
Melihat wajah sekertaris baru sang suami membuat Sasa membeku beberapa saat , ia merasa pernah melihat sepasang mata itu tapi Sasa tak ingat dimana dan kapan pasalnya ini adalah kali pertamanya ia bertemu dengan sang sekretaris baru itu .
"Hallo nyonya , perkenalkan nama saya Mariza . Suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda disini ." Ucap Mariza membuyarkan lamunan Sasa .
"Hi Mariza , senang juga bertemu denganmu . Semoga bisa betah bekerja dengan suamiku yang cerewet ini, mohon bantuannya ya ." Jawab Sasa ramah sambil menjabat tangan Mariza yang sudah terulur ke arahnya .
"Anda bisa saja nyonya , kalau begitu saya permisi dulu masih banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan nyonya ." Sahut Mariza berpamitan pada Sasa .
" Ok , selamat bekerja ." Ucap Sasa pelan sambil mengangkat satu tangannya ke udara memberi semangat pada Mariza .
Mariza hanya tersenyum melihat pose Sasa , ia lalu berjalan pelan menuju lift untuk kembali ke ruangannya meninggalkan Archie bersama Sasa di lobby .
"Itukah Mariza yang kemarin meminta pertemanan denganku di sosial media mas.?" Tanya Sasa lirih pada Archie yang sejak tadi hanya diam di samping Sasa .
"Iya , kenapa sayang.?" Tanya Archie balik .
"Entahlah mas , aku merasa seperti pernah melihatnya tapi tak tau dimana ." Jawab Sasa lirih mengatakan isi hatinya .
"Mas juga merasa seperti itu , tapi tenanglah Rico sedang menyelidikinya ." Bisik Archie pelan menenangkan Sasa .
Sasa menganggukkan kepalanya pelan lalu berjalan mengikuti langkah Archie yang mengajaknya menuju ke lift untuk naik ke ruangan pribadinya menyusul Mariza , tak lama kemudian lift pun berhenti di lantai tertinggi dimana ruangan pribadi Archie berada . Sasa hanya tersenyum tipis saat melihat ke arah ruangan sang sekretaris baru , dimana Mariza terlihat sibuk dengan pekerjaannya.
"Ayo masuk sayang ." Panggil Archie membuyarkan lamunan Sasa yang masih berdiri didekat ruangan Mariza .
"Oh iya mas Sasa datang ." Jawab Sasa sambil tersenyum menatap Archie yang menunggunya di depan pintu .
Sasa kemudian berjalan dengan cepat menuju ruang kerja sang suami , setelah Sasa masuk tak lama kemudian terlihat Rico dan Gustaf juga berjalan ke ruangan Archie tanpa mengajak Mariza sang sekretaris . Gustaf bahkan menutup dapat pintu ruangan Archie ketika ia masuk paling terakhir .
Melihat apa yang dilakukan oleh Gustaf membuat Mariza meradang , ia terlihat melempar dokumen yang harusnya ia serahkan pada Archie nanti sore ke lantai sehingga membuat dokumen itu hancur berserakan .Emosinya kembali naik ketika melihat kedatangan Sasa dikantor Archie .
__ADS_1
"Tidak Sa , kali ini aku tak akan menyerah begitu saja padamu !!! sudah banyak pengorbanan yang aku lakukan untuk menjadi seorang Mariza Claudia , jadi aku tak akan menyerah dengan mudah padamu . Kali ini aku pasti akan berhasil menjadi nyonya Durran August , posisi yang sejak awal harusnya menjadi milikku ." Ucap Clarissa dengan mata berapi-api menatap pintu ruangan Archie yang tertutup rapat .
Setelah berhasil mengatur emosinya Clarisa kemudian merapikan kembali berkas yang sudah ia buang ke lantai , karena semua berkasnya telah kotor Clarissa kemudian kembali membuat yang baru . Ia rela melakukannya lagi dari nol demi membuat Archie terkesan , ia tau Archie adalah orang yang sangat suka kerapian dan kebersihan oleh karena itu Clarissa kembali mengerjakan berkas yang seharusnya sudah selesai tadi .
Diruang pribadi sang suami Sasa nampak duduk membaca beberapa majalah fashion yang memang sudah dipersiapkan sebelumnya untuknya oleh ob , sementara Archie nampak sibuk mengevaluasi hasil meeting sebelumnya dengan investor dari Mexico bersama Rico dan Gustaf . Archie memutuskan tak membahas masalah kecurigaannya pada Mariza sementara waktu pada Sasa sebelum ia mendapatkan bukti yang benar-benar akurat . Karena mengantuk Sasa akhirnya tertidur di sofa tanpa sepengetahuan Archie , Rico dan Gustaf .
