
Mendengar perkataan Sasa membuat Rico terdiam beberapa detik sampai akhirnya ia duduk terkulai dengan bersandar di kursi yang ada di belakangnya , semua memorinya kembali memutarkan kembali kebersamaannya dengan Selena .Meskipun tak berkata apapun tapi Archie tau kalau Rico sedang sangat shock , Archie memberikan kode pada Gustaf untuk membawa baby Arthur keluar dari ruang tamu .
Gustaf bergerak cepat tanpa diperintah dua kali , ia kemudian berjalan dengan menggendong baby Arthur dan ia serahkan pada bik Rani sang pengasuh . Gustaf berjalan ke dapur untuk mengambil air minum , tak lama kemudian dia kembali berjalan ke ruang tamu dengan membawa dua gelas air putih yang ia berikan pada Archie dam ia berikan pada Rico .
Archie dengan hati-hati memberikan air minum pada sang istri yang nampak shock itu , berkali-kali Archie mencium kening sang istri untuk menenangkan sang istri .
" Sudah tenang kan , coba ceritakan pelan-pelan " tanya Archie pelan pada Sasa .
" Duduklah dulu Rico !!! hardik Archie cepat ketika melihat Rico akan pergi dari ruang tamu .
Mendengar perkataan Archie langsung membuat Rico duduk tanpa bicara , kedua matanya nampak kosong memandang lantai .
" Ayo ceritakan pelan-pelan ya " ucap Archie lembut pada Sasa .
Setelah menarik nafas panjang Sasa kemudian menceritakan dengar detail , dimulai dari awal ia melihat Selena muntah-muntah di toilet kantor Leon Corporation saat ia menyusul sang suami kekantor , Sasa juga menceritakan alasannya bertemu dengan Selena hari ini adalah ia mendapat peringatan dari Gracia melalui pesan singkat yang mengatakan rencana Alexander Del Leon untuk menculiknya dan baby Arthur .
Prank ....
Archie dengan penuh amarah melempar gelas ke arah lantai begitu mendengar perkataan Sasa , ia merasa terbakar saat mendengar rencana Alexander Del Leon yang ingin menggunakan tiga putrinya lagi untuk menggangunya .
" arrgghhhh .... "
" Manusia biadap !!! jangan panggil aku Archie Durran kalau tak bisa membunuhnya !!! " teriak Archie penuh emosi .
" Beraninya ia mengincar anak dan istriku !!! bajingan " umpat Archie pada Alexander Del Leon .
Sementara itu Rico nampak berkaca-kaca , ia merasa sangat bersalah pada Selena . Pertemuan terakhirnya dengan Selena benar-benar masih ia ingat , ia mengingat kata demi kata yang ia ucapkan pada Selena sebelum akhirnya mereka berpisah di kantor Durran Internasional .
" Sekarang dimana Selena nyonya ? " tanya Rico dengan terbata-bata .
" Kita akan mencarinya Rico !! " jawab Archie cepat merespon pertanyaan Rico .
Sasa menyeka air mata yang mengalir di wajahnya , ia merasa ikut bersalah karena meninggalkan Selena sendirian di klinik dokter Mega . Sasa mengalahkan dirinya atas peristiwa menghilangnya Selena .
" Kau dirumah saja sayang bersama Arthur , akan ada tiga puluh bodyguard yang berjaga dirumah " ucap Archie pelan saat akan pergi bersama Rico dan Gustaf .
" Sasa ga boleh ikut mas ? " tanya Sasa pelan .
" Terlalu bahaya , aku bisa gila kalau terjadi hal buruk padamu !!! Lebih baik dirumah saja , jaga Arthur baik-baik ... mereka adalah bodyguard terbaikku jadi kau bisa aman dirumah sayang " jawab Archie mencoba membujuk Sasa agar tinggal dirumah .
" lalu mas bagaimana ? bukan kah diluar juga berbahaya " tanya Sasa panik .
" Hei dengarkan mas baik-baik , mobil mas itu anti peluru sayang ditambah mas akan dapat pengawalan dari pihak kepolisian Jakarta jadi mas akan baik-baik saja . Alexander Del Leon tak akan mungkin semudah itu melukai mas sayang apalagi ini bukan negara dia " jawab Archie sambil tersenyum .
" Janji jaga diri baik-baik ya " ucap Sasa sambil terbata-bata .
__ADS_1
" Pasti , setelah Alexander Del Leon berhasil ku tangkap kita semua akan hidup bahagia dengan tenang lagi " bisik Archie pelan sambil mencium bibir Sasa dengan lembut .
