
Fairmont Le Château Frontenac Hotel
Setelah Archie pergi Sasa nampak mulai jenuh sendirian dikamar hotel yang mewah itu , karena lapar akhirnya Sasa memesan makanan melalui layanan hotel . Sembari menunggu makanan yang dipesan datang Sasa membuka ponselnya dan mencari nama Alexander Youran di situs pencari . Hasil pencarian menunjukan artikel tentang penyerangan yang Archie alami dengan tersangka utama bernama Alexander Youran . Foto Alexander hanya sedikit yang ditampilkan hanya bagian mata saja yang sangat mirip dengan Archie dan membuat Sasa yakin kalau dia adalah adik sang suami .
" kalian kan bersaudara kenapa harus begini " ucap Sasa lirih sambil meletakan ponsel nya yang sudah ia matikan karena sedang dalam mode mengisi baterai .
tok
tok
" servise room "
terdengar suara seorang pria dari balik pintu .
Sasa berjalan mendekati pintu lalu membukanya perlahan , tak lama kemudian masuklah seorang pelayan hotel yang membawa makanan pesanan Sasa .Dia kemudian meletakkan piring-piring berisi makanan yang sudah Sasa pesan , tak lama kemudian ia pun pergi keluar Sasa pun dengan cepat mengunci pintu karena teringat pesan Archie .
Sasa lalu menikmati makan siangnya dengan lahap , memasuki usia kehamilan 7 bulan membuat nafsu makan Sasa kembali lagi dan membuat berat badannya bertambah . Dua puluh menit kemudian Sasa selesai makan dan ia memutuskan untuk istirahat di ranjang karena pinggangnya sudah mulai pegal kalau terlalu lama duduk .
" siapa lagi yang datang , perasaan cuma pesen makan aja tadi " ucap sasa dalam hati ketika mendengar pintu kamarnya diketuk .
ceklek
" cari siapa ? " tanya Sasa pada seorang pria yang ada didepannya .
" hallo kakak ipar " ucap Alexander sambil menerobos kamar Sasa .
Alexander kemudian mengunci pintu dari dalam sementara Sasa sudah menjauh dari pria yang ada dihadapannya itu , Sasa bisa melihat pistol yang ia bawa .Sasa bisa saja melawannya akan tetapi kini Sasa memikirkan anaknya jadi ia harus ekstra hati-hati .
" ternyata kau lebih cantik dilihat langsung daripada melihatmu di foto " ucap Alexander lirih .
" apa maumu !!! kenapa kemari " pekik Sasa emosi .
" ha ha ha sabar kakak ipar kenapa kau suka sekali langsung ke inti , kita harus intro dulu " Alexander mencibir .
" aku tak ada urusan dengan mu lebih baik kau keluar " perintah Sasa mencoba tak panik .
" tentu saja kita ada urusan kak , kau istri kakakku yang kaya itu jadi kita saudara " jawab Alexander sambil menatap Sasa dari ujung kaki sampai ujung rambut .
Merasa diperhatikan dengan tajam membuat Sasa merasa risih, ia pun memilih mengambil jaketnya lalu memakainya dengan cepat .
" ternyata wanita hamil itu memang lebih cantik daripada wanita biasanya " ucap Alexander sambil menelan salivanya karena melihat Sasa , rupanya nafsunya mendadak naik karena Sasa .
" kau sakit Alex !!! lebih baik kau kerumah sakit " hardik Sasa dengan tegas.
" pantas saja Archie menikahi mu rupanya kau mempunyai mulut yang tajam sama sepertinya , tapi aku suka perempuan yang pemberani seperti mu " ucap Alexander sambil meletakkan pistolnya di meja untuk menakut-nakuti Sasa .
" aku tak mengerti kenapa Archie bisa punya adik sakit sepertimu " ujar Sasa sambil memegang sebuah gelas kaca disebelahnya , kejadian beberapa tahun lalu di India membuatnya belajar banyak .
plakkkk
Alexander melayangkan tangannya ke pipi Sasa dan membuat pipi sasa tergores karena terkena cincin yang dipakai Alexander , Sasa terjatuh di ranjang dan membuat gelas yang ia pegang terjatuh .
" akhhh " jerit Sasa ketika Alexander menarik rambutnya dengan kasar .
" hei aku tak pernah ragu untuk membunuh perempuan , jaga ucapanmu dihadapanku " hardik Alexander sambil mencengkram dagu Sasa .
