
Setelah dirawat selama sehari semalam akhirnya Sasa diperbolehkan pulang dengan catatan penting yang harus ia patuhi agar menghindari makanan laut selama satu bulan penuh , semua orang kepercayaan Archie pun nampak ikut menjemput kepulangan Sasa termasuk baby Arthur yang digendong oleh Selena .
Walau sudah dinyatakan sehat oleh dokter tapi Archie melarang Sasa untuk mendekati baby Arthur karena menurutnya sakitnya tak akan cepat sembuh jika ia mengurus sang anak , padahal Sasa sudah rindu sekali pada anak tampannya itu .
" sayangku .... " ucap Sasa lirih ketika melihat anaknya tengah ada dalam gendongan Selena .
" pastikan kau benar-benar sehat sayang , baru bisa mengurus Arthur lagi " sahut Archie cepat .
Sasa mengangguk pelan berusaha menahan air matanya agar tak turun ke pipi , berpisah dengan anaknya selama dua puluh empat jam lebih benar-benar membuatnya sudah sangat rindu pada anak tampan itu .
Dengan hati-hati Archie membimbing Sasa masuk ke dalam mobil mahalnya yang sudah terparkir rapi di depan rumah sakit lalu disusul Gustaf dan dokter Frans yang naik satu mobil dengan Archie , sementara Rico dan Selena naik mobil yang ada dibelakangnya . Tak lama kemudian kedua mobil itu lalu pergi meninggalkan rumah sakit diiringi lima mobil serba hitam yang berisi anak buah Archie , rombongan itu pergi menuju kediaman Archie .
Kepulangan Sasa disambut penuh syukur oleh para pelayan , mereka ikut bahagia melihat sang nyonya kembali sehat .Sasa pun diminta untuk istirahat dikamar ditemani Selena sedang baby Arthur diasuh oleh sang pelayan sementara para pria nampak sedang melakukan meeting di ruang belajar Archie .
" bagaimana hasilnya ? " tanya Archie tanpa basa-basi .
" seperti dugaanmu sebelumnya bos , gadis itu benar-benar suruhan Alexander Del Leon " jawab Rico singkat .
Brakkk ..
Archie memukul meja yang ada didepannya , ia benar-benar sudah habis kesabaran menghadapi Alexander Del Leon . Bagaimana tidak sejak ia berhasil memiliki saham di Leon Corporation berkali-kali pria tua itu berusaha merebut kembali dengan cara curang , mulai dari peretasan data keuangan sampai insiden yang paling terakhir ia berusaha menyerang mereka yang sedang ada di Australia .
" aku benar-benar tak bisa main halus dengan pria tua itu " gumam Archie penuh kemarahan , aura dingin tiba-tiba menyeruak dari tubuh Archie .
" siapa gadis itu ? " tanya Archie kemudian .
" Carolina Lumenta 23 tahun bekerja sebagai model " jawab dokter Frans ikut bicara .
" kau yakin itu gadis yang mengacaukan pistol padamu Frans ? " tanya Archie mencoba memastikan .
" yes ....
" good , tangkap dia secepatnya waktu kalian 2 x 24 jam dari sekarang " ucap Archie cepat memotong perkataan dokter Frans .
Deg
Mendadak suasana di ruang belajar Archie hening tanpa suara , sampai membuat suara jarum di jam besar yang menempel di dinding terdengar jelas hingga membuat Archie tersenyum dingin .
" kenapa ? apa tugas mencari gadis itu terlalu sulit bagi kalian bertiga ? " tanya Archie sambil menatap tajam ke arah tiga anak buah terbaiknya itu .
" no no tentu saja kami akan melakukan yang terbaik bos " jawab Gustaf terbata-bata setelah berhasil menguasai dirinya .
__ADS_1
Mendengar jawaban Gustaf membuat Archie mengangkat satu alisnya sambil tersenyum tipis , ia kemudian sibuk pada laptopnya dan tak lama kemudian terdengar suara mesin printer yang tengah mencetak sebuah tulisan yang baru Archie tulis .
Brukkk...
" ini data lengkap gadis itu , Carolina Lumenta anak dari Jose Ralf Lumenta seorang pengusaha jam mewah yang berkebangsaan Spanyol . Jose dan Del Leon adalah sahabat baik sewaktu kuliah , bisnis yang digeluti Jose saat ini adalah hasil pertolongan Del Leon jadi wajar kalau sekarang anaknya membantu Del leon " ucap Archie sambil melempar 4 lembar kertas yang berisi data diri Carolina Lumenta lengkap dengan background pendidikan , jumlah uang di ATM dan biodata orang tuanya .