Sasa mengangguk pelan lalu melambaikan tangannya ketika sang suami masuk ke dalam mobil Mercedez Benz yang anti peluru itu , tak lama kemudian terdengar suara sirine dari mobil beberapa orang polisi berhenti didepan rumah . Polisi itu kemudian berganti mobil dengan mobil milik Archie karena tak mau membuat Alexander Del Leon curiga jika mereka memakai mobil polisi .
Tak lama kemudian iring-iringan mobil yang membawa Archie , Rico dan Gustaf pun pergi meninggalkan rumah . Sasa kemudian masuk ke dalam rumah ketika merasa tak nyaman ada di jalan raya , ia merasa seperti sedang diawasi oleh karena itu Sasa langsung masuk ke dalam rumah . Begitu sang nyonya masuk ke dalam rumah para bodyguard bersenjata lengkap langsung berjaga di sekitar rumah dan dalam radius 1 km bersama beberapa orang polisi yang menyamar dengan pakaian preman .
Di dalam rumah Sasa memeluk baby Arthur dan berdoa semoga suaminya tak dapat masalah apapun , Sasa juga mendoakan Selena dan bayinya .
" Semoga kau bisa bertahan kak " ucap Sasa pelan sambil memandang ponselnya yang berisi pesan dari dokter Mega yang menjelaskan kronologi menghilangnya Selena .
Dokter Mega mengatakan kalau Selena ditarik paksa oleh beberapa orang pria berwajah asing keluar dari rumah sakit , padahal waktu itu ada beberapa orang suster yang melarang karena berbahaya bagi Selena dan bayinya tapi orang-orang itu tetap memaksa Selena keluar dari rumah sakit .
Mendengar hal itu langsung membuat Rico naik darah , ia langsung menggila kalau tidak ditahan oleh Archie mungkin Rico sudah langsung mencari Selena sendirian . Archie yakin penculikan Selena adalah bagian rencana Alexander Del Leon untuk memancingnya keluar dari rumah .
" Aku tak mungkin tinggal diam dirumah sementara diluar sana suamiku sedang berjuang " ucap Sasa lirih sambil terus mencium pipi baby Arthur .
" Ibu harus membantu ayahmu sayang , kau dirumah saja ya " bisik Sasa pelan .
Baby Arthur hanya tertawa lebar dengan bahagia ia mengira ibunya sedang bergurau padanya , baby tampan itu sudah mempunyai beberapa gigi yang mulai tumbuh di gusinya .
Sasa kemudian naik kekamarnya dilantai dua sambil membawa baby Arthur di gendongannya , setelah masuk ke kamar Sasa dengan perlahan meletakkan anak tampannya itu diatas ranjang . Ia lalu masuk ke dalam closet untuk berganti pakaian dan mengambil beberapa senjata milik Archie yang disimpan di dalam kamar , tak lama kemudian Sasa keluar dari closet dengan memakai pakaian yang nyaman dipakai jika akan berkelahi .
" Sepertinya sudah saatnya mereka tau kalau nyonya Durran bisa berkelahi " ucap Sasa dalam hati saat sedang merapikan pakaiannya di depan kaca , Sasa yakin dengan kemampuannya ia bisa membantu Archie apalagi ia sudah mendapatkan sabuk hitam juga .
" Ayah ibu tolong bantu Sasa , Sasa tak mungkin diam saja melihat ada seorang wanita yang disiksa apalagi dia sedang hamil " Sasa berdoa dalam hati ketika memasukkan pistol ke balik rompinya .
" Doakan ibu ya bisa menolong adik mu sayang " bisik Sasa pelan ketelinga baby Arthur .
Selesai berpamitan Sasa berjalan menuju balkon kamarnya yang ada disamping , perlahan Sasa turun dari lantai dua melalui batang pohon yang menjorok ke kamarnya . Saat diatas pohon Sasa mencoba melihat kondisi dihalaman rumahnya , ia berfikir keras agar bisa keluar tanpa diketahui bodyguard sang suami . Tak lama kemudian senyum Sasa merekah ketika melihat celah yang ada di dekat pos security , di belakang bangunan itu terdapat kotak tempat sampah yang kebetulan sudah kosong .
