
Kasih Vote dulunya donk kakak-kakak sayang heheh , Terima kasih
Archie terdiam mendengar penjelasan dokter Frans satu alis matanya terangkat karena merasa janggal dengan perkataan dokter pribadinya itu .
"Frans kau jadi dokter sudah berapa lama.?" Tanya Archie sesaat setelah menghela nafas panjang ketika mendengar perkataaan sang dokter .
"Sudah lebih dari delapan tahun bos ." Jawab dokter Frans tanpa rasa bersalah .
Plak
"Awww " Jerit dokter Frans kesakitan sambil memegangi kepala belakangnya yang baru saja di pukul oleh Rico secara tiba-tiba .
"Apa masalahmu Rico !! " Teriak dokter Frans jengkel karena tak suka dipukul oleh Rico .
"Kau ini benar-benar menguji kesabaran Frans " Jawab Rico dengan cepat berusaha menyadarkan dokter Frans kalau Archie sedang marah kepadanya .
"Apa maksudmu Ri ....
Dokter Frans tak dapat menyelesaikan perkataannya karena sudah ditarik oleh Gustaf menjauh dari hadapan Archie yang sudah terdiam sejak mendengar jawaban dokter Frans pertama kali , aura dingin keluar dari tubuh Archie disertai tatapan tajam dari kedua manik biru langitnya .
"Apa yang kau lakukan Gustaf .?" Tanya dokter Frans berontak berusaha melepaskan diri dari cengkraman Gustaf yang mendorongnya ke dinding , supaya bisa menjauh dari Archie .
"Sadarlah Frans , bos sedang marah padamu coba perhatikan itu !! " Jawab Rico tanpa suara sambil melirik ke arah Archie yang kini sedang menatap tajam foto Clarissa dan Mariza secara di sebuah klinik kecantikan di Korea Selatan secara bergantian tanpa berkedip .
Glek
Dokter Frans menelan salivanya perlahan saat baru menyadari perubahan emosi Archie , suasana hening mencekam langsung terasa begitu semua orang diam dan hanya menatap ke arah Archie yang mengeluarkan aura membunuh dari tubuhnya . Dokter Frans ,Gustaf dan Rico pun tak ada yang berani bersuara karena merasa sosok dingin dan kejam Archie sepuluh tahun lalu kembali lagi saat ini , sosok Archie Durran yang tak punya belas kasih pada lawan bisninya dan pada siapapun yang berani menghalangi jalannya .
"Kenapa kau tak memberitahuku dari tadi ." Protes dokter Frans lirih pada Rico yang tengah berdiri dihadapannya .
"Diam kau Frans ." Sahut Gustaf jengkel , ia merasa kalau dokter Frans sudah banyak bicara sejak tadi .
"Bersiaplah menghadapi badai ." Ucap Rico pelan dengan senyum kecut mengembang diwajahnya begitu bisa menyakini kalau Archie kali ini sedang benar-benar marah kepada mereka bertiga .
Rico yang mengenal Archie jauh lebih lama dari Gustaf dan dokter Frans sudah hafal sekali dengan sifat dan karakter Archie , oleh karena itu ia menyakini kalau kali ini Archie benar-benar marah kepada mereka bertiga . Saat sedang hening tiba-tiba terdengar suara ketukan dari luar yang sontak membuat Rico langsung berlari ke arah pintu untuk mencari tau siapa yang ada didepan pintu .
"Maaf tuan saya mengganggu ." Ucap seorang resepsionis yang biasa duduk didepan lobby meminta maaf .
"Tak apa , ada apa nona Gisele .?" Tanya Rico terbata ketika membaca nama sang sekertaris yang terpasang dibagian dadanya .
"Ini tuan tadi ada orang dari kediaman tuan Archie membawakan ini untuk tuan Archie ." Jawab Gisele sang resepsionis sambil memberikan sebuah kantung kertas yang cukup besar dan berat ke arah Rico .
__ADS_1
"Ok terima kasih , kau sudah boleh kembali ke tempatmu ." Sahut Archie dengan cepat sambil meraih kantung kertas pemberian sang resepsionis .
"Baik tuan , permisi ." Pamit Gisele dengan hormat pada Rico sambil menundukkan kepalanya dengan perlahan sambil berjalan mundur menuju ke arah lift karyawan yang letaknya ada didepan ruangan Mariza , ia tak berani menggunakan lift pribadi milik Archie .