Alexander kemudian membanting gelas yang ada diranjang ke lantai , Sasa hanya meringis merasakan pipinya yang mengeluarkan darah .
" lebih baik kau bekerja sama denganku sampai Archie menyerahkan semua uangnya padaku " ucap Alexander sambil menata ponselnya untuk melakukan perekaman.
" kau tak pantas mendapatkan uang Archie , kau hanya seorang pecundang kau hanya...
plakkk
Alexander kembali menampar Sasa di pipi yang sama sehingga membuat pipi Sasa tergores makin dalam .
__ADS_1
" jaga ucapanmu pelacur !!! kalau tidak aku akan memaksa keluar anak diperutmu ini " ucap Alexander sambil menekan perut Sasa dengan pecahan kaca yang ia pegang .
Air mata sasa menetes deras mendengar ancaman Alexander , rasa takut perlahan datang menyelimuti Sasa ia tau Alexander adalah orang yang kejam .
Alexander melepaskan tangannya dari wajah Sasa ia mendorong Sasa dengan kasar hingga Sasa sampai terjatuh di kasur dengan posisi tertelungkup , untung saja kasur dikamar itu terbuat dari bulu angsa sehingga tak begitu menyakitkan bagi Sasa .
Sasa merasakan perutnya lebih kencang ia merasa anak didalam perutnya juga merasakan ketakutan yang sama dengannya , ia hanya berharap Archie segera datang menyelamatkan dirinya .
Alexander akhirnya membuat sebuah video yang akan ia kirimkan pada Archie akan tetapi karena ia tak tau nomor ponsel Archie akhirnya dia hanya meninggalkan begitu saja ponsel miliknya yang berisi rekamannya untuk mengancam Archie tergeletak begitu saja di kasur .Dengan cepat Alexander memaksa Sasa keluar dari hotel ia tak menghiraukan keluhan Sasa yang merasakan sakit pada perutnya , Alexander akhirnya bisa keluar dari hotel itu dengan mengancam Sasa dan memesan taksi lalu pergi ke rumah ibunya yang sudah tak berpenghuni bersama Sasa .
Alexander memaksa Sasa keluar dari taksi , setelah kepergian taksi itu Alexander kembali menjambak rambut panjang Sasa dengan kasar hingga membuat Sasa kembali menangis , Sasa tak melawan perlakuan Alexander ia hanya berfikir jangan sampai Alexander bertambah marah sehingga membuat anaknya dalam bahaya . Ancaman Alexander sewaktu di hotel masih terngiang di ingatan Sasa .
" kita duduk manis disini sambil menunggu kakak tersayang ku datang " ucap Alexander dingin .
Sasa terpaksa duduk disebuah lantai yang lembab karena tak ada kursi lagi yang bisa ia pakai , sembari menyentuh perutnya Sasa terus berdoa semoga Archie lekas datang rasa sakit diperutnya hilang timbul hingga membuatnya khawatir . Sasa tak merasakan lagi luka di pipinya yang ia pikirkan adalah jangan sampai Alexander menyentuh perutnya , karena sewaktu ia mengancam Sasa dihotel pecahan kaca yang ia pegang ternyata melukai perut Sasa dan hal itu membuat Sasa takut kalau Alexander benar-benar akan mengeluarkan anaknya dengan paksa .
" sudah hampir dua jam dan kakakku itu belum datang ha ha ha , sepertinya ia tak mencintaimu kakak ipar !! " ucap Alexander sambil menikmati sebotol whiskey yang ia ambil dari hotel tadi .
" dia akan datang " sahut Sasa dengan suara bergetar karena kedinginan .
" ha ha ha , kau tau kakak iparku yang cantik , Archie dulu punya kekasih bernama Cassandra mereka bahkan sudah bertunangan tapi akhirnya Archie mencampakkan Cassandra sehingga Cassandra meminta bantuanku untuk menyingkirkan dirimu . Tapi sayang hari ini Cassandra tewas di tangan anak buah suamimu jadi mungkin aku harus membunuh mu juga supaya Cassandra tenang di alam sana ha ha ha " bentak Alexander dengan suara keras
" jadi semua ini karena Cassandra ? " tanya Sasa dengan ketakutan .
