Faith

Faith
Second change


__ADS_3

Beberapa orang berdatangan kekamar Sasa setelah mendengar suara teriakannya , dokter Frans pun langsung memutar langkahnya dan langsung kembali ke arah kamar istri bosnya itu .


" Sasa pembunuh mas !!! Sasa bunuh orang Sasa ... Sasa jahat mass hu hu hu " suara tangisan Sasa terdengar jelas begitu pintu kamarnya dibuka oleh dokter Frans .


Begitu pintu terbuka terlihat Sasa tengah menangis dipelukan Archie sampai sesegukan dengan berulang kali menyebut dirinya pembunuh , dokter Frans dengan cepat berjalan mendekati ranjang dimana bos dan istrinya berada .


" bos " ucap dokter Frans pelan sambil menyentuh pundak Archie .


" help me " sahut Archie cepat tanpa suara .


Dokter Frans menganggukan kepalanya merespon perkataan Archie , ia kemudian menyuntikan obat penenang ke dalam selang infus yang tersambung dengan jarum yang tertusuk ke tangan Sasa . Tak lama kemudian Sasa berangsur-angsur tenang sampai akhirnya suara tangisannya tak terdengar lagi dan akhirnya ia tertidur karena efek obat yang diberikan oleh dokter Frans .


" Kenapa dia seperti ini Frans ? " tanya Archie pelan .


" Seperti yang aku katanya sebelumnya bos , nyonya mengalami shock dia terkejut karena telah menembak Alexander Del Leon secara tak sengaja sehingga membuatnya diliputi rasa bersalah yang dalam " jawab dokter Frans sambil membenarkan aliran cairan infus Sasa .


" Sampai seperti itukah ? " tanya Archie datar .


" Iya bos , apalagi istrimu dibesarkan dengan tanpa mengalami hal-hal kekerasan atau semacamnya . Menembak seseorang sampai meninggal pasti membuatnya terluka secara psikis " jawab dokter Frans serius .


" Tapi tenang saja aku akan terus memantau kondisi nyonya bos " imbuh dokter Frans mencoba untuk menenangkan Archie .


Archie tersenyum mendengar perkataan dokter Frans ia kemudian menyelimuti tubuh Sasa dengan selimut yang ia bawa dari rumah , Archie tau Sasa tak bisa tidur tanpa selimut berwarna pink miliknya oleh karena itu Archie meminta pelayannya datang mengirimkan selimut warna pink yang merupakan warna favorit Sasa .


Ceklek


Pintu kamar Sasa kembali terbuka dari luar dan masuklah Selena di kursi roda dengan Carolina yang tengah mendorong kursi roda .


" Sasa kenapa ? tadi aku mendengar suara teriakannya tuan Durran " tanya Selena dengan sedikit panik.


" Dia hanya mimpi buruk saja , sekarang sudah tertidur lagi " jawab Archie berbohong , ia tak mau mengatakan kondisi Sasa yang sebenarnya pada Selena .


Archie tak mau membuat Selena makin sedih , karena dia pun masih bersedih pasca kehilangan bayi dalam kandungannya . Archie ingin Selena cepat sembuh supaya bisa membantunya merawat Rico , Archie tau hanya Selena lah yang mampu membuat Rico cepat kembali sehat .


" Benarkah dok? " tanya Selena pada dokter Frans mencoba memastikan kebenaran ucapan Archie .


" Iya nyonya mimpi buruk , bukankah kau sering mendengar sleep paralisis ? itu yang nyonya alami baru saja " jawab dokter Frans sambil tersenyum tipis kearah Carolina .


" Bukankah kau seharusnya istirahat dikamarmu , kenapa kau kemari ? " tanya Archie tiba-tiba pada Selena , ia sedang pura-pura tidak tau kalau tadi ia melihat Selena ada di kamar Rico .


" Aku sudah sembuh , aku tak bisa terus berbaring ditempat tidur bahkan aku baru dari kamar Rico " jawab Selena jujur .

__ADS_1


Archie tersenyum tipis mendengar perkataan Selena , ia senang karena Selena tenyata berkata jujur .


" Tapi lebih baik kau tetap istirahat supaya sepat sembuh kau harus membantuku merawat Rico " ucap Archie sambil tersenyum .


" Iya aku tau tuan " sahut Selena dengan suara lirih .


" Nah lebih baik kau kembali ke kamarmu ayo aku antar " celetuk dokter Frans cepat mencoba mencairkan suasana .


Dokter Frans langsung mengambil alih gagang kursi roda yang dipegang oleh Carolina , ia kemudian mendorong kursi roda Selena menuju kamar yang ada disebelah kamar Rico diikuti Carolina dibelakang . Saat sedang masuk ke dalam kamar mereka bertiga melihat Gustaf dan Gracia baru datang dari kantin dengan membawa kopi yang mereka bagi-bagi untuk semua bodyguard yang sedang berjaga .


Melihat Gustaf dan Gracia kompak membuat Selena tersenyum , ia berharap semoga Gracia mau membuka hatinya untuk Gustaf . Walau bagaimanapun adik-adik perempuannya masih menjadi tanggung jawabnya secara penuh , apalagi saat ini mereka benar-benar hanya tinggal bertiga tanpa orang tua .


Dokter Frans melanjutkan langkahnya masuk ke dalam kamar Selena , setelah sampai dipinggir ranjang dengan bantuan sang adik Selena kembali naik dan berbaring diatas ranjang .


