Faith

Faith
ngidam pertama


__ADS_3

mendapatkan tugas dari archie untuk mengurus visa dan paspor milik archie bukanlah hal sulit untuk rico karena archie masih warga negara canada yang memudahkannya untuk memperoleh visa Amerika akan tetapi ia mendapatkan sedikit masalah ketika akan mengurus visa milik sasa . rico terbentur dengan masalah sponsor yang akan menjamin sasa selama di Amerika . peraturan mengenai sponsor bagi WNI yang akan mengambil visa permanen di Amerika sedikit menghambat rico , pihak kedubes pun membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk memproses visa milik sasa .


archie menutup ponselnya setelah berbicara dengan rico mengenai masalah visa milik sasa , yang ada di fikirannya saat ini adalah secepatnya membawa sasa pergi ketempat yang lebih aman . di amerika orang orang archie sudah lebih terlatih untuk menjaga seseorang berbeda dengan diindonesia yang harus masih memperhatikan masalah hukum .


"  mas kenapa  ? " tanya sasa pelan saat melihat archie duduk termenung .


" eh sudah bangun sayang " ucap archie dengan tersenyum , archie menghampiri sasa yang sudah bersandar ke ranjang.


" iya mas " ucap sasa sambil mengangguk pelan ." mas laperrr " imbuh sasa dengan memasang muka melasnya .


" mau makan apa ? " tanya archie gemas melihat ekspresi sang istri


" bakso rusuk kuahnya minta ditambahin sambelnya sama seblak jeletot murni  " ucap sasa riang .


"bakso rusuk itu bakso apa ? lalu apa itu seblak  ? " tanya archie bingung.


" ikh mas nya nanya ke sasa , sasa malez jelasin lagi ga punya tenaga buat ngomong karena laper jadi mending mas sana jalan beliin daripada disini tanya ke sasa " sungut sasa kesal .


" kamu tu lucu , bilangnya ga punya tenaga buat ngomong tapi kok barusan nyerocos kaya kereta api haha " ucap archie dengan tertawa terbahak bahak .


" ya udah ga jadi biar aja sasa mati karena ga makan " sungut sasa jengkel .


brakk


suara sandaran ranjang berbunyi keras kerena dipukul archie .


" jaga ucapanmu sasa !!! " teriak archie tiba tiba


" masss " ucap sasa terbata , air matanya menetes tak terbendung ketika mendengar bentakan archie yang belum pernah ia dengar sebelumnya .


melihat sasa menangis menyadarkan archie yang sedang marah .


" sa sayang maafin mas sayang " ucap archie panik ketika melihat sasa sudah membungkus dirinya dengan selimut .


" sayang maaf mas ga bermaksud untuk membentakmu " bisik archie mencoba merayu sasa .


" masss keluar sasa mau tidur aja " teriak sasa dari balik selimut ." dan jangan pegang pegang sasa !!! " imbuh sasa dengan suara serak karena menangis .


" aduhh salahku " ucap archie dalam hati penuh sesal .


karena melihat sasa tak mau keluar dari gulungan selimutnya akhirnya archie memilih keluar kamar dan segera turun ke lantai satu menuju dapur dimana pelayan sedang memasak .


" bik bantu saya " teriak archie dari tangga .


melihat tuannya berlari sambil berteriak membuat bik rani terkejut


" ada apa tuan ? kenapaa?? " cecar bik rani panik .


" sasaa bik sasaaa " jawab archie terputus putus karena kelelahan setelah berlari dari kamarnya , archie menceritakan apa yang baru saja terjadi dikamar .


" nyonya kan sedang hamil muda tuan jadi wajar kalau emosinya naik turun " ucap bik rani

__ADS_1


" tapi tak seharusnya dia mengucapkan kata mati didepanku bik " sungut archie kesal


" nyonya belum tau kan kalau sedang hamil tuan ? " tanya bik rani ramah dia memahami posisi sasa yang sedang kacau karena kehamilannya.


" aku belum memberitahukannya bik " ucap archie lirih .


" kalau nyonya tau bahwa dirinya sedang mengandung mana mungkin nyonya akan mengucapkan kata seperti itu tapi karena nyonya belum tau mungkin nyonya beranggapan itu hanya ucapan tak berarti saja tuan " bik rani coba menenangkan archie .


" tidak ada seorang ibu didunia ini yang mau mati bersama anaknya tuan , kalaupun ada pasti ia akan memberikan segalanya untuk buah hatinya termasuk nyawanya sendiri  " imbuh bik rani dengan tersenyum .


archie terdiam mendengar ucapan pelayannya otaknya mencerna ucapan bik rani yang masuk akal .


" ini makanan yang nyonya sebutkan tadi tuan " ucap bik rani sambil menunjukan foto bakso rusuk dan seblak jeletot .


" pasti pedes sekali ini ya bik ? " cicit archie saat melihat foto dan ulasan dari orang orang yang sudah memakannya .


" sepertinya tingkat kepedasannya bisa diatur tuan " jawab bik rani


" lalu bagaimana belinya ? " tanya archie bingung saat melihat jarak yang jauh dari toko makanan yang akan dibelinya .


" pakai ojek online bisa tuan , sini saya pesankan dan untuk sambalnya kita pisah saja supaya tidak terlalu pedas ya tuan " ucap bik rani sambil memainkan ponsel pintarnya membuka salah satu aplikasi ojek online .


archie dengan cermat memperhatikan pelayannya melakukan pemesanan melalui ojek online , wajahnya terlihat sumringah saat mengetahui sudah ada driver yang membelikan pesanannya .


