
Dokter Frans tidak mendengarkan permintaan Carolina untuk menghentikan aktivitasnya , ia terus mencumbu Carolina di bawah guyuran air shower di dalam bathup .
Carolina pun hanya bisa meringis pasrah merasakan sakit di pangkal pahanya ketika dokter Frans sudah berhasil merebut mahkota yang paling berharga dari dirinya , tetesan darah bercampur air masuk ke dalam bathtub ketika dokter Frans berhasil mendapatkan mahkota berharga milik Carolina .
Dokter Frans yang tak menyangka kalau Carolina masih perawan pun sempat kaget ketika melihat ada tetesan darah , saat itu juga ia langsung menghentikan perbuatannya dan langsung memeluk Carolina yang sudah menangis .
" Maafkan aku aku tak tahu kalau kau masih suci " ucap dokter Frans pelan .
" Jangan kau kira semua perempuan yang pernah hidup di dunia gelap sudah tak perawan , di antara mereka bahkan rela mati untuk melindungi harta yang paling berharga itu termasuk aku ....
Sreeett
Tes
Tes
Tanpa dokter Frans duga Carolina langsung mengambil pisau kecil yang ada di dekat bathup , secepat kilat menusukkan pisau itu ke tangannya sehingga membuat banyak darah keluar dari tangan Carolina .
" Kau gila Carol !!! apa yang sudah kau lakukan !! " bentak dokter Frans panik , ia langsung merebut pisau dari tangan Carolina dan langsung menggenggam tangan Carolina yang sudah teriris itu .
" Kenapa kau menahan ku biarkan aku mati Frans !!! aku tak sudi hidup dengan penuh penghinaan , aku tak mau seperti ibuku yang harus membesarkan anak-anaknya dengan penuh hinaan dan cacian dari orang-orang tanpa suami !!! teriak Carolina histeris .
Mendengar perkataan Carolina membuat dokter Frans membeku sejenak , ia langsung memeluk tubuh Carolina dengan erat .
" Dasar wanita bodoh ...aku tak akan meninggalkanmu aku akan bertanggung jawab atas apa yang sudah aku perbuat jadi kau jangan berpikir macam-macam Carol " ucap dokter Frans pelan sambil memeluk Carolina .
" Jangan menghiburku aku tahu pria seperti apa kau ini " jawab Carolina terbata-bata .
Dokter Frans melepaskan pelukannya pada Carolina ia kemudian memegang wajah Carolina dan mencium kening Carolina dengan mesra .
__ADS_1
" Pria sejati tidak akan pernah lari dari tanggung jawab kau bisa pegang kata-kataku ini " ucap dokter Frans pelan .
" Sekarang ayo ke tempat tidur aku perlu membalut luka di tanganmu " imbuh dokter Frans lembut .
Carolina mengangguk pelan , saat ia melangkahkan kakinya keluar dari bathup tiba-tiba ia meringis kesakitan karena merasakan sakit di pangkal pahanya .Melihat Carolina kesulitan berjalan membuat dokter Frans iba , ia pun langsung menggendong Carolina dengan ala bridal style menuju tempat tidur.
Setelah membalut tubuh Carolina dengan sebuah handuk , dokter Frans langsung mencari perban yang ada di dalam tasnya . Rupanya kamar yang ia tunjukan sebelumnya kepada Carolina adalah kamar dimana ia sering gunakan ketika ia tidur menginap di rumah Archie .
" aw sakit " jerit Carolina sambil meringis ketika obat merah menetes di lukanya .
" Kalau kau bisa merasakan sakit seharusnya kau bisa berpikir dua kali untuk tak melukai tubuhmu ini " sahut dokter Frans ketus .
" Kau yang membuatku nekat berbuat sejauh ini Frans , jadi jangan salahkan aku seperti ini " celetuk Carolina lirih .
Dokter Frans tersenyum tipis mendengar perkataan Carolina , ia tak menyangka kalau salah satu anak Alexander Del Leon ternyata masih sepolos ini . Padahal melihat dari sepak terjang Carolina seharusnya ia tak sepolos ini .
" Apakah masih sakit ? " tanya dokter Frans pelan .
" Kalau ada orang yang bertanya biarkan aku yang menjawabnya ini sudah menjadi tanggung jawab ku jadi kau tenang saja ya , sekarang lebih baik tidur hari sudah malam " ucap dokter Frans lembut .
