
Archie menggendong Sasa ala bridal style masuk ke kamarnya ketika hari semakin malam , ia tak tega membangunkan Sasa yang sudah tertidur lelap di kursi panjangnya yang ada di balkon . Dengan hati-hati Archie membawa Sasa menuju kamar mereka , saat sudah berhasil masuk ke dalam kamar dengan perlahan Archie menurunkan Sasa di atas ranjang besar mereka . Archie punya kebiasaan baru yaitu memandangi wajah Sasa sebelum tidur hanya dengan memandang wajah sang istri beberapa menit saja sudah berhasil membuat semua rasa gundah dihatinya hilang .
" Entah sampai kapan kita bisa hidup bahagia dengan anak-anak kita tanpa ada masalah yang menghampiri sayang " ucap Archie pelan sambil membelai wajah Sasa yang sudah terlelap .
" Terlalu banyak masalah yang datang dari orang-orang disekelilingku sejak awal pernikahan kita , maafkan aku yang belum bisa membuatmu bahagia seutuhnya sayang " bisik Archie penuh penyesalan dengan mata yang berkaca-kaca .
Archie merasa bersalah pada Sasa karena telah membuatnya kehilangan janin , ia merasa ikut andil atas apa yang terjadi pada sang istri . Minggu lalu Archie terlalu sibuk mengurus pernikahan Rico , Gustaf dan dokter Frans sampai ia tak memperhatikan kondisi Sasa yang sebenarnya sedang hamil muda .
Karena belum bisa tidur Archie akhirnya memilih untuk menyibukkan diri didepan laptop miliknya , saat membuka email ia menerima email yang dikirimkan oleh ketiga anak buahnya yang sedang honeymoon . Archie memang melarang mereka untuk menggunakan ponsel ketika sedang honeymoon sehingga akhirnya tiga orang kepercayaannya itu memilih berkomunikasi menggunakan email dengan Archie .
" Setelah kembali dari honeymoon jalani lah hidup kalian dengan baik , tugasku sudah selesai dengan membuat kalian menikah " ucap Archie sambil tersenyum ketika melihat foto-foto yang diberikan oleh Rico , Gustaf dan dokter Frans di tempat honeymoon pilihan mereka masing-masing .
Archie lalu menyibukkan diri dengan kembali mengurus berkas-berkas penting yang harus diselesaikan secepatnya , Archie ingin segera meninggalkan jakarta seperti yang sudah ia katakan sebelumnya dengan Sasa . Archie mengcopy paspor Canada miliknya dan milik Arthur , sebagai anak dari warga negara asing Arthur memiliki dua kenegaraan sampai akhirnya ia bisa memilih akan ikut kewarganegaraan sang ibu atau kewarganegaraan sang ayah saat usianya sudah tujuh belas tahun . Akan tetapi saat ini ia menggunakan paspor Canada untuk bepergian untuk mempermudahnya , walau Archie memiliki pesawat jet pribadi tapi ia tetap mengikuti prosedur yang berlaku di tiap negara dengan melengkapi berkas-berkas yang dibutuhkan saat memasuki imigrasi di suatu negara .
" Untuk masalah Gusti dan Swari biar dokter Bryan yang mengurusnya , setelah ini kita akan pindah ke Canada " ucap Archie dalam hati saat mengirimkan undangan pada dokter Bryan agar datang ke Indonesia untuk membantu Swari dan Gusti .
Karena sudah hampir pagi Archie akhirnya memilih pergi tidur menyusul Sasa yang sudah sangat pulas , Archie mematikan lampu kamarnya tanpa menyisakan satu cahaya pun supaya ia lebih cepat tertidur .
" Aku akan membuatmu bahagia sayang " ucap Archie lembut sambil memeluk Sasa yang sudah tertidur pulas .
Tak lama kemudian Archie pun sudah berlayar di alam mimpi menyusul sang istri , laptop miliknya yang masih menyala mendapatkan notifikasi balasan email dari dokter Bryan di Amerika yang mengatakan persetujuannya untuk datang ke Indonesia .
Pintu kamar Archie dan Sasa belum terbuka saat matahari sudah tinggi , para pelayan tak ada yang berani mengganggu sang nyonya dan tuan rumah begitupun Gusti dan Swari yang sudah bangun dari pagi .
__ADS_1
Swari mengurus baby Arthur sejak bangun tidur , ia mengurus keperluan keponakan tampannya itu dengan senang hati . Gusti hanya tersenyum tipis melihat sang istri memandikan Archie junior itu , sesekali ia menggoda baby Arthur yang senang sekali bermain air di dalam kolamnya .
" Beruntungnya Archie dan Sasa memiliki anak setampan ini mas " ucap Swari pelan sambil membasuh kan air ke tubuh baby Arthur .
" Kita juga akan segera memiliki anak sendiri nduk , percaya dan yakin ya " sahut Gusti sambil tersenyum mencoba menguatkan Swari yang kembali sedih ketika membahas anak .
