang setelah gustaf back up ke laptop .
" good job gustaf " ucap archie lirih
" ini sudah jadi pekerjaan saya tuan , saya ijin pulang tuan " pamit gustaf ke archie yang tengah terduduk di sofa bersama rico yang sudah tertidur pulas .
" ok , selesaikan tugas satu lagi yang aku berikan padamu " ucap archie dingin , dia masih penasaran kemana raibnya hp itu .
gustaf mengangguk lalu pergi meninggalkan ruangan archie .
" ayo pulang rico sudah jam tiga pagi ini istriku pasti khawatir " ajak archie pada rico
" tapi kau yang setir ya bos "
" tentu saja aku yang bawa mobil mana mungkin pemabuk sepertimu kuijinkan menyetir mobilku " hardik archie sinis .
archie berjalan dengan teratih karena harus memapah rico yang mabuk perlahan archie memasukan sahabatnya itu ke mobil kemudian segera memacu mobilnya menuju jalan raya yang sudah sangat sepi . Bunyi klakson mobil archie membangunkan baskoro yang sedang berjaga di pos depan dengan cekatan baskoro membukakan pintu gerbang sang majikan tak lama mobil royce roll hitam itu meluncur masuk ke dalam halaman luas .
" pak tolong bantu rico masuk kekamarnya " perintah archie pada penjaga rumahnya kemudian dia setengah berlari masuk ke rumah .
melihat sang majikan masuk kerumah baskoro segera memapah rico dari dalam mobil untuk pindah kekamarnya dilantai satu . rico sudah terbiasa menginap dirumah archie sehingga para pelayan tau harus mengantar kemana rico tidur .
dengan perlahan archie membuka pintu kamarnya dan mencari sang istri yang tengah tidur pulas diranjang dengan figura foto pernikahan mereka yang tergeletak diranjang . archie merapikan foto foto itu kembali ke tempatnya semula dengan perlahan archie membelai wajah sang istri .
setengah jam kemudian archie keluar dengan piyama tidurnya dan berniat untuk segera tidur disamping sang istri tapi niatnya diurungkan dia harus berbuat sesuatu untuk minta maaf pada istrinya , archie berfikir keras dengan cara apa harus meminta maaf akhirnya archie memilih keluar kamar dan masuk ke ruang kerjanya dilantai satu .
archie selesai melakukan kejutannya untuk sang istri ketika para pelayan sudah mulai sibuk di dapur , dengan langkah tertatih karena membawa tumpukan kertas archie keluar dari ruang kerjanya .
" tuaan sini saya bantu " pekik bik rani spontan ketika melihat tuannya terlihat kesulitan .
" terima kasih bik , ayo bantu saya menata ini dikamar " ucap archie lirih .
akhirnya pekerjaan archie selesai ketika jam menunjukan pukul enam pagi karena rasa kantuknya tak tertahan akhirnya archie pergi tidur kekamar depan didekat perpustakaan karena takut membangunkan sasa . Bik rani menuruni anak tangga dengan senyum lebar .
sasa membuka matanya ketika cacing cacing diperutnya demo minta diisi kemarin sasa hanya makan sekali itupun hanya dengan selembar roti saja , saat sasa mengeliat matanya menatap sesuatu yang aneh menempel di dinding kamarnya .
setelah ia perhatikan terlihat banner dari kertas yang berisikan tulisan " IM SORRY PRINCESS " dan terlihat foto archie sedang berpose dengan memegang kedua telinga seperti anak yang sedang dihukum . dilantai bertebaran origami bentuk bunga dan burung bangau aneka bentuk membentuk lambang love .
air mata sasa menetes tanpa bisa ditahan dengan cepat sasa melihat sekeliling kamarnya dan tak melihat sosok archie disana , sasa melangkahkan kakinya keluar untuk mencari suaminya disetiap kamar dilantai dua dan akhirnya langkahnya terhenti saat membuka kamar di sebelah ruang perpustakaan dimana nampak sang suami tengah terlelap diatas ranjang dengan memeluk boneka beruang warna pink kesayangannya .
dengan langkah pelan sasa memasuki kamar itu dan berhenti disamping ranjang perlahan ia mengecup kening suaminya , sasa tak membangunkan sang suami karena melihat wajah suaminya yang terlihat sangat kelelahan . sasa menyapu air mata yang ada diwajahnya kemudian pergi keluar dengan langkah perlahan rasa kacau dihatinya sudah pergi menjauh .
" pagi nyonya " sapa bil rani ramah .
__ADS_1
" pagi bik , tuan pulang jam berapa bik ? "
sasa menyeka air mata yang mengalir tanpa henti diwajahnya ketika mendengar cerita dari pelayannya dan apa yang menyebabkan suaminya pulang sampai pagi tanpa memberi kabar padanya .
" hiks hiks bik sasa jahat udah berfikir macam macam ke mas " isak sasa pelan diantara tangisnya .
" wajar nyonya curiga dan cemburu itu tandanya nyonya cinta ke tuan " ucap bik rani menenangkan sasa .
" sasa terlalu bodoh bik huhu "
" sudah nyonya jangan nangis lagi itu lho matanya udah bengkak banget , nyonya berhenti nangis jam berapa semalam ? " goda bik rani menghibur sasa .
" keliatan banget ya bik hiks " tanya sasa terbata kemudian meraba wajahnya , bik rani akhirnya membimbing sasa masuk kekamar untuk membantu mengompres kedua matanya yang bengkak karena menangis .
" aku sangat beruntung menjadi istrimu mas " ucap sasa lirih sembari memandang foto pernikahan mereka dikamar . sasa mendadak merasakan ada yang aneh pada dirinya dengan cepat sasa masuk kekamar mandi .
prank
prank
prank
terdengar suara beberapa botol parfum pecah dari arah kamar clarissa dirumah orang tuanya .
" sialaann punya temen yang ngakunya orang IT tapi ga gunaa!! masa buka hp begini aja ga mampu siiiii akhhhhhh " teriak clarissa marah .
ditangan clarissa tampak tengah memegang hp limited edition milik archie yang nampak seperti hp baru karena semua data sudah hilang .
" percuma gue nyuri ini hp kalau akhirnya gue ga bisa dapat info apa apa dari ini hp akhhh kesell " jerit clarissa jengkel . matanya berapi api memandang foto archie di layar komputer dikamarnya .
" gue harus jadi nyonya Durran August !!!!!! " ucap clarissa dalam hati
~*~
hallo kakak kakak semua , terima kasih atas dukungannya sama thor selama ini baik atas komen atau like yang sudah kakak kakak semua kasih ke thor :) itu buat thor makin semangat dalam berkarya lho :)
dukung thor terus ya kak dengan like dan komennya ....
love u all
muachh
__ADS_1