
Dengan menggunakan taksi Rico sampai dirumah Gusti untuk mengambil mobil Archie dan mengecek kondisi Sasa setelah berita kecelakaan itu tersebar di penjuru negeri , kecepatan media sosial memang tak ada satu orang pun yang bisa menahannya sekarang .
Berita kecelakaan seorang CEO muda perusahaan besar Durran Internasional menjadi topik hangat di seluruh TV baik di dalam negeri ataupun diluar negeri dimana anak perusahaan Durran Internasional tersebar .
" bagaimana kondisi Sasa ? " tanya Rico begitu sampai dirumah Gusti ia mencoba menutupi kesedihannya .
" entah lah dia tidak menangis dari tadi , dia hanya menatap ke layar ponselnya dan mencoba menghubungi Archie berkali-kali walaupun tak tersambung " jawab Gusti sedih .
" tadi saat bos bersamaku di restoran ia juga sedih karena Sasa tak mau mengangkat panggilannya " ucap Rico dengan mata berkaca-kaca .
" Rico kau yakin itu mobilmu ? kau yakin bukan mobil orang lain ? "
" aku hafal plat mobilku Gusti , tolong jaga Sasa aku harus ke tempat kejadian untuk memastikan lagi " ucap Rico berpamitan .
" Gusti kau tau kan tiga tahun lalu bagaimana kondisi Sasa saat kehilangan kedua orang tuanya , jaga dia demi Archie " imbuh Rico dengan tatapan mata yang memelas .
Gusti mengangguk pelan , ia tau betul bagaimana hancurnya Sasa waktu pertama mereka bertemu dulu saat dia mendapat kabar kecelakaan pesawat orang tuanya .
Rico membawa mobil kesayangan Archie pergi , dia menuju tempat kejadian sesuai petunjuk dari polisi yang menghubungi nya sesaat setelah kecelakaan itu terjadi . Polisi berhasil mendapatkan nomor hp Rico setelah berhasil mengidentifikasi pemilik mobil Ferrari yang terbakar itu .
Rico berharap semoga jenasah yang terbakar didalam mobil itu bukanlah Archie sahabatnya , Rico bukanlah seorang yang percaya dengan Tuhan tapi kali ini ia berkali-kali menyebut nama Tuhan untuk menjaga keselamatan Archie .
__ADS_1
Setelah Rico pergi dengan mengendarai mobil Archie menuju tempat kejadian kecelakaan itu Gusti lalu masuk kedalam rumahnya ia langsung menuju kamar Sasa dilantai dua , sewaktu Gusti membuka kamar terlihat pemandangan yang menyedihkan ia melihat Sasa duduk dilantai dengan pandangan kosong memandang tembok sementara Swari berusaha menyemangatinya disebelah Sasa . Batinnya sebagai seorang kakak ikut sakit melihat adiknya seperti itu tapi Gusti sudah berjanji pada Rico untuk menjaga Sasa jadi ia dengan sekuat tenaga menyembunyikan rasa sedihnya dihadapan Sasa .
" saa jangan begini yuk duduk diatas , dilantai dingin Sa " ucap Swari mencoba membujuk Sasa naik keatas ranjang .
" sa yuk sayang kasian anakmu yuk kita pindah ke sofa yuk kalau ga mau dikasur "
Terdengar suara rayuan dari Swari mencoba mengajak Sasa beranjak dari tempat duduknya dilantai namun Sasa tak merespon ucapan Swari .
" nduk kamu cinta kan sama Archie ? " tanya Gusti pelan .
Sasa mengangkat wajahnya kearah Gusti sorot mata kosongnya menatap ke arah Gusti bibirnya yang terkunci rapat sejak tadi mulai terbuka perlahan .
" kaangmass Archie dimanaa ? " tanya Sasa lirih tatapan mata kosongnya menyayat hati siapapun yang melihatnya .
" Sasa mau sama Archie kangmas " ucap Sasa lirih .
" iya bentar lagi Archie datang makanya ayo bangun yuk cah ayu " ajak Gusti pada Sasa yang masih tak bergeming .
" ayuk saa... " imbuh Swari dengan terbata dengan menahan tangisnya .
