
Archie tak pernah menyangka akan mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Sasa , ia berulang kali bertanya pada Sasa untuk memastikan bahwa ia tak salah dengar .
" pendengaran mas ga bermasalah kan ? ya udah jawab aja " ujar Sasa dengan nada yang mengintimidasi .
" mas bukan tak mau cerita padamu sayang , hanya saja apa yang terjadi pada diri suamimu ini dimasa lalu adalah sebuah kebodohan dan kini ia sudah sadar akan kesalahannya " ucap Archie dengan tersenyum .
" hanya ada satu hal yang perlu kau ketahui pria yang bernama Archie ini tak pernah mengingkari ucapannya bahwa ia sangat mencintai istrinya yang bernama Farasya Zalia August " imbuh Archie serius .
" ah gombal " sengit Sasa berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah karena tersipu .
" dengarkan mas ya sayang , sejak hari pertama mas melihatmu mas sudah jatuh cinta padamu . Mas pikir waktu itu mungkin mas hanya kagum akan kebaikan ibu Kinan yang mengembalikan ponselku tapi ternyata aku sudah tersihir oleh kecantikan gadis berseragam putih abu berkuncir kuda waktu itu " ujar Archie berkelakar .
" maaf tuan Archie yang terhormat saya tidak akan semudah itu percaya dengan cassanova seperti anda " jawab Sasa dengan nada ketus .
" kau boleh tanya Rico sejak hari pertama aku melihatmu aku tak pernah menyentuh wanita manapun " bisik Archie pelan .
Sasa terdiam dia merasa spesial dihidupkan Archie tapi ia sudah bertekad tak akan lemah dihadapan Archie .
" akh mana ada penjahat mau ngaku " cibir Sasa kesal .
" satu hal yang pasti adalah kau wanita yang memberikan mas kebahagian paling sempurna sekarang , mendapatkanmu sungguh menguras emosiku " ucap Archie serius .
" masa !!!" celetuk Sasa
" disaat semua wanita tergoda dengan uang dan kekuasaan yang aku miliki kau satu-satunya wanita yang tak silau dengan semua itu , bagaimana aku tak pusing memikirkanmu " Archie mengingat masa-masa dimana ia dibuat galau oleh Sasa .
" benarkah ? tapi maaf Sasa masih ga percaya wekkk " goda Sasa sambil menjulurkan lidahnya menggoda suaminya dan berusaha berdiri .
" mas serius sayang " pekik Archie cepat saat melihat Sasa pergi menjauh .
" harus bagaimana membuktikan semua ucapanku ? " tanya Archie sambil memelas .
" nanti Sasa pikir dulu " jawab Sasa sambil berlalu .
Archie tersenyum melihat istrinya sudah kembali seperti biasanya , ia pun berlari menyusul Sasa ke pintu keluar . Sementara itu dibalik dinding ada Rico dan dokter Sintya yang menguping pembicaraan mereka sambil tersenyum karena rencana mereka membuat suami istri itu berbaikan berjalan lancar .
" terima kasih dok , saya harus kembali kekantor " pamit Rico pada dokter Sintya .
" senang membatu anda pak ,baik lah hati-hati " ucap dokter Sintya ramah .
Sepanjang perjalanan Archie terus menerus menempel pada Sasa yang sudah tak nyaman duduk di mobil , kehamilannya sudah membuatnya sering merasa kesulitan duduk dengan nyaman di mobil .
" apa perlu mas belikan mobil yang lebih nyaman lagi ? " ucap Archie khawatir karena sejak tadi Sasa berpindah-pindah posisi duduknya .
" ga usah buang-buang uang mas , mobil mu sudah ada sepuluh dirumah mau buat apa ? " hardik Sasa jengkel tiap mendengar suaminya ingin beli mobil baru .
__ADS_1
" koleksi " jawab Archie cepat .
" dasar pemboros !!! Sasa ga suka , sekarang mas pijitin aja ni pinggang Sasa pegel bgt tau " ucap Sasa marah .
Tanpa diperintah dua kali akhirnya Archie dengan senang hati melakukan massage di pinggang Sasa , dia merasa bahagia melakukan permintaan kecil itu . Sasa menikmati pijitan suaminya sampai akhirnya ia tertidur karena terlalu lelah , tiap bertengkar dengan sang suami pasti menguras energinya dengan banyak .
Archie meminta sopir untuk merubah arah mobilnya , Archie ingin membawa sang istri ketempat yang lebih nyaman untuk menyegarkan diri .
Sasa membuka matanya ketika merasakan tangan Archie menyentuh pipinya berulang-ulang .
" sudah bangun Princess ? " bisik Archie dengan lembut .
" kok ga bangunin Sasa !! ayo keluar Sasa laper mas " ucap Sasa sambil merapikan rambutnya .