Saat akan masuk ke dalam ruangan langkah Rico terhenti dan tak yakin ingin menyapa Archie karena takut membuat bosnya itu marah akan tetapi ia beranikan diri karena sedang membawa paket yang dikirimkan oleh Sasa.
"Bos ... maaf ini ada paket dari nyonya untukmu ." Ucap Rico pelan sambil menunjukkan kantung kertas yang ia bawa .
"Benarkah , oke letakkan di sini Rico dan keluarkan isinya ." Jawab Archie dengan cepat sambil memasukkan dua foto yang sejak tadi ia pandangi ke dalam kotaknya lagi .
Dengan cepat Rico menjalankan perintah yang Archie baru saja ucapkan , Rico mengeluarkan dengan hati-hati sebuah box makanan yang cukup besar dari dalam kantung dan perlahan membuka tutup makanan itu dihadapan Archie . Senyum Archie langsung mengembang ketika melihat isi box yang baru saja Rico buka begitu pula dengan ketiga anak buahnya yang sejak tadi hanya diam membisu .
"Kemarilah kalian , lihatlah istriku mengirim sandwich tuna . Ayo makan bersama " Ucap Archie dengan bersemangat memanggil Gustaf dan dokter Frans yang masih berdiri di dekat meja Archie .
Dokter Frans dan Gustaf membelalakan kedua matanya mendengar perkataan Archie begitupula dengan Rico yang masih berdiri didepan Archie , mereka bertiga tak menyangka kalau sikap Archie akan berubah secepat itu .
"Ayo ambil lah , istriku membuat banyak " Imbuh Archie dengan cepat sambil memasukkan sandwich buatan Sasa ke mulutnya .
"Ayo kesini ." Ucap Rico tanpa suara sambil melambaikan tangan pada Gustaf dan dokter Frans .
Dokter frans dan Gustaf kemudian jalan perlahan menuju ke sofa dimana Archie sedang menikmati sandwich tuna dengan sangat lahap , Rico perlahan meraih sandwich yang ada di box dan mulai memakannya dengan lahap begitupula dengan dokter Frans dan Gustaf yang sudah duduk disebelah Rico . Mereka bertiga menikmati sandwich dengan tenang dan lega karena Archie sudah tak marah lagi , sementara itu Rico nampak tersenyum karena dugaannya benar . Makanan pemberian Sasa benar-benar membuat Archie kembali tenang .
"Bos ...
"Itu aku mau menjelaskan sesuatu padamu ." Ucap dokter Frans terbata .
"Bicaralah Frans jangan berbelit-belit aku akan mendengarkannya ." Sahut Archie sambil menyeka bibirnya menggunakan tissu.
Dokter Frans menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan dan mulai bicara dari awal , dimana ia berhasil mendapatkan info kalau Clarissa memang pernah ada di klinik yang sama dengan Mariza berdasarkan hasil tangkapan CCTV dimana mereka mendapatkan foto keduanya .
"Lalu kalau Mariza adalah Clarisa seperti dugaanmu ,bagaimana mungkin ia tertangkap kamera dalam waktu yang hanya satu minggu dengan Mariza yang baru saja keluar dari klinik itu . Bukankah kalau melakukan oprasi plastik membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan satu tahun untuk melihat hasilnya ." Celetuk Gustaf tiba-tiba mengomentari perkataan dokter Frans ketika sudah selesai bicara .
"Nah ini dia justru garis merahnya , dugaanku ada orang yang bermain serapi ini dibelakangnya sehingga ia memanipulasi rekaman CCTV yang kita dapatnya ini . Jadi seolah-olah Clarisa dan Mariza muncul diwaktu yang berdekatan padahal kedua foto ini diambil dalam musim yang berbeda ." Jawab dokter Frans sambil tersenyum sombong .
"Bagaimana kau tau kalau dua foto ini diambil dalam musim yang berbeda Frans .?" Tanya Archie tiba-tiba .
"Seperti yang kita semua tau bahwasanya kalau Korea memiliki empat musim dalam satu tahun jadi memang sangat mustahil jika kedua foto ini diambil dalam rentang waktu yang berbeda , akan tetapi untuk orang yang jeli akan dapat sangat mudah mengerahui kalau kedua foto ini diambil dalam musim yang berbeda . " Jawab dokter Frans serius .
"Lalu ." Celetuk Archie datar .
