Faith

Faith
Kehidupan jalanan


__ADS_3

Melihat Sasa masuk ke dalam kamar dan mengacuhkan dirinya akhirnya membuat Gustaf sadar diri , ia tau apa yang ia lakukan di pagi buta itu benar-benar tak bisa ditolerir oleh siapapun . Akhirnya Gustaf berjalan perlahan menuruni tangga menuju lantai satu , saat beberapa pelayan Archie yang sedang bersiap membuat sarapan di pantri menegurnya Gustaf hanya tersenyum simpul tanpa bicara apapun .


Gustaf berjalan menuju mobilnya yang ada dihalaman seperti orang yang kurang gairah , saat akan mengeluarkan kunci mobilnya tiba-tiba saja ada orang yang merebut kuncinya dengan kasar .


" ayo naik aku yang bawa mobilmu .. !!! " pekik Sasa sambil melempar satu tas yang ia bawa kepada Gustaf .


" nyonya ....


" hurry up " teriak Sasa cepat memotong perkataan Gustaf yang tengah kaget .


Tanpa menjawab lagi Gustaf segera masuk ke dalam mobilnya di kursi penumpang yang ada disebelah Sasa yang tengah duduk di kursi supir , begitu Gustaf masuk Sasa langsung tancap gas tanpa menunggu Gustaf pakai sabuk pengaman hingga akhirnya membuat Gustaf hampir jatuh tersungkur ke depan kalau ia tak cepat bersandar pada dashboard mobil .


Sasa memacu mobil sport itu dengan kecepatan hampir 220 km / jam yang sudah sangat cepat walau belum mencapai batas maksimal yang mampu ditempuh oleh mobil McLaren F1 388 km / jam . Gustaf tak berani berkata-kata ketika ada didalam satu mobil itu bersama Sasa , ia hanya bisa menelan salivanya berkali-kali saat Sasa kembali menambah kecepatan mobil yang di masukan dalam deretan kategori mobil tercepat di dunia itu .


Jarak rumah Archie dan apartemen Asscot yang biasa ditempuh dalam waktu 40 menit dalam kecepatan normal tidak berlaku pada Sasa yang hanya berhasil menempuh waktu kurang dari 20 menit , ia langsung menuju basement untuk parkir ditempat biasa Gustaf parkir .


" ayo keluar tunggu apa lagi !!! " teriak Sasa cepat ketika membuka pintu mobil McLaren F1 warna silver itu .


" iya iyaa nyonya " jawab Gustaf terbata , ia tiba-tiba merasa mual ketika berhenti sehingga membuat Sasa mengangkat satu alisnya karena merasa kesal melihat Gustaf yang lambat .


" Gustaf come on !!!! " hardik Sasa tak sabar .


Melihat Sasa marah Gustaf langsung berjalan cepat ke arah lift yang ada di parkir bawah tanah di apartemennya itu dimana Sasa sudah berdiri didepan lift sambil menahan pintu supaya tak tertutup , setelah Gustaf masuk pintu lift langsung tertutup . Pria itu langsung terdiam didekat pintu tanpa bicara apapun , aura dingin dari Sasa terasa seperti Archie sehingga membuat Gustaf menciut .


" kenapa lama-lama nyonya seperti bos " ucap Gustaf dalam hati sambil mencoba melirik ke arah Sasa .


" apa yang kau liat ?!! iya aku masih pake baju tidur lalu masalahnya dimana ? " hardik Sasa sinis sambil menatap tajam ke arah Gustaf .


" tidak nyonya " jawab Gustaf polos sambil menunduk .


Sasa langsung berjalan keluar ketika pintu lift terbuka karena sudah sampai ke lantai dimana kamar apartemen Gustaf berada , Gustaf langsung berjalan cepat untuk mendahului Sasa karena tak mau dimarahi lagi oleh istri bosnya itu .

__ADS_1


" dimana dia ? " tanya Sasa pelan saat sudah masuk ke dalam apartemen Gustaf .


" kamarku " jawab Gustaf lirih .


Sasa berjalan tanpa suara menuju kamar Gustaf , langkah kakinya terhenti saat melihat seorang gadis tengah meringkuk diatas ranjang sambil memegangi perutnya . Karena iba Sasa langsung berjalan masuk dengan membuka tas yang sebelumnya ia bawa , Sasa mengeluarkan beberapa buah pembalut wanita dan pakaian dalam yang masih baru serta pakaian bersih yang belum ia pakai juga . Sasa selalu punya stok pakaian baru yang belum ia pakai oleh karena itu ia tak kesulitan ketika mencari pakaian untuk gadis yang Gustaf bawa pulang .


Sasa memberikan kode pada Gustaf untuk memberikan apa yang ia bawa pada Gracia , Sasa merasa tak enak kalau tiba-tiba langsung membangunkan gadis itu .Gustaf yang berhasil membaca kode Sasa langsung berjalan masuk ke arah ranjang dan Sasa langsung keluar dari kamar itu karena tak mau menggangu . Ia kemudian berjalan ke arah pintu dengan membawa kunci mobil Gustaf , Sasa menulis pesan di kertas yang ia letakkan di meja makan yang ia tujukan pada Gustaf kalau ia membawa mobilnya pulang ke rumah .