" iya gadis cantik itu , sayang sekali Archie sudah mencicipinya pertama kali hingga aku tak dapat apa-apa haha " ucap Alexander mengenang hari-harinya bersama Cassandra .
prankk
Alexander melempar gelas whiskey yang sudah kosong ditangannya ke lantai kesabarannya sudah habis karena sudah terlalu lama menunggu Archie datang , ia kembali berjalan ke arah Sasa dan mencoba mengancam Sasa lagi .
" bagaimana kalau kita menghangatkan diri di lantai ini kakak ipar ? aku belum pernah merasakan bagaimana rasanya wanita hamil " bisik Alexander ke telinga Sasa .
" noooo ..!!! don't touch me " teriak Sasa ketakutan sambil mundur kebelakang , air mata Sasa kembali mengucur dengan deras ia benar-benar merasa dilecehkan oleh Alexander.
" ayolah aku akan bermain cepat " ucap Alexander sambil berjongkok mendekati Sasa yang sudah duduk dipojok dengan menangis .
" pecundang itu rupanya lebih mencintai hartanya daripada kau kakak ipar buktinya ia tak datang bukan hahaha , lebih baik kau ikuti mauku hahahah " jawab Alexander dengan tersenyum sinis sewaktu melihat Sasa berteriak memanggil nama Archie .
" diaa akan datang aku percaya padanya " ucap Sasa terbata .
Sasa berusaha merapikan jaketnya dengan lebih rapat lagi ia benar-benar takut Alexander akan berbuat nekat .
Brakkkkk
suara pintu terdengar terbuka paksa oleh seseorang , tak lama kemudian masuklah Archie kedalam rumah itu seorang diri .
" Sasa " desis Archie lirih ketika melihat sang istri ada di pojok ruangan yang lembab itu .
" masss " teriak Sasa spontan ketika melihat Archie .
Prok prok
suara tangan Alexander bertepuk tangan ketika melihat Archie datang .
" rupanya perempuan ini benar-benar kau cintai kakak " ucap Alexander alih-alih menyapa Archie yang terlihat sangat marah itu .
" brengsek beraninya kau menyentuh istriku dengan tangan kotormu itu Alex !!!" hardik Archie emosi ketika melihat darah di pipi Sasa .
" aku hanya memberinya sedikit pelajaran kakak supaya berbicara dengan sopan padaku haha , dimana salahku " ucap Alexander dengan tertawa .
" mana uang yang aku minta " imbuh Alexander sambil memainkan pisau lipat ditangannya.
" urusanmu dengan ku kenapa kau bawa istriku , apa sudah selemah ini nyalimu Alex ? ucap Archie menyindir .
" kau !!! jaga ucapanmu Archie , jangan panggil aku Alexander kalau tak bisa menghabisimu " teriak Alex sambil melompat ke arah Archie dengan menghunuskan pisau .
__ADS_1
Archie yang tau arah gerakan Alex langsung menghindar kemudian mengeluarkan senjata rahasia pemberian Gustaf yang langsung membuat Alex pingsan karena terkena aliran listrik yang ada disenjatai rahasia itu . Begitu Alex terjatuh dilantai Archie langsung memborgol kedua tangannya dan tak lama kemudian beberapa orang bodyguard Archie yang bersembunyi segera berlari ketempat Alex pingsan , mereka langsung menarik tubuh Alex dan dimasukan ke mobil sesuai perintah Archie .
Archie langsung berlari ke arah Sasa begitu anak buahnya mengurus Alex , Archie langsung memeluk Sasa yang sedang menangis di pojok sambil kedinginan .
" maaf sayang maaf mas datang telat " ucap Archie lirih sambil memeluk Sasa .
" hiks hiks dia jahat mass " tangis Sasa terbata .
" mas sudah disini sayang jangan takut " Archie mencoba menenangkan Sasa yang tubuhnya gemetaran .
" mas ... awwwww masss sakit " jerit Sasa tiba-tiba ketika merasakan kontraksi yang dahsyat .
Mendengar Sasa berteriak kesakitan Archie langsung panik ia dengan cepat menggendong Sasa ke dalam mobil , beberapa bodyguard Archie bertindak cepat membantu Archie . Mereka berusaha tak panik ketika mendengar suara tangisan Sasa yang mengerang kesakitan .
Saat Archie memasukan Sasa ke mobil rombongan polisi dan dokter Frans tiba di TKP , mereka langsung berhamburan kearah Archie yang sedang berdiri di samping mobil .
