Faith

Faith
Seributahun


__ADS_3

Mendengar perkataan Gusti dan Swari membuat Sasa terdiam membisu , Archie bahkan sampai terbatuk-batuk ketika sedang meminum teh chamomile nya sehingga membuat rasa langsung menepuk pundak Archie .


" Bagaimana kau bisa bicara seperti itu Gusti !!! " tanya Archie pelan setelah berhasil menguasai dirinya .


" Maaf Archie aku hanya berfikir kalau ada Arthur dirumah maka kami bisa lebih mudah menghadapai hari-hari kami yang berat ini Arc ...


" Lalu bagaimana dengan kami ? bagaimana dengan Sasa menjalani hidupnya kalau Arthur kalian bawa !! " ucap Archie cepat memotong perkataan Gusti .


" Maafkan aku Sa aku hanya .....


" Hanya memikirkan diri kalian sendiri !!! " ucap Archie ketus memotong perkataan Swari .


Mendengar perkataan Archie membuat Gusti dan Swari terdiam sementara Sasa hanya bisa duduk membisu tanpa berbicara apapun .


" Kalau kalian membawa Arthur bersama kalian lalu bagaimana kami , bagaimana ibunya menjalani hari tanpa anaknya setega itukah kalian memisahkan anak dari ibunya " ucap Archie dengan nada yang mulai meninggi , emosinya naik ketika mengingat Gusti dan Swari meminta anaknya .


" Kami hanya ingin merasakan saja menjadi orang tua Arc " sahut Gusti pelan .


" Aku tau Gusti ,tapi apa iya kalian harus membawa Arthur !! apa kalian tak memikirkan perasaan kami ? " tanya Archie sambil menggelengkan kepalanya karena tak percaya Gusti akan berkata seperti itu .


Sasa menyentuh tangan Archie dengan pelan untuk memberikan kode pada suaminya agar tak terlalu keras bicara pada kakaknya , Sasa merasa kasihan pada sang kakak sepupu dan istrinya itu walau dalam hati kecilnya ia juga tak setuju dengan permintaan kakaknya itu .


" Kangmas dan kak Swari bisa ditinggal disini bersama kita kalau ingin dekat dengan Arthur tanpa harus membawa Arthur pergi , aku tak bisa berjauhan dengannya kak " ucap Sasa pelan .


" Iya apa yang dikatakan istriku benar , kalian bisa tinggal bersama kami disini jadi kalian bisa ikut mengasuh Arthur " sahut Archie menimpali perkataan Sasa .


" Apa boleh ? " tanya Swari pelan .


" Tentu saja boleh kak !!! " jawab Sasa dengan cepat .


Tes


Tes


Tes

__ADS_1


Air mata langsung membanjiri wajah ayu Swari ketika mendengar perkataan Sasa , ia merasa sangat beruntung karena Sasa mengijinkannya untuk tinggal bersama Arthur walau tak pulang ke rumahnya sendiri tapi bagi Swari itu lebih dari cukup setidaknya ia bisa berdekatan dengan Arthur .


Melihat Swari menangis membuat Sasa terharu ia pun berjalan mendekati sang kakak sepupu yang sedang bersedih itu , perlahan Sasa menepuk pundak Swari untuk menenangkan sang kakak akan tetapi karena suara tangisan Swari makin kencang alhasil Sasa pun ikut menangis . Jadilah ruang keluarga di rumah Archie terdengar suara tangisan yang cukup keras dari dua orang wanita , melihat sang istri menangis di pelukan adiknya kedua mata Gusti berkaca-kaca walau bagaimanapun ia juga merasakan kesedihan yang sama seperti sang istri .


" Ikut aku sebentar " bisik Archie pelan pada Gusti sambil menepuk pundak Gusti .


" Ok " jawab Gusti tanpa bicara sambil bangun dari sofa dan berjalan mengikuti Archie ke arah taman di samping rumah .


Archie duduk di sebuah kursi panjang yang ada ditaman sambil menatap Gusti yang sedang berjalan pelan menuju ke arahnya , ia menghela nafas panjang ketika Gusti sudah berhasil duduk di kursi yang sama dengan dirinya .


" Kau tau Gusti beberapa hari lalu kami terkena musibah " ucap Archie pelan .


" Hah musibah ?? musibah apa Arc ? " tanya Gusti kaget .


" Kami kehilangan calon anak kedua saat usianya baru dua minggu " jawab Archie sambil tersenyum .


Deg


Jantung Gusti berdetak dengan kencang mendengar perkataan Archie .


" Sa .... sasaaa keguguran ? " tanya Gusti terbata-bata .


