
Sasa terbangun dari tidurnya ketika merasakan ada yang menyentuh pipinya, saat ia membuka matanya rupanya ia hanya ada seorang diri didalam kamarnya .
" mas dimana kau mas ? kami rindu mas " ucap Sasa lirih ia menatap foto Archie di atas nakas .
" selama aku belum melihat jenazah mu aku tak akan pernah percaya kalau kau pergi meninggalkan aku mas " lirih Sasa sambil menyentuh perutnya yang sudah jalan dua bulan .
Sasa berjalan menuju pintu keluar , seharian perutnya tak terisi makanan membuatnya merasa kelaparan . Sasa membuka pintu kamarnya dan ia bisa mendengar percakapan Gusti bersama Rico dan orang-orang lainnya , dengan perlahan ia menuruni tangga untuk mencari makanan akan tetapi pandangan tiba-tiba menangkap sosok yang sangat ia kenal walau dari kejauhan sekalipun .
" Archie bodohhhh !!! " teriak Sasa sekuat tenaga .
orang-orang yang ada dilantai satu kaget mendengar teriakan Sasa , mereka secara spontan melihat ke arah Sasa yang sedang berdiri di anak tangga . Akan tetapi tak lama kemudian mereka dibuat terkejut ketika melihat ke arah yang sama dengan Sasa .
Nampak di pintu berdiri seorang pria tampan dengan memakai kemeja putihnya yang dilipat di lengan tengah memandang ke arah mereka didalam rumah .
" Archie " pekik Rico spontan , ia langsung melompati meja dan sofa lalu berlari cepat kearah pintu dan memeluk erat Archie yang baru saja datang .
Gusti pun terlihat tak kalah kagetnya dengan Rico , ia pun berjalan menuju arah Rico dan Archie lalu ikut memeluk Archie secara bergantian dengan Rico .Swari yang sejak tadi memainkan ponselnya nampak tak kalah kaget terbukti ponsel yang ia pegang langsung terjatuh ketika melihat Archie berdiri di pintu .
Para polisi dan dokter pun ikut terkejut melihat sosok Archie yang mereka duga sudah meninggal tiba-tiba ada dihadapan mereka , para polisi itu kemudian berjalan mendekati ketiga pria yang tengah berpelukan didepan pintu itu .
" tuan Archie !! " sapa seorang perwira polisi yang sudah tua .
" iya pak polisi , ada apa ini kenapa ada begitu banyak orang kepolisian dan petugas forensik dirumah saya ? ada kejadian apa ? " tanya Archie kebingungan melihat banyak polisi dirumahnya .
" sebentar , ini benar kau kan bos ? " ucap Rico dengan nada tinggi .
" menurut mu di dunia ini ada berapa Archie Durran August hah ? " hardik Archie kesal , ia merasa aneh dengan orang-orang yang ada dirumahnya ia terlihat bodoh diantara orang-orang itu .
" ikut aku " ajak Gusti pelan , ia menarik Archie duduk di sofa dan menunjukkan rekaman peristiwa naas itu yang ia peroleh dari polisi .
Archie nampak tak berkedip melihat video itu berulang kali ia menelan salivanya karena bergidik membayangkan peristiwa naas itu .
" ternyata ini alasan kenapa orang itu menghentikan mobilku " ucap Archie lirih .
" apa maksudmu tuan ? " tanya Rico penasaran .
" aku melihat seorang pria muda melambaikan tangannya seperti memintaku untuk berhenti tapi saat aku menghentikan mobilku orang itu tak terlihat lagi . Dan ketika aku ingin melanjutkan perjalanan aku melihat rombongan orang-orang masuk ke gedung islamic center membawa beberapa barang karena ada pernikahan disana , aku turun dari mobilku karena melihat anak kecil yang nampak kesulitan membawa sebuah box jadi aku membantunya " ucap Archie menceritakan kejadian tadi siang .
__ADS_1
" jadi kau ikut pesta pernikahan itu ? " tanya Gusti penasaran .
" iya , karena orang-orang itu memaksaku tinggal setelah aku membantu mereka " jawab Archie singkat .
" but wait , bagaimana kalian mengira orang dalam mobil itu adalah aku ? " ucap Archie penuh tanda tanya .
" kami menemukan ini di antara mobil yang terbakar itu tuan " jawab seorang polisi sambil menunjuk cincin pernikahan dan sebuah kerangka ponsel miliknya .
" oh my God !!! aku tau sekarang , ketika aku membantu orang-orang disana merapikan kursi aku melepaskan jas ku yang berisi dompet ponsel dan kunci mobil , aku meletakkan nya di sebuah kursi " Archie menceritakan bagaimana ia bisa kehilangan barang-barang pribadi miliknya , kemungkinan terambil oleh si pencuri mobil yang mengambil jas milik Archie .
Orang-orang itu menganggukan kepala mendengar ucapan Archie .
" astagaaa ricooo !!!! didepan ada taksi yang belum aku bayar , cepat keluar dan bayar " teriak Archie yang teringat dengan taksi yang mengantarnya pulang .