Dengan menggunakan mobil yang tadi Gustaf bawa Sasa pulang ke rumahnya dengan cepat supaya tak membuat Archie mencarinya , ia tau kalau hubungan Archie dan ketiga anak buahnya terbaiknya itu sedang tak baik . Sasa tak mau membuat mood sang suami bertambah hancur , setelah mengendarai mobil selama tiga puluh menit Sasa akhirnya sampai ke rumahnya dengan selamat . Ia langsung menuju kamarnya yang ada di lantai dua , dengan perlahan Sasa masuk ke dalam kamar senyumnya tersungging ketika melihat sang suami masih tertidur lelap . Sasa kemudian memilih untuk pergi mandi karena waktu sudah menunjukkan pukul lima pagi, ia ingin membantu pelayannya membuat sarapan untuk sang suami .


Archie terbangun ketika merasakan silau dari sinar matahari yang masuk kekamarnya , ia merasa kaget saat meraba tempat tidur sang istri yang sudah kosong disebelahnya . Karena khawatir Sasa pergi kuliah Archie langsung bangun tanpa mencuci wajahnya dan berjalan keluar menuju ke arah tangga senyumnya mengembang ketika melihat sang anak tengah ada di baby bouncernya dengan menikmati makan paginya sementara Sasa terlihat sedang sibuk menata meja makan .


" good morning sayang " terisak Archie dari lantai dua sambil melambaikan tangannya ke arah Sasa .


" morning mas , mandi dulu baru sarapan ya !! Sasa tunggu " jawab Sasa sambil mengangkat pancake ke arah Archie .


" oke wait a minute " sahut Archie cepat sambil berlari ke arah kamarnya .


Dua puluh menit kemudian Archie turun dengan kemeja dan celana jeans yang membuat Sasa menggigit bibir bawahnya karena terpesona melihat penampilan sang suami yang begitu menggoda apalagi Archie tak mengancingkan semua kancing bajunya sehingga membuat otot dadanya terlihat .


" jangan menggodaku sepagi ini sayang " bisik Archie pelan sambil merangkul Sasa dengan cepat .


" akh siapa yang goda , mas ga ngaca sih !! " jawab Sasa ketus sambil melepaskan pelukan sang suami .


" itu wajahnya merah hayo heheheh " ucap Archie sambil terkekeh penuh kemenangan .


" tauk akh males ama mas " sahut Sasa dengan gaya yang dibuat seimut mungkin .


Archie sampai tersedak minum ketika melihat tingkah Sasa yang seperti anak kecil , melihat suaminya batuk-batuk langsung membuat Sasa berlari ke arah sang suami lalu menepuk pelan punggungnya dengan perlahan .


" kok bisa minum aja kesedak sihhh....!!! " ucap Sasa sambil menarik hidung mancung sang suami sehingga membuat Archie meringis kesakitan sambil tertawa .

__ADS_1


" he he itu tandanya minta disuapin makannya sayang " jawab Archie berkelakar .


" mau disuapin ? " tanya Sasa sambil tersenyum .


Archie langsung mengangguk seperti anak kecil yang membuat beberapa pelayan ikut tertawa melihat sang tuan rumah bertindak kekanak-kanakan , karena tak mau menggangu quality time sang nyonya dan tuan para pelayan kemudian pergi termasuk bik Rani yang sedang menjaga baby Arthur makan .


" mereka sungguh perhatian , tak mau menggangu orang pacaran " ucap Archie sambil tersenyum .


" siapa yang pacaran .. mas aja yang lebay , mau makan pake apa ? " sahut Sasa cepat sambil menunjuk beberapa menu diatas meja .


" American breakfast " jawab Archie cepat .


Sasa tersenyum mendengar perkataan sang suami , dengan cepat Sasa memasukan sosis , turkey panggang , omelette telur , dua toast dan jagung manis rebus ke atas piring besar . Ia kemudian berjalan menuju ke sebelah Archie dan dengan telaten menyuapi sang suami makan .


" yang panggang turkey ini pasti sayang kan ? " tanya Archie dengan mulut penuh makanan .


" telen dulu baru ngomong !! " jawab Sasa cepat .


Archie langsung mengunyah makanan yang ada didalam mulutnya sambil tersenyum , sementara Sasa yang ikut makan satu piring dengan sang suami nampak menikmati sosis daging sapi favoritnya itu . Salah satu cara mengambil hati Archie adalah dengan membuatkan makanan favoritnya dan Sasa selalu berhasil ketika melakukan jurus pamungkasnya itu . Mereka kemudian menikmati makan pagi dipenuhi dengan tawa dan pelukan mesra itu .


" apa ada sesuatu yang aku tak tau tenang masa lalu mas bersama tiga orang itu ? " tanya Sasa pelan sambil meletakkan teh chamomile diatas meja dihadapan Archie .


" apa maksudmu sayang ? " tanya Archie balik .


Sasa menghela nafas panjang lalu menunjukan pesan yang diberikan Selena padanya , Archie membaca pesan itu dengan mata yang memerah .


" apa yang terjadi pada kalian dimasa lalu ? " tanya Sasa pelan .


" pertemuan kami dimulai saat aku masih hidup dijalanan ......


🌼 Bersambung 🌼

__ADS_1


Jangan lupa like ,komen dan vote ya kakak-kakak . Terima kasih 🌹


__ADS_2