
Suara ponsel membangunkan Archie yang baru saja terlelap , ketika ia melihatnya ternyata ada pesan dari Gusti yang meminta bertemu dengannya sekarang juga .
" dasar !!! kakek dan cucu sama saja , sama-sama seenak sendiri " ucap Archie kesal .
Archie menatap Sasa yang sudah sangat pulas , wajahnya yang polos selalu membuat Archie tergila-gila . Dengan perlahan ia kecup wajah Sasa tanpa tersisa sejengkal pun sampai membuat Sasa sedikit terganggu dengan membalikkan tubuhnya membelakangi Archie , melihat Sasa yang menggeliat membuat Archie tertawa .
" i love u until the end of my life " bisik Archie pelan .
Archie turun dari ranjangnya dengan perlahan karena tak mau membangunkan Sasa , ia kemudian berganti pakaian dan mengambil ponselnya lalu keluar dari kamar dengan hati-hati supaya tak mengganggu tidur istrinya .
Beberapa orang bodyguard yang melihat Archie sudah berganti pakaian dan membawa kunci mobil membuat mereka bersiap , mereka seperti bisa membaca pikiran Archie . Archie masuk ke ruang belajarnya dan membuka brankas yang berisi beberapa pistol , ia mengambil lima buah pistol yang akan ia bawa sendiri dan dia bagi ke empat bodyguardnya . Untuk berjaga setiap keluar malam Archie selalu membawa pistol kesayangan bersamanya , ia selalu waspada ketika berada di tempat umum apalagi kalau sudah malam .
Archie memilih menaiki mobil Mercedes Benz anti pelurunya ia tak mau mengambil resiko sekecil apapun . Keempat bodyguard Archie juga memilih menaiki mobil Anti peluru juga untuk back up kalau terjadi sesuatu pada mobil tuannya .
Archie menunggu kedatangan Gusti disamping mobilnya , ia sengaja menunggu diluar karena tak ingin membuat keributan didalam halaman rumahnya . Tak lama kemudian mobil Gusti terlihat berjalan perlahan kearahnya , Archie meminta Gusti untuk meninggalkan mobilnya di depan rumah supaya bisa diurus oleh pak Baskoro .
Archie membawa Gusti pergi ke klub mewah miliknya dimana biasanya pengunjung klub itu adalah para ekspatriat yang sudah berjauhan dari istri dan pergi mencari kepuasan di klub miliknya , setibanya disana gadis-gadis yang baru direkrut oleh manajemen tak tau bahwa yang mereka coba goda adalah sang pemilik klub mereka dengan cepat menempel pada sosok Archie yang memang sangat menarik untuk para wanita datang mendekatinya . Archie hanya tersenyum simpul melihat gadis-gadis itu mencoba menggoda nya .
Archie menyadari bahwa Gusti terlihat tak nyaman ada di klubnya , ia akhirnya memutuskan untuk membawa Gusti masuk ke ruang pribadinya yang biasa ia pakai ketika sedang meeting dengan Rico .
" kalau kau menyakiti Sasa akan kubunuh kau " ucap Gusti tiba-tiba .
" ha ha ha ha kau bilang aku menyakiti istriku ? coba kau tanyakan pada eyangmu yang terhormat itu apakah tindakannya tadi siang menyakiti Sasa atau tidak ?!!! bagaimana mungkin orang tua seperti eyangmu terbesit pikiran untuk meminta Sasa meninggalkan aku suaminya ? " sarkas Archie tajam .
" aku bisa mengerti kalau waktu itu ibu mertuaku meninggalkan keluarganya yang gila hormat itu " imbuh Archie mencibir keluarga Gusti .
" Archie jaga bicaramu !!! kau tak berhak menjelekan-jelekkan keluarga ku " teriak Gusti dengan emosi .
" aku bicara fakta berdasarkan apa yang terjadi tadi siang Gusti , come on open your mind and think again if im wrong or not !!! " jawab Archie dengan tenang .
Gusti hanya bisa mengepalkan tangannya mendengar ucapan Archie yang sangat menohok itu , dari segi apapun memang eyangnya sudah berbuat diluar nalar karena ingin memisahkan istri dari suami sahnya.
Melihat Gusti yang membeku membuat Archie tersenyum penuh kemenangan , ia memainkan ponselnya dan melihat waktu sudah menunjukkan pukul dua pagi .
