
Vote sebelum baca 🤩
Sudah dua minggu Sasa tinggal di Quebec , ia menghabiskan hari-harinya dengan bermain bersama sang putra yang sudah mulai bisa berjalan sendiri itu .Sasa tak melepaskan pandangannya dari Arthur , karena beberapa kali putranya itu hampir terjatuh menyentuh lantai . Sasa tahu kalau Archie sangat sayang pada Arthur ,oleh karena itu ia tak mau membuat suaminya itu kecewa kepadanya karena lalai menjaga Arthur .
Ketiga istri anak buah suaminya pun sudah pulang ke apartemen mereka , sehingga Sasa benar-benar sendirian di rumah besarnya bersama anak dan para pelayannya . Untung saja pelayannya yang ada di rumahnya ini adalah pelayan yang dulu ikut dengannya sewaktu masih di Jakarta , jadi Sasa tak begitu merasa kesepian karena masih ada teman untuk mengobrol .
"Senangnya jadi burung-burung itu." Gumam Sasa pelan ketika sedang duduk di taman sebelah barat bersama Arthur , bik Rani dan dua orang pelayan lainnya .
"Kenapa memangnya nyonya .?" Tanya bik Rani sambil tersenyum.
"Mereka bisa terbang kemanapun sesuai keinginannya tanpa dikekang di dalam sangkar." Jawab Sasa sambil terus menatap burung-burung yang berterbangan di taman rumahnya itu.
"Anda bosan nyonya.?" Tanya bik Rani kembali sambil menatap wajah Sasa yang terlihat sedih.
"Entahlah apa yang aku rasakan saat ini bik , tinggal di negara orang tanpa teman , tanpa saudara benar-benar membuatku merasa menjadi orang asing."Jawab Sasa lirih .
"Tapi anda mempunyai seorang suami yang sangat mencintai anda nyonya." Sahut bik Rani sambil tersenyum hangat .
" Iya kau benar bik , aku beruntung mendapatkan mas Archie. Karena itulah sebagai tanda baktiku padanya aku rela meninggalkan pendidikanku di Jakarta , supaya bisa mengabdi menjadi istri yang baik baginya." Ucap Sasa sambil memandang ke arah langit .
"Kedua orang tua anda pasti sangat bangga pada anda saat ini nyonya , percayalah prestasi paling tinggi seorang perempuan adalah bisa menjadi istri yang baik dan patuh pada suaminya .Setinggi apapun pendidikan wanita itu jika ia bersikap kurang ajar pada sang suami maka semua itu hancur tak ternilai lagi." Sahut bik Rani mencoba menyemangati Sasa.
"Dulu ibuku pun rela meninggalkan gelar kebangsawanannya demi bisa menikah dengan ayahku bik , pengorbanan ibuku jauh lebih besar daripada aku . Kadang-kadang aku masih merasa malu jika mengingat hal itu bik. " Ucap Sasa lirih sambil menundukkan wajahnya ke tanah .
Mendengar perkataan sang nyonya membuat bik Rani terdiam , ia tahu kalau nyonya mudanya itu sedang homesick . Bik Rani paham jika Sasa kesepian , karena disaat usianya yang masih sangat muda ia sudah menjadi ibu dan istri dari seorang pengusaha yang sangat sibuk seperti Archie . Suara tangis Arthur kecil membuyarkan lamunan Sasa , dengan perlahan ia menggendong putranya yang lapar itu . Sasa lalu meminta bik Rani untuk membawa Arthur kedalam rumah diberi makan , karena ia masih ingin duduk di luar menghilangkan kepenatan yang menghampirinya itu .
"Semoga aku bisa melewati semua ini." Ucap Sasa lirih sambil memejamkan matanya , tak lama kemudian Sasa akhirnya tertidur karena angin sepoi-sepoi yang menerpa wajahnya berkali-kali .
Durran Internasional pusat
__ADS_1
Sejak kehadiran sang sekretaris baru semua pekerjaan Archie terlihat lebih ringan , ia merasa cukup puas dengan kinerja sekertaris barunya itu . Sang sekertarisnya itupun juga mendapat pujian dari Rico dan Gustaf , karena merasa sangat di bantu oleh sekertaris pribadi sang bos besar itu .
"Kau mendapatkan perempuan itu dimana bos.?" Tanya Gustaf pelan pada Archie saat melihat Mariza datang mengantarkan tiga cangkir teh hangat ke ruangan Archie .
"Kalau kau penasaran silahkan tanya ke bagian personalia !!!"Jawab Rico ketus menimpali pertanyaan bodoh Gustaf.
"Kenapa kau selalu jadi pengangguku Rico.!! " Sengit Gustaf sambil memicingkan matanya ke arah Rico .
"Ingat ada Gracia dirumah.!!" Sahut Rico sambil menatap tajam ke arah Gustaf .
"Ha ha ha .....memangnya siapa yang mau macam-macam kakak , aku hanya bertanya saja pada bos " Jawab Gustaf menggoda Rico dengan memanggilnya dengan sebutan kakak .
