Faith

Faith
Jangan panggil aku om


__ADS_3

Dengan menahan sakit Sasa keluar dari kamarnya , ia berjalan seperti biasa seolah-olah tak terjadi apapun walau rasa nyeri luar biasa ia rasakan di kakinya . Sasa berhasil menemukan baby Arthur yang dipindah Archie kekamar terbesar ke dua di rumah itu , dengan menahan sakit Sasa menuruni tangga ia berniat untuk mengompres kakinya dengan air hangat .


Sass menyalakan kompor tanpa sepengetahuan pelayannya dengan perlahan Sasa membawa air panas yang sudah diberi garam itu naik kekamarnya , melewati kamar tempat Archie dan anaknya sedang bermain di dalamnya . Dengan perlahan Sasa menempelkan handuk yang sudah direndam ke air panas itu , sesekali terlihat ada tetesan air jatuh membasahi wajahnya . Setelah hampir tiga puluh menit melakukan perawatan memarnya terdengar suara ketukan dari luar , rupanya bik Rani datang dengan membawa baby Arthur yang menangis karena lapar .


Dengan penuh kasih sayang Sasa mengambil anak tampannya dari pelukan pelayannya , ia dengan cepat memberi makan putra tersayangnya itu sampai sang anak kembali tertidur karena kekenyangan .


" nyonya maaf tadi tuan pesan kalau ... ".


" aku tau sebentar ya bik aku mau peluk Arthur lebih lama sebentar lagi " ucap Sasa cepat memotong perkataan pelayannya , ia tau kalau Archie tak akan mengijinkan baby Arthur tidur dengannya malam ini .


" pelan ya bik " pesan Sasa saat memberikan anaknya ke pelukan bik Rani untuk dibawa kekamar tempat Archie berada .


Sasa menyadari kesalahannya karena sudah pergi tanpa ijin sang suami , karena itu Sasa tak marah melihat reaksi suaminya . Hanya sikap kasar sang suami yang gampang meledak-ledak itu yang Sasa benci .


" kalau tadi aku langsung pulang mungkin aku tak akan bertemu dengan kalian berdua " ucap Sasa dalam hati ketika mengingat pertemuannya dengan Clarissa dan Rizki dan mungkin suaminya tak akan marah padanya .


Karena sudah terlalu lelah Sasa memilih tidur walau besok adalah akhir pekan , rasa nyeri dikakinya memaksanya untuk memejamkan mata secepat mungkin .


Sasa terbangun karena merasakan ada yang menyentuh kakinya saat ia membuka mata ternyata kamarnya sudah terang karena matahari sudah tinggi , ia bisa melihat ada seorang dokter tengah mengoleskan suatu gel yang dingin di kakinya .


" kau sudah bangun nyonya " sapa dokter Frans dengan tersenyum .


" dokter , ada apa ? " tanya Sasa bingung karena kaget melihat dokter keluarganya ada dikamarnya .


Dokter Frans bangkit dari pinggiran ranjang lalu berjalan mendekati Sasa dan duduk di kursi lalu menceritakan bagaimana Archie memintanya datang jam tiga pagi untuk merawat demam tingginya . Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata karena luka dikakinya yang membuat Sasa demam , oleh karena itu dokter Frans melakukan perawatan pada luka memar Sasa yang ada dikaki.


" Archie " tanya Sasa pelan .


" suamimu sedang tidur, itu disana " jawab dokter Frans sambil menunjuk ke arah sofa dimana Archie tengah terlelap .

__ADS_1


" dia kelelahan saat merawatmu semalam , dia baru tertidur setengah jam lalu saat demammu mulai turun nyonya " imbuh dokter Frans menceritakan alasan Archie tertidur di sofa .


