Faith

Faith
darah keluarga


__ADS_3

Suasana rumah Archie jauh lebih ramai dari biasanya , hari ini dirumah Archie akan dilangsungkan konferensi pers terkait berita kecelakaan mobil kemarin . Archie meminta dilakukan konferensi pers dirumahnya karena ia masih malas pergi keluar rumah , istrinya masih dalam masa recovery jadi ia tak mau berjauhan dari sang istri seperti yang dikatakan oleh dokter Mega .


" sudah siap semua Rico ? " tanya Archie yang sedang sibuk membaca kembali naskah yang akan ia bacakan dihadapan para jurnalis .


" almost 95% done " jawab Rico cepat .


" how about 5% ? " ucap Archie cepat sambil menaikkan satu alisnya .


" kita tinggal menunggu pihak kepolisian bos baru selesai 100% " celetuk Rico dengan senyum puasnya .


" dasar bajingan tengik suka sekali kau memancing amarahku " sarkas Archie .


Rico tertawa melihat Archie marah keakraban seperti inilah yang selalu mereka lakukan sejak sepuluh tahun lalu , saling memancing kesabaran dan amarah membuat dua orang beda kewarganegaraan ini terlihat seperti saudara kandung .


Tak lama kemudian mobil iring-iringan yang berisi orang kepolisian tiba dirumah Archie beberapa bodyguard Archie ikut menjaga keamanan rumah Archie untuk kelancaran acara konferensi pers itu .


Archie langsung menyambut tamunya yang baru saja tiba , tak lama kemudian konferensi pers dimulai . Mereka mengklarifikasi berita yang sempat membuat heboh kemarin siang , rekaman cctv saat Archie turun dari mobilnya di gedung islamic center juga ditampilkan termasuk rekaman sang pencuri mobil yang mengendarai mobil Ferrari naas itu juga turut ditampilkan . Polisi bahkan merilis foto orang yang menjadi korban kecelakaan kemarin berdasarkan rekaman cctv itu , dalam konferensi pers itu Archie secara resmi memperkenalkan istrinya secara resmi kepada khalayak ramai .


" karena berita ini kesehatan istri saya sempat terganggu jadi mohon maaf kalau pada kesempatan ini istri saya tidak bisa ikut mendampingi saya , mohon maaf kalau ada salah perkataan dan tindakan yang tak sengaja kami lakukan selama konferensi pers ini berlangsung . Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang dengan cepat membantu saya , terima kasih pula pada para polisi yang membantu saya maka dari itu saya tutup konferensi pers ini . " ucap Archie menutup pidatonya pada konferensi pers yang dihadiri banyak wartawan itu .


Data diri dan foto Sasa bertebaran di layar proyektor dibelakang konferensi pers , para pemburu berita langsung menyerbu Archie sesaat setelah ia menutup pidatonya . Mereka menanyakan tentang Sasa pada Archie , Archie dengan sabar menjawab satu persatu pertanyaan dari wartawan itu .


Gusti dan Swari yang mendampingi Archie ikut tersorot kamera , mereka hanya bisa tersenyum saat ikut menjadi sasaran empuk para pewarta berita . Akhirnya acara itu selesai dengan lancar , para wartawan dan polisi yang hadir pun sudah pulang sehingga menyisakan orang-orang kepercayaan Archie didalam rumah ya bersama Gusti dan Swari .


" ok , kami pamit pulang Archie " pamit Gusti saat akan pulang .


" thank for everything Gusti , safe driving bro " ucap Archie ramah.


Gusti mengangguk pelan , lalu ia dan Swari pun masuk mobil untuk kembali kerumahnya sendiri . Archie menatap mobil yang ditumpangi Gusti dan Swari perlahan meninggalkan rumahnya , ia kemudian kembali masuk kedalam rumahnya menuju lantai dua dimana Sasa masih terlelap . Para pelayan terlihat sibuk membersihkan rumahnya .


" sudah bangun sayang " ucap Archie lembut pada Sasa yang sedang meminum air di gelas favoritnya .


" huum baru aja melek ini mas , gimana acara udah selesai ? " tanya Sasa penasaran .


" yes , orang-orang sudah bubar tinggal para pelayan yang masih membersihkan rumah " jawab Archie sambil membelai wajah Sasa yang polos tanpa make-up .


Sasa membulatkan bibirnya membentuk huruf o yang membuat Archie langsung menciumnya karena gemas .


" aku baru bangun jangan cium-cium " sungut Sasa tak suka .


" dalam keadaan apapun istriku tetap paling cantik " ucap Archie sambil membekap pipi Sasa gemas .

__ADS_1


" akh gombal " sengit Sasa .


" benar " bisik Archie menggoda Sasa sambil menciumi telinga Sasa dengan nakal .


" akh masss udah akh , cepet cerita tadi gimana konferensi persnya " ucap Sasa tak sabar .


Archie menceritakan semua yang tadi ia lakukan selama konferensi pers ia menceritakan semuanya secara detail bahkan ia juga secara resmi memperkenalkan Sasa sebagai istrinya pada para wartawan , kini seluruh orang tau siapa nyonya Archie Durran August itu yang selama ini menjadi misteri .


" fotoku tersebar dimana-mana donk " pekik Sasa panik .


" lalu ? " tanya Archie bingung .


" akh aku tak suka mas ,nanti Sasa ga bisa cari makan enak disembarang tempat lagi donk " ucap Sasa tanpa merasa bersalah .


