
Kediaman Alexander Del Leon
Saat Alexander Del Leon menikmati makan pagi bersama tiga putri kembarnya tiba-tiba asisten pribadinya berlari-lari dari arah halaman bersama dengan dua orang pria lainnya , saat sampai diruang makan wajah mereka terlihat pucat seperti mayat .
"Kalian ini kenapa ? sepagi ini sudah berlarian seperti ini menganggu makan pagiku saja !!!" hardik Alexander Del Leon penuh kemarahan .
"Tuan sepertinya kita telah kecolongan " ucap asisten pribadi Alexander Del Leon dengan terbata .
"Bicara yang jelas !!!" bentak Carolina kesal , ia sudah kehilangan selera makannya .
"Uang kita di bank Swiss menghilang tuan " jawab Pedro sang asisten dengan lirih .
Brak
Alexander Del Leon langsung berdiri dari kursinya sehingga membuat kursi yang sedang ia duduki jatuh , wajahnya langsung memucat . Tiba-tiba ia terhuyung dan hampir jatuh kalau Selena tidak menyangga tubuh sang ayah .
"Ayo bantu daddy duduk di sofa " jerit Selena panik .
"Gracia ambilkan obat daddy cepat !!! ucap Carolina pada Gracia .
Gracia langsung berlari menuju kamar sang ayah , sementara itu Selena dan Carolina nampak mencoba menenangkan sang ayah yang sudah di bopong ke sofa oleh ketiga anak buah kepercayaannya .
Saat Gracia kembali dengan membawa satu kotak obat yang terdiri dari inhaler dan obat-obatan lainnya Carolina segera memberikan inhaler pada Alexander Del Leon , Alexander yang punya riwayat sakit jantung tiba-tiba tak bisa bernafas dengan baik ketika mendengar perkataan Pedro sang asisten .
Setelah mendapatkan pertolongan dengan menghirup nafas dari inhaler nafas Alexander Del Leon menjadi lebih stabil , ia sudah bisa tenang hanya keringat dingin dari keningnya saja yang masih membanjiri wajahnya .
"Apa maksudmu Pedro ?? jelaskan padaku sekarang " tanya Selena pada Pedro dengan lirih .
Pedro pun berjalan ke arah ruang tamu berusaha menjauh dari Alexander Del Leon menyusul Selena yang sudah menunggunya , ia kemudian menjelaskan kronologinya . Pedro bahkan menunjukkan saldo rekening melalui laptopnya , Selena pun terduduk lemas begitu membaca saldo akhir di rekening sang ayah yang hanya tersisa 45 milyar saja padahal jumlah uang yang disimpan Alexander Del Leon di bank Swiss lebih dari 50 Triliun . Carolina dan Gracia yang baru bergabung pun tak kalah shock melihat layar laptop milik Pedro .
"Kenapa bisa begini ? " tanya Selena bingung .
"Kemungkinan rekening tuan di bobol musuh bisnisnya nona " jawab Pedro terbata-bata .
__ADS_1
"Siapa orang yang mempunyai kemampuan seperti itu !!! orang yang mampu membobol saldo rekening di bank Swiss arrgghhhh ini gila " teriak Carolina penuh amarah .
"Dia pasti bukan orang sembarangan nona , yang pasti orang itu adalah orang yang sudah sangat mahir dalam bidang seperti ini " jawab Pedro cepat .
Gracia yang tengah duduk didepan laptop pun hanya bisa menundukkan wajahnya kemeja , ia tak mengerti kenapa ada orang yang mampu membobol rekening di bank terbaik di dunia itu .
"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya kak ? " tanya Carolina pada Selena yang sedang termenung di sofa .
"Bagaimana dengan kondisi keuangan perusahaan Pedro ? " tanya Selena setengah berteriak pada Pedro .
"Sepertinya kita harus melepas seluruh saham Leon Corporation pada tuan Archie Durran nona " jawab Pedro serius .
"Kau gila !!? itu perusahaan daddy , perusahaan yang daddy bangun bertahun-tahun lalu . Bagaimana mungkin kita bisa menyerahkan bergitu saja hasil jerih payah daddy pada orang lain Pedro !!!" bentak Gracia tersulut emosi .
"Apa nona-nona semua sudah siap hidup dijalanan ?? ini adalah satu-satunya cara agar kita masih punya uang nona " jawab Pedro dengan serius .
Selena dan kedua adiknya pun langsung terdiam mendengar jawaban dari Pedro , karena melihat tiga putri tuannya kebingungan akhirnya Pedro pun menjelaskan bagaimana cara mempertahankan aset Alexander Del Leon lainnya yang ada di Spanyol dan Italia .
