
Vote dulu sebelum baca
Mendengar perkataan Archie membuat Sasa hampir tersedak , dengan cepat ia meletakkan gelas yang ia pegang ke atas meja .
"Masss!!!! "Jerit Sasa sambil menutup mulutnya .
"Ada apa. ?" Tanya Archie tanpa rasa bersalah sedikitpun .
"Mas itu sudah gila ya !!!bicara seperti itu di depan para pelayan ." Ucap Sasa sambil menatap tajam kearah Archie .
Melihat Sasa marah membuat Archie tertawa makin lebar , alih-alih merayu sang istri Archie justru menggoda baby Arthur yang duduk di sebelahnya . Karena merasa ucapannya tak dipedulikan oleh Archie , Sasa kemudian berjalan kearah dapur karena memilih menyudahi acara makan paginya. Sasa langsung merasa kenyang walau hanya makan beberapa sendok sereal saja.
Saat Sasa akan memgambil almond milk dari dalam kulkas tiba-tiba terdengar suara langkah kaki beberapa orang di tangga , dengan cepat Sasa menoleh kearah tangga dan tersenyum ketika melihat ketiga pasang pengantin baru yang sedang berjalan itu . Sasa pun kemudian kembali berjalan menuju ke meja makan di mana sang suami masih membersihkan sisa-sisa makanan di wajah sang putra.
"Maaf bos kami telat ."Ucap Rico sambil tersenyum .
"it's okay i know "Jawab Archie sambil melirik kearah Sasa .
Mengetahui Archie sedang menggodanya salsa langsung membuang muka ke arah Arthur yang duduk disebelah Archie . Archie tersenyum tipis melihat sang istri tersipu malu , mereka semua kemudian menikmati makan pagi bersama dengan penuh tawa . Sasa secara tak sengaja melihat ada bekas kissmark di leher Rico ,Gustaf dan dokter Frans . Wajah Sasa kembali memerah saat melihat bekas merah keunguan itu juga nampak dileher tiga Lumenta bersaudara.
Kritttt
Sasa bangun dari kursinya dengan tiba-tiba sehingga membuat semua orang kaget termasuk Archie yang sedang memasukkan potongan daging kalkun ke dalam mulutnya .
" Kau kenapa...
" Arthur sepertinya sudah kenyang , aku harus segera mengganti pakaiannya yang kotor itu " Ucap Sasa dengan tergagap memotong perkataan Archie , selesai berbicara seperti itu Sasa kemudian berjalan mendekati Arthur dan menggendong anaknya dengan cepat .
Archie terdiam melihat Sasa tiba-tiba bersikap seperti itu , Archie ingat betul jika Sasa seperti itu pasti dia sedang malu atau kesal . Saat Archie kembali melihat ke arah piringnya ekor matanya secara tak sengaja melihat tanda merah di leher Rico yang dapat ia lihat dengan jelas , Archie kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Gustaf dan dokter Frans . Lagi-lagi Archie tersenyum tipis ketika melihat bekas merah keunguan juga ada di leher dua orang anak buahnya itu .
"Apa kalian akan tetap pindah ke apartemen hari ini ? "Tanya Archie sambil memasukkan potongan daging ke mulutnya pura-pura tak melihat tanda kissmark di leher semua anak buahnya itu .
"Iya bos kami rasa lebih cepat lebih baik " Jawab Rico sambil tersenyum tanpa menyadari bekas kissmark yang ada di lehernya terlihat jelas .
" Kalian berdua juga ? " Tanya Archie kembali pada Gustaf dan dokter Frans .
" Iya bos " Jawab Gustaf dan dokter Frans secara bersamaan.
" Baiklah kalau begitu , setelah makan aku akan langsung kekantor karena pihak HRD tadi menghubungiku untuk menyeleksi kandidat sekertaris yang baru " Ucap Archie sambil menyeka bibirnya menggunakan sapu tangan.
__ADS_1
"Kalau sudah selesai kami akan menyusul anda bos " Celetuk Gustaf tiba-tiba .
" A a a a a tidak usah ,lebih baik kalian urus tempat tinggal kalian yang baru itu . Urusan dikantor aku bisa menghandle nya sendiri " Jawab Archie menolak ide Gustaf .
" Baiklah bos kalau begitu " Sahut Rico penuh hormat .
Karena Archie sudah selesai makan ia kemudian mengambil air minum yang ada di sebelahnya , dalam satu tegukan Archie menghabiskan air putih di gelas cantik itu . Tak lama kemudian Archie bangun dari kursinya dan bersiap berjalan menuju ke lantai dua untuk berpamitan pada Sasa , akan tetapi tiba-tiba ia menghentikan langkahnya dan kembali berjalan kearah meja makan .
"Kain kali jika kalian selesai bercinta perhatikan tubuh kalian , menyisakan bekas atau tidak . Karena jika ada orang yang melihatnya ia pasti akan malu seperti istriku contohnya " Ucap Archie sambil menahan tawa.
Archie kemudian berjalan kembali menuju ke tangga tanpa menoleh ke arah meja makan , di mana semua orang sedang memekik lirih saat menyadari di leher mereka terdapat bekas tanda ciuman . Mereka semua nampak sedang mengutuk kebodohannya karena tak menyadari ada tanda cinta itu di lehernya masing-masing , Selena pun nampak langsung menyibak rambut panjangnya untuk menutupi lehernya begitu pula dengan Gracia dan Carolina yang nampak melakukan hal yang sama seperti sang kakak .
