Faith

Faith
Harga diri seorang lelaki


__ADS_3

Melihat Archie membawa surat gugatan cerai yang dibuat oleh pak Budi Wardana membuat Sasa kaget ditambah melihat ekspresi dari Archie yang nampak sangat shock dan marah membuat Sasa menciut , bahkan bukan hanya Archie yang marah tapi Rico yang sedang membawa semua barang Sasa pun tampak menahan emosi ia pasti sudah membaca surat itu sebelumnya .


Archie berjalan dengan langkah cepat ke arah Sasa yang sedang berdiri di anak tangga sambil merapikan kertas yang sudah Napak kusut itu .


" bisa kau jelaskan apa maksud dari surat ini Sasa ? " tanya Archie sambil mengangkat surat gugatan cerai kehadapan Sasa .


" Sa Sasa salah masss..." jawab Sasa lirih .


" ikut aku " ucap Archie tanpa ekspresi berjalan menuju ke ruang belajar .


Dengan menundukkan kepalanya Sasa mengekor suaminya dari belakang , dalam hal ini ia memang bersalah jadi ia terima akan hukuman yang diberikan oleh Archie . Sesampainya diruang belajar Archie memilih duduk di sofa yang berhadap-hadapan bukan di meja pribadinya , ia kemudian meletakkan surat gugatan cerai itu diatas meja dan mempersilahkan Sasa untuk duduk di kursi yang ada dihadapannya .


Sasa duduk dengan perasaan kacau matanya melirik ke arah kertas yang ada diatas meja kaca , ia tak berani melihat ke arah Archie yang duduk didepannya .


" bicaralah mas akan mendengar dengan baik " ucap Archie membuka pembicaraan .


" tak ada kata lain yang pantas Sasa ucapkan ke mas selain kata maaf " jawab Sasa dengan lirih .


" aku ingin tau apakah kau serius meminta surat ini pada pengacaramu ? " tanya Archie sambil membenarkan posisi duduknya .


" Sasa minta maaf mas ... Sasa ga bermaksud seperti ini ....


" tapi kau tau kan apa artinya ini Sasa ? kau bukan lagi gadis berumur 15 tahun kau hampir berusia 20 tahun , kau harusnya bisa berfikir panjang kedepan !! " hardik Archie cepat memotong perkataan Sasa .


" kau tau kenapa mas kemarin harus diinfus itu karena mas menggila di hari sebelumnya , mas melampiaskan emosi mas dengan minum di bar milik Rico entah berapa botol yang mas tenggak kemarin ... itu salah satu pelarian mas untuk mengeluarkan emosi , kau tau kenapa mas marah besar kemarin ? " tanya Archie dengan dingin .


Sasa menggeleng pelan tanpa berani mengangkat wajahnya .


" karena kau anggap cinta tulusku padamu hanya nafsu , hatiku sakit kau mengatakan hal itu " ucap Archie dengan mata yang memerah .


" aku mencintaimu dengan tulus dengan sepenuh hatiku tapi kau anggap cintaku hanya sampah hanya karena nafsu apakah aku tak boleh marah karena itu ? " tanya Archie dengan nada dingin mengeluarkan isi hatinya .


Sasa hanya membisu tanpa berniat membalas perkataan suaminya , Sasa tau kalau sudah melakukan kesalahan yang fatal .


" aku tak mau Arthur tumbuh besar tanpa kasih sayang lengkap dari kedua orang tuanya , karena mas sudah merasakannya sendiri dan mas tak mau hal itu juga dialami oleh Arthur " ucap Archie sambil bangkit dari tempat duduknya .


" lebih baik kita instrospeksi diri masing-masing , dalam hal ini mas juga bersalah karena terlalu kasar padamu " imbuh Archie sambil berjalan keluar dari ruang belajar meninggalkan Sasa seorang diri .


Setelah Archie keluar di halaman terdengar suara mobil yang berderu kemudian pergi meninggalkan rumah diikuti beberapa mobil lainnya . Rupanya Archie memilih pergi kekantor padahal hari ini rencananya ia ingin menghabiskan waktunya bersama Arthur dan Sasa , tapi semua rencana itu sirna ketika ia membaca surat gugatan cerai yang tertulis nama Farasya Zakia sebagai penggugat berhasil ditemukan oleh Rico .


Dengan perasaan yang masih kacau Archie pergi kekantor bersama Rico dan Gustaf yang hanya membisu didalam mobil selama perjalanan .

__ADS_1


Sasa keluar dari ruang belajar setelah mendengar tangisan baby Arthur yang terbangun dari tidurnya karena lapar , dengan kasih sayang Sasa memberikan ASI pada anaknya yang sudah jalan tujuh bulan itu . Saat sedang memberi makan sang anak Sasa memandangi kedua bola mata indah putranya yang didapat dari Archie , melihat kedua mata itu bersinar membuat air mata Sasa menetes ia mengingat Archie kembali . Sasa sadar telah melukai harga diri suaminya dan ia tak tau harus melakukan apa untuk mendapatkan maaf dari suaminya .


