
Setelah tiga puluh menit akhirnya luka Sasa sudah selesai dijahit oleh dokter , Sasa diperbolehkan pulang setelah selesai membayar semua administrasi dan mengambil obatnya di apotek .
" hati-hati nyonya " ucap drivernya lembut ketika Sasa masuk ke mobil .
" terima kasih " jawab Sasa ramah , Sasa meletakkan obat yang diberikan oleh dokter . Karena Sasa sedang hamil muda dokter hanya memberikan obat yang dosis rendah .
" pak ke taman dekat rumah dulu ya , Sasa mau beli bubur sumsum disana " pinta Sasa pada sopirnya .
Sang sopir hanya mengangguk pelan mendengar perintah sang nyonya , ia kemudian merubah arah mobilnya menuju taman sesuai permintaan Sasa. Sesampainya ditaman Sasa turun dan berjalan mendekati tukang bubur sumsum lalu memesan beberapa porsi ia ingin membagikan pada para pelayan nya dirumah .
" ini ada dua puluh lima porsi neng " ucap penjual bubur ramah .
" makasih nek , ini uangnya " jawab Sasa sambil menyerahkan dua lembar uang seratus ribu .
" neng ini kebanyakan , harganya cuma seratus dua puluh lima ribu " ucap penjual bubur kebingungan karena tak punya uang kembalian , Sasa adalah pembeli pertamanya .
" buat nenek sisanya " tolak Sasa lembut saat penjual bubur ingin mengembalikan uang padanya .
" makasih neng , semoga neng makin banyak rejeki " ucap penjual bubur itu penuh syukur .
" aamiin , mksh nek . Sasa pamit ya , makasih nek sekali lagi " pamit Sasa pada sang penjual bubur yang terlihat sangat bahagia ketika mendengar ucapan Sasa .
Sasa naik kemobilnya dengan senang karena bisa membeli makanan tradisional itu , ia tak sabar ingin membagi makanan itu ada orang-orang dirumahnya . Beberapa orang bodyguard Archie nampak berdiri didepan pagar mereka terlihat panik karena mencari Sasa , mereka seketika berlari ketika melihat mobil yang membawa Sasa sudah hampir sampai dirumah .
" tuan ? " tanya sopir yang membawa Sasa pelan pada orang-orang yang berdiri di luar mobilnya .
" iya " jawab mereka bersamaan .
Sasa kemudian turun dari mobilnya dengan menenteng satu plastik besar yang berisi bubur sumsum yang baru ia beli , tanpa mengetahui apapun Sasa berjalan masuk kedalam rumahnya .
" apa yang kau lakukan ??!! " teriak Archie tiba-tiba .
" mas " pekik Sasa kaget ketika melihat pemandangan didepannya , Sasa melihat beberapa pelayan wanita yang membantunya tadi pagi tengah duduk bersimpuh dilantai dengan wajah yang basah air mata .
" aku tanya apa yang kau lakukan Sasa !!! " teriak Archie lebih keras sehingga membuat suaranya bergema dirumahnya .
" Sasa dari luar sebentar " jawab Sasa lirih , ia takut mendengar suara teriakan Archie .
Archie berjalan pelan kearah Sasa berdiri matanya menatap bengis ke arah kantung plastik yang Sasa bawa .Ia kemudian merebut secara paksa kantung plastik itu yang membuat isinya berhamburan keluar .
" aku sudah pernah bilang padamu bukan , jangan makan disembarang tempat apa kau tak mendengar ucapanku ? apa peringatanku kemarin kau anggap angin lalu hahh ??!!! bentak Archie keras pada Sasa , ia menendang plastik yang berisi bubur sumsum yang Sasa beli sehingga lantai rumahnya menjadi sangat kotor .
" apa kau hanya bisa menangis ??" hardik Archie lebih keras pada Sasa yang sudah menangis .
Sasa mengangkat wajahnya yang pucat karena ketakutan melihat Archie marah , hatinya sakit ketika melihat makanan yang ingin ia makan diinjak-injak oleh Archie .
__ADS_1
" maaf " ucap Sasa lirih kemudian berjalan keluar rumah menuju mobil .
" heiii " teriak Archie tiba-tiba ketika menyadari kalau Sasa ingin pergi .
Archie berlari mengejar Sasa sampai di mobilnya , ia mencoba memegang tangan Sasa berkali-kali tapi selalu ditolak oleh Sasa .
" udah mas Sasa mau sendiri dulu , jangan ganggu !!! " ucap Sasa lirih .
" mau kemana? " tanya Archie jengkel .
" kemanapun " jawab Sasa seenaknya .
" Sasa kau istriku , kau harus mendengar ucapanku . Kau tak bisa melakukan sesuatu semaumu sendiri " ucap Archie dingin .
" Sasa punya hati mas , hati Sasa bisa sakit juga . Tolong mengerti , Sasa cuma mau sendiri sekarang pliss " ucap Sasa sambil menahan tangisnya .
Archie tak mengeluarkan kata-kata lagi ketika mendengar perkataan Sasa , ia hanya bisa terdiam melihat Sasa akhirnya pergi membawa mobilnya sendiri . Beberapa bodyguard Archie langsung mengikuti mobil Sasa dari belakang tanpa diperintah . Saat mobil Sasa keluar tak lama masuk mobil Rico kedalam rumah , ia merasa heran saat melihat Sasa membawa mobil sendiri tanpa seorang driver sedang Archie hanya melihatnya tanpa berkedip ke arah mobil Sasa .
" ada apa lagi ? " tanya Rico bingung ketika melihat Archie terlihat marah , wajahnya memerah .
