
Dapur dirumah Archie terasa makin hangat karena sang nyonya rumah ikut memasak bersama para pelayan , Sasa bahkan bangun sejak pagi supaya bisa bergabung dengan para pelayannya itu . Ia ingin menyiapkan sendiri sarapan untuk para tamunya , dibantu beberapa orang pelayannya Sasa membuat makanan yang biasa dimakan oleh sang suami .
Tak lama kemudian makanan yang dibuat oleh Sasa sudah terhidang di atas meja , ia lalu memanggil sang suami yang sedang meeting di ruang belajar bersama ketiga anak buahnya dan tiga anak kembar Alexander Del Leon .
Saat akan mengetuk pintu ruang belajar samar-samar Sasa mendengar percakapan dari dalam , karena tak mau mengganggu Sasa mengurungkan niatnya . Ia pun memilih bermain dengan sang anak sembari menunggu suaminya selesai meeting .
Ceklek
Pintu ruang belajarpun terbuka lalu keluarlah Archie sambil mendorong Rico yang masih duduk diatas kursi rodanya dengan tersenyum diikuti Gustaf dan dokter Frans , dibelakang mereka berjalan Selena dan dua adik kembarnya dengan membawa satu buah amplop besar berwarna putih dengan logo perusahaan Durran Internasional .
" Ayo makan " ucap Sasa pelan dengan tersenyum .
" Siap nyonya " jawab Archie sambil mengambil alih baby Arthur dari gendongan Sasa .
" Ayo semuanya duduk " ucap Archie pelan meminta semua orang untuk duduk di meja makan .
Kedua adik kembar Selena yang belum mengenal Sasa dengan baik nampak terkejut ketika melihat sang nyonya rumah menyajikan makanan yang sudah ia masak .Mereka bahkan dibuat lebih terkejut ketika merasakan makanan buatan Sasa .
" Anda memasak semua ini nyonya ? " tanya Gracia pelan .
" Iya , kenapa ? apa tak sesuai dengan selera makan mu ? " tanya balik Sasa dengan tersenyum .
" Ini semua masakan yang cukup sulit dibuat aku tak menyangka seorang istri dari orang paling berpengaruh di Asia bisa memasak makanan seperti ini " jawab Gracia dengan mata berbinar-binar memuji makanan Sasa .
" Akh bisa saja kau ni Grace , setinggi apapun jabatan seorang wanita kodratnya tetaplah menjadi istri dan ibu yang baik untuk anak-anaknya . Jadi bisa memasak untuk keluarga adalah harga mati bagi seorang wanita " ucap Sasa sambil tersenyum .
Carolina dan Gracia saling memandang satu sama lain , mereka tak menyangka istri dari Archie Durran ternyata sepintar ini .
" Makanya jangan percaya dengan apa yang diucapkan oleh Alexander Del Leon sebelum kalian melihatnya sendiri " celetuk Selena tiba-tiba .
" Apa maksudmu sayang ? " tanya Rico pada Selena .
" Selama ini kami diberitahu Alexander Del Leon bahwasanya istri seorang Archie Durran hanyalah seorang gadis remaja yang tak bisa apa-apa , oleh karena itu ia selalu menargetkan Sasa sebagai sasaran berikutnya untuk memeras Archie " jawab Selena dengan lirih .
" Benarkah itu ? " tanya Sasa cepat .
" Iya Alexander Del Leon selalu membicarakan tentangmu Sa , ia mengatakan kalau kau adalah kelemahan terbesar seorang Archie dan karena itu pula ia ingin menculikmu untuk menaklukkan Archie " jawab Selena pelan dengan wajah yang memerah .
" Maafkan kami nyonya ... kami hanya ...
" Sudahlah tak usah dipikirkan lagi , lagi pula semua itu kan sudah berlalu jadi tak usah diingat-ingat lagi " ucap Sasa cepat memotong perkataan Gracia .
__ADS_1
Mendengar perkataan Sasa membuat Archie tersenyum ia bangga karena istrinya sudah semakin dewasa .
" ya sudah ayo makan lagi jangan sungkan " ucap Sasa cepat sambil meletakkan potongan daging kalkun dibatas piring Gracia dan Carolina yang sejak tadi hanya tersenyum tanpa berbicara apapun .
" Hatchiiiii !!!! "
Tiba-tiba Carolina bersin sesaat setelah mereka selesai makan , Gracia dengan cepat memberikan kakaknya beberapa helai tissue .
" Kau sakit Carol ? " tanya Selena khawatir .
" Tidak kak aku hanya kurang tidur saja " jawab Carolina cepat .
" Tapi wajahmu pucat Carol " imbuh Sasa menimpali perkataan Selena .
" Aku hanya kelelahan saja kak mungkin ini efek dari rumah sakit kemarin " jawab Carolina mengelak .
" Grace antarkan Carol ke kamar dia butuh istirahat sepertinya " ucap Selena dengan rasa bersalah .