" aku mengenal kalian bertahun-tahun , kalian kira kalian cukup pintar untuk menyimpannya tanpa sepengetahuanku kalian salah anak muda " imbuh Archie sambil tersenyum tipis kemudian menepuk pundak Rico , Gustaf dan dokter Frans secara bergantian lalu ia pergi meninggalkan ruang belajar .
Ceklek ...brak ...
Suara pintu ruang baca yang dibuka dan ditutup secara kasar oleh Archie hingga membuat tiga orang yang duduk di dalam ruangan itu langsung diam tanpa suara , wajah ketiganya nampak memucat seketika dengan mulut yang terkunci rapat .
" bos sudah tauuuuu..... " ucap Gustaf lirih .
" matiiilah kita " imbuh Rico sambil menghela nafas panjang dengan menutup wajahnya dengan kedua tangan .
" ini salahku sehingga kalian ikut kena imbasnya , maaf " celetuk dokter Frans sambil melepas kacamatanya dengan kasar .
" apa yang harus kita lakukan ? " tanya Gustaf dengan suara yang hampir tak terdengar .
" lebih baik kita pulang , kalian ingat kan bagaimana kalau bos marah " jawab Rico cepat sambil mengirim pesan pada Selena agar ikut pulang .
Dokter Frans hanya tersenyum kecut melihat dua temannya nampak kebingungan , mereka tau betul bagaimana kalau Archie marah . Lima tahun lalu didepan mata kepala mereka bertiga melihat bagaimana Archie membunuh seorang pencopet rendahan yang mencuri dompetnya , padahal sebenarnya itu tak berarti apa-apa bagi Archie tapi ia dengan brutal menghajar pencopet kecil itu . Archie melampiaskan kekesalan dan kekecewaannya dengan menghajar orang lain dihadapan Rico ,Gustaf dan dokter Frans yang saat itu baru lulus dari sekolah kedokterannya di Canada .
Dengan langkah perlahan Rico keluar menuju ruang tamu dimana Selena sudah menunggunya diikuti Gustaf yang tengah menggandeng dokter Frans yang nampak paling kacau .
" kalian kenapa ? " tanya Selena pelan pada Rico .
" nanti aku jelaskan dirumah , ayo kita pulang " jawab Rico cepat dengan senyum yang dipaksa .
Selena mengangguk pelan lalu berjalan menuju ke pintu luar , Rico langsung masuk ke mobilnya dengan Selena sementara Gustaf dan dokter Frans masuk ke dalam mobil Gustaf menuju apartemen Asscot dimana mereka tinggal di dalam gedung yang sama .
Dalam perjalan pulang Selena hanya diam karena Rico tak bersuara sama sekali dan hanya konsentrasi menyetir mobilnya sehingga membuat Selena tak berani membuka mulutnya , ia tau kalau mood Rico sedang tak baik .
" pasti ada yang terjadi di ruang baca antara mereka dan Archie " ucap Selena dalam hati menebak-nebak , ketika ia melihat Rico yang masih baru saja keluar dari ruang baca Selena bisa melihat dengan jelas perubahan air muka Rico dan kedua sahabatnya yang terlihat muram .
Tak begitu lama mobil Rico sampai ke apartemen ia langsung menggandeng Selena masuk ke lift menuju unitnya masih dengan tanpa suara yang sangat bukan Rico sekali , karena biasanya Rico akan menggoda dirinya atau sekadar merengek minta untuk mandi bersama . Selena menahan semua pertanyaan itu di dalam hatinya rapat-rapat , ia benar-benar berusaha hati-hati berbicara ada kekasihnya itu .
" aku mandi dulu dan tolong buatkan aku teh chamomile tanpa gula seperti biasa " ucap Rico ketika sudah sampai di dalam apartemen .
" ok " jawab Selena cepat sambil tersenyum .
__ADS_1
Rico berjalan ke arah kamar utama yang kini menjadi kamarnya dan Selena untuk pergi mandi , sementara Selena langsung ke dapur untuk membuatkan minuman yang sudah diminta Rico .
Drrttt ...
Drrttt ...
