Faith

Faith
Sakit yang menghantui


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang Sasa merasa jengkel pada Archie . Pasalnya Archie sudah tau kalau Sasa itu tak suka melihatnya bertelanjang dada diluar rumah , menurut Sasa itu tak pantas dilakukan oleh seorang lelaki yang sudah menikah . Tapi kali ini Archie justru dengan sengaja berpose dengan bertelanjang dada di gym dan mengirimkan pada Sasa , padahal gym adalah tempat umum yang sudah pasti banyak orang yang ada disana .


" selalu saja bikin jengkel istri " gerutu Sasa dengan menggenggam erat ponselnya .


" pak cepet sedikit bawa mobilnya " titah Sasa pada sopir yang sedang menyetir mobil .


" baik nyonya " jawab sang sopir lalu menambah kecepatan mobilnya padahal kecepatan mobilnya sudah melebihi standart yang diberikan oleh Archie biasanya , sang sopir hanya bisa mengiyakan perintah sang nyonya karena ia bisa melihat dari kaca spion bahwa nyonya rumahnya sedang dalam mood yang kurang baik jadi ia hanya menuruti saja .


Tak lama kemudian mobil yang membawa Sasa akhirnya sampai dirumah ketika berhenti di halaman depan Sasa langsung keluar dari mobil tanpa menunggu sopirnya membukakan pintu seperti biasanya , susana hatinya benar-benar sedang kacau saat ini yang ia tau hanya ingin cepat bertemu Archie dan meluapkan emosinya pada suaminya itu . Setelah mencari keseluruh ruangan di rumah Sasa baru menyadari kalau suaminya belum sampai dirumah , Akhirnya Sasa memutuskan untuk mandi untuk menenangkan diri sambil menunggu suaminya pulang .


Saat Sasa merapikan riasannya dengan polesan lip gloss terahir di bibirnya ia baru mendengar ada suara mobil suaminya datang , Sasa menarik nafasnya panjang mencoba mengatur emosinya .


" bagus jam delapan baru pulang !!! mana bawa Arthur pula " gumam Sasa jengkel saat melihat jam yang ada di atas nakas .


Sasa kemudian berjalan keluar menuju ke lantai satu dimana suara suaminya sudah terdengar dengan jelas . Saat melihat baby Arthur yang sudah tidur Sasa hanya tersenyum tipis ia tak melirik ke arah Archie yang sedang tesenyum lebar itu . Dengan cepat Sasa mengambil alih baby Arthur dari pelukan suaminya , ia hanya melirik tajam suara ke arah Rico yang sejak tadi tersenyum-senyum itu .


" sayang .." ucap Archie membuka suara .


" jangan ngomong ama sasa sebelum mas tau dimana letak kesalahan mas ya !! " sahut Sasa cepat memotong perkataan suaminya .


" kan aku bilang apa bos , idemu buruk !! " bisik Rico lirih ke Archie dengan pelan setelah Sasa naik ke tangga .


" wah repot urusannya ini " ucap Archie sambil menggaruk-garuk rambutnya yang tak gatal itu sambil tersenyum lebar .


" hati-hati bos , wanita marah lebih bahaya lebih baik kau diam ketika istrimu mulai bicara atau kau akan mendengar ocehannya sepanjang malam !! " imbuh Rico sambil memegang dagunya dengan satu tangan .


" halah sok tau kau brengsek !! yang sudah menikah itu aku kenapa jadi kau yang menasehatiku " sungut Archie dengan kesal karena merasa digurui Rico .


Rico hanya tersenyum lebar mendengar Archie marah ia pun lebih memilih pulang karena gadisnya sudah menuggu di apartemen mewahnya , seorang gadis cantik berbody bak model victorian secret yang sudah satu minggu dipacari oleh Rico . Saat sedang menyalakan mobil sport kesayangannya tiba-tiba kaca mobilnya diketuk oleh Archie .


" apa lagi bos ? ini gadisku sudah terlalu lama menunggu di apartement " sungut Rico dengan sedikit kesal karena ditahan Archie .


" hei dasar kau ini benar-benar , aku menjodohkanmu dengan anak patner bisnis kenapa kau cari wanita lain !! sampai kapan kau akan main-main Ricardo ??!! " hardik Archie dengan suara meninggi .


" he he he ... aku masih belum siap berumah tangga umurku baru 27 tahun biarkan aku menikmati dunia ini dulu bos !! kenapa kau menyuruhku cepat-cepat menikah ? kenapa bukan dokter Frans atau si kutu laptop itu ? " tanya Rico dengan tanpa merasa bersalah .


