
Pesawat jet pribadi milik Archie mendarat dengan mulus di bandara Internasional Soekarno Hatta setelah mengudara hampir empat jam setelah sempat melewati cuaca yang buruk di langit Australia .
" tak sia-sia aku membayarmu mahal , kau memang hebat Juan " ucap Archie sambil menepuk pundak pilot pesawat jet pribadinya .
" tuan bisa saja , semua pilot pasti akan melakukan hal yang terbaik demi keselamatan seluruh penumpang tuan " sahut Juan merendah .
" terima kasih Juan istirahatlah yang cukup " titah Archie sambil berjalan keluar dari ruang pilot menuju pintu keluar dimana anak buahnya sudah menunggu .
Archie tersenyum tipis saat melihat Rico dan Gustaf muntah-muntah di wastafel , dua orang tangan kanan Archie nampak tak kuat setelah mengalami turbulensi hebat selama penerbangan hanya Archie yang nampak baik-baik saja bersama sang pilot dan asistennya sementara semua penumpang lain nampak mabuk parah .
" lebih baik kita istirahat di hotel di bandara saja sebelum pulang aku tak tega melihat kalian seperti ini " ucap Archie pelan saat turun dari pesawat .
Rico dan Gustaf hanya bisa mengangkat satu jempolnya merespon perkataan Archie sementara dua belas orang bodyguard Archie sudah tak bisa menjawab ucapan bos besarnya . Archie berjalan ke arah hotel yang ada di bandara ia kemudian memboking sepuluh kamar hotel double bed untuk semua orangnya kecuali dirinya yang memilih single bed , setelah semua pembayaran selesai Archie mendapatkan kunci semua kamar hotel yang sudah ia pesan sebelumnya .
Akhirnya Archie mengajak anak buahnya untuk istirahat di hotel sebelum pulang untuk menghilangkan jetlag yang parah itu , Archie tak mengalami jetlag karena ia pernah belajar menerbangkan pesawat sewaktu di Canada jadi ia terbiasa menghadapi turbulensi parah seperti penerbangan kali ini . Setelah masuk ke dalam kamar hotel Archie pun merebahkan tubuhnya diatas kasur lalu tidur untuk menyegarkan diri walau sebenarnya ia sudah sangat rindu pada Sasa dan anaknya tapi demi anak buahnya Archie mengalah untuk istirahat terlebih dahulu .
Di rumah Sasa nampak sedang bersiap untuk pergi karena ada janji dengan pak Budi perihal perusahaan baru yang ia dirikan , berdasarkan saran pak Budi akhirnya Sasa mau mendirikan perusaahan yang bergerak di bidang jual beli properti . Dengan alasan jumlah apartment mewah Sasa sudah lebih dari 20 buah unit dengan jumlah penghasilan lebih dari 7 Milyar setahun , setelah memikirkan selama dua bulan terakhir akhirnya Sasa setuju untuk membuat perusahaan pribadinya yang akan ia wariskan pada baby Arthur .
Setelah selesai menidurkan sang anak tampannya Sasa pergi bersama pak Benny supir pribadinya menuju ke restoran tempat dimana ia dan pak Budi akan bertemu bersama beberapa orang notaris pilihan pak Budi . Sasa turun dari mobilnya menuju ke restoran dimana pak Budi sudah menunggunya , dengan memakai celana jeans dan kemeja warna putih yang digabungkan dengan sepatu heels warna putih senada dengan warna kemeja . Penampilan Sasa membuatnya terlihat sangat anggun dan sangat berkelas padahal menurut Sasa ia hanya memakai baju casual .
" selamat datang anakku sayang " ucap pak Budi menyambut kedatangan Sasa .
" maaf pak sudah menunggu lama " sahut Sasa sambil mencium tangan pak Budi sang pengacara yang sudah ia anggap sebagai orang tua sendiri itu .
" kami juga baru sampe nak , oh iya ini kenalkan notaris yang akan membantu kita dalam semua urusan yang akan kita lakukan beberapa hari kedepan " ucap pak Budi memperkenalkan dua orang notaris muda yang sejak tadi menatap Sasa dari ujung rambut sampai ujung kaki , mereka terpesona dengan sosok Sasa .
" senang berkenalan dengan kalian berdua pak Hari dan pak Setyo " ucap Sasa saat bersalaman dengan dua orang notaris muda yang duduk disamping pak Budi .
" saya yang beruntung bisa bertemu dengan anda bu Sasa " sahut Hari sang notaris yang memakai kemeja warna biru menyambut tangan Sasa .
" begitupun saya bu Sasa " jawab sang notaris kedua menerima uluran tangan Sasa .
__ADS_1
Setelah perkenalan singkat akhirnya mereka melakukan meeting secara serius membahas hal-hal yang akan diperlukan untuk mendirikan sebuah perusahaan properti , Sasa yang awam masalah seperti itu jadi sangat serius ketika mendengarkan penjelasan dua notaris baru yang akan membatu pengurusan SIUP dan lainnya . Untuk masalah gedung kantor barunya sudah diurus oleh pak Budi dengan sangat baik dan Sasa sudah setuju dengan lokasi kantor barunya itu yang tak terlalu jauh dari rumahnya itu . Dua jam kemudian meeting mereka selesai setelah semua hal disepakati , makanan yang dipesan pun akhirnya datang mereka lalu makan siang bersama dengan penuh tawa . Dua orang notaris muda yang baru bertemu dengan Sasa tak tau kalau sang bos baru mereka itu sudah menikah dan punya seorang anak karena memang pak Budi tak memberitahukan secara detail tentang kehidupan pribadi Sasa .