Archie tersenyum melihat kedua anak buahnya bertengkar , setelah memastikan Mariza benar-benar pergi makan siang Archie lalu menutup rapat tirai yang menghalangi kaca ruangannya dan mengunci rapat pintunya dari dalam .
"Kenapa bos.? " Tanya Rico dan Gustaf hampir bersamaan .
"Entahlah aku merasa punya firasat jelek pada Mariza itu , hasil pekerjaannya terlalu sempurna dan dia bahkan tau kebiasaanku . Aku merasa janggal akan hal itu." Jawab Archie dalam bahasa Mexico .
"Maksud anda apa bos.? " Tanya Rico serius .
Archie kemudian menghela nafas panjang mendengar pertanyaan Rico , ia lalu mulai menceritakan hal yang aneh dari Mariza . Sosok Mariza menurutnya sangat sempurna itu justru menyembunyikan satu rahasia besar dan feeling Archie tentang ini hampir selalu tepat . Rico dan Gustaf nampak menganggukan kepalanya pelan mendengar perkataan Archie , mereka lalu mulai berfikir tentang sosok Mariza yang baru bekerja selama dua minggu itu .
Selama dua minggu ini semua pekerjaan Mariza memang tak ada yang salah , bahkan Mariza sering membantu Rico dan Gustaf jika ia sudah menyelesaikan pekerjaan yang diberikan oleh Archie .
"Apa kecurigaanmu itu tidak terlalu mengada-ada bos." Ucap Rico pelan merespon perkataan Archie
"Entahlah maka dari itu bicara seperti ini pada kalian berdua."Jawab Archie sambil menyandarkan tubuhnya di kursi , karena selama ini feeling-nya tak pernah meleset ketika menilai orang Archie merasa yakin ada sesuatu yang disembunyikan oleh Mariza tapi ia tak tau apa itu .
"Aku akan menyelidikinya bos." Sahut Gustaf dengan cepat , ia lalu sibuk dengan laptop miliknya untuk mencari data diri Mariza Claudia sekertaris baru Archie yang menjadi buah bibir banyak orang dikantor .
__ADS_1
Archie terdiam mendengar perkataan Gustaf ia lalu menatap foto Sasa dan Arthur di layar ponselnya , rasa kesal dan gundahnya mendadak hilang ketika melihat wajah anak dan istrinya itu . Rico pun juga terlihat sibuk dengan laptopnya untuk mencari tau tentang Mariza Claudia , ia sedang mencoba mengakses semua sosial media milik Mariza .
"Sepertinya tak ada yang aneh dengannya bos." Ucap Gustaf pelan sambil menunjukkan layar laptopnya pada Archie .
"Ini adalah universitas tertua di Indonesia jadi mustahil kalau ia memalsukan identitasnya , lagi pula semua data dirinya sama dengannya." Imbuh Gustaf menunjukkan background pendidikan Mariza yang berhasil ia temukan .
"Iya ini semua adalah data diri Mariza tak ada yang aneh , hanya saya feeling ku merasa ada sedikit kejanggalan padanya." Ucap Archie sambil menatap tajam ijasah ijasah milik Mariza yang berhasil Gustaf temukan .
"Kalau begitu biar aku menyelidikinya lebih dalam bos." Celetuk Rico merespon perkataan Archie , walau saat ini ia tak menemukan kejanggalan pada sosok Mariza tapi pengalaman selama sepuluh tahun lebih bersama Archie membuat Rico tak meragukan feeling tajam seorang Archie .
Archie menganggukan kepalanya pelan merespon perkataan Rico , ia tau Rico pasti akan memahami dirinya . Tak lama kemudian mereka akhirnya keluar dari ruangan untuk makan siang bersama di restoran yang tak jauh dari kantor , saat sedang masuk ke lift secara tak sengaja mereka kembali berpapasan dengan Mariza yang baru kembali dari istirahat makan siang .
"Waktu istirahat masih tiga puluh menit lagi nona Mariza." Ucap Gustaf sambil menunjuk jam tangannya .
"Saya sudah kenyang tuan , lagipula pekerjaan saya banyak jadi tak bisa saya tinggal lama-lama." Jawab Mariza sambil tersenyum .
"Oh begitu , baiklah ....kami pergi dulu , siapkan berkas untuk meeting nanti sore Mariza." Sahut Archie menimpali perkataan Mariza .
"Baik tuan , saya mengerti." Jawab Mariza sambil tersenyum .
Setelah Archie selesai bicara Rico lalu menutup lift , mereka pun pergi ke basement untuk pergi makan siang bersama .
"Aku tau kau sedang bermain drama denganku Mariza , cepat atau lambat aku akan mengetahuinya." Ucap Archie dalam hati .
🌼Bersambung 🌼
Jangan lupa like , komentar dan baca novel Thor yang lainya diantaranya :
Bodyguard cantik
__ADS_1
Faith 2 The return of the prince