
Setelah seharian ada dikantor bersama Archie membuat Sasa kelelahan ia merasa seluruh badannya pegal karena ruang geraknya terbatas dikamar baru itu apalagi tak ada yang menggantikannya mengurus Baby Arthur yang sangat aktif itu . Ketika baby Arthur sudah tidur Sasa memilih merelekskan badannya dengan berendam di bath up dengan harapan setelah selesai badannya akan kembali segar , dengan menyetel musik klasik kesukaannya Sasa berendam hampir 30 menit hingga membuat Archie khawatir sampai masuk ke dalam kamar mandi dan tersenyum nakal ketika melihat Sasa memejamkan mata sampai ide jahilnya pun muncul .
Perlahan ia membuka bajunya satu persatu hingga memperlihatkan deretan otot perut yang begitu seksi dengan hanya menyisakan boxer lalu masuk ke dalam bath up untuk bergabung dengan Sasa yang sedang berendam dengan bath salt yang dapat meredakan stres bahkan juga dapat mengeluarkan racun dari tubuh melalui proses osmosis, bath salt akan membersihkan tubuh dari ion negatif dan menarik ion positif ke dalam tubuh. Sebabnya garam memang pembersih universal dan bisa mengembalikan tubuh ke keadaan harmonisnya.
" akhhhh "
jerit Sasa kaget ketika menyadari ada orang yang masuk kedalam bath up .
" its me honey " ucap Archie pelan sambil menenangkan Sasa yang berusaha bangkit dari dalam air dalam keadaan polos sehingga membuat Archie menelan saliva nya berkali-kali ketika melihat tubuh Sasa .
" ikh nakal !!! kenapa si ganggu aja " sungut Sasa sambil duduk menjauh dari Archie didalam bath up sehingga posisi mereka saling berhadapan .
Archie tersenyum penuh kemenangan ketika melihat Sasa marah dengan cepat Archie menarik Sasa datang ke arahnya lalu memeluk erat sambil membelai dan membasahi rambut panjang Sasa dengan air , ia tau mood Sasa sedang jelek . Mendapatkan perlakuan seperti itu Sasa hanya terdiam sambil memejamkan mata tapi lama-lama kemudian ia melepaskan pelukan Archie dan kembali ke posisi semula dengan melipat tangannya di dada yang akhirnya membuat Archie tertawa terbahak-bahak .
" kita sudah menikah hampir dua tahun sayang kenapa kau harus malu begitu padaku " goda Archie semakin menjadi ketika melihat pipi Sasa memerah .
" baru 15 bulan mas " sengit Sasa sambil mencipratkan air kearah Archie karena kesal diganggu
__ADS_1
" jangan memancingku sayang , sini dekat-dekat denganku " ucap Archie cepat sambil menarik Sasa mendekat lagi dengannya lalu membalik tubuh sasa sehingga mereka menghadap arah yang sama sambil ia memeluk Sasa dari arah belakang dan menyandarkan tubuh Sasa di dadanya yang berotot .
Sasa kembali memejamkan matanya dalam pelukan Archie , alunan musik klasik dan aroma lilin aromaterapi membuatnya enggan membuka mata hanya Archie yang masih terlihat sibuk membasuh tubuh Sasa dengan air hangat dari dalam bath up . Mandi bersama sebenarnya adalah ritual yang sering mereka lakukan dulu sewaktu baby Arthur masih ada didalam perut Sasa dan hari ini adalah kali pertama mereka melakukan lagi sejak datang ke Indonesia . Archie mencium rambut Sasa yang basah sambil terus membasuhkan air ke tubuh Sasa .
" apa yang kau fikirkan sayang ? " bisik Archie lembut sambil meletakkan dagunya di pundak mulus Sasa . " aku tau ada yang sedang menganggumu " imbuh Archie pelan .
" sasa kepikiran eyang mas , tujuan kita pulang ke Indonesia awalnya kan untuk bertemu eyang tapi kita sudah tiga hari pulang dan belum kesana . sasa ga mau di cap sebagai cucu yang durhaka mas " jawab Sasa dengan terisak .