Mendengar ucapan Archie membuat Rico langsung berlari menuju halaman depan dan terlihat sebuah taksi mewah tengah menunggu .
" ini pak " ucap Rico sambil memberikan satu lembar uang seratus dollar Amerika .
" tuan ini terlalu banyak , argonya hanya lima ratus ribu " jawab sopir taksi yang kebingungan mencari uang kembalian .
Setelah mengucapkan terima kasih berkali-kali akhirnya sopir taksi itu membawanya mobilnya pergi meninggalkan kediaman Archie .Rico berjalan masuk kedalam rumah dengan senyum mengembang .
Para polisi itu akhirnya pamit pulang setelah mendapatkan semua info yang ingin mereka dengar dari Archie , kasusnya diubah dari kecelakaan menjadi sebuah kasus pencurian dan Archie diminta sebagai saksi oleh pihak kepolisian .
" jadi besok kau urus konferensi pers untukku Rico " ucap Archie sambil memberikan dokumen dari polisi .
" baik tuan " jawab Rico cepat .
" hal pertama yang harus kau urus adalah itu " ucap Archie dingin sambil menunjuk ke arah karangan bunga ucapan bela sungkawa yang berjajar di halaman rumahnya dari para kolega bisnisnya .
" aku masih hidup kenapa mereka seakan-akan mendoakan aku mati " imbuh Archie tak suka , sewaktu masuk kedalam rumah ia tak memperhatikan halaman rumahnya yang sudah penuh bunga-bunga itu .
Rico menyeringai mendengar ucapan Archie , sebenarnya ia juga tak suka melihat karangan bunga-bunga itu tapi karena itu pemberian dari rekan bisnis ia terpaksa membiarkan mereka meletakkannya di halaman . Rico meminta bantuan bodyguard Archie yang sejak tadi standby di halaman untuk membawa pergi karangan bunga itu secepatnya dari rumah Archie , ia tak mau memancing kemarahan Archie .
Gusti dan Swari berulang-ulang mengucap syukur ketika mereka benar-benar bisa bertemu dengan Archie lagi , mereka berbincang membahas rencana besok untuk melakukan konferensi pers . Archie seketika menutup mulutnya rapat ketika menyadari bahwa Sasa tengah menatapnya sedari tadi dianak tangga , darahnya berdesir ketika melihat wanita yang ia cintai menatapnya dalam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun .
Archie berjalan mendekati Sasa dengan perlahan ia ingin memeluk istrinya yang ia rindukan itu namun sasa sepertinya tak memberikan respon positif pada Archie .
__ADS_1
Plakk
tiba-tiba Sasa menampar pipi Archie
Yang sontak membuat kaget semua orang yang melihatnya termasuk Rico yang baru saja masuk kedalam rumah .
" sayang " ucap Archie lirih , ia terima kalau Sasa masih marah atas pertengkaran mereka terahir kali .
" maafkan mas " imbuh Archie memelas .
" kau bodoh !!! idiot .... " teriak Sasa sambil menangis .
Archie hanya terdiam mendengar teriakan Sasa tanpa berniat melawan , Gusti dan Swari pun dibuat bingung kenapa Sasa tak bahagia melihat suaminya masih hidup .
" adikmu kenapa Gusti , bukankah seharusnya dia bersyukur Archie ada disini " bisik Rico pelan .
Gusti hanya menggelengkan kepala karena tak tau harus menjawab pertanyaan Rico .
" kau bodoh Archie " pekik Sasa dengan suara yang lebih tinggi .
" kau bilang kau pintar , kau jenius , tapi kau tak tau apa-apa !! "
" kau seharusnya tau kalau aku bilang tidak berati iya ... kalau aku bilang jangan berati iya ... kalau aku bilang terserah berati kau harus mencari jawaban lain sampai aku setuju .. dan kalau aku bilang pergi artinya kau tetap ada disampingku .... kau bodoh Archie aku membencimu hikss hiksss " teriak Sasa sambil menangis .
Archie membeku mendengar ucapan Sasa otaknya bekerja mencoba mencerna apa yang Sasa katakan , ia berjalan dan memeluk erat istrinya yang menangis . Rasanya semua bebannya hilang ketika sudah memeluk Sasa .
Swari menyeka air mata harunya , dengan cepat ia menarik Rico dan Gusti keluar dari ruangan itu .
" ini kenapa jadi aku ditarik-tarik begini " protes Rico tak suka .
" iya kenapa sayang " imbuh Gusti menimpali ucapan Rico .
" kalian mau jadi nyamuk ? biarkan mereka melepas rindu , kalian tak tau kan apa maksud omongan Sasa tadi !!!" ucap Swari sambil berkacak pinggang pada suaminya dan Rico yang masih kebingungan .
Gusti dan Rico menggelengkan kepalanya kompak .
" artinya jangan membangunkan singa betina yang masih tidur kalau kalian masih mau menghirup udara bebas " ucap Swari dengan nada dingin .
__ADS_1