
Vote dulu sebelum baca 😊🌹
Selesai makan siang Archie dan kedua anak buahnya kembali kekantor untuk bekerja kembali , saat membuka pintu ruangan Archie mereka dikagetkan karena melihat dokter Frans sedang duduk di sofa sambil main game di laptop .
"Frans ...sialan kau ini cari masalah saja." Pekik Rico dengan suara meninggi .
"Dimana salahku.? " Tanya Dokter Frans tanpa menoleh ke arah pintu karena ia masih sibuk dengan game di laptopnya.
"Benar-benar kurang ajar....
"Sudah-sudah aku yang memintanya datang ke sini." Ucap Archie memotong perkataan Rico .
Dokter Frans tertawa karena merasa menang setelah dibela oleh Archie , sehingga membuat Rico sedikit kesal karena terus diejek . Tak lama kemudian Gustaf datang paling terakhir dengan membawa beberapa buah laptop , ia mengikuti petunjuk Archie untuk meminta Mariza pergi ke departemen keuangan untuk membuat jurnal keuangan tiga tahun yang lalu . Setelah memastikan Mariza benar-benar pergi gustaf lalu menutup pintu ruang pribadi Archie dari dalam .
"Seperti yang sudah aku katakan sebelumnya padamu , aku meminta mu untuk menyelidiki tentang Mariza dari sisi riwayat kesehatannya." Ucap Archie membuka pembicaraan .
"Mariza ?? maksudmu gadis yang duduk di depan ruangan Rico itu ? sekretaris barumu bos.? "Tanya Dokter Frans dengan cepat.
"Yes, she is." Jawab Archie singkat .
"Sepertinya dia gadis baik-baik , tak ada yang aneh ." Celetuk dokter Frans sambil mengingat keramahan Mariza saat dia datang sepuluh menit yang lalu .
"Maka dari itu aku memintamu untuk menyelidikinya Frans , aku tak mau berasumsi sendiri dan membuat kesalahpahaman." Sahut Archie sambil menatap tajam kearah dokter Frans .
"Ok ok i know ....aku akan segera mencari tau tentangnya dari sisi riwayat kesehatan berdasarkan data yang kau berikan ini bos. " Jawab dokter Frans ambil mengambil berkas kesehatan milik Mariza yang berhasil Gustaf dapatkan , setelah ia menghack data dari beberapa rumah sakit yang pernah dikunjungi oleh Mariza sebelumnya selama ia tinggal di Indonesia.
Archie mengangguk pelan merespon perkataan dokter Frans, ia lalu melanjutkan meeting penting bersama Gustaf dan Rico . Sementara itu dokter Frans terlihat sibuk membaca berkas yang baru ia dapatkan itu , ia langsung datang ke Durran Internasional setelah ditelepon oleh Archie . Sebenarnya dokter Frans masih ada beberapa jam lagi untuk bekerja dirumah sakit tempat baby Arthur dulu dilahirkan akan tetapi ia langsung minta digantikan jadwalnya oleh rekan sejawatnya setelah mendapat telepon dari Archie untuk datang ke kantor .
Tanpa Archie dan anak buahnya ketahui rupanya Mariza mendengar semua percakapan mereka dari balik pintu , sebuah senyum tersungging diwajah cantik Mariza .
"Semua data yang kalian pegang itu adalah asli milik Mariza , jadi kalian tak akan mendapatkan cela untuk mengetahui siapa aku sebenarnya." Ucap Mariza sambil tersenyum penuh percaya diri .
"Aku bukanlah Clarissa Eugene lagi , namaku adalah Mariza Claudia mulai sejak aku menginjakkan kakiku di kantor ini ." Imbuh Mariza sambil menatap wajahnya dari pantulan ponsel yang sedang ia pegang .
Karena tak ingin membuat curiga Mariza akhirnya pergi ke departemen keuangan untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda , ia kembali ke ruangannya karena ingin mengambil beberapa berkas yang tertinggal di ruangannya .
"Kau tak akan bisa mengetahui penyamaran ku Archie , aku jamin itu !!" Ucap Mariza sambil tersenyum tipis menatap pintu ruangan yang tertutup rapat dari dalam , ia lalu menghilang di balik pintu lift menuju ke departemen keuangan .
__ADS_1
Mansion Archie
Untuk menghabiskan waktunya Sasa akhirnya memilih membantu para pelayannya masak di dapur setelah ia tertidur cukup lama di taman , Sasa ingin memasak sayur sup ayam kesukaan Archie . Archie selalu bisa dapat menebak jika makanan yang ia makan bukanlah buatan Sasa , oleh karena itu Sasa ingin membuatkan sup ayam itu khusus untuk Archie dan putranya Arthur .
"Apakah tuan Archie akan pulang telat lagi malam ini nyonya.? " Tanya bik Rani sambil merapikan piring tempat makanan baby Arthur karena ia ingin memberi makan sang tuan muda ciliknya .
"Tadi mas Archie sudah mengabariku kalau ia akan sampai rumah jam tujuh makam yang berarti satu jam lagi bik " Jawab Sasa bersemangat.
"Kalau begitu saya bantu nyonya untuk merapikan meja makan ya " Pinta bik Rani menawarkan bantuan.
" Nggak usah bik Sasa bisa sendiri , lebih baik bibi mengurus Arthur saja kasihan dia sudah lapar " Ucap Sasa menolak bantuan sang pelayan dengan lembut.
Mendengar perkataan sang nyonya bik Rani akhirnya menurut , ia lalu mengambil piring makan kecil untuk menyuapi baby Arthur yang sudah berteriak-teriak di baby chair nya yang ada di ruang makan . Sasa tersenyum melihat pelayannya memberi makan sang putra yang menyukai makanan Indonesia buatannya .