" mas bukan gak mau ke solo sayang cuma kita harus cari waktu yang tepat , kita harus memkirkan Arthur dia masih kecil sayang dia butuh waktu banyak untuk istirahat . Tak mungkin kan kemarin kita harus langsung pergi ke solo setelah mendarat di jakarta , aku tak mau terjadi hal buruk menimpa anakku sayang " ucap Archie dingin .
" kalau Sasa yang berangkat sendiri boleh ? " tanya Sasa tiba-tiba sambil merubah posisi duduknya .
" akhh jangan nakal Sasa udahan mandinya udah lama " pekik Sasa lalu langsung keluar dari bath up dan menarik piyama mandinya kemudian keluar dari kamar mandi meninggalkan Archie seorang diri di bath up .
Di dalam bath up Archie membaringkan tubuhnya sambil memejamkan mata memikirkan perkataan Sasa tadi hatinya selalu lemah ketika melihat Sasa menangis seperti ada besi tajam yang menusuknya ketika melihat air mata mengalir di wajah istrinya . Setelah hampir sepuluh menit terdiam di bath up akhirnya Archie bangun dan memakai piyama mandi yang memiliki warna sama seperti milik Sasa , ia kemudian keluar dan melihat Sasa sudah berganti pakaian tidur dan telah terlelap dengan baby Arthur ada dipelukannya .
" kau ini masih seperti dulu , masih terlalu baik sayang . Untung kau bertemu denganku saat aku sudah bertobat jika tidak mungkin ceritanya tak akan seperti hari ini , terima kasih sudah hadir dalam kehidupanku dan memberikan anak setampan ini " ucap Archie sambil mencium kening Sasa .
__ADS_1
Archie kemudian berganti baju tidurnya lalu keluar menuju ke ruang belajar untuk mengecek pekerjaannya yang belum sempat ia selesaikan hari ini saat sedang mengambil beberapa dokumen dari atas meja tak sengaja Archie menjatuhkan sebuah form penerimaan mahasiswa diajaran tahun baru , tiba-tiba raut wajah Archie berubah ia teingat akan janjinya pada Sasa untuk mengijinkannya kembali melanjutkan kuliah ketika baby Arthur sudah lahir beberapa bulan yang lalu ketika masih di Jakarta . Wajah Archie mendadak serius ketika mengingat janjinya pada Sasa ia masih belum bisa mengijinkan baby Arthur diurus orang lain selain dirinya dan Sasa .
Perlahan Archie duduk di kursinya sambil memegang form pendaftaran itu , ia tau Sasa bukalah seorang yang gampang menyerah ia pasti akan meminta ijin padanya cepat atau lambat untuk bisa kembali belajar di kampus apalagi ia baru akan berumur 20 tahun dua bulan lagi . Archie memainkan logikanya sebagai orang dewasa , selama ini ia sudah sangat mengekang Sasa bahkan bisa dibilang merebut masa muda sang istri dengan memaksanya menjadi ibu rumah tangga disaat banyak teman-teman seusianya masih menikmati masa mudanya .
Archie menggaruk rambutnya yang tak gatal itu akhirnya setelah memikirkan dengan lama Archie mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang lalu terlibat pembicaraan serius dengan orang di ujung telepon .
" semoga yang aku lakukan ini bisa sedikit mengganti waktumu yang aku ambil sayang " ucap Archie lirih sambil menatap wajah Sasa yang tergantung di dinding .
Archie kemudian berjalan meninggalkan ruang belajarnya menuju kamar untuk tidur karena hari mulai pagi , besok pagi adalah hari yang penting bagi sang istri jadi ia ingin memastikan besok pagi ia tak melewatkan momen itu . Senyuman Archie mengembang ketika menatap wajah baby Arthur yang menggemaskan itu , ia bahkan ingin sekali menggigit pipi gembul sang putra itu karena gemas tapi niatnya selalu ia batalkan ketika memandang mata sang putra yang dapat meluluhkan siapapun yang menatapnya .
" hei anak tampan cepat besar ya , supaya kau bisa menjaga ibumu yang masih remaja ini " bisik Archie pelan sambil mencium hidung baby Arthur
__ADS_1