Carolina mengangguk pelan ia kemudian membaringkan tubuhnya di atas ranjang , dokter Frans dengan telaten menutupi tubuh Carolina dengan selimut . Ia pun merapikan bekas alat-alat kesehatannya saat akan tidur tiba-tiba ia mendengar isak tangis dari Carolina .
" Kenapa kau menangis lagi ? " tanya dokter Frans lembut .
" Kau tak akan mempermainkan aku kan Frans ? " tanya Carolina dengan sesegukan .
" Tentu saja , kau percaya lah padaku lagipula jika hal ini sampai didengar oleh Sasa dia pasti akan meminta suaminya untuk membunuhku " jawab dokter Frans pelan .
" Apa maksudmu ? apa hubungannya dengan Sasa ? " tanya Carolina pelan .
__ADS_1
Mendengar perkataan Carolina membuat dokter Frans tersenyum , ia kemudian menceritakan bagaimana dulu Sasa memberikan pelajaran pada Rico .Sasa pun memaksa Rico untuk bertanggung jawab atas apa yang sudah diperbuat nya .
Carolina tersenyum mendengar perkataan dokter dokter Frans , ia tak menyangka kalau istri dari Archie Durann sebaik itu .
" Karena itulah kau tak perlu khawatir , aku pasti akan bertanggung jawab padamu dan kalaupun kau hamil aku akan dengan senang hati menerima anak itu " ucap dokter Frans pelan menggoda Carolina .
Blush
Wajah Carolina langsung memerah begitu mendengar perkataan dokter Frans .
" Bagaimana bisa hamil tadi kan ... kita ... hanya ..
" hanya apa ?? bagaimana kalau kita meneruskan apa yang sudah kita mulai tadi bathup " ucap dokter Frans cepat memotong perkataan Carolina .
" No !!?aku sakit " jerit Carolina cepat menjawab perkataan dokter Frans.
" akan lebih sakit lagi jika kita tak meneruskannya , lebih baik kita selesaikan sekarang supaya besok ketika kita melakukannya lagi kau tak akan merasakan sakit yang sama " sahut dokter Frans cepat sambil melepas handuk yang terlilit di tubuhnya .
Carolina tercekat melihat dokter Frans sudah membuka handuk yang sedang ia pakai , Carolina pun akhirnya hanya bisa pasrah ketika dokter Frans menggagahi dirinya lagi .
Karena sudah berhasil merobek selaput dara Carolina dokter Frans tidak terlalu kesulitan untuk melakukannya lagi , jeritan dan desahan dari Carolina terdengar di telinganya dengan sangat jelas . Ia pun hanya bisa meringis ketika merasakan punggungnya terluka akibat dicakar oleh Carolina , malam itu akhirnya dokter Frans benar-benar berhasil mendapatkan Carolina mereka bercinta sampai pagi tiba .
Carolina menutup matanya ketika permainan dokter Frans yang terakhir selesai , semua tenaganya sudah habis mengimbangi permainan dokter Frans . Ia pun tertidur pulas sedangkan dokter Frans nampak memandang wajah Carolina yang cantik , sesekali ia tersenyum mengingat apa yang baru saja mereka lakukan . Karena hari sudah hampir pagi akhirnya ia pun tertidur di samping Carolina dengan melingkarkan tangannya ke perut gadis yang ia suka itu .
Dokter Frans akhirnya menjatuhkan pilihannya kepada Carolina , sejak pertama ia melihat Carolina di hotel milik Archie yang ada di Australia ia sudah jatuh hati kepada gadis itu . Tanpa sepengetahuan Archie Ia pun menyelidiki secara diam-diam siapa Carolina sampai akhirnya ia mengetahui info selengkapnya tentang Carolina dari Archie , setelah ia mengetahui masa lalu Carolina dokter Frans merasa iba pada gadis itu ia merasa gadis itu hanya dimanfaatkan oleh Alexander Del Leon oleh karenanya ia bertekad untuk mendapatkan Carolina .
" I love you Carolina " bisik dokter Frans pelan ketelinga Carolina sebelum ia menutup matanya .
" Kita akan menikah secepatnya dan hidup bahagia bersama sampai tua nanti " imbuh dokter Frans pelan , ia pun akhirnya benar-benar tidur setelah mengatakan isi hatinya itu .
__ADS_1
🌼 Bersambung 🌼
Jangan lupa like , komentar dan ratting ya kakak-kakak . Terima kasih 🌹