Faith

Faith
love in the air


__ADS_3

Setelah menginap satu malam di rumah sakit Sasa akhirnya diperbolehkan pulang , kedua jari tangannya masih terbalut kain kasa dan belum boleh terkena air untuk memaksimalkan proses penyembuhan . Saat mobil Archie memasuki halaman rumahnya terlihat beberapa pelayan menyambut kedatangan nyonya mereka , mereka langsung menyalami Sasa seolah-olah sudah lama tak berjumpa . Sasa berbincang ramah dengan para pelayannya sementara Archie hanya berdiri mematung melihat sang istri dikerubuti oleh pelayannya .


" biarkan , jangan cari masalah bos " bisik Rico lirih .


Archie mengangguk merespon ucapan Rico , ia kemudian memilih masuk kedalam rumahnya bersama Rico . Ada beberapa dokumen yang harus ia periksa sebelum dikirim ke Macau dan Australia . Sasa melirik tajam ke arah ruang belajar Archie yang sudah tertutup , ia kemudian memilih masuk menuju kamarnya untuk beristirahat .


Sasa memainkan ponselnya ia tiba-tiba merindukan suasana kampus , ya sejak kejadian Cassandra dan Clarissa akhirnya Archie meminta Sasa berhenti kuliah akan tetapi ditolak Sasa akhirnya Sasa mengajukan cuti untuk satu tahun kedepan . Ia dan Archie sudah membuat perjanjian kalau Sasa sudah melahirkan barulah Sasa boleh melanjutkan kuliahnya .


Karena bosan Sasa masuk ke forum kampusnya , berita tentang dirinya sudah di hapus bahkan ada klarifikasi dan permintaan maaf secara resmi oleh pihak kampus kepada Sasa dan Archie yang di posting di forum itu . Sasa sudah tau pasti semua itu karena desakan Archie suaminya yang over protektif itu .Dari forum kampus akhirnya Sasa tau bahwa Rizki dan Clarissa telah putus yang berarti pertunangan mereka dibatalkan .


" kasian kamu clarie " ucap Sasa lirih menyesali kelakuan teman baiknya itu .


Karena ingin mengikat Rizki ia sampai merelakan kesuciannya pada Rizki dan kini ia harus berpisah dengan Rizki laki-laki yang sudah mengambil kehormatannya . Seharusnya sebagai laki-laki terhormat Rizki tak lari dari tanggung jawabnya walau bagaimanapun ia juga harus bertanggung jawab atas perbuatannya pada Clarissa .


Sasa tak mempercayai bahwa Clarissa bisa sejahat itu karena tergoda harta , padahal keluarga Clarissa juga kaya tapi kenapa ia seakan tak pernah puas dengan kekayaan keluarganya .


Archie membuka kamarnya dan melihat Sasa sedang fokus membaca forum kampusnya sehingga tak menyadari bahwa Archie sudah berdiri di dibelakangnya , Archie bahkan mendengar semua yang Sasa ucapkan .


" kalau semua gadis sepertimu aku rasa spesies bernama lelaki hidung belang tak akan pernah ada sayang " bisik Archie dengan lembut .


brakkk


Ponsel yang dipegang Sasa sampai terjatuh karena kaget mendengar suara Archie .


" ishhh bisa ga si kalau masuk tu ketuk kek , atau salam kek , atau apa lah jangan masuk tanpa suara gitu bikin orang kaget mas " sengit Sasa dengan kesal .


" he he he maaf cintaku tadi mas melihatmu sangat serius jadi mas tak mau menggangu " ucap Archie membela diri .


" justru yang mas lakuin itu yang ganggu tau ga , untung jantung Sasa kuat coba kalau lemah bisa pingsan Sasa tiba-tiba denger suara mas ada dibelakang Sasa " sungut Sasa dengan kesal .


Archie tertawa melihat istrinya merajuk ia kemudian mengambil ponsel Sasa yang terjatuh , ia kemudian membaca forum yang sedang Sasa baca . Senyumnya tersungging di wajah tampannya yang membuat Sasa penasaran kenapa sang suami sampai tersenyum melihat forum kampus itu .


" ngetawain apa ? " tanya Sasa heran .


" ternyata kampusmu benar-benar memilih mempertahankan citra kampusnya " jawab Archie dengan senyum penuh misteri .


" maksudnya ? " celetuk Sasa tak mengerti.


" aku meminta Rico mengurus masalah Clarissa beberapa waktu lalu , yang kutau Rico meminta pihak kampus bertanggung jawab penuh atas kelakuan Clarissa dan kedua temannya itu . Rico memberi waktu satu minggu untuk menyelesaikan masalah itu tapi rupanya mereka hanya butuh waktu tiga hari untuk memberikan hukuman pada gadis itu " jawab Archie panjang lebar .


" jadi Rico yang memaksa pihak kampus untuk mengeluarkan mereka ? " pekik Sasa terkejut .


" mereka beruntung aku hanya mengeluarkan mereka dari kampus dan tidak memasukkan mereka ke penjara " ucap Archie dengan tersenyum , ia tau Sasa pasti tak akan suka dengan keputusannya mengerluarkan mereka dari kampus .


" kasian mas " cicit Sasa dengan wajah sendunya .

