
Mendengar perkataan dokter Frans membuat Archie merasakan dunianya runtuh seketika , ada rasa sesak yang menyeruak didalam dadanya .
" Apa maksudmu Frans " tanya Archie lirih .
" Nyonya pingsan karena otaknya mengalami kejutan besar , ini adalah semacam mekanisme pertahanan diri yang dimilik oleh otak . Kemudian nyonya kaget ketika melihat peluru yang ia tembakkan mengenai dada Alexander Del Leon , satu hal yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya jadi nyonya merasa bersalah dan hal inilah yang tak bisa ia terima saat itu " jawab dokter Frans dengan tersenyum .
" Tapi dia tak apa-apa kan Frans ? " tanya Archie kembali .
" Kita tunggu sampai besok , kondisinya sedang stabil jadi tenang saja bos . Istrimu seperti sedang tertidur saja tapi dengan yang lebih nyenyak , biarkan tubuh dan otaknya beristirahat " jawab dokter Frans sambil menepuk pundak Archie pelan .
" Syukurlah nyonya tak apa-apa " celetuk Gustaf lirih sambil menyandarkan tubuhnya ke dinding .
Archie kemudian berdiri di depan ruangan IGD menunggu para suster yang akan memindahkan sang istri beserta Rico dan Selena ke ruang perawatan , mereka bertiga dimasukkan ke kamar VVIP yang letaknya bersebelahan atas perintah Archie .
" Aku penasaran bagaimana Sasa punya pistol " ucap Archie lirih pada Gustaf saat duduk disamping ranjang sang istri .
" Sebentar bos aku liat cctv dirumah terlebih dahulu " jawab Gustaf cepat , ia kemudian berlari menuju meja untuk mengambil laptop miliknya .
Gustaf lalu sibuk dengan laptop yang sedang ia hubungkan dengan cctv di kediaman Archie , tiba-tiba raut wajah Gustaf berubah sehingga membuat Archie curiga .Dengan cepat Archie berjalan menuju meja tempat Gustaf sedang menatap layar laptopnya , sama seperti Gustaf wajah Archie pun mendadak berubah .
" Sasa ...bagaimana dia bisa senekat ini " ucap Archie kaget ketika ia melihat dengan jelas bagaimana Sasa berjalan di tembok yang tinggi dengan merayap .
" Bodoh sekali wanita satu ini , bagaimana kalau dia jatuh !!!! " imbuh Archie sambil menatap ke arah Sasa yang tengah terbaring .
" Sepertinya nyonya sudah terbiasa melakukan ini bos , lihatlah cara ia melompat dari dinding ke tempat sampah Kuda-kudanya sangat kuat " celetuk Gustaf tanpa rasa bersalah sedikitpun .
Archie terdiam mendengar perkataan Gustaf , ia kemudian teringat dengan cerita Sasa yang mengaku pernah ikut klub karate selama ia ada di Canada beberapa tahun lalu .
" Gustaf perintahkan orang untuk memasang kawat berduri diatas dinding rumahku " ucap Archie dingin .
" Baik baik bos " jawab Gustaf dengan tergagap , ia lalu sibuk dengan ponselnya dan berbicara dengan orang dirumah Archie .
Para bodyguard Archie dirumah pun nampak kaget ketika mengetahui sang nyonya ternyata keluar dari rumah dengan memanjat tembok , mereka lalu bersiap untuk melakukan perintah dari Archie supaya mencegah hal sama terjadi lagi di kemudian hari .
Setelah berbicara di telepon Gustaf hendak masuk kembali akan tetapi niatnya ia hentikan ketika melihat Archie sudah berbaring di ranjang disamping sang istri yang masih terlelap .
" Apa kau ada waktu aku ingin bicara " ucap Gracia dari arah belakang mengagetkan Gustaf .
__ADS_1
" Ok ,kita bicara di sana saja " jawab Gustaf ramah sambil menunjuk ke arah kursi yang ada di ujung lorong .
Gracia menganggukan kepalanya pelan lalu berjalan ke arah kursi yang ditunjuk oleh Gustaf .
" Aku ingin meminta maaf atas apa yang sudah aku lakukan kemarin padamu " ucap Gracia pelan membuka percakapan ketika Gustaf sudah duduk disebelahnya .
" Its ok , tak usah dipikirkan lagipula itu sudah berlalu " jawab Gustaf sambil tersenyum .
" Waktu itu kami tak punya pilihan lain selain mengikuti apa yang Alexander Del Leon perintahkan hiks hiks ...." isak Gracia dengan penuh penyesalan .
Melihat Gracia menangis membuat Gustaf bingung , dengan perlahan Gustaf mengulurkan tangannya dan menepuk pundak Gracia pelan untuk memberikan dukungan .
" Jangan menangis nanti kakakmu melihatnya dia akan tambah sedih " ucap Gustaf pelan .
" Kau harus menguatkan Selena disaat seperti ini , kehilangan anak pasti sangat menderita bagi seorang ibu " imbuh Gustaf sambil tersenyum .
Gracia mengangkat wajahnya dan kemudian menyeka air mata yang membasahi wajahnya , perlahan sebuah senyuman tersungging diwajah cantiknya .
" Iya aku harus kuat demi kak Selena , terima kasih atas kebaikanmu Gustaf " jawab Gracia bersemangat , ia kemudian mencium pipi Gustaf dengan cepat lalu berlari menuju kamar Selena .