" Istirahatlah seperti apa yang tadi dikatakan oleh bos sebelumnya , kau harus cepat sembuh !! kau punya tugas penting untuk merawat Rico " ucap dokter Frans pelan .


" Aku mengerti dok , terima kasih " jawab Selena cepat .


" Jaga kakakmu baik-baik karena kalau sampai kakakmu turun lagi dari ranjangnya maka kau akan kuberi tau bagaimana etika sebagai seorang penjaga pasien di rumah sakit Carol " bisik dokter Frans pelan saat berjalan keluar dan bersisipan dengan Carolina .


Blush


Setelah berbicara seperti itu dokter Frans pun berjalan menuju pintu keluar , ia melanjutkan aktivitasnya untuk melihat kondisi Rico yang masih belum sadar .


" Kakak tidur ya " ucap Carolina cepat ketika sudah berhasil menguasai dirinya .


" Aku sudah sembuh Carol " jawab Selena pelan .


" Jangan bicara aneh-aneh kak , nanti dokter Frans akan memarahi aku kalau kakak keras kepala lagi " sungut Carolina dengan wajah memerah , ia mengingat pelajaran singkat yang diberikan dokter Frans beberapa saat yang lalu .


Mendengar celoteh sang adik membuat Selena tersenyum lalu memejamkan matanya dengan perlahan .


" Apa kau akan datang ke acara pemakamannya Carol ? " tanya Selena pelan sambil membuka matanya .


" No !! bagiku dia adalah orang lain , orang asing yang tega melukai mommy sampai membuat mommy menderita " jawab Carolina ketus , ia tau arah pembicaraan sang kakak .


" Ya sudah lah , aku juga sangat kecewa padanya Carol . Semoga Tuhan memaafkan dirinya " sahut Selena sambil tersenyum .


Carolina mengangguk pelan mendengar perkataan sang kakak , ia benar-benar sudah tak sudi mengakui Alexander Del Leon sebagai ayah lagi .Carolina bahkan langsung setuju begitu Archie menawarkan dirinya untuk kembali menggunakan nama belakang Lumenta yang merupakan nama belakang milik sang kakek .


Karena pengaruh bius Selena akhirnya tertidur secara perlahan , saat dokter Frans memeriksa cairan infus di botol tanpa sepengetahuan Selena rupanya dokter Frans sudah menyuntikan obat penenang untuk Selena supaya bisa tertidur dengan nyaman. Melihat kakaknya tidur Carolina akhirnya ikut merebahkan dirinya ke atas sofa , dua hari ini benar-benar sangat melelahkan bagi semua orang dan semua itu terjadi karena ulang Alexander Del Leon sang ayah yang sudah sangat ia benci .

__ADS_1


Keesokan harinya Sasa terbangun seperti biasa , dia sudah mulai tenang dan bisa mengontrol dirinya dan hal ini membuat Archie senang karena melihat sang istri sudah kembali seperti biasa .


" Kita pulang hari ini ya sayang " ucap Archie pelan sambil menyisir rambut Sasa yang sudah panjang .


" Bagaimana dengan Selena dan Rico mas ? " tanya Sasa pelan .


" Frans bilang Rico masih harus mendapatkan perawatan intensif dalam beberapa hari ini sayang , luka di tulang rusuknya belum sepenuhnya sembuh Selena pun juga masih harus dipantau oleh Frans " jawab Archie dengan pelan .


" mmm apa Rico tau kalau ia kehilangan bayinya ? " tanya Sasa lirih .


" Istriku ini memang luar biasa disaat masih sakit masih memikirkan orang lain juga , bagaimana aku tak makin mencintai mu sayang " jawab Archie mencoba mengalihkan pembicaraan .


" akh gombal Sasa malez " sengit Sasa sambil memalingkan wajahnya dari Archie .


Melihat sang istri merajuk membuat Archie gemas , dengan cepat ia memeluk Sasa dari samping .


" Jangan jadi cat women lagi ya sayang , aku suka istriku yang lemah lembut " bisik Archie pelan ketelinga Sasa .


" Cat women ? maksud mas apa ?? " tanya Sasa tiba-tiba .


Archie melepas pelukannya dan membelai wajah Sasa dengan penuh cinta , dirawat tiga hari dirumah sakit membuat wajah Sasa sedikit tirus .


" Iya istri mas yang sangat mas cintai tiba-tiba seperti cat women " jawab Archie dengan senyum penuh arti .


" Sasa ga ngerti maksud mas apa hikss....


" Ya sudah lupakan saja dan jangan nangis mas gak suka liat Sasa nangis , mas pengen cepat pulang supaya bisa diajari cara manjat tembok " ucap Archie cepat memotong ucapan Sasa .


Deg


Seketika air mata Sasa berhenti mengalir , ia langsung menatap tajam ke arah sang suami yang sedang duduk dihadapannya .


" Mas gak suka istri mas segarang itu , mas maunya Sasa garang di ranjang aja ga usah ditempat lain apalagi sampai lompat-lompat ke tempat sampah " bisik Archie pelan menggoda Sasa .


" Akhhh itu mas aku..akuuuu....


🌼 Bersambung 🌼


Jangan lupa like , komentar dan baca novel ketiga Thor yang berjudul : Faith 2 ( bodyguard cantik ) .


Terima kasih 🌹.

__ADS_1


__ADS_2