Sasa menerima uluran tangan Swari untuk berdiri dengan perlahan swari membimbing Sasa menuju tempat tidur . Gusti memberikan air untuk Sasa minum , swari merapikan rambut Sasa yang berantakan . Tak lama kemudian Sasa akhirnya tertidur .
__ADS_1
" kasian Sasa kangmas " bisik Swari lirih .
" aku tak bisa berfikir jernih swari , entah apa yang harus aku lakukan kalau aku ada diposisi Sasa " ucap Gusti sambil membelai wajah Sasa .
" kita harus kuat demi Sasa swari , kita jangan memperlihatkan kesedihan padanya " imbuh Gusti sambil terisak akhirnya ia tak mampu menahan lebih lama air matanya .
Swari memeluk suaminya erat mereka akhirnya menangis tanpa suara disamping Sasa yang terlelap . Gusti meratapi nasib buruk yang menimpa adiknya , entah bagaimana Sasa akan menjalani hidupnya kedepan itu yang Gusti pikirkan saat ini .
Rico terduduk lemas disebuah restoran tak jauh dari tempat kejadian terjadinya kecelakaan , para polisi terlihat sibuk meminta keterangan pada Rico terkait kepemilikan mobil yang terbakar itu . semua data mobil itu benar-benar milik Rico , Rico semakin lemas ketika melihat ada cincin nikah milik Archie ditemukan diantara rangka mobil yang terbakar . Dan untuk hasil indentifikasi jenasah masih belum dapat diketahui hasilnya karena mengingat Archie tak punya saudara di Indonesia jadi sangat sulit untuk mendapatkan kecocokan DNA akhirnya pihak kepolisian minta bantuan pada pihak kepolisian Canada untuk meminta data dari keluarga Archie dicanada .
Rico melihat rekaman cctv yang berhasil menangkap detik-detik terjadi nya kecelakaan itu dimana terlihat mobil Ferarri dengan kencang melaju dari arah berlawanan dengan arah datangnya mobil tangki yang berisi bahan bakar minyak itu .setelah terjadi tabrakan terciptalah api besar yang langsung menyambar mobil Ferrari naas itu .
air mata Rico mengalir untuk pertama kali sepanjang hidupnya , selama ini seberat apapun masalah yang menimpanya ia tak pernah sampai meneteskan air mata yang menurutnya sangat berharga itu tapi hari ini air matanya keluar tak terbendung melihat rekaman kejadian naas itu . Beberapa orang polisi terlihat memberikan ucapan bela sungkawa pada Rico mereka turut prihatin atas apa yang menimpa Archie .
" apa yang harus aku katakan pada istrimu bos " ucap Rico dalam hati ketika menerima cincin nikah milik Archie yang diberikan oleh polisi .
Rico berjalan menuju mobil kesayangan Archie , ia meraba interior dalam mobil yang merupakan homemade atas request Archie . Semua kenangan di mobil itu masih sangat nyata bahkan wangi parfum Archie masih terasa di jok sopirnya . Rico berteriak kesetanan didalam mobil berulangkali ia memukul setir mobil itu , ia ingin tak percaya dengan keterangan polisi tapi bukti cincin nikah yang ditemukan itu makin menguatkan fakta bahwa Archie benar-benar sudah pergi .
Di dalam kamar Sasa memegang erat cincin pernikahannya yang ia gantung dikalung untuk dijadikan liontin , Sasa memejamkan mata mengingat hari pernikahannya enam bulan lalu . Suara Archie masih terdengar jelas dalam ingatannya bagaimana ia dengan lancar mengucapkan kalimat sakral itu .
" kau datang tanpa aku inginkan ,
__ADS_1
kau membuatku jatuh cinta dengan caramu , kau membuatku kebingungan dengan cemburu butamu dan kini kau pergi tanpa berpamitan padaku bahkan kau tega meninggalkan anak yang kau inginkan didalam perutku ... inikah yang kau sebut cinta Archie ?? " ucap Sasa lirih
" kau menyembuhkan lukaku lalu kini kau membuat luka yang jauh lebih menyakitkan dari luka yang kau sembuhkan .... aku membencimu Archie !!! cepat pulang aku menunggumu disini.... " tangis Sasa dibawah shower air yang mengalir