Faith

Faith
istriku milikku


__ADS_3

Gusti membawa mobilnya dengan sejuta perasaan yang kacau karena tak enak pada Archie , dia tau eyangnya sedang marah pada Sasa . Dia takut terjadi hal-hal yang tak diinginkan disana mengingat Archie sangat mencintai Sasa .


" Gusti tambah kecepatan mobilmu !!! " hardik Raden Panji dari bangku belakang .


" iya eyang " jawab Gusti lirih .


Mobil Gusti akhirnya berhenti di sebuah mansion besar yang mempunyai pagar tinggi bercat hitam yang membuat keluarga nya terdiam bahkan sang eyang terlihat beberapa kali menganggukan kepalanya . Gusti menebak-nebak apa yang dipikirkan eyangnya setelah melihat rumah Archie .


" oh tuan Gusti silahkan masuk " sapa pak Baskoro ramah ketika Gusti menurunkan kaca mobilnya .


Gusti memarkir mobilnya di garasi Archie bersanding dengan beberapa mobil mewah milik Archie yang terparkir cantik . Orang tua dan eyang Gusti terdiam memandangi rumah Archie yang luas itu , mereka lalu masuk kedalam setelah seorang pelayan mempersilahkan untuk masuk .


Mata Raden Panji dibuat takjub dengan interior rumah Archie yang terlihat mewah. Saat sedang memandang rumah itu matanya menangkap sebuah foto besar yang tergantung di ruang keluarga , terlihat foto ayah Sasa capt Arjuna dan sang istri Kinanti bersanding bersama Sasa saat pesta wisuda SMA Sasa . Archie sengaja memasang foto mertua dan istrinya dengan ukuran besar dirumah itu untuk membuat Sasa senang , disamping foto itu tergantung pula foto pernikahannya dimana saat Sasa dengan cantik memakai kebaya putihnya dan Archie yang makin tampan menggunakan tuxedo mahalnya tengah berpose memamerkan cincin pernikahan .


" ini rumah suami Sasa gusti ? " tanya Raden Galih pada putra semata wayangnya .


" iya Romo " jawab Gusti cepat .


" dimana keluarganya ? " tanya Raden Panji tiba-tiba .


" setau Gusti suami Sasa sudah tak punya orang tua eyang " jawab Gusti dengan santun .


" jadi dia tinggal hanya berdua dengan sasa dirumah sebesar ini ? " selidik Raden Panji


" bersama dengan dua puluh orang karyawan nya eyang , delapan orang pelayan wanita dan sepuluh orang yang menjaga rumah beserta dua orang sopir yang tinggal disini " jawab Gusti mencoba menjelaskan , Gusti menceritakan tentang Archie yang merupakan CEO dari perusahaan Durran Internasional yang mempunyai anak perusahaan di sepuluh negara besar di dunia .


Raden Panji terlihat mencerna ucapan Gusti , berkali-kali ia menganggukan kepalanya . Hal serupa juga dilakukan oleh kedua orang tua Gusti , Raden Galih dan sang istri .


" Gusti " sapa Archie yang baru saja selesai meeting dengan Rico di ruang belajarnya .


" sorry datang tanpa menghubungimu , ini ada eyang dan orang tuaku datang mau bertemu dengan kalian " ucap Gusti pelan .


Archie menatap kepada keluarga sang istri yang tengah duduk dihadapannya bibirnya tersungging senyum ramah .


" jadi kamu suami cucuku ? " hardik Raden Panji tiba-tiba .


" betul eyang saya Archie suami Sasa " jawab Archie datar , ia tau bahwa pria tua didepannya sedang tak bersahabat .


" sudah berapa lama kau mengenal cucuku ? " tanya Raden Panji mencoba mengintimidasi Archie .

__ADS_1


" saya mengenal Sasa sudah lama bahkan ketika ibu Kinan masih hidup , yang berarti lebih dulu saya mengenal Sasa dibandingkan dengan kalian " jawab Archie dengan sindiran tajam .


Seketika Raden Panji terdiam mendengar jawab Archie yang sama sekali tak ia duga , perkataan Archie memang benar bahwa mereka baru mengetahui bahwa Sasa adalah bagian dari Sastrohadi Kusumo baru satu tahun belakangan ini .


