Faith

Faith
Malpraktek yang gagal


__ADS_3

Saat sedang bergurau dengan Archie tiba-tiba ponsel Sasa berdering dengan keras sehingga membuat Sasa harus mengangkatnya dengan segera ..


" Hallo ... " ucap Sasa menjawab panggilan masuk dari nomor asing yang tak ada didalam daftar telfonnya .


" Sasa tolong aku saaaa....." jawab seorang wanita diujung telfon sambil menangis .


" Swariiii ......." pekik Sasa cepat begitu mengenali suara wanita yang ada diujung telpon .


" Sasaaa help me please Saa hu hu huuuu... " suara tangisan Swari menyayat hati .


" Kakkk tahan jangan menangis sekarang kakak sebutkan lokasi kakak dimana ?? biar Sasa kesana ya !! kakak dijakarta kan ? " tanya Sasa pelan mencoba menenangkan Swari yang masih menangis .


" Aku di Jakarta Sa aku di rumah sakit Global Medical di Jakarta pusat Sa... please come here Sa help me ... " jawab Swari dengan suara yang makin terdengar lirih .


" Pak ke rumah sakit Global Medical pak cepat !!!" pinta Sasa pada sang supir .


" Baik nyonya " jawab sang supir patuh .


Sang supir kemudian memutar setirnya berbalik arah menuju ke rumah sakit Global Medical sesuai permintaan sang nyonya .


" Ada apa sayang ? " tanya Archie pelan ia tau Sasa sedang panik .


" Kak Swari mas , dia nangis-nangis Sasa kira dia di luar negri sama kangmas tapi dia dijakarta . Aduh kenapa ya Sasa kok takut gini " jawab Sasa dengan nada bergetar .


" Hei heiiii Sasa kan mau ketemu Swari dirumah sakit Sasa harus bisa jaga emosi Sasa supaya gak bikin Swari makin sedih ya " ucap Archie menasehati Sasa .


" Huum mas Sasa paham " sahut Sasa cepat , ia kemudian menarik nafas panjang dari hidung lalu mengeluarkan pelan melalui mulut mencoba untuk mengontrol emosi .


Mobil yang membawa dan Archie akhirnya sampai di halaman rumah sakit Global Medical , Sasa langsung turun dengan cepat meninggalkan Archie dan baby Arthur di dalam mobil . Sasa berlari ke arah resepsionis untuk mendapatkan informasi tentang Swari .


" Ruang operasi !!! " ucap Sasa kaget mengulang perkataan sang resepsionis .


" Iya nona , tempatnya ada di ujung jalan ya " jawab sang resepsionis lembut .


Sasa langsung berlari sekuat tenaga , yang ada dipikirannya adalah harus cepat bertemu dengan Swari sang kakak ipar .


" Bukankah kakak dan kangmas lagi di Inggris kok bisa di rumah sakit sihh " ucap Sasa berkali-kali dalam hati .


Setelah berlari hampir lima menit akhirnya Sasa sampai didepan ruang operasi yang sudah banyak orang berdiri didepan pintunya , Sasa semakin berpikir aneh-aneh melihat keramaian itu .


" Kayanya perempuan yang di dalam gila deh "


" Mana ada pasien sehat dibawa ke rumah sakit kaya gini "


" Harusnya dia dibawa ke rumah sakit jiwa tu !!! bahayain banget "


Deg


Jantung Sasa berdetak makin cepat ketika mendengar perkataan orang-orang yang sedang berdiri itu , Sasa pun memberanikan diri mendekat ke arah kerumunan orang itu .


" Ada apa ya pak kok rame-rame ? " tanya Sasa sambil tersenyum .

__ADS_1


" Oh itu non , di dalam ada wanita gila yang lagi nyandra suster padahal katanya dia mau di operasi apa gitu " jawab seorang lelaki paruh baya menjawab pertanyaan Sasa .


" Wanita gila ? " tanya Sasa dengan lirih .


" Iya non lihat tu " jawab lelaki itu kembali sambil menunjuk ke arah Swari yang terpojok sambil memegang pisau bedah yang diarahkan ke leher seorang suster yang ia tahan .