" halah kalian bertiga sama !! gustaf juga selalu bilang belum siap begitupun si brengsek frans itu apalagi kau banjingan kecil .. sudah lah terserah kalian tapi besok malam minggu kau harus ikut aku bertemu dengan tuan Alexander calon mertuamu !! " ucap Archie dengan aura membunuh yang tak mau dibantah itu .

__ADS_1


" oke bos siapp !!! " teriak Rico dengan cepat , ia kemudian menyalakan mobilnya dan segera meninggalkan rumah mewah Archie menuju keramaian ibukota .


Archie hanya menatap dengan tatapan kesal pada sahabat baiknya yang sudah pergi itu , ia kemudian masuk ke dalam rumah bersiap menghadapi singa betinanya yang sudah ia buat marah hari ini . Dengan langkah pelan Archie masuk kekamar anaknya dan mengintip kedalam dimana sang istri terlihat sedang mengganti pakaian baby Arthur dengan pakaian tidur . Archie bisa melihat ada rasa khawatir nampak terlihat dari wajah sang istri ketika mengganti baju anaknya oleh karena itu ia memilih langsung masuk kekamarnya untuk menunggu istrinya datang .


Lima menit kemudian Sasa masuk kekamar tidurnya dengan wajah yang sangat tidak bersahabat apalagi ia langsung melihat Archie yang sudah duduk diranjang , Sasa langsung berjalan ke arah kamar mandi dengan melewati Archie tanpa menegurnya . Begitu masuk kamar mandi Sasa langsung mengunci pintu kamar mandinya supaya Archie tak bisa masuk karena jika suaminya sempat masuk maka amarahnya akan hilang , apalagi Archie tau sekali Sasa tak bisa berkutik jika sedang ada di dalam kamar mandi . Dugaan Sasa tepat karena tak lama ia menikmati waktu mandinya didalam bathup gagang pintu kamar mandinya nampak bergerak karena Archie yang berusaha masuk , Sasa hanya tersenyum tipis melihatnya ia lalu melanjutkan waktu mee time nya lagi .


" sekarang kau tak mau mandi bersamaku lagi sayang ? " tanya Archie dengan nada marah ketika Sasa keluar dari kamar mandi dengan memakai piyama tidurnya .


" masih marah pada mas ? dari tadi tadi pagi belum hilang rasa amarahmu ? really ?? " tanya Archie lagi sambil memainkan ponselnya di tempat tidur karena Sasa tak menjawab pertanyaan pertamanya .


Sasa hanya melirik melalui ekor matanya melihat ke arah Archie yang sudah terlihat marah itu , ia justru makin memperlambat aktivitasnya di depan meja rias dengan memperbanyak pijatan di wajahnya setelah memakai serum . Melihat istrinya tak mengacuhkannya membuat Archie hilang kesabaran dengan cepat Archie langsung turun dari ranjang dan berdiri dibelakang Sasa sambil menatap ke arah cermin dimana Sasa menatapnya dengan dalam .


" jawab kalau aku tanya sasa !! " hardik Archie dengan nada tinggi .


Sasa terdiam mendengar suara suaminya , ia tau kalau suaminya sedang marah karena Archie tak akan mungkin menyebut dirinya dengan sebutan  "aku " jika tidak sedang benar-benar marah .Sasa hanya tesenyum tipis melihat pantulan suaminya dari cermin .


Brraaakkk


Archie mengambil paksa alat untuk memijat wajah yang sedang Sasa gunakan dan membuangnya dengan kasar di lantai hingga membuat Sasa kaget karena tak menyangka Archie akan bertindak sejauh itu .


" kenapa si mas ga pernah bisa ya bicara pelan ? kenapa harus teriak-teriak ? sasa tu ga tuli mas sasa masih bisa denger dengan baik !! " jawab Sasa dengan dingin .


" aku bertanya berapa kali padamu ha ? " ucap Archie dengan mencengkram bahu Sasa secara kasar .


" mas harusnya tanya pelan ke sasa kenapa sasa marah , kenapa sasa ga suka , bukannya mas malah balik marah padaku seperti ini " jawab Sasa dengan terbata-bata .


Sasa kemudian menangkis tangan suaminya dengan sekuat tenaga lalu memilih duduk di sofa karena ia merasa sesak jika berdekatan dengan suaminya jika sedang berdebat . Melihat Sasa menghindar membuat Archie merasa makin jengkel ia pun menyusul Sasa ke sofa dan mendapati wajah sang istri sudah memerah menahan tangis .


" nangis terus nangis terus apa bisamu cuma nangis ha " sindir Archie sambil menjatuhkan dirinya di sofa yang sedang di duduki oleh Sasa .


