
Archie memakai piyama tidurnya yang ada disamping ranjang dan berjalan menuju sofa yang ada disamping pintu besar yang terhubung dengan balkon , meninggalkan Sasa yang masih terlelap dibawah selimut . Ia duduk menatap halaman luas rumahnya dan tersenyum ketika melihat ke arah kandang Xena dan Hercules yang mana ke dua ekor kucing besar itu masih bermain kejar-kejaran di tengah malam .
"Kenapa semua masih tak terasa masuk akal bagiku."Ucap Archie dalam hati sambil memejamkan matanya dan bersandar di sofa yang ada dibalkon.
"Apa maumu sebenarnya Mariza ,kenapa kau juga mendekati istriku." Gumam Archie pelan sambil mengingat akun media sosial Sasa yang diikuti oleh Mariza padahal Archie belum mengenalkan Sasa kepadanya sekalipun .
Archie pun akhirnya tertidur di sofa balkon dibawah sinar rembulan tanpa menggunakan selimut karena terlalu banyak berfikir , memikirkan tentang Mariza selama beberapa hari ini benar-benar membuat Archie sedikit tak tenang .
King castle Apartemen
Sebuah taksi berhenti di depan lobby apartemen yang cukup mewah di Quebec , tak lama kemudian seorang wanita cantik turun dengan membawa beberapa kantong belanjaan . Beberapa penghuni lama nampak masih asing dengan wanita cantik yang baru saja datang itu .
"Selamat malam nona Mariza ." Sapa seorang petugas keberhasilan menyapa gadis yang baru turun dari taksi itu .
"Malam nyonya , oh iya nyonya bagaimana dengan pesan saya kemarin.?" Tanya Mariza sambil tersenyum .
"Di Quebec mencari seorang pelayan cukup sulit nona , karena kita harus membuat janji terlebih dahulu dengan pihak ketenagakerjaan kalau menggunakan prosedur resmi." Jawab sang petugas kebersihan memberitahu Mariza sistem kerja di Quebec .
"Oh begitu ya , ternyata cukup rumit . Ya sudah kalau begitu nyonya , terima kasih infonya saya naik dulu kekamar." Sahut Mariza ramah .
__ADS_1
"Baik nona , selamat istirahat." Ucap sang petugas kebersihan pada Mariza.
Mariza tersenyum ramah kalau melangkahkan kakinya menuju lift naik ke lantai lima belas dimana unit apartemennya berada , sesampainya di lantai lima belas lift akhirnya berhenti dan Mariza lalu keluar menuju kamarnya yang bernomor 1502 .
Sesampainya di depan kamar 1502 Mariza berhenti dan masuk ke kamarnya dan meletakkan barang belanjaannya di sofa , ia lalu berjalan pelan menuju balkon untuk menghirup udara segar .
"Sebentar lagi Claire sebentar lagi bersabarlah .... bersabarlah maka kau akan benar-benar menjadi nyonya besar yang dilayani banyak pelayan . " Ucap Mariza sambil berteriak di balkon dengan bahasa Indonesia mengeluarkan uneg-unegnya pasca gagal mendapatkan pelayan untuk membersihkan kamar apartemennya .
Setelah puas berteriak di balkon Carissa yang memakai nama Mariza lalu berjalan menuju kekamar mandi untuk berendam di bathup sebelum tidur , ia ingin melakukan me time sambil merilekskan otot di tubuhnya setelah seharian bekerja .
Di dalam bathup Clarissa menikmati mandi malamnya dengan tenang , ia mengingat kembali apa yang sudah ia lakukan selama setahun kemarin untuk menjalankan rencana ini sampai akhirnya ia tak dikenali lagi oleh siapapun ketika memakai identitas sebagai Mariza .
Clarissa melakukan operasi plastik di Korea seperti wajah asli Mariza gadis baik hati yang identitasnya dia pakai saat ini , bahkan semua orang benar-benar sudah mengiranya sebagai Mariza Claudia . Hanya sekali Clarissa memperkenalkan dirinya sebagai Clarissa Eugene ketika mencari hotel murah di Quebec itupun karena kesalahannya yang masih sering lupa dengan identitas barunya .
" Tak sia-sia aku mengeluarkan banyak uang milik Rizki untuk membayar pria pemabuk itu , cara kerjanya cukup rapi ." Ucap Clarissa pelan sambil membuka matanya .
