
Sasa terbangun dengan kaget ketika tak dapat menemukan suaminya di ranjang , dengan cepat Sasa memakai piyama tidurnya yang ada di sofa . Saat akan berjalan keluar mencari sang suami ekor matanya menangkap sosok sang suami tengah tertidur di sofa yang ada dibalkon , dengan cepat Sasa menghampiri sang suami dan menarik bed cover untuk menyelimuti tubuh suaminya yang terasa dingin .
Karena sudah tak bisa tidur lagi Sasa akhirnya memutuskan pergi ke dapur untuk membuat sarapan untuk suami dan anaknya tercinta , walaupun Archie bisa makan makanan mahal setiap hari tapi dia lebih suka makanan buatan Sasa . Tiap hari Archie lebih suka mengawali pagi dengan sarapan buatan Sasa yang menurutnya memberikan energi baru baginya .
"Bik tolong rapikan di meja ya , Sasa mau bangunin mas Archie sudah hampir jam tuju soalnya ." Ucap Sasa meminta pelayannya merapikan masakan yang sudah selesai ia buat .
"Baik nyonya ." Jawab sang pelayan patuh .
Sasa pun mencuci tangannya dan berjalan menuju ke meja makan sebentar untuk memberikan ciuman pada anaknya Arthur yang sedang menikmati sarapan paginya bersama bik Rani yang menjaga .
"Pinter anak ibu...muach . " Bisik Sasa gemas sambil mencium pipi gempal putranya .
"iiii iiii...mmaammm " Jawab baby Arthur sambil mengangkat tangan kanannya ke udara menunjukkan buah semangka yang ia pegang kepada sang ibu .
"Iya iya.. Arthur makan ya anak pinter sayangku." Sahut Sasa sambil tersenyum .
"Tuan muda kecil sudah pintar sekali makannya nyonya." Celetuk bik Rani sambil menyeka air liur yang keluar dari mulut Arthur .
"Iya bik aku sangat bersyukur melihatnya tumbuh sesehat ini ." Jawab Sasa sambil membelai lembut sang putra .
"Sepertinya tuan muda kecil sudah siap kalau memiliki adik lagi nyonya "Kelakar bik Rani menggoda Sasa .
"Ahh bikRani bisa saja , ya sudah Sasa naik dulu ke kamar untuk membangunkan mas Archie ." Ucap Sasa tersipu malu .
Bik Rani hanya tersenyum tipis melihat sang nyonya langsung pergi ke lantai dua , ia kemudian kembali fokus kepada anak asuhnya yang sudah pintar sekali makan sendiri . Sasa memang meminta bik Rani untuk tak menyuapi Arthur dan membiarkan Arthur makan sendiri seperti yang dianjurkan oleh dokter Frans untuk mengasah saraf motoriknya .
Saat Sasa masuk kedalam kamar utama yang ada di mansionnya ia tak menemukan sang suami di atas sofa tempat terakhir ia melihatnya .
"Hatchiiii....."
"Mas....mas Archie " Panggil Sasa dengan sedikit panik ketika mendengar suara bersin yang berasal dari kamar mandi .
"Iya sayang mas ada di hatchiii....." Jawab Archie yang tak dapat menyelesaikan perkataannya karena bersin.
Sasa langsung membuka pintu kamar mandi dan menemukan sang suami tengah mandi di bawah guyuran shower yang mengalirkan air hangat , wajah Archie yang sedikit pucat dengan hidung memerah langsung dapat Sasa lihat . Sasa langsung mematikan shower yang sedang mengalir itu dan meraih handuk yang ada di sebelahnya Ia lalu membungkus tubuh sang suami dengan handuk bersih itu tanpa berbicara apapun .
__ADS_1
Setelah menuntun sang suami keluar dari kamar mandi Sasa lalu berjalan pelan menuju ke arah ranjang dan meminta Archie duduk dengan tanpa suara , aura dingin terlihat memancar dari tubuh Sasa dan membuat Archie menelan salivanya karena tau kalau sang istri sedang marah .
"Besok besok tidurnya jangan cuma di balkon ya mas , tapi langsung di kandang Xena dan Hercules saja." Ucap Sasa dengan ketus sambil memakaikan minyak telon ke tubuh Archie .
"Mas kan punya istri yang cantik dan seksi kenapa mas harus tidur sama dua ekor puma itu ." Jawab Archie tanpa rasa bersalah .
" Terus kenapa mas semalam tidur di....
" Hatchiii.... hatchiii "
Suara bersin Archie membuat Sasa tak dapat menyelesaikan perkataannya , karena Archie terus bersin Sasa akhirnya pun tak tega. Ia lalu melanjutkan pekerjaannya untuk membantu Archie berpakaian .
"Kalau tak ada urusan penting di kantor lebih baik mas hari ini istirahat di rumah saja , sepertinya mas sedang demam." Ucap Sasa sambil menyentuh kening sang suami yang terasa sedikit panas .
"Hari ini mas ada meeting dengan partner dari Mexico dan agenda ini sudah dibuat sejak kita masih ada di Jakarta , jadi mas tak bisa membatalkan meeting penting ini dengan mereka ." Jawab Archie sambil berusaha tersenyum.
"Tapi mas sedang demam , apa tidak lebih baik masih istirahat di rumah saja dan biarkan Rico mengurusnya ? " Tanya Sasa dengan sedikit khawatir karena wajah Archie yang terlihat sedikit pucat .
"Tenang saja sayang , mas bukan anak kecil . Mas tahu kapasitas tubuh mas seperti apa , jadi kau tak usah khawatir ya " Ucap Archie mencoba untuk menenangkan Sasa .