" Frans " teriak Archie saat menyadari kedatangan dokter Frans.
Dokter Frans langsung berlari kearah Archie yang tengah memangku Sasa yang sedang kesakitan .
" istrimu akan melahirkan " ucap dokter Frans serius .
" tapi masih tujuh bulan Frans " jawab Archie dengan bergetar .
" prematur !! bayimu akan lahir secara prematur , ayo cepat kerumah sakit !!! " titah dokter Frans ketika melihat Sasa mulai melemah .
Setelah dokter Frans masuk mobil yang membawa Archie dan Sasa langsung melaju dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit , kebetulan karena petugas kepolisian sudah mensterilkan area itu mobil Archie bisa berjalan dengan cepat . Di dalam mobil Archie berusaha mengajak Sasa berkomunikasi seperti anjuran dokter Frans untuk tetap membuat Sasa terjaga .
" sayang sabar , kuat ya sebentar lagi sayang " ucap Archie berkali-kali mencoba menguatkan Sasa yang sudah basah keringat dingin.
Sementara itu dokter Frans juga berusaha memijat titik akupuntur Sasa supaya Sasa tak pingsan , Archie merasakan ada air hangat yang merembes di kakinya ketika mobil berhenti di lobby rumah sakit .
" franss " teriak Archie panik .
" i know , ayo keluarkan Sasa perlahan " ucap dokter Frans yang sudah ada diluar mobil .
Dokter dan suster yang sudah standby langsung mengambil alih Sasa dan langsung membawa Sasa ke IGD karena air ketuban Sasa sudah merembes , mereka akan melakukan operasi cecar karena melihat kondisi Sasa yang tak mungkin mampu melahirkan secara normal .
" frans kenapa harus cecar ! " tanya Archie panik .
" istrimu sudah hampir hilang kesadaran , ia tak akan mungkin bisa melahirkan secara normal !! kita lakukan ini untuk menyelamatkan anakmu Archie " jawab dokter Frans mencoba menjelaskan .
" Frans tolong istriku " pinta Archie dengan wajah memelas .
" aku akan melakukan yang terbaik didalam !! kau bantu doa dari sini " ucap dokter Frans sesaat sebelum masuk ruang operasi .
Archie hanya mengangguk pelan melihat dokter Frans menghilang di balik pintu ruang operasi , Archie meraba celananya yang basah karena terkena air ketuban Sasa wajahnya sangat panik memikirkan Sasa dan anaknya di dalam.
" Tuhan , jaga istri dan anakku didalam " ucap Archie berdoa berkali-kali.
Beberapa orang kepercayaan Archie terlihat ikut berjaga bersama Archie , tak begitu lama pintu ruang operasi terbuka dan muncullah dokter Frans dengan wajah pucat .
" Frans " teriak Archie keras .
" waktumu tak lama , cepat putuskan kau ingin menyelamatkan anakmu atau istrimu " ucap dokter Frans dengan nada bergetar .
" Archie cepat jawab !!!! " bentak dokter Frans karena melihat Archie membisu .
Archie terjatuh kelantai mendengar ucapan sahabatnya , memorinya memutar kenangan indah bersama Sasa .
" Frans aku tak bisa hidup tanpa Sasa , selamatkan Sasa !!! kami bisa punya anak lagi suatu saat ... selamatkan istriku Frans " teriak Archie dengan menangis .
Mendengar jawaban Archie dokter Frans langsung masuk kembali kedalam ruang operasi , diluar ruangan terlihat Archie masih duduk bersimpuh dilantai dengan air mata yang menganak sungai disebelahnya ada Gustaf dan Rico terlihat menguatkan Archie .
" ini tak akan terjadi kalau aku bisa menjaganya Rico , ini tak akan terjadi kalau aku tak meninggalkan dia sendiri di hotel " ucap Archie terbata . Rico hanya diam tak bisa berkata-kata melihat kondisi yang dialami Archie , ia hanya bisa memberikan semangat pada Archie .
__ADS_1
Archie menangis menyesali kebodohannya sehingga Alex berhasil membawa Sasa dan membuat Sasa harus melahirkan secara permatur karena shock . Archie kemudian berjalan kearah pintu operasi Sasa dengan sempoyongan .
" i can life without her Frans ....please save my wife franss...... " teriak Archie dengan suara parau karena kehabisan suara .