Sasa yang panik langsung menerobos masuk ke dalam saat beberapa orang suster keluar dari ruangan itu , Sasa berhasil menyelinap walau sempat dihalangi oleh beberapa orang pria .


" Kakak stop !!! " teriak Sasa ketika sudah masuk ke dalam ruangan yang sama dengan Swari .


Mendengar suara Sasa membuat Swari melepaskan suster yang ia tahan sebelumnya , pisau bedah yang ada ditangannya pun ikut terjatuh . Sasa langsung berlari ke arah Swari yang sudah duduk di lantai dengan tatapan mata kosong .


Beberapa orang dokter lalu berusaha mendekati Sasa dan Swari yang sedang menangis sejadi-jadinya di pelukan Sasa .


" Bu lepaskan wanita ini , dia harus segera di operasi " ucap seorang dokter laki-laki pada Sasa .


" No aku tak mau di operasi !! kalian tak bisa mengangkat rahimku ...Sa help me Sa ... mereka orang jahat " tangis Swari kembali terdengar .


" Operasi pengangkatan rahim " ucap Sasa bergetar mengulangi perkataan sang dokter .


" Iya wanita ini sakit dan harus diangkat rahimnya atau kalau tidak nyawanya akan dalam bahaya " jawab dokter laki-laki itu sambil tersenyum .


" No !!! Don't touch me .... huaaaa " jerit Swari sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh Sasa .


Sasa yang merasa aneh masih mencoba mencerna apa yang sebenarnya terjadi , ia mencoba untuk tenang dan berpikir positif .


Dokter lelaki yang tak sabar itupun meminta dokter lainnya untuk segera memisahkan Sasa dan Swari , Sasa yang sudah paham langsung menangkis tangan para dokter itu dengan cepat .


" Anda ini kurang ajar sekali ya bicara seperti itu pada dokter , kami semua dokter anda harusnya hormat " jawab dokter lelaki yang bernama Bara penuh emosi .


" Saya hanya merasa ada yang aneh , kenapa kakak saya harus dioperasi padahal dia tak mau dan saya sebagai keluarganya tak tau apa-apa juga !! saya sebagai keluarga berhak tau bukan apa yang terjadi pada kakak saya " ucap Sasa sambil berkacak pinggang melindungi Swari .


" Kau ini wanita tak tau diri memang ya sangat tidak sopan " jawab dokter Bara sambil mengangkat satu tangannya ke udara .


Grab


Tiba-tiba tangan dokter Bara dipegang oleh Archie yang sudah datang , dengan satu gerakan Archie berhasil melumpuhkan dokter Bara dan membuat dokter Bara kesakitan .


" Beraninya kau mengangkat tangan kotormu itu pada istriku !!! " ucap Archie dingin sambil mendorong tubuh dokter Bara ketembok .


" Siapa kau ? " tanya dokter Bara terbata karena kesakitan tangannya ditahan oleh Archie .


" Aku suami dari wanita yang akan kau pukul tadi " jawab Archie dengan tatapan dingin ke arah dokter bara .


" Tuan Archie " panggil seorang dokter senior yang baru datang ke ruang operasi bersama dokter lainnya .


Archie langsung melepaskan tangannya ketika namanya dipanggil oleh dokter Pras , dokter Pras adalah dokter senior yang pernah bertemu dengan Archie sebelumnya .


" Apa yang anda lakukan disini tuan ? " tanya dokter Pras dengan sopan .


" Dokter ini berusaha memukul istriku kalau saya tak datang tepat waktu tadi dok " jawab Archie sambil menunjuk ke dokter Bara yang terlihat bingung karena atasannya mengenal Archie .

__ADS_1


" Apa benar yang dikatakan tuan Archie dokter Bara ? " tanya dokter Pras pada dokter Bara .


" Wanita itu tadi bicara sembarangan dok makanya saya naik darah dan ....


" Sembarangan apa !!! saya hanya tanya kenapa kakakku mau di operasi pengangkatan rahim disaat dia tak mau melakukan itu dan saya hanya minta bukti persetujuan keluarga saja kok , apa itu disebut bicara sembarangan " ucap Sasa cepat memotong perkataan dokter Bara .