Tok
Tok
Tok
Pintu ruangan Archie diketuk dari luar oleh Mariza yang ingin masuk .
"Come in." Jawab Archie dengan cepat.
"Maaf tuan mengganggu saya hanya ingin mengerjakan berkas yang tadi anda minta setelah meeting ." Ucap Mariza menyerahkan berkas hasil meeting ke atas meja Archie dengan tersenyum .
"Baik tuan , saya permisi ." Jawab Mariza cepat , Mariza kemudian berbalik badan dan melihat Sasa sedang tertidur di sofa . Sebuah kilatan kebencian kembali terlihat dari mata Mariza , namun tak lama kemudian ia tersenyum .
"mmm ..maaf tuan , nyonya sepertinya ketiduran saya rasa posisinya sangat tidak nyaman " Ucap Mariza pelan sambil menunjuk kearah Sasa .
"Ya ampun ....kasian sekali istriku , terima kasih infonya Mariza ." Pekik Archie dengan cepat .
Archie kemudian berjalan mendekati Sasa dan membetulkan posisi tidurnya supaya nyaman , ia pun membuka jas mahalnya untuk diselimutkan ke tubuh sang istri . Setelah memastikan posisi sang istri nyaman Archie lalu kembali berjalan ke mejanya untuk melanjutkan meeting bersama Rico dan Gustaf , sementara itu Mariza langsung keluar ruangan ketika melihat Archie kembali duduk di mejanya .
"Sabar Claire sabar sebentar lagi kau yang akan dimanjakan oleh Archie bukan si Farasya brengsek itu." Ucap Mariza dalam hati sambil terus berjalan menuju meja kerjanya meninggalkan ruangan Archie .
Mariza palsu atau Clarissa kembali bekerja dengan tugas-tugas yang diberikan oleh Archie dan Rico , tak lama kemudian ia terlihat meminum obat hormon yang diberikan oleh dokternya pasca operasi besarnya di Korea . Selama sepuluh tahun kedepan Clarissa harus minum obat hormon untuk menjaga suaranya tetap mirip dengan Mariza asli atas petunjuk dokter Park Ji-Sung sang dokter bedah plastik yang menangani operasinya setahun lalu di Korea .
__ADS_1
"Dengan ini tak akan ada yang bisa mengetahui kalau aku bukankah Mariza Claudia yang asli." Ucap Clarissa dalam hati setelah meminum obat hormon khususnya itu .
Clarissa kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya karena hari sudah mulai sore , ia tak mau membuat Archie menunggu . Saat Clarissa masih sibuk tiba-tiba pintu ruangan Archie terbuka dan keluarlah Archie dengan menggendong Sasa ala bridal style menuju lift dengan terburu-buru diikuti Rico .
"Ada apa pak Gustaf.?" Tanya Mariza penasaran .
"Nyonya hampir pingsan." Jawab Gustaf dengan cepat .
"Pingsan ? bukankah tadi nyonya sedang tidur ." Sahut Mariza heran .
"Iya , ketika nyonya bangun tiba-tiba ia hampir terjatuh ke lantai kalau tidak di tangkap oleh bos ." Ucap Gustaf menceritakan detail kejadiannya pada Mariza .
"Oh begitu rupanya ." Gumam Mariza lirih .
"Hari sudah sore , aku pulang dulu ya sampai jumpa besok dan jaga dirimu jangan terlalu lelah Mariza ." Ucap Gustaf berpamitan pada Mariza .
"Iya pak , sebentar lagi pekerjaan saya selesai ." Sahut Mariza dengan cepat .
Gustaf pun akhirnya turun menggunakan lift karyawan menuju ke basement , ia ada janji makam malam dengan Gracia oleh karena itu ia ingin pulang cepat . Setelah Gustaf menghilang dibalik lift Mariza kembali menggila , ia benar-benar tak bisa menahan dirinya ketika melihat Archie menggendong Sasa .
"Brengsek kau Farasya , kau sengaja sekali memamerkan kemesraanmu didepanku !!! "
"Tunggu saja Farasya sesaat lagi kau akan menangis darah ha ha ha ha ....."
🌼Bersambung 🌼
Jangan lupa like , komentar dan baca novel Thor yang lainya diantaranya :
Bodyguard cantik
__ADS_1
Faith 2 The return of the prince