Setelah meja makan siap Sasa lalu duduk di kursi sambil memainkan ponsel pintarnya menunggu sang suami pulang dari kantor , saat sedang membuka media sosialnya Sasa melihat ada satu account yang berteman dengan account sang suami dan ketiga anak buahnya sedang meminta pertemanan dengannya.
"Mariza Claudia ." Ucap Sasa lirih membaca nama pemilik account yang meminta pertemanan dengannya.
"Kenapa ia bisa tahu media sosial ku juga " Batin Sasa sambil terus menatap foto-foto Mariza Claudia yang sedang berpose di berbagai tempat di Korea .
"Sedang apa cintaku " Bisik Archie pelan mengagetkan Sasa .
Archie tertawa lebar melihat Sasa kaget seperti itu , ia lalu duduk di kursi yang ada di sebelah sang istri dan bersiap meraih sendok sayur untuk mengambil sup ayam kesukaannya .
Plakkk
Sasa memukul tangan Archie yang hampir menyentuh sendok sayur yang ada di depannya .
"Kenapa .?" Tanya Archie bingung.
"Kebiasaan mas itu ya !!! Setelah masuk rumah biasakan cuci tangan dan cuci kaki terlebih dahulu , sebelum menyentuh apapun termasuk makanan dan anakmu. " ucap Sasa sambil menatap tajam kearah Archie .
"He he he ...maaf nyonya , mas lupa soalnya sudah lapar sekali." Jawab Archie sambil tersenyum lebar sehingga deretan gigi putihnya terlihat jelas .
"Gak ada alasan !!! Sana sana cuci tangan dulu !!! " Sahut Sasa mengusir Archie pergi ke kamar mandi .
Archie pun akhirnya menuruti perintah sang istri tanpa membantah , tak lama kemudian Archie sudah kembali lagi ke meja makan dengan tangan yang masih sedikit basah . Sasa lalu bangun dari kursinya dan berjalan pelan ke arah Archie lalu mengeringkan tangan sang suami menggunakan sapu tangan bersih yang ada diatas piring dengan telaten . Archie sebenarnya tidak lupa dengan peraturan kecil yang Sasa buat itu , ia hanya senang ketika dilayani seperti itu oleh Sasa . Ia merasa sangat dihargai oleh Sasa , oleh karena itu kadang-kadang Archie melakukan lelucon itu untuk menggoda Sasa .
__ADS_1
"Jangan diulangi lagi ." Ucap Sasa sambil merapikan lengan baju Archie .
"Siap nyonya ." Jawab Archie sambil menahan tawa .
"Ya sudah ayo makan , tadi katanya lapar " Sahut Sasa dengan cepat sambil menuntun Archie menuju meja makan .
Sesampainya di meja makan Archie lalu duduk manis melihat Sasa mengambilkan nasi dan sup ayam favoritnya , entah sejak kapan Archie mulai makan nasi . Padahal selama ia tinggal di Jakarta sebelum mengenal sang istri Archie selalu makan roti dan kawan-kawannya seperti orang barat biasanya .
Setelah Sasa meletakkan makanan di hadapannya Archie langsung memakannya dengan lahap sambil terus menerus memuji makanan Sasa , ia bahkan juga mengambil sambal seperti yang Sasa lakukan walau setelah makan sambal wajahnya langsung memerah bak tomat matang . Bagi Archie semua makanan yang dibuat Sasa selalu enak termasuk sambal , Sasa seperti biasa hanya tersenyum tipis melihat suaminya kepedesan seperti itu .
"Mas bener-bener jadi orang Indonesia sekarang." Ucap Sasa pelan sambil menyeka keringat yang keluar dari kening Archie dengan perlahan.
"Benarkah ? jadi jadi orang Indonesia hanya perlu suka makan makanan pedas saja begitu ? " Tanya Archie asal bicara .
"Ya enggak gitu mas maksudnya he he ... ya sudah akh ga usah dibahas , ini minumnya . Kalau gam kuat makan pedes gak usah dipaksa mas ." Jawab Sasa pelan sambil memberikan segelas air putih pada Archie .
Archie langsung meminum habis air yang diberikan oleh Sasa tanpa merespon perkataan sang istri sebelumnya , karena masih pedas akhirnya Archie menghabiskan gelas kedua yang ada di depan Sasa dengan cepat . Walaupun Sasa sering melihat Archie kepedasan seperti itu tapi ia selalu saja masih tertawa .
"Makanya jangan suka ikut-ikutan Sasa mas." Ucap Sasa gemas sambil mencubit pipi Archie .
"Mas akan mengikutimu kemanapun sayang , bahkan dikehidupan selanjutnya pun mas akan selalu mengekor padamu ." Jawab Archie singkat sambil tersenyum .
"Gombal kebiasaan ....
"Benar sayang mas serius. " Ucap Archie cepat memotong perkataan Sasa .
"Oh iya mas , Sasa penasaran apa mas kenal dengan orang ini .?" Tanya Sasa pada Archie yang tiba-tiba teringat dengan satu account yang mengikutinya di media sosial mengalihkan pembicaraan .
Archie tersenyum lalu meraih ponsel sang istri lalu kedua matanya membelalak ketika melihat layar ponsel milik Sasa .
"Sepertinya firasat ku benar lagi kali ini ..." Ucap Archie lirih sambil menatap account atas nama Mariza Claudia sedang meminta pertemanan pada Sasa .
🌼Bersambung 🌼
Jangan lupa like , komentar dan baca novel Thor yang lainya diantaranya :
Bodyguard cantik
__ADS_1
Faith 2 The return of the prince