Karena sang pelayan membuat wedang jahe cukup banyak , Sasa akhirnya berinisiatif untuk membawakan minuman khas Indonesia itu untuk Archie bawa ke kantor . Archie pun hanya bisa tersenyum tanpa bisa menolak ketika membawa sebuah tumbler yang berisi wedang jahe hangat.
"Ingat ya mas nanti sampai di kantor diminum supaya badan masih terasa hangat." Ucap Sasa berkali-kali saat Archie akan masuk ke dalam mobil.
"Iya sayang mas akan meminumnya sampai habis , kalau perlu setiap mas minum mas akan melakukan video call supaya kau percaya ." Jawab Archie sambil membelai rambut Sasa yang menutupi wajahnya karena terkena angin.
"Ok kalau begitu saya tunggu video call dari mas ." Sahut Sasa dengan senyum penuh kemenangan.
Archie hanya bisa menggeleng pelan mendengar perkataan sang istri , ia lalu memeluk Sasa dan mencium kening Sasa seperti kebiasaannya selama ini sebelum berangkat ke kantor . Tak lama kemudian Archie pun masuk ke dalam mobil untuk berangkat ke kantor , ia dikawal dua mobil hitam yang berisi bodyguard pribadinya . Sebagai seorang pebisnis yang sedang naik daun adalah hal yang sangat wajar jika Archie mempunyai banyak bodyguard , ia tak tahu berapa banyak orang yang yang tak suka padanya di luar sana . Oleh karena itu untuk berjaga-jaga Archie pun selalu menggunakan mobil anti peluru untuk bepergian begitu pula dengan mobil para pengawal pribadinya itu.
Setelah mobil sang suami tak terlihat lagi Sasa akhirnya masuk ke dalam rumah untuk merapikan sisa-sisa makanan di meja makan , ia tak suka jika melihat rumahnya berantakan . Saat sedang merapikan bekas makanan sang suami , Sasa tertegun ketika melihat ponsel suaminya tertinggal di kursi . Tanpa pikir panjang Sasa langsung berlari menuju kamarnya untuk mengambil tas , ia berniat untuk mengantarkan ponsel suaminya itu ke kantor Durran Internasional . Sasa tahu jika ponsel adalah hal yang paling penting untuk seseorang , apalagi orang itu adalah Archie yang mempunyai banyak rekan bisnis.
" Bik Sasa pergi ke kantor sebentar , tolong jaga Arthur ya ." Ucap Sasa sambil terburu-buru berjalan menuju ke pintu depan .
"Nyonya mau ke kantor tuan.?" Tanya bik Rani heran.
__ADS_1
"Iya bik , Sasa mau mengantarkan ponsel mas yang tertinggal di meja makan tadi " Jawab Sasa sambil menunjukkan ponsel sang suami ke arah pelayannya .
"Hati-hati nyonya " Ucap bik Rani sambil mencoba mengalihkan pandangan baby Arthur supaya tak melihat sang ibu pergi .
Sasa mengangguk pelan merespon perkataan pelayannya itu Ia lalu berjalan menuju garasi dan masuk ke dalam salah satu mobil mewah milik sang suami , beberapa orang bodyguard yang ada di rumah nampak langsung menghampiri sasa dan mencoba menawarkan diri untuk mengantar Sasa pergi . Namun Sasa menolak penawaran para bodyguard-nya itu karena ia bisa mengendarai mobil sendiri , pasalnya setelah sampai di Quebec Archie langsung mengurus semua keperluan Sasa termasuk surat izin mengemudi nya.
"Tenang saja aku tahu dimana kantor mas Archie berada " Ucap Sasa pelan sambil memasang sabuk pengamannya dihadapan dua orang bodyguard yang ada di luar mobil.
"Baik kalau begitu nyonya hati-hati di jalan , kalau ada apa-apa segera hubungi kami nyonya ." Ucap Willy sang bodyguard berkebangsaan Amerika .
"Yes i know " Jawab Sasa sambil tersenyum .
Sasa kemudian menginjak gas mobilnya untuk segera pergi ke kantor sang suami , ini adalah kali pertamanya ia menyetir di Canada setelah kedatangannya yang keduakalinya ke tanah kelahiran sang suami. Dengan bermodalkan Google map Sasa akhirnya sampai ke kantor sang suami , senyumnya tersungging ketika berdiri di depan gedung berlantai 60 milik suaminya . Ia lalu masuk ke dalam lobby dan langsung menuju ke depan meja resepsionis , walau para karyawan yang ada di gedung itu belum mengenalinya sebagai nyonya Durran August mereka terlihat sangat ramah kepada Sasa .
Sasa akhirnya diminta untuk menunggu di sebuah sofa yang tak jauh letaknya dari meja resepsionis karena sedang ada meeting dengan klien dari Meksiko . Tak lama kemudian Archie pun keluar bersama tamunya itu menuju ke pintu keluar , Sasa langsung bangun dari kursinya dan berjalan pelan kearah Archie yang sedang berdiri bersama Rico dan seorang gadis yang belum pernah ia kenal sebelumnya .
"Mas..." Panggil Sasa kepada Archie .
"Sayang " Pekik Archie dengan terkejut ketika melihat kehadiran sang istri di kantornya .
Deg
Jantung Sasa terasa berdetak dengan keras ketika melihat sosok gadis yang ada di sebelah Archie , ia merasa sangat mengenal tatapan mata gadis itu walaupun ia belum pernah bertemu sebelumnya dengan gadis cantik itu .
"Sayang , kenalkan ini sekretaris baruku." Ucap Archie sambil merangkul pinggang sasa .
" Hallo nyonya....
🌼Bersambung 🌼
Jangan lupa like , komentar dan baca novel Thor yang lainya diantaranya :
Bodyguard cantik
Faith 2 The return of the prince
__ADS_1