" lho ini bukan rumah , dimana kita ? " pekik Sasa saat menyadari mobilnya berhenti didepan sebuah bangunan yang asing .
" hari ini mas akan servis Sasa seperti ratu , ayo keluar " ucap Archie sambil mengulurkan tangannya pada Sasa .
Sasa hanya bisa mengikuti Archie tanpa berniat membantah , ia berjalan disamping Archie sampai masuk kedalam sebuah ruangan yang ternyata adalah ruang tunggu . Sasa melihat sekeliling ruangan itu , ternyata Archie membawanya pergi ke sebuah salon khusus untuk pasangan suami istri dan mereka menyediakan layanan khusus ibu hamil .
" sayang bisa rileks disini " ucap Archie lembut .
" makasih mas " jawab Sasa bersemangat .
Tak lama kemudian datang seorang terapis membawa dua buah baju ganti untuk Sasa dan Archie , mereka mengikuti langkah terapis itu setelah berganti pakaian .
" terima kasih sudah mau mengandung bayiku sampai bentuk tubuhmu berubah seperti ini sayang " ucap Archie dengan mata berkaca-kaca .
" makanya jangan berani-berani menyakiti wanita mas , pengorbanan mereka sangat besar untuk mengandung " sarkas Sasa dengan nada menyindir .
" maaf sayang " pinta Archie dengan wajah memelas .
Sasa tertawa melihat ekspresi suaminya , karena tak tega akhirnya Sasa memeluk Archie dengan erat lalu mencium hidung Archie seperti kebiasaannya .
" insaf ya mas , mas kan mau jadi ayah !! mas ga mau kan anak mas nakal kaya mas dulu " bisik Sasa sambil mencubit paha Archie pelan .
" tentu saja anakku harus menjadi anak yang baik sepeti ibunya dan pintar seperti ayahnya , semua sifat jelek ayahnya tak boleh menurun padanya " ucap Archie dengan serius sambil menyentuh perut Sasa .
Sasa tertawa melihat suaminya , dengan cepat Sasa mengambil tangan Archie dari perutnya dan mencium nya pelan .
" aku mencintaimu jangan kecewakan kami " ucap Sasa pelan .
bug
Archie memeluk sasa dengan erat karena sangat bahagia mendengar perkataan istrinya sampai akhirnya ia harus melepaskan pelukannya ketika terapis lain memerintahkan untuk segera menuju ke ranjang perawatan .
__ADS_1
Sasa mendapatkan seluruh perawatan di tempat itu mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki tubuhnya benar-benar merasa jauh lebih baik saat semua sudah selesai , Archie pun juga demikian rasa lelahnya sudah benar-benar hilang .
" terima kasih untuk hari ini mas " ucap Sasa sambil bersandar pada Archie didalam mobil .
" apapun untukmu sayang " balas Archie sambil mencium kening istrinya .
Sasa menggenggam erat tangan Archie selama perjalanan menuju rumahnya , rasa kesal dihatinya sudah sedikit berkurang . Tak bergitu lama mobil mereka sudah sampai didepan gerbang rumah dan terlihat beberapa buah mobil milik orang-orang kepercayaan Archie berjajar rapi disana .
" ada apa mas ? " tanya Sasa penasaran .
" kita liat ya nanti " jawab Archie dengan tersenyum .
Archie membantu Sasa turun dari mobil dan menggandengnya perlahan masuk kedalam rumah .
" tuan , nyonya " sapa seluruh orang didalam rumah menyambut Sasa dan Archie .
Archie melambaikan tangannya pelan memberikan instruksi pada orang-orangnya untuk mengangkat kepala mereka .
" apa semua sudah selesai ? " tanya Archie tiba-tiba .
" siap tuan semua sudah selesai dan jet pribadi juga sudah siap " jawab Rico dengan hormat .
" barang istriku ? " selidik Archie .
" sudah siap tuan " jawab bik Rani cepat .
Sasa yang masih berdiri disebelah Archie merasa ada yang aneh dengan percakapan mereka .
" ada apa mas ? " bisik Sasa pelan .
" malam ini kalian akan berangkat ke Canada , semua barang-barang pribadi kalian sudah selesai di packing " jawab Rico melangkahi Archie yang ingin menjawab .
" Canada !!!" teriak Sasa tak percaya .
Archie berbalik dan memegang wajah Sasa yang kaget lalu mencium bibir Sasa yang membulat itu dengan tersenyum .
" kita mulai hidup baru disana sayang , ditempat yang jauh dari orang-orang yang ingin merusak kebahagiaan
kita termasuk eyangmu " ucap Archie dengan lembut .
" tapi mas saaa.....
cup
Archie mencium bibir Sasa dengan cepat hingga membuat Sasa tak mampu melanjutkan perkataannya .
__ADS_1
" kita mulai dari awal disana sayang " ucap Archie dengan senyum yang mengembang