
sudah hampir empat bulan Clarissa dan Rizki tinggal bersama di apartemen yang mereka sewa . Rizki sebenarnya menolak akan tetapi Dedy Handoyo sang ayah yang memaksanya untuk tinggal bersama Clarissa. Sebagai anak yang berbakti Rizki berusaha menuruti kemauan ayahnya .
" honey , bisa minta tolong " terdengar suara teriakan Clarissa dari arah dapur .
" what can i do help .... belum selesai Rizki mengucapkan kalimatnya matanya melotot melihat kekacauan yang terjadi di dapur . Sementara terlihat Clarissa berdiri di sebelah kulkas dengan celemek kotornya .
" aku mencoba membuat sarapan pagi " ucap Clarissa cepat karena menyadari kemarahan Rizki .
" apa yang kau buat ? "
" aku mencoba membuat pancake tapi ternyata tidak semudah yang aku liat di YouTube honey ". Isak Clarissa .
Rizki lebih memilih mengalah dan kemudian dalam diam dia membersihkan dapur yang kini nampak seperti arena peperangan .
" sudah lah aku bisa makan sereal seperti biasa " ucap Rizki datar tanpa ekspresi .
" ok aku siapkan sereal dan susunya "
" no I can do it " hardik Rizki keras . Entah kenapa akhir akhir ini emosi Rizki gampang terpicu padahal Clarissa sudah terbiasa membuatnya marah .
Rizki dan Clarissa menikmati sereal mereka dalam diam , Rizki memilih menghabiskan dengan cepat kemudian meninggalkan Clarissa yang sedari tadi hanya mengaduk aduk sarapannya .
" buat pancake aja ga bisa " batin Rizki kesal .
" Ki , kita cari pembantu ya " ucap Clarissa tiba tiba .
" pembantu ? " jawab Rizki dengan nada meninggi .
" iya jadi kejadian pagi ini tidak akan terjadi lagi kii " terdengar suara Clarissa memelas .
" kenapa kau kepayahan ? baiknya kau pertimbangkan lagi untuk tinggal mandiri jangan setelah adanya kejadian ini kau baru menyesal " sindir Rizki .
Clarissa hanya terdiam mendengar jawaban tunangannya , dalam hatinya bertanya tanya apa yang membuat Rizki begitu marah hari ini . Rizki yang dia kenal beberapa tahun lalu sangat berbeda dengan Rizki yang ada dihadapannya .
Clarissa memacu mobil kesayangan nya pulang ke rumah orang tuanya yang terdapat di komplek mewah .
" mommy " teriak Clarissa begitu sampai dirumah .
" clarie mommy here " jawab maria Eugene.
Clarissa melangkah kan kakinya ke dapur dan terlihat sang ibu tengah membuat cake kesukaan ayahnya .
" apa ada acara spesial mom ? " tanya Clarissa heran .
" nope , mommy cuma lagi pengen aja buat cake honey . oh iya mana Rizki mommy ga denger suaranya . " jawab maria .
" aku sendiri mom ,aku sedang kesal dibuatnya " ucap Clarissa terdengar lirih .
__ADS_1
mendengar ucapan Clarissa membuat Maria seketika menghentikan aktivitasnya dan menarik tangan putrinya untuk duduk bersama di ruang makan .
" what happen ?? " selidik Maria .
" Rizki berubah mom ,dia tidak seperti yang dulu sekarang ini dia lebih banyak mengacuhkanku " jawab Clarissa sedih .
" kau membuatnya marah ? "
" no mom ,aku hari ini hanya mencoba membuat pancake untuk breakfast tapi Rizki memarahiku mom huhu " tangis Clarissa .
" coba ceritakan semua ke mommy " hibur Maria .
Maria Eugene terdiam saat mendengar cerita putrinya . Emosinya naik saat mengetahui bahwa Rizki berubah karena farasya . Rupanya bayang bayang anak itu belum mau menghilang dari hati Rizki .
" jadi Rizki belum bisa melupakan gadis miskin itu " teriak Maria penuh emosi .
" sasa yang tidak mau melepaskan Rizki lebih tepatnya mom " ucap Clarissa jengkel .
" fine kalau begitu cuma ada satu cara untuk mengikat Rizki ada disampingmu selamanya " Maria tersenyum sinis .
" apa mom aku ga mengerti " tanya Clarissa yang bingung melihat perubahan ekspresi sang ibu .
" kau harus melahirkan pewaris penerus keluarga Handoyo clarie " ucap Maria dengan nada tinggi .
" kau bisa kan melakukan honey ? " tanya Maria
" i can do it mom " jawab Clarissa bersemangat .