" Benarkah itu dokter Bara !!! kenapa anda lakukan ini , keluarga pasien meminta bukti persetujuan kenapa anda malah marah padanya " hardik dokter Pras penuh emosi .


" Itu itu.... dokter ...


" Satpam tangkap dokter Bara dan bawa keruangan saya segera !! " ucap dokter Pras memotong perkataan dokter bara .


Mendengar perintah dari dokter senior para security pun langsung bertindak , mereka lalu membawa dokter Bara ke ruangan dokter Pras yang merupakan kepala dokter di rumah sakit Global Medical . Sepeninggal dokter Bara , Swari pun menjadi lebih tenang emosinya lebih terkontrol.


" Sebenarnya apa yang terjadi kak , kenapa kakak sampai dipaksa untuk melakukan operasi pengangkatan rahim oleh dokter itu ? " tanya Sasa pelan pada Swari yang berbaring di ranjang setelah mendapat perawatan dokter Pras .


" Aku datang mau periksa masalah haidku awalnya Sa , karena tiba-tiba aku haid banyak sekali pasca aku liburan dari Inggris bersama kangmas . Tapi tiba-tiba dokter itu langsung memintaku melakukan pengangkatan rahim tanpa pemeriksaan apapun , aku panik dan kaget Sa ... rahimku tak ada masalah apapun , kalaupun aku belum hamil sampai saat ini karena Tuhan belum memberikan kepercayaan padaku Sa ... tapi kenapa dokter itu langsung memintaku operasi pengangkatan rahim hu hu hu.... aku takut Sa makanya tadi aku telpon Sasa pakai hp suster yang aku sandera karena ponselku diambil dokter gila itu hu hu huuuuu......" tangis Swari pecah menceritakan hal yang sebenarnya terjadi .


Semua orang yang ada di ruangan itu tertegun tak percaya termasuk dokter Pras yang amat sangat shock , ia tak percaya dokter Bara akan segila itu .


" Sudah kak , jangan menangis semua baik-baik saja sekarang kak " ucap Sasa memenangkan Swari yang masih takut dan shock .


" Bagaimana ini dokter Pras , dokter itu sudah gila namanya " ucap Archie dingin .


" Tenang tuan , kami akan menyelidiki niat dokter Bara sebenarnya apa " jawab dokter Pras sambil senyum yang dipaksakan .


" Saya ikut boleh ? " tanya Archie pelan .


" Baiklah , ayo ikut saya . Saya akan melakukan sidang pada dokter Bara " jawab dokter Pras sambil mengangguk .


Archie kemudian pergi bersama dokter Pras meninggalkan Sasa dan Swari di ruang perawatan .


" Sudah kak jangan sedih lagi , tenang ya setelah ini kita pulang " ucap Sasa pelan menenangkan Swari .


" Jangan pergi Sa , aku takut... dokter itu tadi juga bilang kalau aku mandul Sa makanya dia mau ambil rahimku huhuuuuu " jawab Swari sambil terus menangis .


" dokter gila !!! " ucap Sasa dalam hati .


Sasa kemudian memeluk Swari dengan erat mencoba untuk memberikan dukungan moral pada kakak iparnya itu .


" Kangmas dimana kak ? " tanya Sasa pelan .


" Masih on the way Jakarta Sa , tadi pagi penerbangan dari Solo telat karena cuaca buruk " jawab Swari terbata-nata .


" Oh begitu , ya sudah sabar ya kita tunggu kangmas saja kak " ucap Sasa pelan .


" iya ... jangan pergi ya temani aku disini " pinta Swari pada Sasa .


Sasa menganggukan kepalanya pelan , ia bisa merasakan kesedihan Swari saat ini . Seorang wanita yang belum punya anak di vonis mandul oleh dokter pasti rasanya sangat menyakitkan apalagi sampai hampir diangkat rahimnya , Sasa hanya bisa mengucap syukur berkali-kali karena bisa datang tepat waktu .


" Kangmas ayolah cepat datang kasian ini istrimu " ucap Sasa dalam hati , ia tak tega melihat Swari yang terus gemerataran karena ketakutan .

__ADS_1


🌼 Bersambung 🌼


__ADS_2