Setelah mendengarkan rencana Pedro ketiga anak kembar Alexander Del Leon pun bisa bernafas sedikit lega , setidaknya aset-aset milik ayah mereka masih aman di Spanyol . Akan tetapi hal yang menyedihkan adalah mereka harus benar-benar melepas Leon Corporation pada Archie Durran . Perusahaan yang dibangun dengan penuh keringat oleh sang ayah selama bertahun-tahun akhirnya harus berpindah tangan pada orang lain , mengingat hal itu Selena merasakan sakit dan marah pada saat yang sama begitupun dengan si kembar Carolina dan Gracia .
"Kalau terjadi sesuatu pada ayahku kau harus bertanggung jawab Archie " ucap Selena dalam hati .
Gracia dan Carolina pun hanya bisa terduduk lemas dilantai sambil memandang sang ayah , mereka yang dibesarkan oleh sang ibu di Italia sebenarnya tak pernah berjumpa dengan Alexander Del Leon selama hampir delapan belas tahun sampai akhirnya mereka berjumpa dengan ayah biologisnya sampai akhirnya dijadikan sniper handal oleh Alexander untuk menjalankan bisnis haramnya di Spanyol selama tujuh tahun ini sampai usia ketiga gadis kembar itu menginjak 25 tahun .
"kakak kenapa ? " tanya Carolina pada Selena yang terlihat sedang melamun .
"Ohh itu mmm tidak aku hanya mengingat masa-masa awal pertemuan dengan daddy 7 tahun lalu di Roma " jawab Selena dengan senyum yang dipaksakan .
"Awal kita mengetahui kalau ternyata kita punya daddy ya " celetuk Gracia dengan mata berkaca-kaca .
"Iya betul " sahut Carolina bersemangat .
" Oleh karena itu kita harus membantu daddy menumpas musuh-musuh nya sebagai anak yang berbakti kak " imbuh Carolina dengan mata berapi-api .
__ADS_1
"Apa kalian pernah berpikir kalau sebenarnya daddy memanfaatkan kita ? " tanya Selena dengan suara yang hampir tak terdengar .
Brak
Carolina memukul kotak obat milik Alexander Del Leon yang ada dimeja sehingga obat-obatan itu jatuh berhamburan dilantai , Carolina marah mendengar perkataan sang kakak .
"Dia ayah kita kak !!!sebagai anak bukankah sudah kewajiban kita membantunya !! " teriak Carolina dengan emosi .
"Aku tau itu Carol tapi apakah cara yang kita lakukan ini benar ? selama hampir 7 tahun kita menjadi penjahat apa kau tau itu Carol ....
Plak
Tangan Carolina melayang ke pipi Selena dengan keras sehingga membuat Selena tak bisa menyelesaikan perkataannya .
"Aku akan melakukan apapun demi membantu daddy apapun itu caranya kak ... dan kau tak pantas berbicara seperti itu pada daddy!!! dia daddy kak...." teriak Carolina menggila , ia tak suka Selena menjelekkan sang ayah . Bagi Carolina sang ayah adalah segalanya untuk itu ia rela melakukan apapun yang diperintah Alexander Del Leon walaupun harus menghilangkan nyawa orang sekalipun .
Setelah berbicara kasar pada Selena sang kakak Carolina langsung pergi menuju kamarnya yang ada dilantai dua , sementara itu Garcia nampak sibuk mengumpulkan dan merapikan obat-obatan milik sang ayah yang berserakan dilantai .
"Kau harus tau Carol ayah tak benar-benar mencintai dan menganggap kita anaknya " ucap Selena lirih .
"Kak jangan berbicara seperti itu lagi , kak Carol pasti akan marah sekali kak " sahut Gracia dengan setengah berbisik .
"Aku tau Grace , yang aku tau tak ada namanya orang tua yang menjerumuskan anaknya ke lubang hitam Grace " ucap Selena terisak , ia mengingat malam kelam dimana ia hampir kehilangan kesuciannya ketika dijual oleh Alexander Del Leon di Spanyol pada mafia yang paling ditakuti itu .
Selena bahkan harus memasukan obat tidur dalam dosis besar untuk kesepuluh pria beringas itu , Selena dijual untuk dijadikan piala bergilir kesepuluh orang lelaki kasar itu sampai akhirnya Selena bisa melarikan diri dari rumah mafia mengerikan itu .
"Aku bersyukur bisa menjaga dan memberikan kesucian ku pada pria yang tepat Grace ..." isak Selena dalam tangisnya .
"Apa maksud kakak ? " tanya Gracia terkejut mendengar perkataan Selena .
"Jangan bilang kakak sebenarnya masih perawan sejak dulu ??jadii jadii Ricardo sudah benar-benar mendapatkan keperawanan kakak ??? ...." jerit Gracia tak percaya .
🌼 Bersambung 🌼
__ADS_1
Jangan lupa like , komentar dan bantu ratting ( kasih bintang 5 ) ya kakak-kakak . Terima kasih banyak 🌹.