Archie sebenarnya tak tega mengungkapkan kata-kata seperti tadi tapi berdasarkan cerita Sasa mengenai kejadian yang menimpa orang tuanya Archie bisa membaca karakter seorang Raden Panji yang tak bisa ia anggap remeh itu. Gusti nampak tak suka mendengar jawaban Archie yang sangat sarkas itu raut wajahnya menunjukan kekecewaan pada Archie dan Archie berhasil membaca air muka Gusti itu .


" eemm maaf nak Archie kalau kedatangan kami menggangu nak Archie " ucap Raden Galih mencoba mencairkan suasana .


" tentu saja tidak , kalian keluarga istriku yang berarti juga keluargaku . silahkan duduk " jawab Archie ramah .


" Rico kau ikut aku disini " bisik Archie pelan .


Rico mengangguk pelan mendengar ucapan Archie , ia memilih berdiri dibelakang kursi tempat Archie duduk .


" tentu kau tau tujuan kami datang kemari " ucap Raden Panji dengan sinis.


" kalian belum mengatakan maksud dan tujuan kalian kerumahku jadi mana mungkin saya bisa tau " jawab Archie dengan santai ia ingin mencoba mencari tau seberapa menakutkan orang tua didepannya ini .


Brakkk


Raden Panji memukul lengan sofa tempatnya duduk .


" eyang " ucap Gusti lirih mencoba menenangkan eyangnya .


" dimana letak kesalahan ucapanku ? " tanya Archie dengan tersenyum mengejek .


" nak Archie maaf kalau Romoku menyinggung mu " ucap Raden Galih sambil menggenggam tangan Raden Panji yang masih emosi .


" seperti yang saya katakan sebelumnya aku akan menyambut ramah keluarga istriku tapi aku tak akan tinggal diam kalau ada seseorang yang berteriak-teriak dirumahku apalagi menuduhku yang tidak-tidak " sarkas Archie .


" baik aku tak akan basa basi lagi , aku datang kesini karena ingin membawa pulang cucuku dari rumah ini , kau tak pantas menjadi bagian keluarga Sastrohadi Kusumo " ucap Raden Panji dengan nada tinggi .


" apa maksud eyang " tanya Sasa tiba-tiba , tanpa sepengetahuan semua orang Sasa sudah mendengar percakapan mereka dari balik dinding .


" ikut eyang pulang ke solo Sasa , kau cucu Raden Panji Sastrohadi Kusumo kau tak pantas bersanding dengan orang asing ini " jawab Raden Panji dingin .


" aku bahkan sudah memberikan gelar kebangsawanan padamu Sasa , eyang akan mencarikan keluarga priyayi yang pantas untukmu " imbuh Raden Panji penuh percaya diri .


" Sasa tak butuh semua itu , toh Sasa selama ini bisa hidup tanpa adanya gelar seperti itu . Ayah dan ibu Sasa tak pernah mengajarkan Sasa untuk membeda-bedakan status sosial seseorang . Mau itu kaya atau miskin atau kulit hitam dan putih semua sama tak ada beda dihadapan Tuhan . Toh status sosial atau kekayaan tak akan abadi !!! " jawab Sasa dengan tenang .

__ADS_1


" lagipula bukankah eyang sudah memutuskan hubungan eyang dengan ibu , ketika ibu menikah dengan ayahku yang seorang anak panti asuhan yang menurut eyang tak pantas bersanding dengan ibu Sasa yang berdarah bangsawan itu " imbuh Sasa dengan nada yang mulai meninggi , emosinya naik ketika membahas kisah percintaan ayah dan ibunya yang dulu ditentang oleh eyangnya .


" Sasa !!!! " hardik Gusti tiba-tiba , ia tak suka Sasa berbicara sekasar itu pada eyangnya .


" Gusti , jangan lupa diri kalian semua ada dirumahku !!! kalian tak pantas membentak istriku dirumahnya sendiri apalagi dihadapanku seperti ini " teriak Archie sambil berdiri , emosinya ikut terbakar ketika Gusti membentak Sasa . Rico yang berdiri dibelakang Archie ikut maju kedepan karena ikut terbawa emosi ketika melihat Archie marah .