" jadi selama ni kau jajan disembarang tempat kah ? ditempat yang tidak higienis ? kau makan semua itu ? " tanya Archie dengan nada tinggi , ia selama ini selalu memperhatikan dan pesan pada Sasa untuk menjaga asupan makanan yang masuk ke perutnya apalagi sejak ia tau Sasa hamil Archie lebih ekstra menjaga makanan Sasa .


Sasa tersenyum lebar sampai menunjukkan deretan giginya yang putih karena telah membocorkan rahasia kecil yang ia sembunyikan pada suaminya selama ini secara tak sengaja .


" anggep aja sebagai vitamin mas " cicit Sasa sambil menutup mulutnya


" baik kalau itu maumu , mulai besok aku panggil koki dan ahli gizi kerumah untuk membuat masakan khusus untukmu sayang " ucap Archie serius .


Sasa tersenyum getir mendengar ucapan suaminya , ia hanya bisa pasrah ketika Archie menghubungi Frans dokter pribadi Archie untuk segera dikirimkan ahli gizi terbaik dirumah sakitnya untuk bisa bekerja dirumah Archie secepatnya . Archie juga menghubungi seorang koki terkenal untuk dapat berkerja dirumahnya mulai besok .


" he he " Sasa hanya bisa tertawa tanpa berniat membantah suaminya .


Archie kemudian meninggalkan Sasa seorang diri dikamar setelah Rico mengetuk pintu kamarnya karena ingin membahas sesuatu uang penting . Sasa lalu bangun dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi untuk mandi , hari ini terasa menyenangkan baginya semua masalah yang terjadi kemarin sudah diselesaikan dengan baik oleh Archie .


Sasa menikmati mandi susunya dibathup sambil mendengarkan suara musik klasik yang ia putar melalui ponselnya di atas meja yang berisi alat-alat mandinya . Archie memesan pewangi khusus kamar mandi dari Perancis untuk Sasa agar Sasa bisa rileks ketika sedang mandi .


Semua kebutuhan mandi Sasa secara khusus disiapkan oleh Archie , ia memesan secara khusus dari produsen sabun mandi terbaik di Eropa yang juga menyuplai untuk para bangsawan disana . Sasa sudah menolak semua itu tapi Archie bersikeras untuk memberikan segala yang terbaik untuk Sasa termasuk kebutuhannya untuk mandi .


Gusti dengan setengah berlari ketika membuka pintu rumahnya setelah bunyi bel terdengar tak berhenti berbunyi .


" eyang " pekik Gusti kaget setelah melihat siapa orang dibalik pintu rumahnya .


" siapa mas yang berisik dari tadi si " tanya Swari sambil menutup mulutnya karena baru bangun tidur , seketika Swari bersikap sopan ketika melihat mertuanya dan eyang nya tengah berdiri didepan pintu .


" kalian tidak suka kami datang ? " hardik Raden Panji tak suka .


" emm bukan begitu eyang , ayo masuk eyang Romo " ucap gusti dengan gugup .

__ADS_1


" hee eyang " sapa Swari ketika Raden Panji lewat dihadapannya .


" perempuan siang-siang begini ga boleh tidur nduk " desis Raden Panji sambil berlalu .


Swari hanya tersenyum kecut mendengar perkataan eyang suaminya , ibu mertuanya mencium nya pelan sambil membisikan kata-kata manis yang membuat Swari tersenyum .


" mas tau mereka akan datang hari ini ? " bisik Swari pelan pada Gusti saat sedang membuat minuman untuk keluarganya di dapur .


" ga tau sayang , mas juga kaget " jawab Gusti dengan bingung .


Swari membawakan minuman dan makanan kecil keruang keluarga untuk orang tua Gusti , dia melayani dengan baik keluarga suaminya itu .


" Romo kenapa ndak bilang mau ke Jakarta " ucap Gusti sambil menikmati teh buatan Swari .


" apa perlu orang tua datang kerumah anak harus laporan ? bukannya anak yang harusnya menjemput orang tuanya untuk datang kerumah si anak !! " jawab Raden Panji dengan nada meninggi .


" inggih eyang , Gusti salah " ucap Gusti cepat , ia bisa membaca bahwa eyangnya tengah dalam emosi yang tak bersahabat .


" apa benar berita di TV ? " hardik Raden Panji tiba-tiba


" maksud eyang apa ? " tanya Gusti bingung tak mengerti arah pembicaraan eyangnya .


" mengenai adikmu Sasa yang sudah menikah dengan seorang pria asing yang tak tau unggah ungguh kita , yang tak tau budaya kita , yang tak tau cara menghormati orang tua " jawab Raden Panji dengan emosi .


deg


Gusti merasa akan ada masalah baru datang menimpa rumah tangga Sasa dan Archie .


" benar eyang , Sasa sudah menikah enam bulan lalu bahkan sekarang ia seddaa...


brakkk


Raden Panji memukul meja dihadapannya dengan keras sehingga membuat Gusti tak menyelesaikan perkataannya.


" bagaimana mungkin anak itu bisa seperti itu , dia tak menghormati aku sebagai eyangnya " teriak Raden Panji dengan suara meninggi .


" dimana Sasa sekarang Gusti " tanya Raden Galih pelan .


" ada dirumah suaminya Romo " bisik Gusti dengan lirih .


seketika hawa dingin menyeruak dirumah Gusti , mereka bisa merasakan amarah yang datang dari Raden Panji .

__ADS_1


" ayo datang kerumah anak itu ... titah Raden Panji dengan dingin


__ADS_2