
Sinar matahari pagi berhasil masuk melalui celah tirai di unit 3117 dimana sepasang anak manusia masih tertidur dibawah selimut yang sama dengan masih berpelukan erat seolah enggan terpisah satu sama lain . Suara detak jam bahkan bisa terdengar dari kamar utama di unit itu karena dikamar itu benar-benar hening tanpa suara . Selena yang tertidur diatas dada Rico akhirnya terbangun ketika ia mendengar detak jantung Rico begitu kencang di telinganya , saat Selena membuka mata ia bisa melihat dengan jelas wajah tampan milik Rico dilengkapi dengan garis rahang yang sangat jantan .
Selena memindahkan kepalanya dari dada Rico , ia memilih berbaring di bantal yang sama dengan Rico dan mengingat kembali apa yang sudah terjadi tadi malam ketika ia menunggu Rico pulang . Selena merasakan sedikit sakit di pangkal pahanya walau ia sudah tidak perawan akan tetapi ini baru kali keduanya dia bercinta jadi ia masih merasakan sakit apalagi semalam Rico benar-benar tak memberikan waktu padanya untuk istirahat . Rico benar-benar membuatnya olah raga semalam suntuk , bercinta sebanyak empat kali benar-benar membuat Selena kehabisan tenaga dan kini ia merasakan sakit disekujur tubuh . Bekas kissmark Rico pun berhamburan disekitar leher dan kedua bukit indahnya , seketika wajah Selena memerah kembali mengingat percumbuannya semalam dengan rico .
" kau nikmat sekali Selena " ucap Rico dengan suara parau ketika selesai bergulat dangan area sensitif Selena di bagian bawah hingga membuat Selena mencapai puncak pertama kali padahal Rico belum memulai kegiatannya .
" mmm kaauuu jahat Rico aku sudah lelah " erang Selena meracau karena terlalu lelah mengimbangi aktifitas Rico .
" aku mulai ya ...mmm ouuchhhh kauu nikmat Selenaaa " pekik Rico ketika sudah memulai inti dari semua kegiatannya , ia kemudian memacu tubuhnya dengan gerakan sensual sehingga membuat Selena mendesah dan menjerit kecil ketika Rico mempercepat hentakannnya .
Senyum Rico mengembang ketika melihat wajah cantik Selena penuh dengan peluh melihat itu justru membuat Rico makin bersemangat ia kemudian mempercepat gerakannya ketika akan mencapai puncak , bercinta dengan gadis yang baru sekali ia setubuhi membuatnya ia tak bisa bertahan lama karena surga dunia milik Selena begitu menggigit sehingga membuatnya mencapai puncak lebih awal .
" akuuu selesaii awwhhhhh Selena aku mencintaimu !!! " teriak Rico ketika berhasil memasukan semua miliknya bersatu dengan tubuh Selena .
" emmmpphhh hhhssshh Ricoooo.... " pekik Selena sambil menjambak rambut Rico ketika ia merasakan ada sesuatu yang hangat mengalir di dalam tubuhnya .
Rico kemudian menjatuhkan tubuhnya kesamping tubuh Selena yang sudah banjir keringat ia tersenyum puas dan mencium pipi Selena yang masih merah itu berkali-kali , bisikan-bisikan cinta mereka ucapkan satu sama lain setelah selesai bercinta . Setelah berhasil mengumpulkan tenaga Rico kemudian meminta untuk mengulang kegiatannya lagi , ia merasa belum sepenuhnya menikmati permainannya karena sudah mencapi puncak lebih cepat oleh karena itu ia meminta Selena untuk melayaninya kembali setelah Rico berhasil membuat Selena kembali bergairah . Di sekitar leher Selena sudah tercipta banyak bekas merah keunguan buah karya Rico yang terlalu bersemangat , Selena pun akhirnya setuju mengulang kegiatan mereka sebelumnya sampai akhirnya mereka berdua tertidur karena lelah .