Grace menganggukkan kepalanya ia lalu menuntun Carolina berjalan menuju kamarnya meninggalkan orang-orang yang sedang duduk di ruang tamu , melihat dua adiknya pergi ke kamar Selena lalu menitikkan air mata ia merasa bersalah kepada dua adiknya itu atas apa yang telah terjadi beberapa hari terakhir .
" Jangan salahkan dirimu sayang , kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi aku yakin Carolina baik-baik saja dia hanya butuh istirahat saja " bisik Rico pelan memberikan dukungan pada Selena sang kekasih .
" Frans lebih baik kau segera susul mereka dan periksa kondisi Carolina " ucap Archie tiba-tiba memberi perintah pada dokter Frans .
" Aku mengerti bos " jawab dokter Frans cepat , ia kemudian berjalan pelan menuju kamar Carolina .
Dokter Frans sebenarnya sudah khawatir ketika pertama kali ia melihat Carolina keluar dari kamar tadi pagi , ia tak menyangka kalau Carolina akan ikut sarapan bersama pasalnya mereka bercinta sampai jam empat pagi .
Tok
Tok
" Boleh aku masuk ? "tanya dokter Frans pelan setelah mengetuk pintu .
" Masuklah dokter " jawab Gracia cepat .
Mendengar jawaban Gracia dokter Frans membuka pintu , ia lalu masuk ke dalam dan tersenyum kearah Carolina yang sudah diselimuti oleh Gracia .
" Maaf mengganggu , Aku ingin mengecek kondisi Carolina " ucap dokter Frans singkat .
" Silakan dok " jawab Gracia cepat .
__ADS_1
Dokter Frans lalu membuka kotak peralatannya untuk mengambil stetoskop iya lalu memeriksa kondisi Carolina dengan perlahan .
" Kau butuh istirahat Carol , lebih baik hari ini ini kau istirahat saja di kamar " ucap dokter Frans sambil tersenyum ketika sudah memeriksa kondisi Carolina yang sudah menjadi miliknya itu .
" Tapi tidak ada yang serius kan dok ? " tanya Gracia cepat .
" Iya kakak mu tidak apa-apa , dia hanya kelelahan saja setelah istirahat selama sehari kondisinya akan segera kembali seperti sedia kala jadi kau tak usah khawatir " jawab dokter Frans sambil tersenyum tipis ke arah Carolina yang wajahnya sudah memerah itu .
" Syukurlah , kalau begitu aku keluar dulu kak Selena pasti sangat khawatir . Aku harus memberitahunya kabar ini " ucap Gracia tiba-tiba .
" Dan jangan lupa tolong bawakan air hangat untuk Carolina " sahut dokter Frans cepat .
" Baik dok saya mengerti " jawab Gracia cepat .
Dengan penuh semangat Gracia membuka pintu dan meninggalkan dokter Frans bersama Carolina berdua ,ia berlari menuju ruang tamu untuk memberitahukan kondisi Carolina pada sang kakak pertama.
Sepeninggal Gracia tak lama kemudian dokter Frans menyentuh wajah Carolina yang pucat dengan perasaan bersalah .
" Kenapa kau harus memaksakan diri aku tahu kau pasti sangat kelelahan karena semalam !! " ucap dokter Frans lirih .
" Mana mungkin aku tak ikut bergabung dengan mereka , ini rumah orang bukan rumahku sendiri aku tak mungkin seenaknya saja seperti itu " sahut Carolina sambil tersenyum mencoba membela diri .
" Maafkan aku yang terlalu bersemangat semalam " celetuk dokter Frans menggoda Carolina .
" Jangan menggodaku kau ini sungguh menyebalkan ,aku benci padamu !!! pekik Carolina tiba-tiba merajuk .
Melihat Carolina merajuk membuat dokter Frans tertawa terbahak-bahak ia tak menyangka kalau gadisnya akan semanja itu .
" Setelah pergantian nama kalian selesai aku akan segera berbicara pada Selena tentang hubungan kita " ucap dokter Frans sambil menggenggam tangan Carolina lembut .
" Tunggu sampai kakak menikah dengan Rico , setelah mereka menikah baru kita beritahukan pada semua orang tentang hubungan kita " jawab Carolina cepat merespon perkataan dokter Frans .
" Baiklah kalau itu maumu aku akan mengikutinya " sahut dokter Frans sambil memeluk Carolina dengan erat .
Dari balik pintu Sasa bisa mendengar jelas semua perkataan Carolina dan dokter Frans , sebuah senyum tersungging di wajahnya .
" Bos dan anak buah sama semua , sama-sama bermulut manis " ucap Sasa lirih sambil tersenyum .
🌼 Bersambung 🌼
Jangan lupa like , komen dan bantu vote novel Faith donk kakak-kakak yang baik biar rangkingnya naik ga pakai pulsa kok hehehe 😁🌹.
__ADS_1