"Di foto ini mereka berdua terlihat dalam waktu yang berdekatan seperti yang terlihat di rekaman CCTV padahal kenyataannya tidak . Disini foto Clarisa ini terlihat sepertinya diambil pada saat musim gugur yang mana jatuh di bulan september sampai november , sedangkan foto Mariza terlihat diambil saat musim dingin yang jatuh di bulan desember sampai februari yang mana kedua musim itu memang berdekatan jaraknya jadi untuk orang awam pasti tak akan menyadarinya bos . Tapi si perekayasa CCTV ini lupa satu hal yang sangat mencolok disini . " Ucap dokter Frans sambil tersenyum .
"Apa .?" Tanya Archie ,Rico dan Gustaf secara bersamaan .
"Tas dan gaya berpakaian mereka sangat berbeda dan terlalu mencolok , di foto Clarissa terlihat memakai baju yang lebih tipis dari yang dipakai Mariza yang memang ada di musim dingin saat fotonya diambil . Dan lagi tolong perhatikan tas yang mereka pakai , bukankah ini tas yang sama . " Jawab dokter Frans sambil memperbesar foto Clarisa dan Mariza secara bersamaan .
__ADS_1
"Tapi ini tas yang ...
"Berbeda maksudmu Rico , coba perhatikan lagi lebih detail . Kedua tas ini adalah tas yang sama akan tetapi karena diambil dengan jarak yang berbeda maka kedua tas yang dipakai mereka terlihat berbeda , tapi kenyataannya ini adalah tas yang sama ." Ucap dokter Frans memotong perkataan Rico .
Archie terdiam mendengar penjelasan dokter Frans , ia terus memperhatikan kedua foto yang ada dihadapannya dengan lebih teliti .
"Benar-benar sangat detail sekali mereka melakukan ini . " Ucap Archie sambil tersenyum tipis .
"Kau percaya dengan perkataan Frans bos .?" Tanya Rico pelan karena ia masih sedikit meragukan penjelasan dokter Frans .
"Yes , aku percaya pada Frans . Coba lihat pantulan angka di foto ini ." Jawab Archie sambil menunjuk sebuah pantulan tanggal yang ada di sebuah papan iklan yang menunjukkan perbedaan yang mencolok dari kedua foto milik Mariza dan Clarisa .
Deg
Jantung Rico berdetak lebih cepat dari sebelumnya ketika berhasil melihat sebuah petunjuk yang Archie temukan dari kedua foto milik Clarisa dan Mariza .
"Ini ...
"Kedua foto ini bukan diambil jangka waktu satu minggu akan tetapi dalam waktu satu tahun ." Ucap Archie sambil tersenyum memotong perkataan Rico .
"Kalau dugaan Frans benar maka foto pertama diambil saat Clarisa pertama datang ke Klinik ini di tahun bulan Oktober 2018 dan foto kedua diambil bulan Desember 2019 , yang mana artinya Clarisa sudah selesai melakukan oprasi plastik setahun kemudian menggunakan wajah baru . " Imbuh Archie menambahkan perkataannya sebelumnya .
Rico dan Gustaf terdiam mendengar perkataan Archie sementara itu dokter Frans nampak tersenyum lebar karena Archie mengerti maksud perktaannya , usahanya memperhatikan kedua foto itu selama dua hari ini akhirnya terbayar karena berhasil mengetahui kebenarannya .
"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang bos , apa perlu aku singkirkan Mariza eh Clarisa itu secepatnya .?" Tanya Rico penuh emosi .
"Jangan , aku ingin dia mengakuinya sendiri karena masih ada keraguan sedikit dalam hatiku walau aku sangat yakin kalau Clarisa adalah Mariza . Kita ikuti permainannya sambil tetap waspada karena aku takut ia akan berbuat nekat apalagi saat ini istriku sedang hamil , aku yakin ia punya rencana untuk menyakiti Sasa . " Jawab Archie sambil menatap tajam ke arah foto Clarisa yang ada dilayar ponsel dokter Frans .
"Baik bos kami mengerti ." Sahut Rico , Gustaf dan dokter Frans secara bersamaan sambil mengangguk .
Sebuah senyuman mengembang di wajah tampan Archie merespon perkataan tiga anak buahnya .
"Coba berikan akting terbaikmu dihadapanku Clarissa ." Ucap Archie dalam hati .
Bersambung
Faith akan tamat dalam 4 sampai 5 episode lagi , jadi tetap baca ya dan jangan ketinggalan satu episode pun ya kakak-kakak . Karena Faith 1 sudah mau tamat boleh dong tetap kasih vote ke Faith sebagai kado perpisahan Archie , Sasa and the gank hehehehe ...
Terima kasih .
__ADS_1