" kalau tak ada yang ingin kau bicarakan lebih baik aku pulang , besok pagi jadwal menengok bayiku ke dokter " ucap Archie sambil bangkit dari kursinya dan bersiap mengambil jaketnya .
" aku kesini ingin minta maaf padamu atas nama eyangku " celetuk Gusti tiba-tiba .
__ADS_1
" bukan aku yang berhak memaafkannya tapi Sasa , eyangmu sudah menyakiti hati istriku " jawab Archie dengan tersenyum simpul .
" aku harap kau tak membatasi Sasa jika ia ingin bertemu dengan keluarganya " pinta Gusti dengan memelas .
" selama ini aku tak pernah menahan Sasa untuk tak bertemu keluarganya , tapi kalau keluarganya justru ingin melukainya itu lain cerita Gusti !!! menyentuh Sasa berarti cari mati denganku " ucap Archie dengan tatapan tajamnya lurus menatap Gusti .
Setelah mengatakan itu Archie berjalan dengan cepat menuju pintu keluar ruangan rahasianya lalu menginstruksikan pada bodyguard nya untuk pulang .
" ayo pulang tuan " ucap seorang bodyguard Archie yang diminta untuk mengantar Gusti .
" ok " jawab Gusti singkat , ia berjalan mengikuti bodyguard yang ada didepannya itu . Suara teriakan para gadis masih bisa ia dengar mereka meneriakkan nama Archie berulang-ulang , rupanya orang itu benar-benar menjadi idola para wanita .
Dalam perjalanan pulang pikiran Gusti melayang-layang mengingat kejadian barusan di klub , seharusnya eyangnya meminta maaf pada Sasa bukan pada Archie . Gusti hanya bisa pasrah dan tak mungkin memaksa eyangnya meminta maaf pada Sasa .
" kalian antar dia pulang , dan kalau besok orang itu datang kerumahku tahan dia jangan boleh masuk " perintah Archie didalam mobil ketika melihat mobil bodyguardnya membawa Gusti pergi .
Archie sampai dirumah jam tiga pagi , dengan langkah pelan ia menaiki tangga lalu membuka pintu kamarnya yang gelap . Archie merasa aneh sewaktu ia meninggalkan kamarnya ia tak mematikan lampu .
" dari mana mas ? " tanya Sasa tiba-tiba saja sambil menyalakan lampu , dari tatapannya Sasa terlihat marah .
Alih-alih menjawab pertanyaan suaminya Sasa malah menangis dan membuat Archie panik seketika .
" lhoooo kok nangis , kenapa ? ada yang sakit ? apanya ? " tanya Archie panik .
" mas hikss " isak Sasa lirih .
" ya sayang ada apa hemmm " ucap Archie lembut sambil memeluk Sasa .
" Sasa laper " bisik Sasa manja .
Archie melepas pelukannya lalu memegang kedua pipi Sasa sehingga membuat bibirnya membentuk huruf O .
" istriku lapar ? " tanya Archie gemas ketika menyadari Sasa terbangun karena lapar .
" huum " jawab Sasa cepat sambil menganggukkan kepala .
" ayo cari makanan dibawah "ajak Archie lembut , ia kemudian menggendong Sasa di belakang . Sasa menautkan kedua tangannya ke leher Archie dengan keras ketika Archie melangkahkan kakinya menuruni tangga .
__ADS_1
" nah tuan putri duduk sini , biar saya yang memasak untuk tuan putri . Anyway tuan putri mau makan apa ? " tanya Archie dengan menirukan ucapan seorang pelayan .
" Sasa mau yang manis-manis aja , apapun itu . cake boleh , black forest boleh , milk shake boleh juga " jawab Sasa dengan tersenyum lebar .
Archie membuka kulkasnya dan terlihat semua bahan makanan tersedia bahkan makanan yang Sasa sebutkan juga ada tapi Archie memutuskan untuk tak memberikan itu pada Sasa . Archie memilih membuat pancake saja dan ia akan beri topping white coklat seperti biasa , Sasa memperhatikan suaminya yang sedang masak kadang-kadang ia tersenyum geli ketika melihat Archie sedang memegang teflon . Dua puluh menit kemudian pancake buatan Archie sudah siap dinikmati .
" silahkan tuan putri " ucap Archie lembut sembari meletakkan piring yang berisi pancake .