Sebuah senyuman pun tersungging diwajah Clarissa yang sudah di operasi mirip Mariza Claudia itu , jika dilihat secara sekilas wajahnya memang sangat mirip dengan Mariza yang asli hanya saja sorot mata keduanya nampak sangat berbeda . Sorot mata Mariza yang asli nampak tak seberani Mariza yang sekarang , karena Mariza yang dulu adalah orang yang sangat tertutup .
Clarissa akhirnya bangun dari bathtub dan berjalan pelan ke arah kaca dan melihat tubuhnya di depan kaca , mengagumi hasil karya dokter kecantikan Korea yang memang terkenal bisa merubah itik buruk rupa menjadi angsa yang indah .
__ADS_1
"Aku sangat yakin kau tak akan tau kalau ini aku Archie , carilah sampai mengerahkan seratus ahli IT terbaikmu untuk mencari tau informasi tentangku di dunia maya . Semua data yang kumiliki saat ini adalah benar adanya , aku adalah Mariza Claudia ....Mariza sang gadis baik hati ha ha ha ..." Clarissa tertawa penuh kemenangan saat memikirkan betapa rapinya hasil kerjanya kali ini .
Satu tahun lalu setelah ia dikeluarkan dari rumah sakit jiwa , Clarissa langsung meminta cerai dari Rizki setelah ia berhasil mendapatkan setengah harta milik keluarga Rizki . Setelah itu Clarissa menyendiri di sebuah apartemen kecil di pinggiran Jakarta menyusun rencana baru untuk menghancurkan Sasa , sampai akhirnya ia bertemu secara tak sengaja dengan gadis yang pendiam bernama Mariza Claudia yang cukup cantik . Mariza Claudia hidup di Jakarta seorang diri karena ia adalah gadis yatim piatu , keluarga satu-satunya hanyalah seorang nenek yang tinggal di panti jompo saat ini . Karena Clarissa pandai memainkan peran akhirnya dalam waktu satu minggu ia berhasil menjalin pertemanan dengan Mariza dan sering menginap di unit apartemen Mariza , ia lalu mencari info dan kebiasaan Mariza sampai akhirnya terbesit ide untuk memakai identitas Mariza untuk menjalankan rencana pembalasan dendamnya pada Sasa yang dianggap telah merebut posisi nyonya besar darinya .
Clarissa kemudian mengajak Mariza liburan ke Korea , disanalah ia menjalankan aksinya. Mariza asli ia sekap dan ia meminta dokter untuk mengoperasi mirip Mariza dan juga melakukan implan di dada dan bokongnya agar terlihat seksi . Sampai akhirnya saat ini ia sudah benar-benar menjadi sosok Mariza Claudia , si gadis yatim piatu yang penyendiri .
" Sialan rupaya aku mau datang bulan pantas saja birahiku menggila seperti ini." Ucap Clarissa lirih sambil melirik ke arah kalender yang ada di atas nakas .
Clarissa kemudian berjalan ke arah lemari untuk mencari mainannya , alat untuk melampiaskan birahinya disaat ia menggila seperti saat ini . Setelah memegang sebuah **** toys Clarissa membuka kakinya lebar dan mulai memasukkan alat itu kedalam tubuh bagian bawahnya , dengan cepat ia menggerakkan benda itu keluar masuk seperti sedang bercinta sampai akhirnya ia mengalami puncak yang dibarengi sebuah teriakan panjang dan keluarnya cairan cintanya .
Seluruh tubuh Clarissa basah keringat karena melakukan kebiasaan lamanya itu , tanpa membersihkan tubuhnya Clarissa akhirnya tidur diatas ranjang dengan tanpa melepaskan alat pemuasnya dari pangkal pahanya . Ia tidur dengan membiarkan alat itu bergerak secara otomatis membayangkan tengah bercinta dengan Archie , Clarissa selalu melakukan ini dengan membayangkan wajah tampan Archie Durran sampai akhirnya ia benar-benar tertidur .
"Sabar Claire , sebentar lagi kau akan merasakan sentuhan dan kenikmatan ini dari sosok Archie Durran yang asli tanpa menggunakan alat lagi ." Ucap Clarissa sambil mendesah .
" Akhhh.... Archie aku mencintaimu akhh...." Pekik Clarissa ketika kembali mencapai puncak , seprainya pun kini basah karena terkena cairannya .
🌼Bersambung 🌼
Jangan lupa like , komentar dan baca novel Thor yang lainya diantaranya :
__ADS_1
Bodyguard cantik
Faith 2 The return of the prince