Faith

Faith
kehilangan lagi


__ADS_3

sasa berjalan menuju kamar archie dilantai dua untuk membersihkan riasan diwajahnya , orang dari kantor urusan agama sudah pulang ditaman kini hanya ada archie dan orang orangnya .


" selamat ya non sasa sekarang sudah resmi jadi nyonya Durran " mba putri memberikan ucapan selamat pada sasa ketika sedang membantu sasa melepaskan baju kebayanya sementara sasa hanya tersenyum menanggapi ucapan mba putri.


archie yang sudah berdiri dibalik pintu hanya tersenyum mendengar percakapan istrinya didalam kamar . dipandanginya sang istri yang kini sudah berganti dengan piyama tidur .


" lho tuan sejak kapan ada disitu ? " tanya mba putri kaget


" baru saja kok , mau masuk takut ganggu soalnya kalau wanita ngobrol kan pasti lama " jawab archie dengan tersenyum menggoda sasa .


mba putri merasa canggung ada diantara sepasang pengantin baru itu akhirnya dia pamit pulang bersama dua orang teman perias yang lain meninggalkan suami istri itu berdua dikamar .


" aku harus pulang ke apartemenku " cicit sasa lirih .


" mau apa ? disini rumahmu juga " tanya archie dengan nada tak suka ketika sasa mengatakan ingin pulang ke apartemennya .


" bajuku semua masih disana " suara sasa mengecil karena takut archie marah .


" coba kau buka pintu disebelahmu itu  "


sasa membuka pintu yang archie tunjuk dan ketika terbuka ternyata itu adalah sebuat closet yang yang sudah penuh dengan pakaian wanita berbagai merek , tas mahal dan beberapa sepatu model terbaru dan semua itu kini miliknya .


" aku sudah menyiapkan ini sejak lama sayang " bisik archie lembut sambil memeluk sasa


" ini terlalu berlebihan untukku archie "


archie mendadak memutar tubuh sasa dengan kasar " aku suamimu sekarang bukankah tidak sopan kau menyebut namaku saja " hardik archie marah .


" maaf aku .....


cup


belum selesai sasa berbicara archie sudah mendaratkan ciuman ke bibir sasa dengan lembut tapi perlahan ciuman archie berubah menjadi lumatan lumatan penuh nafsu sasa sampai kehabisan nafas akhirnya dengan sekuat tenaga dia dorong archie menjauh darinya .


" im not ready yet " ucap sasa terisak berusaha menjauh dari archie yang masih mematung ditempatnya . archie menatap sasa beberapa saat kemudian memilih meninggalkan sasa sendirian dikamar pengantin mereka .


buggg


sasa terjatuh dilantai kakinya terasa lemas setelah berhadapan dengan archie yang kini sudah menjadi suaminya , dia masih belum bisa menerima statusnya dan berada dalam satu ruangan dengan archie membuatnya takut . sasa duduk memeluk lulutnya dilantai yang dingin sampai akhirnya dia terlelap karena kelelahan setelah melalui hari yang berat .


" dimana istrimu bos ?" goda rico pada archie didalam mobil .

__ADS_1


" masih tidur mungkin "  archie menjawab dengan malas dirinya masih disibukkan dengan laporan di tab miliknya untuk menyeleksi para calon pemagang dan penerima beasiswa dari perusahaannya.


rico memilih diam tak melanjutkan perkataanya sepertinya sang bos sedang dalam mood yang jelek . mobil yang ditumpangi archie dan rico akhirnya sampai di kampus sasa karena ini hari terahir mereka melakukan pameran . begitu archie melangkahkan kaki di halaman kampus beberapa siswa nampak menyambut archie dan rico bak pahlawan , mereka berusaha mencari tau apakah nama mereka berhasil masuk ke perusahaan archie atau tidak .


" yess gue akhirnya bisa masuk " celoteh clarissa bangga


" nama gue juga " jawab risa si senior menyebalkan yang sekarang sudah akrab dengan clarissa


" ikh kesel kalian bisa magang di bagian humas sementara gue sama ayu di bagian pemasaran " celetuk shireen kesal ketika melihat papan pengumuman .


"hahahah ya udah si yang penting bisa masuk kan lagian kan nanti gajinya lumayan bisa buat holiday ke bali " jawab ayu senang .


dengan setengah berlari sasa masuk ke area kampusnya hari ini dia bangun kesiangan karena tak ada yang membangunkan bahkan saat turun ke ruang makan sosok archie sudah tak ada .Terpaksa sasa harus naik taksi untuk menuju kampus karena kunci mobilnya disimpan oleh archie dan para pembantu dirumah dilarang memberikan kunci itu pada sasa .


" jam berapa ini heyyy !! " teriak clarissa saat melihat sasa berjalan kearahnya .


" duh duh princess ini luar biasa emang " cibir risa tak mau kalah, disusul ayu dan shireen yang juga ikut membully sasa .


sasa memilih diam tak meladeni mereka dia meneruskan langkahnya menuju ruang kelasnya dimana gusti sudah menunggunya .


" akhirnya lo datang juga sa, kemarin kemana seharian hp lo ga aktif  " cecar gusti kesal .