Sasa mengiris pancake buatan suaminya lalu perlahan memasukan kedalam mulutnya tapi baru dua kali ia makan Sasa sudah meletakkan kembali sendok garpunya di piring pancake .
" maaf mas " ucap Sasa lirih sambil mendorong piring pancakenya ke arah Archie .
Sasa lalu turun dari kursinya lalu berjalan menuju kulkas dan tak lama kemudian ia menemukan buah pear lalu mencucinya bersih dan kemudian memakannya pelan dihadapan Archie tanpa rasa bersalah . Archie hanya bisa tersenyum melihat Sasa memilih makan pear daripada pancake buatannya .
" udah kenyang ? " tanya Archie lembut ketika melihat Sasa menghabiskan dua buah pear .
Sasa menganggukan kepalanya pelan sambil memegang perutnya yang kekeyangan , melihat itu Archie tersenyum lebar ia kemudian berjalan kearah Sasa lalu berlutut dihadapan Sasa kemudian mencium perut Sasa.
" jagoan sudah kenyang ? yuk bobok lagi " bisik Archie pelan ke perut Sasa .
" Sasa mau nonton kartun mas , yuk temani ke cinema room " ucap Sasa bersemangat sambil menarik lengan Archie untuk berdiri.
Archie hanya bisa menurut ketika Sasa memaksanya untuk menonton film kartun Spongebob di TV kabel favorit Sasa , berkali-kali Sasa tertawa dengan bahagia ketika melihat karakter kartun favoritnya itu melakukan hal konyol . Tanpa sasa sadari Archie sudah tertidur di kursi sebelah Sasa , karena tak tega membangunkan suaminya Sasa akhirnya membiarkan sang suami tetap tidur . Sasa kemudian berjalan ke dapur untuk membuatkan suaminya breakfast , ia membuka kulkas dan bersiap untuk membuatkan chedar plank salmon makanan tradisional Canada kesukaan Archie . Saat Sasa mengiris salmon menjadi ukuran lebih kecil tiba-tiba saja ia meletakkan pisaunya di talenan karena dua jarinya teriris pisau yang tajam seketika darahnya mengalir cukup deras , dengan cepat Sasa mencuci jarinya yang mengeluarkan darah beberapa pelayan yang sudah bangun kaget melihat sang nyonya tengah membersihkan tangannya yang berdarah . Mereka dengan cepat menolong Sasa untuk merawat lukanya , Sasa meringis ketika merasakan perih ketika pelayannya meneteskan alkohol sebelum diberikan obat antibiotik untuk mencegah infeksi .
" balut lukanya jangan gede-gede nanti ketauan mas Archie " pinta Sasa pada pelayannya ketika mereka membalut luka Sasa dengan kain kasa .
" harus seperti ini nyonya , apa nyonya tak ke dokter saja ? ini lukanya lumayan dalam kami khawatir nyonya " ucap seorang pelayan muda .
Sasa terdiam mendengar ucapan pelayannya , ia merasakan sakit yang lumayan menyiksa di dua jarinya yang terluka itu . Akhirnya Sasa memilih pergi ke dokter mengikuti saran pelayannya , karena masih jam lima pagi akhirnya Sasa memilih rumah sakit terdekat saja diantar seorang sopir . Sasa langsung menuju IGD untuk mendapat penanganan secara cepat , akan tetapi rupanya luka dijarinya lebih dalam dari dugaan Sasa . Seorang dokter meminta Sasa untuk langsung melakukan operasi kecil untuk menjahit luka Sasa yang mengenai pembuluh darah di jarinya , Sasa hanya bisa menuruti perkataan dokter di IGD saja karena memang lukanya tak berhenti mengeluarkan darah .
Dirumah Archie terjadi keributan karena Archie marah besar ketika mengetahui bahwa Sasa terluka dan para pelayannya tak ada yang memberitahukan padanya .Mata Archie menatap tajam ke bekas ceceran darah Sasa yang mengenai salmon di meja .
" lukanya sedalam apa kenapa bisa sampai banyak darah disini !!!! dan kenapa tak ada yang memberitahu aku " teriak Archie penuh emosi .
" maaf tuan , nyonya melarang kami membangunkan tuan " ucap para pelayan itu bersamaan , mereka ketakutan melihat Archie marah .
" lalu dibawa kemana istriku ? " tanya Archie dengan emosi ia menyadari bahwa Sasa tak membawa ponselnya .
__ADS_1