Kantor Durran Internasional


Sejak sampai dikantor Archie menjadi pendiam dan serius , ia nampak benar-benar fokus pada pekerjaannya yang sudah terbengkalai hampir lima hari sejak pertengkaran terakhirnya dengan Sasa . Bahkan Rico sampai gak berani menggangu Archie karena ia tau kalau sahabat baiknya itu sedang dalam kondisi mood yang tak baik , Rico kemudian memilih ikut fokus pada pekerjaannya saja diruangan pribadinya karena takut mengggangu Archie .


Tak lama kemudian mereka melakukan meeting peninjauan bersama para manager di berbagai divisi , meeting penting yang hanya dilakukan tiap satu bulan sekali . Selama meeting Archie terlihat sangat dingin hingga semua orang yang ada didalam ruangan meeting menjadi lebih serius dari biasanya karena mereka bisa merasakan ada hawa dingin keluar dari tubuh Archie .


Setelah meeting hampir tiga jam akhirnya Archie menghentikan meeting itu , para manager nampak sangat serius karena mendapat pekerjaan tambahan dari Archie . Rico hanya menggeleng pelan melihat Archie kembali berjalan menuju ruangannya kembali sibuk dengan berkas-berkas yang harus ia kerjakan .


" bos ayo makan makan siang , sudah hampir jam dua siang " ajak Rico pada Archie ketika membuka pintu ruangan kerja Archie .


" aku belum lapar Rico " jawab Archie cepat tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop yang ada dihadapannya .


" ya sudah lanjutkan saja pekerjaanmu , akan kutahan rasa lapar ini tapi nanti kalau kau sudah lapar jangan lupa ajak aku " ucap Rico sambil keluar dari ruangan Archie .


Rico berjalan dengan santai menuju ruangannya , ia sengaja berkata seperti tadi untuk membuat Archie luluh dan sepertinya rencananya berhasil karena tak lama kemudian Archie nampak berjalan menuju ruangan Rico dan mengajak Rico pergi makan bersama . Rico dengan cepat menyusul Archie yang sudah berdiri di dalam lift pribadinya tak lama setelah Rico masuk lift itu segera tertutup dan turun ke basement dimana supir pribadi Archie sudah siap mengantar mereka pergi mencari makan .


" apa yang harus aku lakukan Rico ? " tanya Archie putus asa ketika sedang berada di restoran steak favoritnya .


" aku tak berani memberi saran padamu bos " jawab Rico sambil menikmati anggur merahnya .


Rico menepuk pundak Archie untuk memberikan dukungan , ia tau masalah ini benar-benar membuat Archie terpukul . Sebagai orang yang paling lama mengenal Archie ia tau betul kalau kali ini Archie sangat terpukul .


" dalam ajaran agama manapun kata cerai adalah hal yang paling dibenci oleh Tuhan lalu kenapa Sasa dengan mudahnya melakukan itu walau mungkin ia melakukan itu dalam keadaan marah tapi tak seharusnya ia senekat itu Rico " ucap Archie sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal .


" untuk hal itu aku juga bertanya-tanya kenapa seorang Sasa yang kita tau adalah gadis yang sangat teliti bisa sebodoh itu meminta pengacaranya membuat surat seperti itu " sahut Rico dengan polos .


Mendengar perkataan Rico membuat Archie makin merasakan sakit , selama ia hidup belum pernah hatinya sesakit hari ini . Walau ia dulu hidup dengan penuh penghianatan tapi rasa sakit dan kecewanya tak seperti yang sudah Sasa berikan padanya kali ini.


Setelah hampir dua jam ada di restoran akhirnya Archie mengajak Rico pergi , mereka kemudian pergi ke tempat golf untuk menghilangkan suntuk . Archie yang di larang dokter untuk minum minuman keras dalam dua bulan ini memilih pergi ketempat olah raga untuk mengalihkan pikirannya . Rico menelfon anak buahnya untuk mengirimkan beberapa stik golf yang tersimpan dirumah Archie . Mereka lalu pergi ke lapangan golf yang ada di Sentul sambil menunggu anak buahnya datang .


Sesampainya dilapangan golf Archie segera berganti pakaian olah raga berkerah warna putih dengan menggunakan topi waran hitam membuat dirinya terlihat makin mempesona , otot lengannya terlihat sempurna dengan kaos yang sedang ia gunakan . Beberapa pengunjung kemudian berbisik-bisik melihat ke arah Archie dan Rico yang sedang duduk di ruang tunggu VIP karena menunggu giliran .Saat berjalan ke arah lapangan golf beberapa caddy girl langsung berebut untuk melayani Archie dan Rico , para gadis cantik seksi itu berdiri mengelilingi dua pria asing itu . Bagi para pria hidung belang kehadiran caddy girl dilapangan golf adalah hiburan bagi mereka , karena pakaian mereka yang seksi tentu saja membuat para lelaki tak berkedip ke arahnya .