" sorry kmren ada urusan kecil trus gue lupa cass hp , kenapa si pagi pagi dah nyuruh gue cepet cepet datang kekampus ? "


mendengar neneknya sakit membuat sasa sedih walau bagaimanapun dia adalah perempuan yang sudah melahirkan ibunya . sasa teringat akan pesan ibunya untuk memintakan maaf pada kakek neneknya .


" saa kita ga punya banyak waktu " ujar gusti membuyarkan lamunan sasa


" kapan mau berangkat kesana ? " tanya sasa lirih


" siang ini juga !!! " gusti memperlihatkan tiket pesawat atas nama mereka berdua .


" ayo ke bandara pesawat kita flight satu jam lagi " cicit gusti kemudian menarik tangan sasa keluar kelas untuk menuju bandara , mereka berjalan lewat pintu belakang dimana nampak sepi karena mahasiswa yang lain nampak masih sibuk dilapangan depan .


mobil gusti berhenti di depan lobby kedatangan terminal 3 soekarno hatta mereka langsung menuju ke gate keberangkatan karena pesawat akan take off sepuluh menit lagi .


" matikan hp mu " perintah gusti saat sedang memasang seat belt .


" iya " jawab sasa , kemudian memasukan smartphonenya kedalam tas setelah di offkan . tak lama pesawat mereka terbang menembus cakrawala menuju bandara adi soemarno solo . sasa berharap masih bisa bertemu dengan sang nenek hatinya sangat kacau saat mendengar cerita gusti di mobil tadi .


" tunggu sasa eyang " batin sasa .

__ADS_1


" eyang pasti senang kau datang sa " ucap gusti menenangkan  , sasa tersenyum mendengar ucapan gusti .


setelah terbang selama satu setengah jam akhirnya pesawat yang membawa gusti dan sasa landing dengan selamat di bandara , gusti dan sasa kemudian naik ke mobil yang sudah menunggu mereka di lobby untuk mengantar mereka ke RS Indriati dimana sang eyang sedang dirawat .


sesampainya si rumah sakit gusti dan sasa langsung menuju ke lantai 15 di ruang VIP dimana sang eyang masih belum sadarkan diri .


" gustiiii " teriak raden Galih ketika melihat putra semata wayangnya sudah datang . " terima kasih cah ayu sudah mau datang " imbuhnya saat melihat sasa berdiri disamping gusti . sasa mengangguk pelan merespon ucapan sang pakdhe .


sasa berjalan menuju ruangan dimana sang eyang terbaring , dari balik kaca terlihat eyangnya sudah dipenuhi alat bantu medis dipinggir ranjang nampak raden Panji duduk setia menunggu sang istri .


" masuklah nduk " ucap mintarsih lirih . sasa membuka pintu perlahan kemudian berjalan menuju ranjang dimana eyangnya terbaring , perlahan sasa menyentuh salah satu tangan sang eyang lembut air mata sasa mengalir entah mengapa padahal pertemuan pertama mereka dulu sangat tak menyenangkan untuk sasa .


" eyang sasa disini " ucap sasa lirih


Raden panji tersenyum melihat kedatangan cucu perempuannya dari matanya nampak rasa penyesalan yang dalam ketika menatap sasa , jemari raden galuh bergerak pelan merespon sentuhan sasa perlahan namun pasti kedua matanya terbuka dan senyum tersungging di wajah senjanya .


" cucuku sayang " bibir raden galuh bergetar memanggil sasa


" iya eyang sasa disini maafkan sasa baru tau kalau eyang sakit hiks hiks " sasa menangis nampak sekilas sorot mata sang ibu muncul di wajah eyangnya


" eyang sangat bahagia melihatmu disini "


" hiks hiks eyang maafkan ibu sasa eyang huhu "


" cah ayu kami sudah memaafkan ibu mu dan sudah memberi mereka restu nduk " ucap raden panji tulus membelai wajah sasa yang penuh air mata . Raden galuh tersenyum mendengar perkataan suaminya kemudian matanya tertutup perlahan untuk selama lamanya .


seketika tangis putra putri raden galuh pecah saat melihat bahwa ibunya sudah pergi untuk selama lamanya . sasa masih duduk dengan memegang erat tangan sang eyang putri rasa sesak kembali mengisi dadanya .


acara pemakaman raden galuh berlangsung khidmat dihadiri oleh keluarga besar sastrohadi kusumo dan beberapa orang pejabat pemerintahan kota solo , sasa berdiri disebelah raden panji dan gusti memberikan penghormatan terahir pada raden galuh .


" gustiii " teriak seorang wanita yang ternyata adalah swari .


swari berlari kepelukan gusti menangis meluapkan rasa rindu yang tertahan sementara sang ayah raden Trunojoyo nampak menguatkan raden panji . sasa tersenyum melihat kehangatan keluarganya .


" ibu sasa sudah menyampaikan amanat ibuu ... ibu bahagia kan disana " ucap sasa lirih sambil memandang langit . sasa berjalan pergi meninggalkan keluarganya dia merasa tidak pantas ada diantara keluarganya .


" jangan pergi nduk  , keluargamu disini .."  Raden Galih menghentikan langkah sasa


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2