Maria memeluk putrinya dengan lembut dia berharap semua rencana mereka selama ini tidak sia sia .
" farasya kenapa kau masih tidak mau melepaskan Rizki untuk putriku " desis Maria penuh emosi .
sementara Clarissa merasa tenang karena sang ibu selalu mendukungnya sama seperti dua tahun lalu saat Rizki berhasil mereka rebut dari Sasa .
Maria mengingat kenangan yang terjadi beberapa tahun lalu saat ia bertemu dengan Kinanti ibu farasya di mall Grand Indonesia .
Maria Eugene yang seorang sosialita tentu saja harus mempunyai barang barang yang up-to-date untuk menunjang penampilannya , maka tidak heran kalau berburu barang branded adalah hobby nya .
" silahkan nyonya ini keluaran terbaru merk Chanel bulan ini " ucap seorang pramuniaga yang melayani Maria .
" fine ini terlihat mewah dan yang pasti baru segelintir orang yang mampu membelinya , saya ambil ini satu " jawab Maria senang .
tiba tiba ada sesuatu yang menarik perhatian Maria Eugene , terlihat sosok yang Maria kenal tengah berbicara dengan seseorang yang berpenampilan rapi dan pembicaraan mereka terlihat serius .
" Kinanti apa yang kau lakukan disini " batin Maria tak percaya melihat sosok dihadapannya .
__ADS_1
Maria berjalan menghampiri Kinanti yang kini sudah duduk sendiri dan terlihat dia sibuk memasukkan beberapa dokumen ke map yang dia bawa .
" aku tak menyangka seorang istri pilot rendahan seperti mu bisa menikmati kemewahan di restoran ini " ucap Maria menyindir Kinanti .
Kinanti menghentikan aktivitasnya dan melihat siapa yang berbicara , dia hanya tersenyum mendengar ucapan itu tanpa merespon sosok yang telah menghinanya itu .
" apa yang kau lakukan disini ? " selidik Maria
" saya hanya bertemu dengan seorang teman " jawab Kinanti dengan tersenyum .
" teman ? kau bisa punya teman yang memakai setelan jas mahal seperti itu ? " ucap Maria kesal . Sebagai seorang penggila fashion bukan hal yang sulit untuk Maria mengetahui harga sebuah baju yang dipake oleh seseorang .
Kinanti hanya tersenyum mendengar ucapan ibu dari sahabat putri nya ini .
" jangan jangan mereka agen asuransi yang mengajakmu ikut polis ya " sinis Maria .
" iya mereka agen asuransi " jawab Kinanti .
" huh sudah kuduga mana mungkin orang rendahan seperti keluargamu bisa berteman dengan orang kaya seperti keluargaku " sindir Maria .
Maria kemudian meninggalkan Kinanti tanpa pamit , dia hanya berlalu saja tanpa sedikitpun merasa canggung . Berbicara dengan orang dari keluarga yang tidak selevel membuat Maria merasa jijik .
Kinanti hanya tersenyum melihat sang sosialita itu pergi . Tak lama kemudian Kinanti nampak merapikan dokumen yang tadi belum selesai ia masukkan karena kedatangan Maria .
" tunggu nyonya Sebastian " terdengar suara seorang pria menghentikan langkah Kinanti .
" lho pak Agus ada apa ? " ucap Kinanti kaget begitu melihat sosok yang memanggilnya itu .
Agus adalah asisten pak Budi Wardana sang pengacara keluarganya .
" ini ada dokumen yang tertinggal nyonya , tadi saya baru menyadari nya saat sudah ada di mobil . " ucap Agus seraya menyerahkan amplop berwarna coklat . " itu adalah bukti kepemilikan dua unit apartemen yang baru nyonya beli ." imbuh nya lagi .
Kinanti membuka amplop dan terlihat beberapa dokumen bukti kepemilikan . senyum manis tersungging di wajahnya .
" terima kasih pak Agus atas bantuannya . " ucap Kinanti tulus .
" tidak nyonya ini sudah menjadi tanggung jawab saya " jawab Agus merendah .
" kalau begitu saya permisi pak Agus saya harus menjemput Sasa disekolah dan sampaikan ucapan terima kasih saya ke pak Budi " pamit Kinanti .
Kinanti berjalan menuju tempat area parkir mobil dengan membawa beberapa surat penting . Dia dan sang suami baru saja berhasil membeli dua unit apartemen seharga Rp 30 Milyar di Pakubuwono residence salah satu apartemen yang masuk kategori High-end-apartemen .
" ini semua untuk masa depanmu putriku " ucap Kinanti lirih ...
__ADS_1