" sebenernya kau menikahiku untuk apa mas ? untuk kau jadikan bahan pelampiasan amarahmu , pemuas nafsumu  atau untuk kau jadikan boneka saja ? " tanya Sasa dengan nada bergetar ia sebenarnya takut bertanya seperti itu pada suaminya tapi Sasa sudah tak bisa menahan lagi rasa sesak didada yang sudah ia tahan selama ini .


Plakk


Suara pipi Sasa yang ditampar oleh Archie


" lancang kau sasa !! " teriak Archie dengan emosi yang memuncak .

__ADS_1


" kau fikir aku lelaki apa hah ?? kau harusnya bersyukur menikah denganku tak ada laki-laki yang sepadan denganku diluar sana " imbuh Archie dengan mata berapi-api .


Sasa masih memegang wajahnya yang panas karena tamparan Archie , setelah menikah hampir dua tahun dengan Archie baru kali ini ia merasa benar-benar tak dihargai oleh suaminya . Baru ia mau protes atas apa yang dilakukan suaminya tapi kini justru ia yang mendapat tindakan kasar dari suaminya seperti biasanya ketika ia membantah sang suami .


" tadi aku memberimu waktu untuk memikirkan kesalahan yang sudah kau perbuat tapi kau makin menjadi-jadi mas , kau  tak pernah bisa menahan emosimu itu . Kalau memang kau sudah tak membutuhkan aku lagi katakan saja aku bisa pergi dengan suka rela " ucap Sasa dengan menangis .


" kau tau kenapa tadi pagi aku panik dan berteriak padamu ketika aku mengingat masa suburku ? karena aku belum siap hamil lagi ..


" kalau kau tak mau hamil anakku lalu kau mau hamil anak siapa sasa !! " teriak Archie penuh emosi memotong perkataan Sasa .


" arthur masih kecil mas !! kau tak memikirkan dia kah ? " tanya Sasa dengan suara bergetar karena menahan tangis .


" kalau kau hamil memangnya kenapa ? kau punya suami apa juga yang perlu kau khawatirkan ? uangku banyak sasa  !! masalah arthur kenapa kau fikirkan toh selama kau kuliah dia diasuh oleh pelayan kan , lalu dimana letak masalahnya  " hardik Archie sambil memukul sofa


Sasa terpaku mendengar perkataan suaminya , ia justru merasa makin dipojokkan suaminya padahal niatnya adalah ingin mendapatkan ucapan permintaan maaf dari suaminya dan bicara baik-baik seperti pasangan suami istri lainnya  . Tapi kini malah ia terlihat seperti seorang ibu yang tak bertanggung jawab dihadapan Archie  .


" sudah lah mas aku capek menjelaskan padamu toh kau tak pernah mau belajar memahamiku " ucap Sasa sambil berdiri dan berjalan ke ranjang.


Melihat Sasa mengacuhkannya makin membuat Archie menggila dengan kasar Archie menjatuhkan Sasa di atas ranjang , secepat kilat Archie merobek paksa baju tidur yang dipakai Sasa hingga membuat Sasa kaget karena tak menyangka akan diperlakukan seperti itu oleh suaminya .


" kau bilang apa tadi !! kau bilang aku menjadikanmu pemuas nafsuku saja ha ?? baiklah akan kutunjukan padamu bagaimana kau jadi pemuas nafsuku " ucap Archie dengan penuh amarah .


" mas ga gitu maksudku mass....


Cup


Sasa tak mampu menyelesaikan perkataannya karena Archie sudah menciumnya dengan kasar , Archie menjamah semua bagian tubuh Sasa dengan penuh nafsu hingga membuat Sasa membuat Sasa menggeliat karena kesakitan mendapat sentuhan dari suaminya yang sedang dibawah amarah itu .


" kenapa melawanku aku suamimu kau harus melayani aku sasa " ucap Archie dengan nafas memburu saat menyadari Sasa mencakar dadanya  .


" aku belum siap hamil lagi mas bukankah kita sudah sepakat untuk melakukan itu di waktu aku sedang tak subur ..ingatlah arthur yang masih kecil mas " isak Sasa dengan ketakutan karena suaminya sudah siap melakukan tugasnya .


" persetan dengan masa suburmu kalau aku mau ya kau harus melayaniku .." bisik Archie lirih ketika sudah berhasil menyatu dengan sang istri .


Sasa hanya bisa menutup matanya kali ini , dipaksa melayani suaminya sungguh membuatnya benar-benar direndahkan . Sasa hanya bisa berdoa semoga saja apa yang ia takutkan tidak terjadi ia masih ingin mencurahkan kasih sayangnya pada sang anak , walau dalam hati kecilnya ada ketakutan lain yang menghantuinya . Sasa masih belum siap merasakan sakit lagi setelah dioprasi cecar .


__ADS_1


__ADS_2