Archie berjalan masuk kerumahnya tanpa menjawab pertanyaan Rico , melihat Archie masuk dengan membisu membuat Rico memilih diam tanpa berniat bertanya lagi . Ia sudah hafal betul sifat temannya itu , saat memasuki rumah Rico kembali dikagetkan saat melihat lantai rumah temannya itu sangat kotor karena terkena ceceran bubur sumsum yang lengket . Rico pun terpaksa memutar jalan mengikuti langkah Archie menuju ruang belajarnya . Archie duduk di kursinya dengan meletakkan tangannya dikepala , ia mengacak-acak rambut brunettenya .
" ini perang dunia keberapa ? " tanya Rico pelan .
" entah lah aku tak menghitung " jawab Archie lirih .
Archie kemudian menceritakan kejadian yang membuatnya marah , dari ia melihat darah di dapur sampai ia tau kalau darah itu milik Sasa lalu saat melihat Sasa membawa makanan yang dibelinya dari luar . Archie tau makanan itu pasti dibeli disembarang tempat karena jam tujuh pagi belum ada restoran yang buka .
" lalu kau menghancurkan makanan yang istrimu bawa ? " tanya Rico speechless .
" yes " jawab Archie cepat .
" kenapa kau tak bisa mengontrol emosimu kau seharusnya tak sampai sefrontal itu sampai harus menghancurkan makanan itu didepan istrimu " ucap Rico datar , ia tau pasti hal itu mengakiti Sasa .
Archie tak menyanggah ucapan Rico kini ia hanya bisa menyesal telah melakukan hal itu pada Sasa , ia hanya tak suka Sasa makan makanan yang tak bersih apalagi Sasa sedang hamil . Archie tak ingin terjadi hal buruk pada kehamilannya .
Rico hanya menggelengkan kepalanya ketika tau apa penyebab pertengkaran temannya kali ini , Archie memang sudah keterlaluan kali ini .
" kau tau kemana Sasa pergi? " tanya Rico pelan .
" no , tapi tadi beberapa orangku mengikutinya " jawab Archie lirih .
" akh kau ini benar-benar " sengit Rico jengkel , ia kemudian menghubungi orang-orang Archie yang membuntuti Sasa .
Rico kemudian terlihat sibuk berbicara melalui ponselnya . Sesekali ia melirik ke arah Archie yang terlihat menyesali perbuatannya .
__ADS_1
" istrimu menghilang !!! " ucap Rico pelan .
" whattt !!!! " jerit Archie kaget .
" ia meninggalkan mobil diparkiran apartemennya , sewaktu anak buahmu cek ke unitnya istrimu tak ada disana . Setelah mereka cek cctv mereka akhirnya tau istrimu pergi menggunakan taksi " jawab Rico menjelaskan apa yang terjadi .
prankk
suara benda yang hancur karena dibuang Archie .
" what the ... " teriak Archie jengkel .
" anak buahmu sedang mencari tau , mereka melacak dari nomor taksi itu . kau tenang saja " ucap Rico menenangkan bosnya itu .
" kau harus belajar sabar menghadapi istrimu apapun itu , apalagi kau tau istrimu sedang hamil kan . Kau lebih dewasa dari dia seharusnya kau lebih banyak mengalah " imbuh Rico .
" aku hanya ingin yang terbaik untuknya , aku tak ingin terjadi sesuatu padanya Rico . Apa aku salah ? " ucap Archie lirih .
" salah kalau kau langsung memarahinya secara langsung dihadapan semua orang apalagi kau membuang makanan itu , dia pasti tersinggung " rico mencoba menjelaskan .
" aku belum pernah segila ini mencintai seseorang kau tau sendiri kan , aku akhhh " pekik Archie menyesali perbuatannya .
" sudah lah jangan kau sesali , ayo cari istrimu kalau tidak kau akan lebih menyesal lagi kalau dia benar-benar pergi " ucap Rico dengan tersenyum .
Archie mengangkat wajahnya lalu bangkit dari kursinya dan berjalan menuju mobilnya di halaman , Rico mengekor dibelakang Archie sembari memberikan semangat pada para pelayan yang sedang membersihkan lantai karena perbuatan Archie .
Rico sudah mendapatkan informasi kemana Sasa pergi , orang-orang IT dikantornya berhasil melacak kemana arah taksi itu pergi . Archie terlihat kacau didalam mobil berkali-kali ia menggaruk rambutnya yang tak gatal , Rico hanya tersenyum tipis melihatnya .
" tempat ini " celetuk Rico kaget ketika melihat dimana tempat mobilnya berhenti .
" ya ini komplek rumah lama istriku " jawab Archie singkat .
Mereka menatap perumahan mewah milik pilot itu berjajar rapi , tak banyak yang berubah dari perumahan itu sejak terakhir kali mereka kesana sewaktu menjemput Sasa dulu .
Archie berjalan menuju rumah yang terlihat tanpa penghuni yang mempunyai ayunan kayu di depan sebuah taman , rumah itu adalah bekas rumah Sasa dan orangtuanya dulu .
" hei mau kemana ? " teriak Rico heran ketika melihat Archie berjalan di arah taman .
" aku tau dimana Sasa " jawab Archie dengan tersenyum .
Rico dan orang-orangnya memilih menunggu dimobil , mereka ingin memberikan waktu untuk suami istri itu berbaikan .
Langkah Archie terhenti saat melihat orang yang ia cari tengah duduk disebuah kursi sambil memberi makan pada beberapa ekor merpati liar yang hidup ditaman itu , senyumnya tersungging saat melihat Sasa bermain-main dengan burung-burung itu .
" sayang , maafin mas " ucap Archie lembut yang membuat puluhan merpati itu terbang menjauh karena kehadiran Archie ditempat itu .
__ADS_1
" siapa kamu !!! " ucap Sasa sinis .