
Mendapat sentuhan dari Rico membuat Selena kehilangan keseimbangan ia hampir terjatuh kalau tidak langsung di tangkap oleh Rico , dengan cepat Rico menggendong Selena ala bridal style menuju ke kamarnya . Rico langsung menurunkan tubuh Selena diatas tempat tidur tanpa menunggu lama Rico langsung menarik dengan paksa kemeja yang dipakai Selena hingga semua kancing terlepas dan membuat Selena memekik kaget .
" tak usah jual mahal !!! kau sendiri yang menyerahkan dirimu padaku tadi malam " ucap Rico menghina .
" aku datang kemari untuk meminta pertolonganmu bukan seperti apa yang kau pikirkan !! " teriak Selena ketakutan sambil berusaha menutup dadanya yang terbuka dengan kedua tangannya .
Mendengar ucapan Selena justru membuat Rico makin bernafsu , Rico dengan cepat menarik tangan Selena hingga akhirnya pemandangan indah terpampang nyata di depan Rico hingga membuat Rico menelan salivanya berulang kali . Tanpa menunggu lama Rico langsung melahap dua benda kebanggaan Selena dengan kasar sehingga membuat Selena menjerit berulang kali , Rico hanya meringis saat merasakan Selena menancapkan kukunya dipunggung . Dengan tenaga yang dimiliki Selena mencoba melawan Rico tapi karena tenaganya tak ada apa-apanya dibanding dengan tenaga Rico akhirny Selena hanya bisa pasrah dan menangis saat Rico berhasil mengambil satu-satunya kebanggaannya sebagai seorang perempuan dewasa , sebuah kebanggan yang bisa ia persembahkan pada suaminya kelak .
Setelah berhasil mendapatkan apa yang ia mau akhirnya Rico terbaring lemas dengan masih memeluk tubuh sintal Selena yang masih tak tertutup apapun , Selena hanya bisa menangis merasakan sakit disekujur tubuh terutama di daerah yang sudah berhasil Rico tembus . Karena sudah terlalu banyak menghabiskan tenaga saat melakukan perlawanan pada Rico akhirnya Selena pun ikut tertidur disamping Rico .
Tak lama kemudian Rico terbangun karena merasa haus , ia mencoba mengingat hal yang baru saja terjadi . Saat sedang bangun dari ranjang Rico tak sengaja menyentuh sebuah noda bercak darah yang masih basah dekat dengan tubuh Selena yang masih terlelap disebelahnya .
" ternyata seperti ini rasanya gadis perawan " ucap Rico dalam hati sambil tersenyum dan menyelimuti tubuh Selena yang masih tak tertutup apapun .
Rico bangun dengan menggunakan sehelai handuk untuk menutup tubuh bagian bawahnya , Rico bukanlah seorang pria lemah sebenarnya tapi karena tadi Selena sempat melawannya akhirnya Rico harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk melumpuhkan gadis yang baru ia temui tadi malam . Saat sedang membuat kopi Rico melihat ke handuknya rupanya sisa darah perawan Selena tercetak dihanduknya sehingga membuat handuk putih itu berwarna merah , Rico hanya menghela nafas panjang kemudian memilih untuk membersihkan tubuhnya di kamar mandi tanpa bisa menghabiskan kopi yang baru ia buat .
Setelah selesai mandi Rico memakai baju kerjanya dan menatap ke arah Selena yang sudah terbangun dan sedang menangis . Rico membuka brankas dan mengeluarkan lima gepok uang dolar Amerika yang senilai lebih dari 1 milyar rupiah ke hadapan Selena .
" itu bayaranmu atas pelayananmu tadi pagi !!! " ucap Rico sambil memakai kemejanya didepan kaca .
" aku tak butuh uangmu " jawab Selena dengan terisak sambil menatap Rico yang sudah bersiap pergi .
" kau bisa pergi setelah kau tenang , kau boleh istirahat sampai siang tapi kau harus pergi saat aku pulang kerja nanti malam " hardik Rico dengan suara meninggi .
__ADS_1
Rico kemudian pergi meninggalkan Selena yang menangis , ia tak memperdulikan Selena yang berulang kali memanggil namanya berulang kali .
" bukan salahku , kau sendiri yang menyerahkan dirimu padaku " gumam Rico dalam hati saat ada di dalam mobil ketika menuju kantor Archie , karena sudah terlalu siang akhirnya Rico memilih langsung pergi kekantor tanpa mampir ke rumah Archie .
Sesampainya dikantor Rico langsung menuju ruangannya untuk mengerjakan tugasnya tanpa menegur Archie seperti biasanya sampai akhirnya Archie sendiri yang menghampirinya .
" apakah tugasku kemarin untukmu mengurus pesta untuk Sasa terlalu berat sampai akhirnya kau kesiangan kekantor " ucap Archie sambil duduk di sofa yang ada diruangan Rico .