Sasa terdiam mendengar penjelasan dokter Frans , ia tak bisa mengingat apapun kejadian semalam . Sejak ia merasakan rasa kantuk luar biasa Sasa langsung tertidur tanpa tau yang terjadi lagi . Rupanya Archie datang kekamarnya karena baby Arthur menangis karena lapar dan saat Archie membangunkan dirinya barulah Archie sadar kalau Sasa sedang demam tinggi , oleh karena itu Archie merawat Sasa dengan mengompres kening Sasa dengan handuk basah tapi demamnya tak turun sampai akhirnya Archie meminta dokter Frans datang . Demam Sasa baru turun ketika dokter Frans mulai merawat luka di kaki Sasa .


" ini cuma luka kecil kenapa bisa jadi demam dok ? " tanya Sasa bingung .


" Saat sudah terjadi demam , berarti bakteri atau virus yang menginfeksi sudah menyebar melalui pembuluh darah anda nyonya . Hal ini menyebabkan otak memberikan sinyal untuk meningkatkan suhu tubuh, guna membasmi bakteri yang berjalan-jalan di dalam aliran darah . Oleh karenanya tadi malam sewaktu saya datang saya langsung merawat luka anda supaya tak terjadi infeksi yang lebih parah lagi , and thanksgodness everything ia fine right now " jawab dokter Frans memberikan penjelasan pada Sasa .


" next kalau anda terluka langsung berikan cairan Antiseptik lalu pergi ke dokter supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan nyonya " imbuh dokter Frans sambil tersenyum melihat Archie masih tertidur pulas dengan posisi yang tak nyaman .


" terima kasih dok , saya akan lebih hati-hati kedepannya " jawab Sasa dengan tulus .


Dokter Frans meletakkan beberapa obat diatas nakas untuk Sasa konsumsi beberapa hari kedepan ia juga menambahkan multivitamin untuk Archie supaya tetap fit .


" oh iya nyonya kalau bisa selama anda minum obat stop memberi Arthur asi karena obat yang saya berikan ini dosisnya cukup tinggi , bukankah stok ASI di kulkas untuk Arthur cukup untuk empat hari kedepan ? " ucap dokter Frans didepan pintu saat akan pulang .


" baik dok , masih cukup dok untuk waktu seminggu kedepan . Terima kasih infonya dokter " jawab Sasa singkat .


Selama Sasa masih bed rest baby Arthur diambil alih oleh Archie , ia melakukan semua yang biasa dilakukan oleh Sasa . Alhasil hari ini ia membatalkan jadwal pertemuannya dengan notaris perihal penandatanganan jual beli beli rumah yang baru . Rico pun juga ikut membantu Archie merawat baby Arthur karena tak tega melihat teman baiknya itu kepayahan .


Rico diperintah Archie untuk menghangatkan ASI milik baby Arthur di alat yang sudah disiapkan , dengan hati-hati Rico memilah kantong asi milik Arthur di dalam kulkas ia harus mencari kantong yang tertera tanggal yang paling lama untuk dikonsumsi baby Arthur . Setelah hampir setengah jam akhirnya asi yang sudah dihangatkan siap diminum oleh baby Arthur yang sudah mengamuk itu .


" lama sekali kau Rico " hardik Archie jengkel , baby Arthur sudah tak bisa di tenangkan lagi oleh Archie .


" aku susah mencari tanggal yang paling lama bos , kenapa bos tidak meletakkan sesuai urutan si " protes Rico sambil menyerahkan botol asi untuk baby Arthur .


Archie menerima botol asi itu lalu ia minumkan untuk anaknya yang sudah mengamuk itu , begitu bagian ujung botol itu menyentuh bibir baby Arthur langsung menghisap nya dengan lahap dan dalam waktu sepuluh menit sudah habis hingga Archie harus memberikan botol kedua pada anaknya .


" lapar ya sayang , maaf ya kasihnya telat " ucap Archie penuh sesal ketika melihat anaknya sangat lahap meminum asi dari botol .

__ADS_1


" baru urus setengah hari tapi rasa lelahnya luar biasa , bagaimana jadi Sasa ya yang harus membagi waktunya antara mengurus Arthur dan kuliahnya " celetuk Rico sambil melakukan stretching.