" kemajuan teknologi benar benar sangat memudahkan " ucap archie senang .


" ini uangnya nanti bik kalau sudah datang " imbuh archie sambil menyerahkan sepuluh lembar uang seratus ribuan .


" berikan kepada dua driver itu masing masing lima rarus ribu bik , bilang saja ucapan terima kasih karena sudah membelikan makanan untuk istri saya " ucap archie menolak uang dri bik rani , archie kemudian berjalan menuju ruang belajarnya meninggalkan bik rani didapur .


bik rani tersenyum melihat kebaikan hari tuannya , bik rani kemudian berjalan menuju ruang tamu untuk menunggu kedatangan dua driver ojek yang membelikan pesanan untuk nyonya nya . empat puluh lima menit kemudian datanglah kedua driver ojek itu dengan makanan yang sudah dipesan , saat diberikan uang lima ratus ribu mereka sangat terkejut dengan mengucapkan syukur dan terima kasih berkali kali akhirnya kedua driver itupun meninggalkan rumah archie .


" tuan ini makanannya sudah siap , saya antar ke nyonya sekarang " ucap bik rani pelan


" bik saya saya ikut !! " teriak archie bersemangat , matanya menatap aneh pada kedua makanan yang sudah ada dimangkok .


"apa anakku tak apa apa makan makanan seperti ini bik ? baunya pedas sekali " cicit archie lirih saat mencium wangi sambel bakso yang menyengat .


" yang makan nyonya tuan heheh , tak apa-apa tuan selama cuma sedikit . lagipula ini sambalnya kan dipisah jadi nanti nyonya bisa kita kontrol kalau mau makan banyak sambal " ucap bik rani lembut .


archie menganggukan kepalanya mendengar penjelasan bik rani , dengan perlahan archie membuka pintu kamarnya dan terlihat sasa baru saja selesai mandi dengan handuk yang melingkar di kepalanya menutupi rambut yang basah .


" sayang ini makanan yang tadi kamu pesan sudah datang " ucap archie lembut sambil meletakkan nampan berisi dua makanan yang sudah dipesan sasa tadi .


" apa ini ? " tanya sasa sinis .


" ini yang tadi kau minta bakso rusuk dan seplak jeley " jawab archie cepat .


" seblak jeletot bukan seplak jeley " potong sasa jengkel .


" susah namanya sayang heheh " ucap archie dengan tersenyum .

__ADS_1


sasa mendekatkan wajahnya ke nampan yang berisi makanan yang sudah dibeli oleh archie saat mencium aroma kedua makanan itu sasa mendadak menutup mulutnya seperti menahan mual , dengan cepat sasa berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya . archie panik melihat sasa muntah dengan cepat ia menyusul sasa dikamar mandi untuk memijat tengkuk sasa .


" are you ok sayang ? " tanya archie lembut saat sasa sudah selesai mencuci mulutnya .


" buang makanan itu , baunya aku tak sukaaa " jawab sasa dengan suara menahan tangis , air matanya sudah berkumpul dikedua matanya .


" ok ok mas buang tapi jangan nangiss , janji ya jangan nangis !! sebentar mas buang dulu " ucap archie panik kemudian meminta bik rani mengeluarkan kedua makanan itu dari kamar secepatnya .


bik rani dengan cekatan membawa makanan itu dari kamar tidur tuannya .


archie kembali kekamar mandi dimana sasa masih terduduk di pinggiran bathup keringatnya terlihat membanjiri wajah karena baru muntah .


" ayo ketempat tidur , makanannya udah dibawa bik rani " ucap archie pelan sambil membelai wajah sasa .


sasa mengangguk dan berjalan pelan menuju tempat tidurnya saat sudah menutupi tubuhnya dengan selimut sasa tiba tiba memukul archie dengan bantal yang membuat archie kaget .


" lho kok mukul " tanya archie bingung .


" yang kasih ijin mas masuk kamar siapa ? " ucap sasa dingin . " sana keluar sasa ga mau ngeliat mas , mas jahat huhh " imbuh sasa kesal .


archie kaget mendengar perkataan sang istri dia memikirkan apa yang membuat sasa mendadak marah .


" maafin mas tadi ya , mas ga bermaksud untuk berkata kasar padamu sayang . mas hanya ga suka kamu bicara seperti tadi " ucap archie lembut


" mas bisa gila kalau kehilangan kalian " ucap archie dengan terbata .


sasa memiringkan kepalanya mendengar ucapan archie , dia tak mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh suaminya .


" dia akan jadi jagoan yang hebat " ucap archie lembut sambil meraba perut sasa .


" jagoan ?? " cicit sasa bingung .


cup


archie mencium bibir sasa lembut


" disini ada buah cinta kita " ucap archie lirih seraya meletakkan tangan sasa diatas perutnya sendiri .


sasa terdiam mendengar ucapan suaminya , otaknya bekerja mencerna perkataan yang baru saja ia dengar .


" akuu hamiill ?? " tanya sasa terbata


" iya " jawab archie singkat kemudian memeluk sasa dengan erat . sasa membalas pelukan archie akan tetapi tak lama kemudian sasa melepaskan pelukannya kemudian menangis , archie melepas pelukannya pada sasa dengan perlahan ia berbicara pada sasa .


" sayang kenapa lagi ? " tanya archie pelan sambil menyeka air mata dari wajah sasa


" mass anak sasa gpp kan ? kemaren sasa makan sambel banyak sekali huuuaaaaaaa......." tangis sasa meledak


 


 

__ADS_1


__ADS_2