" morning sunshine " ucap Rico pelan membuyarkan lamunan Selena .
" akh nakal ...sakit " pekik Selana yang akhirnya tersadar ketika puncak bukit kembarnya kembali di gigit Rico dengan gemas , Selena langsung menarik selimut dan menutupi tubuhnya dengan cepat .
Rico tersenyum sambil memegang telinganya yang memerah karena baru selesai di jewer Selena , ia kemudian mendaratkan ciuman ke bibir tipis Selena . Selena yang sebenarnya tidak benar-benar marah kemudain tersenyum lalu menarik tengkuk Rico mendekat agar bisa ia cium kembali .
" ayo mandi lalu makan aku lapar sekali " ucap Rico sambil membelai wajah Selena .
" emmm heheheh " sahut Selena sambil menggigit bibir bawahnya merespon perkataan Rico .
" what ? aku tak mengerti sayang " tanya Rico bingung dengan jawaban Selena .
" sss ...mmm.. sakitt " jawab Selena tersipu .
Deg
__ADS_1
Jantung Rico berdetak cepat mendengar perkataan Selena , ia mencoba mencerna perkatan Selena . Sebuah senyuman bodoh kemudian mengembang diwajah tampannya saat berhasil memahami perkataan Selena .
" maaf aku terlalu bersemangat tadi malam " ucap Rico penuh sesal sambil mencium pipi Selena .
" he he its oke aku juga salah " sahut Selena mencoba menenangkan Rico .
Mendengar perkataan Selena membuat Rico tersenyum ia kemudian turun dari ranjang dan menarik selimut yang masih menutupi tubuh polos Selena hingga membuat Selena kaget dan menjerit pelan .
" ayo mandi aku bantu " bisik Rico pelan ke telinga Selena sehingga membuat menggelinjang , ia kemudian mengangkat tubuh Selena ala bridal style menuju kamar mandi .
Rico menurunkan dengan perlahan tubuh Selena di dalam bathup , ia kemudian menyalakan air hangat untuk mandi Selena saat Rico berbalik untuk mengambil sabun mandi Selena justru mencipratkan air ke tubuh Rico hingga membuat Rico kaget dan tersenyum jahat ke arah Selena karena merasa dipancing . Rico kemudian membatalkan rencananya untuk mencari sabun ia lebih memilih masuk ke dalam bathup dan berendam bersama Selena menikmati air hangat yang mengalir dari kran air .
Saat sedang membasuhkan air ke tubuh Selena sebuah senyuman getir tersungging di bibir Rico ketika menyadari ditubuh mulus Selena telah tercipta banyak kissmark buatannya , Rico tau bekas keganasanya itu sakit oleh karena itu Rico mengucapkan perkataan maaf berkali-kali pada Selena sehingga membuat Selena bosan dan mencubit paha Rico dengan gemas .
" sakittt " protes Rico sambil memegang pahanya yang baru saja di cubit Selena .
" kalau udah tau sakit makanya diam dan jangan bicara lagi " ucap Selena ketus sambil menunjuk ke sekitar lehernya yang sudah penuh bekas kissmark Rico itu .
" he he he ... maaf ya sayang " sahut Rico cepat ketika mengerti maksud perkataan Selena .
" kau pakai bajuku lagi saja ya " ucap Rico sambil membawa satu kemeja putih miliknya yang masih bersih ditangan .
" no , aku membawa baju " tolak Selena sambil menggelengkan kepala .
" baju ?? dimana bajumu aku tak melihatnya " tanya Rico bingung sambil menatap sekeliling dikamarnya ia hanya menemukan pakaian miliknya yang berhamburan dilantai bersebelahan dengan lingerie milik Selena yang sudah ia robek paksa tadi malam .
" antarkan aku kekamar sebelah " pinta Selena cepat .
" kamar tamu ?? " tanya Rico memastikan ucapan Selena .