" Aamiin , Swari juga percaya yang diatas sedang mempersiapkan anak terbaik untuk kita mas " ucap Swari sambil tersenyum .
Mendengar perkataan sang istri membuat Gusti berkaca-kaca , ia tau betul bagaimana perasaan Swari saat ini . Untuk menyembunyikan rasa sedih dihatinya Gusti lalu memeluk Swari dari belakang .
Bik Rani pengasuh pribadi baby Arthur yang sejak tadi berdiri di depan pintu kamar mandi tuan kecilnya itu hanya bisa diam sambil menyeka air mata yang membasahi wajah tuanya dengan perlahan , ia terbawa suasana ketika mendengar perkataan Swari . Bik Rani yang sudah menjanda sejak suaminya menikah lagi dengan wanita lain ikut merasakan kesedihan yang Swari rasakan , ia pernah merasakan penderitaan yang saat ini Swari rasakan . Bik Rani pun memilih pergi meninggalkan sepasang suami istri itu mengurus tuan muda kecilnya .
Setelah mandi hampir sepuluh menit baby Arthur akhirnya menyudahi acara kesukaannya itu karena Swari gak tega melihat keponakan tampannya itu terus bermain air hangat di dalam kolam , ia khawatir baby Arthur akan sakit jika terlalu berendam di dalam air . Gusti membantu Swari memakaikan baby Arthur minyak telon diseluruh tubuh gempalnya dengan telaten sambil sesekali menggoda baby tampan yang sudah mulai tumbuh gigi itu .
" Iya mas pikir juga begitu " sahut Gusti sambil tersenyum dan melirik ke arah pintu kamar Sasa yang masih tertutup rapat .
" Sasa baru keguguran satu minggu yang lalu nduk " ucap Gusti pelan memberitahukan kabar duka itu pada Swari .
" Apa !!! mas gak lagi bercanda kan ? " tanya Swari kaget .
" Enggak nduk , Archie yang mengatakannya sendiri pada mas kemarin " jawab Gusti pelan .
" Ya Tuhan Sasa ... hiks ..aku jadi merasa bersalah pada Sasa dan Archie mas " ucap Swari dengan terisak .
__ADS_1
" Apa maksudmu nduk ? " tanya Gusti bingung ketika melihat Swari tiba-tiba menangis .
" Kemarin jam kita sempat minta ijin Sasa untuk membawa pulang Arthur , aku yakin Sasa pasti sangat sedih ketika mendengar permintaan kita kemarin mas hu hu hu .... aku menyesal mas berkata seperti itu , seharusnya kita kan menguatkan dia yang baru kehilangan anak hiks hiks... Swari tau rasanya kehilangan anak mas Swari tau hu hu huaaaaa..... " tangis Swari pun pecah menjawab pertanyaan Gusti , ia benar-benar menyesal telah berkata seperti itu kemarin .
Gusti langsung memeluk sang istri dengan erat untuk memberikan dukungan , ia tau kalau Swari juga mempunyai hati yang lembut seperti Sasa oleh karena itu ia sebenarnya ragu memberitahukan kabar duka itu pada Swari .
" Sudah nduk jangan menangis , ini lho ada Arthur kasian dia bingung liat tantenya yang cantik menangis " bisik Gusti pelan mencoba melucu .
" hiks iya mas ....Arthur maafin tante ya , Arthur sayangku cup cup cup " Swari mencium pipi baby Arthur dengan ganas sehingga membuat baby Arthur tertawa terbahak-bahak .
Melihat tawa baby Arthur membuat kesedihan Swari dan Gusti menghilang sejenak , mereka pun membawa baby Arthur untuk turun ke lantai satu karena harus memberi baby Arthur sarapan . Mereka berjalan pelan ketika melewati kamar Sasa yang letaknya ada didepan kamar baby Arthur , sesampainya di meja makan mereka berdua lalu memberikan baby Arthur makan pagi . Sebuah aktifitas yang sangat Swari impikan sejak ia menikah dengan Gusti , pekerjaan menjadi ibu yang selalu ia impikan selama setahun terakhir ini .
Di sebuah klinik kecantikan di kota Seoul Korea
Seorang wanita muda yang sedang duduk diatas ranjang pasca operasi plastik tengah membaca artikel mengenai keluarga Archie Durran yang sedang muncul di sebuah majalah bisnis , artikel itu membahas tentang kepemilikan Archie atas yayasan kampus Pelita Harapan .
" Kau tak bisa bahagia selamanya Farasya , seharusnya akulah yang ada diposisi itu " ucap seorang wanita cantik sambil menatap tajam foto Sasa yang sedang berdiri disamping Archie dalam artikel bisnis itu .
" Masa-masa indah mu sudah selesai Farasya , kini aku kembali akan merebutnya darimu " imbuh wanita cantik itu sambil menusukkan pisau ke foto Sasa .
🌼 Bersambung 🌼
Jangan lupa like , komentar ya kakak-kakak 🌹🌹 , dan baca juga novel Bodyguard cantik yang akan segera di update episode terbarunya 🌺🌺🌺
__ADS_1