" Arc maaf maafkan aku .. aku tak tau kalau kalian sedang berduka " ucap Gusti dengan nada terbata-bata.


" Sudahlah Gusti itu sudah berlalu , aku dan Sasa sudah mencoba kejadian menyedihkan itu " sahut Archie sambil tersenyum .


Mendengar perkataan Archie membuat Gusti terdiam , ia merasa malu karena telah berkata seperti itu sebelumnya . Gusti menyesal karena telah menjadi orang yang egois , tanpa mengetahui kalau sebenarnya Archie dan Sasa sedang berduka .


" Maafkan aku tadi Arc telah meminta Arthur untuk tinggal bersamaku " ucap Gusti penuh sesal .


" it's ok , aku tahu apa yang kau rasakan Gusti " jawab Archie sambil tersenyum .


Tak lama kemudian seorang pelayan datang menghampiri Archie , ia memberitahukan bahwa makan malam sudah siap . Archie akhirnya mengajak Gusti untuk masuk bersama dengannya untuk menikmati makan malam bersama . Di meja makan Sasa dan Swari sudah duduk bersama menanti kedatangan Archie dan Gusti , mereka pun menikmati makan malam dengan penuh suka dan tawa sampai akhirnya mereka selesai makan .


Karena sudah malam Gusti mengajak Swari masuk kekamar untuk pergi tidur meninggalkan Archie dan Sasa yang masih duduk di ruang tamu menikmati langit Jakarta yang sedang mendung .

__ADS_1


" Kapan ya kita bisa melihat bintang-bintang kalau malam tiba " ucap Sasa pelan sambil mengangkat tangannya ke langit ketika sedang tidur di kursi malasnya .


" Kalau cuaca sedang bagus " jawab Archie singkat .


" Akh tapi sejak Sasa kecil Sasa tak pernah melihat langit jakarta berbintang mas " celetuk Sasa cepat .


" Kalau kita tinggal di Canada setiap malam kita bisa lihat indahnya langit malam sayang " ucap Archie pelan .


Mendengar perkataan sang suami langsung membuat Sasa terdiam , ia lalu bangun dari tidurnya dan duduk menatap sang suami yang masih memejamkan mata .


" Maksud mas bicara seperti itu apa ?" tanya Sasa pura-pura tak mengerti arah pembicaraan sang suami .


" Mas ingin kita kembali ke Canada , rasanya terlalu lelah tinggal di jakarta dengan masalah-masalah yang datang akhir-akhir ini " jawab Archie sambil menatap tajam ke arah Sasa .


" Bukankah kita sudah sepakat sebelumnya kalau kita akan membesar kan Arthur di sini , di tanah kelahiranku mas " cicit Sasa pelan .


" Mas ingin tinggal di tempat yang nyaman untuk Arthur , di Canada mas bisa mengatur semuanya dengan baik tapi tidak dengan disini !! mas tetaplah orang asing di jakarta sayang " ucap Archie lembut sambil berpindah tempat duduk disebelah Sasa .


Mendengar perkataan Archie membuat Sasa tertunduk , ia masih berat untuk membuka mulutnya . Rasa sesak di dadanya membuat mulutnya terkunci seketika , Archie yang mengetahui perubahan ekspresi sang istri langsung berinisiatif untuk menarik tubuh sang istri kedalam pelukannya .


" Kita mulai semuanya dari nol di sana dan melupakan semua yang pernah terjadi di sini , kita bisa hidup bahagia selamanya sampai maut memisahkan kita " ucap Archie pelan ketelinga Sasa .


Bug


" Awwwww.... " tiba-tiba Archie menjerit dengan keras ketika perutnya dicubit oleh Sasa .


" Kenapa mas dicubit ?? " tanya Archie sambil mengelus-elus perutnya yang terasa sakit .


" Jangan bicara soal kematian pada Sasa mas ..mas akan panjang umur hikss Sasa gak mau hidup sendiri lagi hu huuu huaaaa..... " tangis Sasa akhirnya pecah .


Melihat sang istri menangis membuat Archie tersenyum , ia lalu memeluk tubuh Sasa dengan erat .Tak lama kemudian dengan perlahan ia menyeka air mata yang mengalir di wajah cantik Sasa dan berbisik pelan .


" Kita akan hidup seribu tahun lamanya "


🌼 Bersambung 🌼

__ADS_1


Jangan lupa like , komentar dan rating ya kakak-kakak supaya Thor lebih semangat untuk update .🌹


nb : untuk bodyguard cantik sedang di edit naskahnya beberapa hari lagi akan siap publish jadi jangan lupa pantengin terus ya dan jangan lupa follow akun Thor ya kakak-kakak .


__ADS_2