Selena menganggukan kepalanya dengan cepat sambil tersenyum , Rico kemudian kembali menggendong Selena menuju kekamar tamu ia bisa melihat tas ransel Selena dan ada satu kantung belanjaan ada diatas meja . Rico meletakkan Selena perlahan diatas ranjang, ia kemudian berjalan ke arah meja dan meraih kedua barang Selena itu .
" untuk apa kau bawa uang sebanyak ini sayang ?" tanya Rico kaget ketika melihat isi ransel Selena yang terbuka.
__ADS_1
" nanti aku jelaskan , sekarang kau keluar aku mau pakai baju " jawab Selena singkat .
" kenapa harus keluar ? aku mau disini menunggumu berpakaian " celetuk Rico sambil berbaring diatas ranjang .
" keluar akh !!! " usir Selena jengkel .
" aku sudah melihat semua tubuhmu apalagi yang harus kau sembunyikan dariku ? " tanya Rico tanpa bersalah .
Mendengar perkataan Rico membuat kedua alis Selena naik ia melirik tajam ke arah Rico sehingga membuat Rico tertawa dan akhirnya memilih mengalah dan keluar dari kamar meninggalkan Selena berpakaian di kamar seorang diri . Rico kemudian berjalan ke arah pantri untuk membuat makanan untuk dirinya dan Selena , Rico memilih membuat pancake yang adonannya sudah ada didalam kulkas yang sebelumnya sudah dibuatkan oleh pelayan Archie yang membersihkan rumahnya . Tak lama kemudian dua piring yang berisi empat buah pancake akhrinya terhidang diatas meja lengkap dengan dua teh chamomile .
" sudah hampir tiga puluh menit kenapa Selena belum selesai , apa yang ia lakukan sebenarnya " gumam Rico heran , ia kemudian membuka apron yang sedang ia kenakan lalu berjalan ke arah kamar tamu dimana Selena berada .
" sayang apa yang kauuu......
" akhhh kenapa masuk duluuu !!! " teriak Selena kesal memotong perkataan Rico .
Rico langsung terdiam bergitu melihat ke arah Selena yang masih menggunakan lingerie seksi warna hitam tengah kebingungan mencari pakaian yang normal di dalam kantung belanjaannya , Rico menelan salivanya berkali-kali melihat penampilan Selena yang menggoda itu .
" akh ini pasti ulah Sasa !! " ucap Selena menggerutu sambil duduk di pinggiran ranjang .
" Sasa ???" tanya Rico dengan setengah berteriak .
" iya Sasa , kemarin saat berbelanja ia pasti mengembalikan kembali baju tidur yang aku masukan ke dalam kantung belanjaanku " jawab Selena sambil menarik selimut untuk menutup tubuh seksinya .
Mendengar perkataan Selena membuat Rico mematung sejenak ia kemudian sadar lalu berjalan ke arah ranjang dimana Selena duduk ,dengan mudah Rico menggendong Selena keluar dari kamar tamu dan ia bawa ke kamar utama . Rico memakaikan kemeja putih yang sebelumnya dengan perlahan , setelah tubuh Selena tertutup kemeja putih itu senyum Rico mengembang ia kemudian mencium kening Selena penuh cinta .
" ceritakan padaku apa maksudmu membawa uang sebanyak itu di dalam ransel dan kenapa tadi kau menyebut nama Sasa juga ... ingat sayang aku tak suka dibohongi " ucap Rico dingin sambil menarik Selena untuk duduk dipangkuannya diatas ranjang .
Bukannya menjawab pertanyaan kedua mata Selena justru penuh dengan air mata yang siap turun sehingga membuat Rico heran , ia kemudian memeluk Selena dengan erat untuk menenangkan gadinya itu .
" kkk kalauu aku bercerita kau takk kaann maa marah kan padaku ? " tanya Selena dengan tergagap karena takut membuat Rico marah .
" iyaa....
__ADS_1
💮 Bersambung