Dari lantai dua Archie tersenyum kecil ketika melihat kebodohan ketiga anak buahnya itu , ia lalu berjalan kembali menuju kamar dimana sang istri berada .
Ceklek
Archie membuka pintu dari luar dan tersenyum ketika melihat Sasa sedang memberikan gel pada rambut Arthur yang sudah mulai lebat .
" Maaf ya sayang " Bisik Archie pelan sambil memeluk perut Sasa dari belakang .
" Maaf untuk apa ? " Tanya Sasa bingung .
" Ikh kenapa harus dibahas lagi !!!" Jerit Sasa jengkel karena merasa Archie masih menggodanya .
" Jadi sudah tak marah kan ? " Tanya Archie dengan senyum mengembang dibelakang leher Sasa .
" Iya tapi jangan diulangi , apa yang terjadi dikamar kita jangan disebar ke orang-orang mas ga baik itu " Jawab Sasa sambil tersenyum .
" Huum tapi janji ya jangan marah lagi " Sahut Archie dengan manja .
Sasa tersenyum dan mengangguk pelan merespon perkataan sang istri ,ia kemudian melepas pelukannya dan duduk di ranjang dimana Arthur sedang duduk membelakangi Sasa ketika sedang dirapikan rambutnya oleh sang ibu .
" Kau ini benar-benar membuatku semakin tergila-gila padamu sayang " Ucap Archie pelan .
" Gombal " Jawab Sasa ketus .
" Benar , sifat pemalu mu yang membuat mas tergila-gila padamu seperti ini " Ucap Archie pelan .
" Udah akh sana pergi kekantor , lama-lama dirumah nanti Sasa melayang terus-terusan di goda kaya gini " Pekik Sasa sambil memukul Archie pelan.
__ADS_1
Archie tertawa melihat Sasa salah tingkah , karena sudah siang Archie akhirnya bangun dari ranjang dan memeluk sang istri dengan erat dan menggendong Arthur sebentar lalu menyerahkannya kembali pada Sasa sebelum akhirnya ia benar-benar berangkat kekantor .Saat menuruni tangga ia hanya melambaikan tangannya ke arah meja makan dimana Rico dan yang lainnya masih menikmati sarapan .
Archie langsung masuk ke mobil yang sudah siap mengantarnya ke kantor pusat Durran Internasional yang ada di Canada tak lama kemudian iring-iringan mobil Archie sampai dikantor pusatnya .
Para karyawan yang sudah mendengar berita kedatangan Archie ke Canada nampak sangat antusias menyambut kehadiran sang bos besarnya itu , Archie hanya tersenyum tipis ketika disambut seperti itu oleh para karyawan . Ia kemudian meneruskan langkahnya menuju ke lantai 42 dimana ruangannya berada , setelah meletakkan tasnya di meja Archie kemudian turun kembali ke lantai 35 di ruang aula di mana proses rekrutmen masih berlangsung .
" Ini tuan calon kandidat terkuat saat ini " Ucap Yeslin Wang sang HRD manager di Durran Internasional yang ada di Canada .
" Ok , biarkan aku bertemu dengannya " Jawab Archie pelan .
" Baik tuan " Sahut Yeslin Wang sambil menunduk .
Tak lama kemudian seorang wanita berwajah Asia nampak duduk dihadapan Archie , dengan menggunakan blazer warna pink wanita itu terlihat sangat cantik dan anggun. Ia terus-menerus menebarkan senyumnya ke arah Archie yang sedang sibuk membaca berkas pribadinya.
" Jadi kapan anda bisa mulai bekerja nona Mariza ? " Tanya Archie pelan sambil mengangkat wajahnya ke arah wanita yang ada dihadapannya.
" As soon as possible sir " Jawab wanita yang dipanggil Mariza sambil tersenyum .
" Baiklah , datang besok pagi sebelum jam delapan meja kerjamu ada di lantai 41 . Laporkan semua jadwal padaku setiap pagi dan letakkan di atas meja . Tugasmu lainnya pasti kau sudah tau bukan " Ucap Archie sambil tersenyum .
" Sudah pak " Jawab Mariza sambil mengangguk .
" Ok see you tomorrow , sekarang kau sudah boleh pulang " Ucap Archie ramah.
" Baik pak , sampai bertemu besok dan terima kasih atas kesempatan dan kepercayaan anda karena menerima saya bekerja disini " Sahut Mariza sambil menunduk sehingga membuat dadanya terlihat ketika ia sedang dalam pose seperti itu .
" Semoga kau betah bekerja disini , ya sudah aku harus kembali bekerja " Jawab Archie cepat sambil bangun dari kursinya dan berjalan ke arah pintu keluar meninggalkan Mariza sendirian di ruang interview itu .
Setelah Archie pergi sebuah senyuman tersungging diwajah cantik Mariza , perlahan wanita itu menyentuh dadanya yang sudah di implan itu .
" Tak sia-sia aku mengeluarkan banyak uang untuk operasi , Archie Durran tak mengenaliku ha ha ... bagus sesaat lagi kau akan jatuh dalam pelukanku Archie , kita lihat nanti " Gumam Mariza sambil memandang pintu tempat Archie keluar .
🌼Bersambung 🌼
Jangan lupa like , komentar dan baca novel Thor yang lainya diantaranya :
Bodyguard cantik
Faith 2 The return of the prince ( bantu like sampai 1000 ya nanti Thor masukan foto para pemainnya he he he )
__ADS_1