" pekerjaan paling berat dan mulia emang jadi seorang ibu , akh aku jadi rindu ibuku " imbuh Rico tanpa rasa berdosa , ia tak menyadari kalau Archie tengah memperhatikannya .


Archie menatap dalam wajah anaknya yang tengah menikmati makanannya itu , matanya yang berbinar membuat Archie merasa bersalah . Padahal ia yang melarang Sasa untuk tak terlalu sering memberikan baby Arthur asi melalui botol bayi tapi kini justru ia yang melanggar larangannya sendiri . Archie mencerna perkataan Rico , ia menyesal memarahi Sasa hingga akhirnya membuat sang istri terbaring di ranjangnya .


" bos aku boleh berbicara sedikit " ucap Rico tiba-tiba membuyarkan lamunan Archie.


" sejak kapan kau bicara harus minta ijin padaku " jawab Archie kesal .


" istrimu kan masih muda harusnya kau bisa bersikap dewasa , kau bisa bicara pelan-pelan padanya . Waktu kemarin Sasa pulang telat seharusnya kau bicara baik-baik padanya bukannya langsung marah , lagipula ia kemarin berbelanja di mall diantar sopir itupun dia membelikan baju untuk anakmu bukan jalan-jalan seperti yang kau pikirkan . Berikanlah waktu untuk dia menikmati dunianya , aku yakin Sasa pasti tau tanggung jawabnya pada Arthur bos " ucap Rico dengan serius .


" aku hanya khawatir terjadi sesuatu padanya , karena ia tak memberi kabar padaku Rico . Kau tau kan betapa besar cintaku padanya " sahut Archie lirih .


" i know bos . Tapi percayalah istrimu lebih dewasa dari apa yang kau pikirkan , dia berbeda dengan gadis lainnya bukankah itu yang membuatmu yakin padanya ! " tanya Rico .


Archie mengangguk merespon perkataan Rico , tiap ia selesai bertengkar dengan Sasa pasti membuat hatinya ikut sakit . Sama seperti semalam ketika tau Sasa demam ia langsung turun tangan merawat Sasa dengan telaten selamam suntuk sampai akhirnya dokter Frans mengatakan kalau kondisi Sasa sudah lebih baik baru Archie bisa tenang .


" kalau orang yang tak tau mereka akan mengira Sasa menikah dengan om-om pemarah ha ha ha " ucap Rico sambil tertawa puas .


" om om !!! apa maksudmu bajingan " hardik Archie kesal tak terima disebut om oleh Rico .


" bukankah usiamu dengan Sasa terpaut dua belas tahun dan aku rasa kau lebih cocok dipanggil om-om pemarah dibandingkan sebutan suami sayang istri hahahah " jawab Rico sambil keluar dari kamar bermain baby Arthur.


Archie mengangkat satu alisnya karena jengkel mendengar ucapan Rico , dalam hati kecilnya entah kenapa ia tak marah dengan perkataan Rico karena ia pun merasa seperti itu .


" kalau aku terus seperti padanya lama-lama Sasa benar-benar akan memanggilku dengan sebutan om-om pemarah , akh hal itu tidak boleh terjadi padaku . Sasa istriku tak mungkin dia memanggilku om .." ucap Archie dalam hati .


" nak maafkan ayah ya , tolong beritahu ibumu ayah seperti ini karena terlalu mencintai ibumu " bisik Archie pada baby Arthur yang tengah tertawa riang itu .

__ADS_1


Archie pun memeluk anaknya dengan erat , hidupnya terasa sangat sempurna setelah kedatangan baby tampan itu . Rasanya tak ada yang ingin ia miliki lagi saat sudah ada disamping Sasa dan anak mereka .


" ayah janji nak , ibumu akan ayah buat bahagia tapi tolong beritahu ibumu untuk tak memancing amarah ayah ya ... " bisik Archie lirih pada baby Arthur


__ADS_2