" jadi kalian lulusan kampus terbaik di Yogyakarta ? " tanya Sasa mengulang pernyataan dua notaris muda yang baru bergabung dengan pak Budi itu .
" iya saya lulus dua tahun lalu sedang Setyo lulus setahun lalu " jawab Hari dengan tersenyum .
" hebat sekali masih semuda ini sudah bisa punya kemampuan yang luar biasa hebat " ucap Sasa memuji notaris muda itu .
" ibu Sasa juga hebat , masih muda sudah sukses " sahut Setyo menimpali perkataan Sasa .
" ini bisnis warisan mendingan ibu saya yang ia tinggalkan untuk saya " ucap Sasa dengan lirih , tiap ia membahas sang ibu pasti hatinya kembali sedih dan sakit .
Melihat raut wajah Sasa terlihat sedih membuat dua orang notaris yang sedang duduk dihadapan Sasa merasa bersalah , mereka langsung meminta maaf pada Sasa karena sudah membuat Sasa kembali teringat pada orang tuanya . Sasa hanya tersenyum merespon permintaan maaf dua orang staff baru dikantor pak Budi itu , tak lama kemudian pak Budi kembali bergabung dengan Sasa dan dua orang staff barunya setelah pergi ke toilet . Mereka kemudian melanjutkan berbincang ringan membahas hal-hal kecil yang akan dilakukan setelah kantor baru Sasa berdiri nanti , Sasa terlihat sangat antusias mendengarkan ide-ide yang diberikan oleh pak Budi .
Karena hari sudah sore akhirnya Sasa pamit untuk pulang akan tetapi dua orang notaris baru itu meminta untuk mengantar Sasa menunggu supirnya di lobby restoran bersama pak Budi , tak lama kemudian pak Budi kembali ke dalam restoran untuk mengambil makanan yang tertinggal karena sebelumnya pak Budi sudah memesan makanan untuk dibawa pulang karena permintaan sang istri .
" mesranya pak Budi dan istrinya " celetuk Hari saat melihat pak Budi berjalan masuk ke dalam restoran kembali .
" contoh yang baik untuk pasangan muda ya kan " ucap Sasa menimpali perkataan dua orang notaris muda itu .
Mereka kemudian tertawa bersama , Sasa merasa nyaman punya team legal yang usianya tak begitu jauh dengannya jadi Sasa merasa punya teman yang bisa diajak bertukar pikiran .
" supirmu masih lama Sa ? " tanya Setyo pada Sasa .
" iya barusan dia mengirimkan pesan katanya mau isi bahan bakar dulu " jawab Sasa dengan tersenyum , ia meminta Setyo dan Hari untuk memanggil namanya tanpa embel-embel Bu . Sasa merasa tak nyaman dipanggil dengan sebutan ibu karena ia merasa belum tua .
" ya sudah kita temani ya sampai supirmu datang " celetuk Hari mencoba menghibur Sasa .
" kalau tak merepotkan kalian aku tak keberatan " ucap Sasa mengucapkan terima kasih .
Tiba-tiba saat mereka sedang berbicara datang sebuah mobil BMW mewah berhenti dibelakang Sasa dan seorang penumpangnya keluar lalu dengan cepat memeluk Sasa dari belakang sehingga membuat Sasa menjerit karena kaget , mendengar jeritan Sasa membuat dua pria muda yang ada dihadapan Sasa langsung bertindak cepat .
__ADS_1
" lepaskan Sasa !!! kau tak pernah diajari sopan santun kah !! " teriak Setyo tiba-tiba sambil berusaha memegang tangan Sasa .
" brengsek apa kau tak mendengarkan perkataan temanku hah ? kami bisa menuntut anda karena melakukan pelecehan seperti ini " imbuh Hari menimpali perkataan Setyo dengan berapi-api .
" benarkah ? " tanya pria yang sedang memeluk Sasa yang tak lain adalah Archie , ia sengaja meminta Benny supir pribadi Sasa untuk pulang lebih dulu karena ia ingin memberikan kejutan pada Sasa .
" ya tentu saja " hardik Setyo dan Hari bersamaan .
" masss...
" sttt diamlah ini sedang seru " bisik Archie lirih memotong perkataan Sasa .
" lepaskan Sasa !! " bentak Setyo dengan emosi ia merasa jengkel melihat Sasa dipeluk oleh seorang pria yang tak ia kenal .
" kalau aku tak mau kalian mau apa ? " tanya Archie dengan nada menantang .
Mendengar perkataan Archie membuat Hari dan Setyo naik darah mereka langsung berusaha menyerang Archie bersamaan untuk menyelamatkan Sasa , namun tiba-tiba sebuah teriakan dari arah belakang menghentikan langkah dua pria muda itu .
" kalian tak tau dia siapa hah ? " ucap pak Budi dengan menahan amarah pada Setyo dan Hari , pak Budi terlihat malu pada Archie yang sejak tadi tak melepas pelukannya dari pinggang Sasa itu .
" dia adalah tuan Archie Durran August suami dari nak Farasya bos baru kalian !! " imbuh pak Budi dengan suara lantang .
💮 Bersambung
°° buat kakak-kakak ini Thor terakhir update ya untuk bulan ini , thor sedang mengedit naskah yang akan dijadikan crazy up yang akan terbit tanggal 1 November sesuai permintaan kakak-kakak semua yang minta crazy up 😊, jadi jangan galau ya nunggu kalau dua hari kedepan Thor ga update 😊 Thor harap kakak-kakak semua sabar menunggu ❤️❤️❤️
jangan lupa jempol dan komentarnya ya kak untuk Thor
love you kakak semua
salam
__ADS_1
nafadila