Karena banyaknya caddy yang ingin menemani akhirnya membuat manager di tempat golf itu turun tangan , ia akhirnya memilih delapan orang melayani dan menemani Rico dan Archie bermain dilapangan . Saat Archie mengeluarkan stik golfnya para pemain golf lainnya nampak sangat kaget ketika melihat Honma's five stars milik Archie yang berbalut emas dan digadang-gadang sebagai stik golf termahal di dunia . Satu set stik golf itu dibandrol dengan harga 75,000 USD atau sekitar 1 Milyar jika dirupiahkan . Rico hanya tersenyum tipis melihat orang-orang itu nampak tersihir dengan stik yang mereka gunakan , bagi seorang Archie uang sebanyak itu tak ada apa-apanya .


" ladies first " ucap Rico mempersilahkan salah satu caddy menjajal stik mahal itu .


" terima kasih tuan " sahut seorang caddy yang memakai kaos ketat warna hitam menjawab perkataan Rico .


" waaawww "

__ADS_1


Pekik beberapa caddy lainnya secara bersamaan ketika melihat temannya memukul bola golf dengan sangat jauh .


" hebat juga " ucap Archie dengan tersenyum tipis .


" tidak tuan saya biasa saja ini karena stik nya saja yang bagus makanya pukulannya bisa sejauh itu " jawab caddy yang mempunyai nama Putri di papan nama yang tergantung di dadanya menjawab ucapan Archie .


" kau suka merendah " imbuh Rico sambil mengangkat satu alisnya ke arah Archie .


" tuan bisa saja , saya tidak berani tuan " ucap caddy itu dengan malu-malu .


Archie kemudian sibuk bermain golf ditemani Rico , sesekali terdengar teriakan para caddy dibelakang mereka memberi semangat hingga membuat para pemain lainnya merasa risih . Para caddy dibelakang Archie dan Rico nampak terpesona dengan ketampanan mereka berdua , bahkan seorang caddy terang-terangan mengaku suka pada Archie tanpa mengetahui kalau Archie sudah menikah .


Setelah bermain hampir senja akhirnya Archie menyudahi permainannya , ia mengajak Rico untuk pulang . Para caddy dengan sigap dan hati-hati memasukan stik mahal itu kedalam tasnya , mereka kemudian mengekor Archie dan Rico menuju ruang tunggu VIP . Sesampainya diruang tunggu Archie langsung mengeluarkan sebanyak enam belas lembar uang dollar pecahan seratus ribu untuk bayaran para caddy yang sudah menemaninya bermain sore itu , para caddy itu nampak sangat berterima kasih menerima uang sebanyak itu .


" gila ini tips terbanyak gue "


" kaya banget dia ya "


" udah ganteng ,muda dan kaya pula akh idaman banget sii "


" namanya siapa ya kita belom tau "


" akh rahimku bergetar pengen hamil anaknya donk "


" ikh siapa tau dia udah nikah , jaga ucapan apa "


" tau ga mencintai suami orang itu lebih menantang kali haha "


Bisik-bisik para caddy yang duduk di pojok melihat Archie dan Rico menikmati segelas vanilla latte , mereka tak mengalihkan pandangannya dari Archie dan Rico . Tak lama kemudian datanglah berapa pria berseragam serba hitam nampak mengelilingi Archie , salah satu diantaranya langsung membawa tas yang berisi stik golf untuk dibawa pulang . Karena minuman merek sudah habis akhirnya Archie dan Rico berjalan meninggalkan tempat itu menuju mobil , melihat dua pria tampan itu pergi membuat para caddy menjerit mereka ingin meminta nomor ponsel Archie dan Rico tapi dihalangi oleh bodyguard Archie .


" wanita itu seperti itu , liat lelaki kaya langsung berkumpul sepeti semut " ucap Rico dengan tersenyum ketika melihat para gadis itu nampak melambaikan tangan ke arahnya .


" ada yang tak seperti mereka dari awal aku mengenalnya " jawab Archie dingin .


Rico langsung terdiam mendengar perkataan Archie , ia tau siapa orang yang dimaksud oleh Archie . Mereka pun akhirnya terdiam dalam pikirannya masing-masing , Archie memilih memejamkan matanya selama perjalanan pulang . Sementara Rico nampak tersenyum sendiri melihat ponselnya , ada beberapa caddy yang mengirimkan pesan padanya . Karena pada saat melakukan registrasi untuk bermain di tempat golf itu Rico menuliskan nama dan nomor ponselnya di daftar itu , ia tak pernah memberikan nomor ponsel Archie pada sembarang orang .


" dasar wanita " ucap Rico dengan tersenyum saat melihat pesan masuk di ponselnya .


Archie yang sedang memejamkan mata sebenarnya tidak tidur ia hanya berpura-pura saja , terlalu banyak pikiran yang berlalu lalang di otaknya .


" hukuman apa yang pantas aku berikan padamu Sasa " ucap Archie dalam hati .

__ADS_1


__ADS_2