Sasa berjalan dengan perlahan merayap di atas pagar rumahnya yang tinggi , walau sebelumnya ia tak pernah melakukan hal berbahaya seperti ini tapi ia tak takut . Sasa yakin akan dibantu tuhan apalagi niatnya baik ingin menolong Selena dan bayinya , setelah merayap selama hampir dua puluh menit Sasa akhirnya sampai di pos security dengan sekali lompatan ia berhasil keluar dari rumahnya . Tanpa menunggu lama Sasa langsung berlari ke arah jalan raya melalui samping rumah yang tak dijaga oleh bodyguard , ia terus berlari sampai akhirnya menemukan taksi .
" Pak kita ke alamat ini ya " ucap Sasa pelan saat sudah ada didalam taksi .
" Baik non " jawab sang supir taksi ramah .
Taksi itu akhirnya berjalan menuju ke tempat dimana Selena disekap , Sasa mendapatkan alamat itu dari pesan yang diberikan oleh Gracia beberapa saat lalu ketika mereka mengetahui Selena di culik .
" tunggu aku kak " ucap Sasa dalam hati .
Gedung tua tak terpakai milik Alexander Del Leon
Di sebuah kursi nampak duduk tiga orang gadis yang tengah terikat , di wajah cantiknya terdapat luka tampar yang berasal dari tangan Alexander Del Leon yang marah saat tau Selena hamil .
Pria tua itu ingin membunuh Selena dan bayinya akan tetapi niat jahatnya dapat di cegah oleh Gracia dan Carolina yang melindungi sang kakak , ditangan Selena masih terpasang jarum infus karena kondisinya yang masih lemah .
__ADS_1
" Kalian anak tak berguna !!! "
" Percuma kau melatih kalian bertahun-tahun kalau akhirnya nasib kalian harus berakhir diranjang musuh besar ku !!!
" Anak tak tau diri "
Berbagai umpatan kasar dilontarkan pada Selena dan dua adiknya yang sedang ditawan itu , seorang suster nampak ketakutan di kursi lainnya . Ia juga dibawa pergi dari klinik dokter Mega karena memergoki saat Selena dibawa pergi .
" Pernahkah kau menganggap kami anak daddy ? " tanya Selena dengan suara parau .
" Bodoh !!! kalian hanya alat bagiku , alat yang harusnya berguna tapi nyatanya kalian hanya seonggok sampah bernyawa !! " jawab Alexander Del Leon dengan keras .
Tes
Tes
Air mata Selena dan dua adik kembarnya jatuh dengan deras mendengar perkataan ayah mereka , Selena kembali teringat akan perkataan Sasa sebelumnya di restoran .
Duaarr
Duaarr
Tiba-tiba terdengar bunyi tembakan yang berasal dari lantai satu , seorang pria berlari kearah Alexander Del Leon ia memberitahukan kalau Archie Durran sudah berhasil menemukan mereka .
" Kau memang hebat Archie dalam waktu singkat kau berhasil menemukanku " ucap Alexander Del Leon dengan senyum licik yang mengembang diwajahnya .
" Pergilah kalian bantu yang lain , aku akan disini bersama para pelacur ini " titah Alexander Del Leon pada pria yang baru datang itu .
Mendengar perintah sang tuan pria itu langsung berlari turun meninggalkan Alexander Del Leon bersama tiga putrinya .
" Menyerahlah Alexander Del Leon kau sudah terkepung !!! " teriak seorang pria dengan menggunakan pengeras suara dan suara pria itu sudah sangat Selena hafal .
" Rico " ucap Selena lirih .
" ha ha ha pria bodoh itu akhirnya datang juga , orang pertama yang akan ku bunuh adalah Ricardo Hector itu didepan matamu Selena !!!! " ucap Alexander Del Leon sambil tertawa keras .
" Jangan daddy dia tak bersalah , kalau daddy menginginkan nyawaku silahkan ambil nyawaku tapi jangan lukai dia " teriak Selena panik .
" kak tenang kak ... " ucap Carolina dan Garcia bersamaan mencoba menenangkan Selena yang panik .
" Kalian benar-benar gadis bodoh !!! " hardik Alexander Del Leon penuh emosi sambil menendang sebuah tong yang ada disebelahnya hingga jatuh menggelinding kebawah .
" Kau yang bodoh bukan mereka !! " teriak seseorang dari arah belakang Alexander Del Leon dengan tiba-tiba , sebuah suara yang tak asing bagi mereka berempat .
🌼 Bersambung 🌼
__ADS_1
Jangan lupa like komentar dan rating ya kakak-kakak . Terima kasih 🌹
Oh iya jangan lupa juga baca novel ke 3 Thor yang berjudul : Faith 2 ( Bodyguard cantik ) dan kasih bintang lima ya kakak-kakak 🌻🌻🌻