Jantung Gustaf berdetak cepat ketika dicium Selena , ia merasakan ada yang aneh dengan dirinya sebuah rasa yang tak pernah ia rasakan sebelumnya . Sejak ikut Archie membuat Gustaf tak ada waktu untuk dekat dengan wanita , ia biasanya hanya melakukan one night stand atau cinta satu malam tiap mengenal wanita tidak seperti Rico yang bisa menjalin hubungan dengan wanita selama berbulan-bulan .
" Maafkan aku dokter Frans ... " ucap Carolina lirih , ia pun berbalik namun saat berbalik ternyata ada sosok pria yang sedang ia hindari tengah berdiri tepat dihadapannya saat ini .
" Bukankah kalau ingin meminta maaf harus bicara langsung dengan orangnya bukan berbisik seperti tadi ya " tanya dokter Frans menyindir Carolina .
" mmm aku... akuuu ...tidak aku bukan aku akhhh !!! " jawab Carolina dengan kesulitan .
Dokter Frans tersenyum melihat Carolina yang sedang kesulitan bicara , dengan cepat ia menarik tangan Carolina lalu ia dorong ke dinding .
" Bukankah lebih nyaman berbicara langsung seperti ini " bisik dokter Frans pelan sambil menunduk .
" Akhhh jangan seperti ini , ini di rumah sakit " ucap Carolina memberontak , ia berusaha melepaskan diri dari kungkungan dokter Frans yang sedang menghimpitnya ke dinding .
" Memangnya aku melakukan apa ? " tanya dokter Frans menggoda Carolina .
" Bukankah kaaa kauuu serorang dokter , dannn dokter tak boleh melakukan ....
__ADS_1
Cup
Tanpa bisa Carolina hindari dokter Frans sudah mendaratkan sebuah ciuman ke bibir Carolina sehingga membuat Carolina tak bisa menyelesaikan perkataannya .
" Dimana sopan santunmu berani-beraninya kau mencium ku seperti ini !! " protes Carolina setelah ia berhasil melepaskan diri dari ciuman dokter Frans .
" hmmmm kau ingin tau dimana sopan santunku , baik akan kutunjukan padamu apa itu sopan santun " sahut dokter Frans dengan tersenyum penuh arti .
Carolina yang tak mengerti arah pembicaraan dokter Frans hanya bisa terdiam , ia bahkan hanya menurut ketika dokter tampan itu menarik tangannya menuju ke sebuah ruangan yang ada di ujung lorong ruangan .
" Kau mau mengajak aku kemana dokter ? " tanya Carolina jengkel .
" Heii jawab pertanyaanku kau tidak tuli bukan !!! " hardik Carolina dengan nada meninggi , ia kesal karena dokter Frans tak menjawab semua pertanyaan yang ia berikan .
Saat sampai di sebuah ruangan yang nampak tak terkunci , dokter Frans langsung menarik Carolina masuk ke dalam ruangan itu dan langsung mengunci ruangan itu dengan cepat .
" Apa yang kau mau !!! dimana kita ?? ruangan apa ini !!! " tanya Carolina tergagap .
" Ini ruang kerja pribadiku dirumah sakit ini dan aku mengajakmu kesini sekarang ingin menunjukkan padamu apa yang dinamakan dengan sopan santun " jawab dokter Frans sambil melepas kacamatanya .
" kenapa harus disini !!! dan kenapa kau kunci ruangan iniii .... " tanya Carolina kembali dengan suara yang meninggi .
Dokter Frans tersenyum ia kemudian berjalan mendekati Carolina yang tengah berdiri didekat ranjang dimana biasa ia memeriksa pasien , dengan cepat dokter Frans menjatuhkan tubuh Carolina diatas ranjang itu tanpa bisa Carolina hentikan .
Dokter Frans kemudian mengecup bibir Carolina dengan cepat tanpa bisa Carolina hindari , satu tangannya sudah bergerilya kebagian tubuh sintal Carolina sehingga membuat gadis itu menggelinjang .
" No !!! please no ... " pinta Carolina dengan tergagap , ia tak bisa bicara dengan jelas karena dokter Frans tak melepaskan ciumannya pada Carolina .
" Bukankah kau ingin tau , biarkan aku tunjukan padamu " sahut dokter Frans cepat , setelah melepaskan ciumannya ke bibir Selena ia sekarang mendaratkan kecupannya ke leher Carolina dan membuat beberapa tanda merah keunguan di sana.
Mendapatkan sentuhan seperti itu Carolina menggelengkan kepalanya karena merasakan getaran panas di dalam dirinya dan menutup mulutnya sendiri , ia khawatir suaranya akan didengar oleh orang lain di luar .
Melihat Carolina yang sudah berhasil ia taklukkan membuat dokter Frans tersenyum puas , dengan perlahan ia memasukkan tangannya ke dalam pakaian yang dipakai Carolina.
" today you are mine" bisik dokter Frans pelan ke telinga Carolina yang sudah memerah .
🌼 Bersambung 🌼
__ADS_1
Jangan lupa like , komentar dan baca novel ke 3 Thor yang berjudul : Faith 2 ( bodyguard cantik ) . Terima kasih kakak-kakak 🌹.