" akh biasa saja bos , aku hanya kesiangan saja heheh " sahut Rico dengan cepat sambil berpindah tempat duduk disebelah Archie .
" kapan hadiah untuk istrimu akan kau berikan bos ? " tanya Rico penasaran .
" nanti lah dia masih ada ulangan tengah semester , lebih baik kau siapkan saja semuanya dari sekarang supaya nanti hari H semuanya lancar " jawab Archie cepat .
" kau pulang ke rumahku saja Rico masih banyak hal yang harus aku bicarakan padamu " ucap Archie saat merapikan beberapa berkas pentingnya ke dalam tas setelah selesai meeting .
" ok bos " jawab Rico dengan enteng lalu mengikuti langkah Archie menuju lift pribadi Archie untuk pulang .
Di dalam perjalan pulang Archie masih sibuk dengan pekerjaannya karena ada sedikit masalah di Canada jadi ia masih mengontrol secara intensif sedangkan Rico juga mengerjakan pekerjaan lainnya yang berkaitan dengan proyek di Australia yang sudah hampir rampung , sebuah hotel yang Durran Internasional bangun hampir rampung . Archie membangun sebuah resort dan hotel sebagai last proyek yang dia incar tahun ini untuk rampung .
Tak lama kemudian mobil yang membawa Archie dan Rico sampai di rumah , Archie langsung turun menuju ke rumah karena seharian sibuk dengan pekerjaan membuat Archie tak sempat menelfon Sasa dan baby Arthur ia sudah sangat rindu dengan anak dan istrinya. Beruntung saat Archie pulang sang anak masih belum tidur .
" mandi dulu !!! jangan pegang Arthur " hardik Sasa cepat saat Archie bersiap memegang pipi baby Arthur .
__ADS_1
" harus mandi banget ? mas kangen Arthur sayang " ucap Archie memelas .
" no !! " sahut Sasa cepat sambil mengubah posisi duduknya bersama baby Arthur untuk menghindari Archie .
Archie hanya tersenyum kecut ditolak Sasa akhirnya ia memilih untuk pergi mandi agar bisa bermain dengan sang anak . Rico pun memilih untuk masuk kekamarnya untuk beristirahat setelah menyapa Sasa dan baby Arthur . Tak lama kemudian Archie turun dengan memakai piyama tidurnya setelah selesai mandi , ia langsung mengambil alih baby Arthur dari pelukan Sasa . Semua rasa lelahnya hilang ketika mencium wangi tubuh sang anak , ketika bersama baby Arthur energi Archie seperti terisi kembali .
Karena sudah malam akhirnya Sasa mengajak Archie untuk masuk kekamar karena tak tega melihat Archie yang baru selesai kerja . Archie berjalan sambil menggendong sang anak yang sudah makin besar dan terlihat sangat mirip dengannya itu sehingga membuat Sasa iri , karena menurutnya hal itu sangat tidak adil padahal ia yang sudah mengandung tapi anaknya justru terlihat sangat mirip dengan sang suami .
" Arthur tidur disini saja malam ini sayang " ucap Archie saat sedang memeluk baby Arthur yang baru tidur setelah minum ASI .
" mas ga keganggu kalau nanti malam Arthur bangun ? " tanya Sasa dengan pelan .
" nope , its fine " jawab Archie cepat sambil menguap karena sudah mengantuk .
Sasa pun menuruti permintaan sang suami untuk membiarkan sang anak tidur bersama mereka di ranjang , ia kemudian ikut tidur karena hari juga melelahkan baginya setelah menjalani hari terakhir ulangan tengah semester dikampus .
Sementara itu di dalam kamarnya pikiran Rico melayang memikirkan kejadian tadi pagi , ia merasa sedikit bersalah setelah mengambil keperawanan Selena dan meninggalkan sendiri di apartemennya . Selama ini setiap Rico menjalin hubungan asmara dengan perempuan ia belum pernah tidur dengan seorang gadis yang masih suci , jadi tiap ia meninggalkan para gadis itu tak ada rasa bersalah dalam diri Rico tak sepeti kali ini .
" kenapa kau harus membuatku seperti ini Selena , kenapa kau mencariku " ucap Rico sambil mengingat kejadian tadi pagi .
Rico mengingat kenikmatan yang baru ia rasakan tadi pagi , bercinta dengan seorang gadis yang masih perawan memberikan rasa yang berbeda baginya . Wajah Selena yang tengah merasa kesakitan terus terbayang-bayang di ingatan Rico , sehingga membuat Rico tak tenang .
" maafkan aku Selena , besok aku akan pulang ke apartemen dan kita akan berbicara lagi " ucap Rico dalam hati .
__ADS_1
💮 Bersambung