" dan satu lagi saya ingin katakan pada anda Raden Panji yang terhormat , saya tidak gila hormat atau pengakuan dari orang lain jadi saya tidak berminat untuk menjadi bagian dari keluarga kalian yang berdarah biru itu . Toh lagipula nama belakang Sasa mengikuti nama ayah mertuaku yang otomatis ia tak membawa nama keluarga kalian bukan , jadi kalian tak usah khawatir akan masalah itu . Sasa dan anakku akan membawa nama belakangku jadi kalian tak usah repot-repot ingin memberikan gelar seperti itu pada istriku " imbuh Archie dengan emosi , tangannya dengan lembut mengelus-elus perut Sasa .


" bagaimana bisa anda berfikir ingin menjodohkan istriku dengan orang lain disaat didalam dirinya sudah ada bayiku " ucap Archie dengan dingin , amarahnya memuncak ketika mengingat perkataan Raden Panji tadi yang ingin menjodohkan Sasa dengan orang lain .


Mendengar perkataan Archie membuat Raden Panji terdiam sejuta bahasa , ia sama sekali tak menyangka Archie akan mengatakan hal seperti itu .


" maaf Raden Panji yang terhormat , kalau anda fikir saya akan diam saja diperlakukan seperti ini , sama seperti yang ada lakukan dulu pada ayah mertuaku anda salah berat !!!! saya Archie Durran August tak akan tunduk pada siapapun kecuali pada Sasa istriku . Apalagi kalau orang itu berani mencoba merusak rumah tanggaku , akan kukejar orang itu sampai neraka sekalipun " ucap Archie sinis , mata biru langitnya terlihat menyeramkan ketika ia sedang marah .


Seketika orang-orang yang ada diruangan itu terkaget mendengar ucapan Archie termasuk Sasa yang tak menyangka Archie akan berkata sepeti itu . Ia merasa bahagia Archie benar-benar mencintainya .


" kauuuu " desis Raden Panji emosi .


" Gusti lebih baik kau bawa pulang keluargamu jangan sampai eyangmu yang terhormat ini jatuh pingsan mendengar ucapanku disini , aku tak mau melihat hal seperti itu terjadi dirumahku " ucap Archie dengan kasar .


Gusti terdiam mendengar ucapan Archie , dengan cepat ia mengajak eyangnya pergi dari rumah Archie . Ia benar-benar dalam kondisi yang serba salah , ia merasa kemarahan Archie wajar karena sang eyang sudah salah berkata sepeti itu pada Archie .


Sasa berdiri disamping Archie memandang mobi Gusti pergi menjauh meninggalkan rumah mereka .


" aku sebenarnya kasian pada eyang mas , tapi eyang sepertinya tak berubah sedikitpun . Aku kasian pada ibu kalau mengingatnya " ucap Sasa lirih .


" kau tak perlu mengasihani orang seperti eyangmu yang egois itu, yang menilai orang berdasarkan keturunan saja padahal tak semua orang yang berasal dari keluarga kaya bisa menjadi kaya di masa yang akan datang begitu juga sebaliknya " jawab Archie dingin , emosinya masih belum pergi .


" terlebih lagi beraninya dia ingin menjodohkan istriku dengan orang lain , itu sangat gila menurutku . Bagaimana mungkin hal segila itu terbesit dari seorang yang terhormat seperti eyangmu itu sayang " imbuh Archie kesal ketika mengingat perkataan Raden Panji tadi .


Sasa tersenyum mendengar ucapan suaminya yang sedang marah itu , Sasa menarik tangan Archie untuk diletakkan diperutnya yang mulai terlihat membuncit sedikit karena ia habis makan masakan kesukaannya .


" tenang ayah , aku dan ibu akan selalu disamping ayah selamanya " ucap Sasa pelan sambil menirukan suara anak kecil .


Senyum Archie mengembang mendengar perkataan Sasa dengan cepat Archie menggendong Sasa ala bridal masuk kedalam rumahnya .


" kalian segalanya untukku , tak ada yang bisa mengambil kalian dariku " bisik Archie lembut sambil mencium rambut Sasa yang wangi .


Archie melangkahkan kakinya pelan ketika menaiki anak tangga menuju kamarnya karena tak ingin membuat kesalahan ketika menggendong Sasa .

__ADS_1


" aku tak sebaik ayah mertuaku Raden Panji , kau salah kalau mencari masalah denganku " ucap Archie dalam hati


__ADS_2