Ponsel Rico yang ada diatas meja tiba-tiba berdering, Selena berlari dan melihatnya ternyata ada pesan dari Gustaf yang isinya cukup mengejutkan dirinya .
" aku harus bicara dengan Sasa " ucap Selena dalam hati , dengan perlahan ia meletakkan ponsel Rico ditempat semula .
Selena bisa membaca pesan dari Gustaf walau tanpa membuka kunci layar di ponsel Rico , isi pesan itu cukup membuatnya sedikit khawatir .
" kau benar-benar tak pernah berubah daddy " ucap Selena lirih sambil terus berjalan ke arah dapur supaya tak membuat Rico curiga , ia mempercepat langkahnya ketika mendengar pintu kamar mandi terbuka .
Setelah melihat Rico datang dan duduk di sofa Selena segera menghidangkan teh hangat nya , ia kemudian pamit pada Rico untuk pergi mandi juga karena hari sudah sore .
Di dalam kamar mandi Selena mengirimkan pesan pada Sasa , ia mencoba meminta Sasa mencari tau apa yang terjadi antara keempat sahabat itu karena Selena khawatir setelah membaca pesan dari Gustaf yang berisi kata-kata yang cukup menyedihkan . Bagaimana tidak pesan itu adalah screenshot percakapan Gustaf dan dokter Frans yang membahas tentang keputusan dokter Frans yang takkan pernah mengecewakan Archie walau harus melajang seumur hidup .
Membaca pesan itu membuat Selena sedih karena ia sudah cukup akrab dengan dua sahabat baik Rico itu , apalagi Selena tau kalau ayahnya adalah dalang dibalik kerusuhan di hotel Zachie Broadway yang ada di Australia dengan memanfaatkan seorang gadis yang tak ada sangkut pautnya sama sekali . Rasa ia mendadak menyeruak di hati Selena , ia tak tega kalau ada seorang gadis yang tak bersalah harus jadi korban .
" semoga kau berhasil menemukan jawabannya Sa " ucap Selena dalam hati setelah mengirim pesan singkatnya pada Sasa . Ia kemudian memilih meneruskan mandi supaya tak membuat Rico curiga . Ia harus terlihat tak tau apa-apa dihadapan Rico .
Apartemen Asscot
Gustaf nampak kesulitan ketika mengurus dokter Frans yang tengah mabuk , ia berkali-kali menyebut nama Carolina dan ucapan maaf . Dokter Frans lebih memilih mengikuti perintah Archie daripada harus mencari tau kebenarannya yang sesungguhnya , ia yakin kalau Carolina tak mungkin mau melakukan pekerjaan sejahat itu jika tidak dalam paksaan Alexander Del Leon .
" Gustaf ingat .... bos adalah malaikat kita jadi kita harus menuruti perintahnya " ucap dokter Frans terbata-bata karena mabuk , sudah lama sekali seorang Fransiskus mabuk baru kali ini ia memutuskan untuk minum lagi sehingga membuat Gustaf frustasi melihat kondisinya .
" biarkan Carolina ditangkap bos , dia patut dihukum oleh seorang Archie .... dia patut dihukum Gustaf ha ha ha .... huekkkkk.....
Dokter Frans tak dapat menyelesaikan perkataannya karena ia muntah setelah minum terlalu banyak , dengan cepat Gustaf menolong sahabatnya itu. Perlahan Gustaf menidurkan tubuh sahabatnya diatas sofa , ia kemudian membersihkan bekas muntahan dokter Frans .
" rupanya apa yang dikatakan Rico benar ... kau sedang jatuh cinta pada gadis itu Frans " gumam Gustaf lirih sambil menatap iba ke arah dokter Frans .
Setelah memberikan lantai Gustaf kemudian masuk kekamarnya dan mengambil pakaian untuk ia pakaikan pada dokter Frans , namun tiba-tiba saja ponselnya berdering dengan keras sehingga memaksa dirinya untuk meraih ponsel canggihnya itu .
" hallo siapa ini ? " tanya Gustaf cepat saat mengangkat panggilan telepon .
" maaf mengganggu tuan " jawab seorang gadis yang suaranya familiar bagi Gustaf .
" Gracia !!!....... " ucap Gustaf dengan suara yang tercekat .
__ADS_1
🌼 Bersambung 🌼
Jangan lupa like , komentar dan bantu vote ya kakak-kakak , terima kasih 🌹