__ADS_1


" perbuatan mereka sudah diluar batas sayang , beruntung aku tak membawa masalah itu kejalur hukum " ucap Archie dengan wajah teduhnya mencoba menenangkan Sasa .


Archie memeluk Sasa yang masih bersedih karena mengetahui bahwa teman-temannya itu dikeluarkan , Archie membelai rambut panjang Sasa dengan perlahan .


" im so lucky become your husband " bisik Archie lirih .


" akh gombal , pintar banget ngomong manis " teriak Sasa tiba-tiba sambil melepaskan pelukan Archie .


" kok gitu ?" Archie terlihat kecewa dengan jawab Sasa .


" ya lah mas bilangnya cinta ama Sasa , sayang sama Sasa , mau jagain Sasa tapi kalau marah pasti jadi orang paling jahat . Bentak-bentak Sasa sampai matanya mau keluar " ucap Sasa dengan ketus .


" Sasa ga mau percaya ama kata-kata gombal kaya gitu " imbuh Sasa sambil masuk kedalam kamar mandi .


Mendengar perkataan Sasa membuat Archie bak terkena petir , ia membatu mendengar semua ucapan Sasa.


" apa aku sudah mengecewakanmu dengan sangat dalam sayang ? " ucap Archie dalam hati .


Tak lama Sasa keluar dari kamar mandi ia memegang kotak kecil yang berisi pewangi kamar mandi yang Archie pesan dari Perancis beberapa waktu lalu .


" apa yang kau lakukan sayang ? " tanya Archie heran ketika melihat Sasa memilah-milah botol parfum itu .


" Sasa ga suka wangi ini " jawab Sasa sambil menyerahkan beberapa botol parfum pada Archie .


" dulu mas , sekarang Sasa ga suka wangi ini bikin mual " jawab Sasa sambil menutup hidungnya .


" ya udah mas singkirkan ya " ucap Archie sambil tersenyum , ia lalu membawa kotak parfum itu keluar dari kamarnya . Archie menatap botol-botol parfum yang mahal itu .


" dah mas singkirkan tuan putri , apa lagi yang mas bisa lakuin ? " tanya Archie pada Sasa begitu ia masuk kembali kekamarnya.


" Sasa mau dibuatin nasi goreng gila , tapi yang buat mas sendiri ga mau bibik " teriak Sasa dengan mata berbinar .


" sayang mau nasi goreng ? tapi itu banyak minyak sayang " ucap Archie dengan lembut , ia mencoba mengingatkan Sasa tentang makanan yang harus ia hindari .


" ikh masaknya pake virgin oil donk , kan bisa mas!!! bilang aja ga mau buatin Sasa , ga usah alasan yang aneh-aneh " sengit Sasa sambil menjatuhkan wajahnya dibantal .


" ya udah mas masakin ya tapi Sasa ga boleh marah !! " bisik Archie pelan sambil membangunkan Sasa .


" ok ayo Sasa tungguin dibawah " pekik Sasa dengan riang .


Archie tersenyum melihat sifat kekanakannya muncul , Archie mencoba mengalihkan pikiran Sasa dari Clarissa dan temen-temennya itu . Archie mengambil apron dan mulai menyiapkan bahan untuk membuat masakan yang Sasa mau , ia melarang para pelayannya membantu . Tak lama kemudian Archie mulai memasak dengan berbekal resep yang ia contoh dari web resep makanan , Archie tak menambah MSG kedalam masakannya karena khawatir pada bayinya .


Sasa menjulurkan lidah ya ketika merasakan makanan yang sudah Archie masak .


" mas ... mas mau nikah lagi ??" pekik Sasa sambil mencuci mulutnya dengan air .

__ADS_1


" apa hubungannya antara nasi goreng dan menikah ? " tanya Archie heran.


" cobain " ucap Sasa sambil menyodorkan piring pada Archie yang berisi nasi goreng yang baru ia buat .


" huekkk , kenapa bisa asin sekali " teriak Archie panik , ia mengikuti jejak Sasa untuk mencuci mulutnya dengan air .


" ya itu yang mas buat " ucap Sasa sambil menahan tawanya .


" kayanya resep yang mas buat ga bagus deh , hasilnya jelek " celetuk Archie menyalahkan resep makanan yang ia contek tadi .


" dih bisa gitu , ya udah sekarang ganti aja deh Sasa mau dibuatin bubur sumsum kaya kemarin yang mas buang " ucap Sasa dingin .


Archie menatap kedua mata Sasa yang terlihat serius saat mengatakan keinginannya ia pun tak berani membantah .


Archie meminta para pelayannya menyiapkan bahan-bahan untuk membuat bubur sumsum request Sasa karena ia tak bisa membedakan mana tepung beras dan mana tepung terigu . Sasa duduk dengan tenang melihat suaminya terlihat kesulitan memasak , di wajah tampan Archie terkotori oleh tepung-tepung yang membuat semakin tampan seperti seorang selebriti cheff .


Tiga puluh menit kemudian bubur sumsum ala Archie selesai dan sudah siap dimakan oleh Sasa , Archie terlihat puas dengan hasil kerjanya .


" enak sayang ?" tanya Archie penasaran ketika melihat ekspresi Sasa sewaktu memakan bubur sumsum buatannya itu .


" not bad , mas sini cobain " jawab Sasa dengan tersenyum .


" akkk " titah Sasa pada Archie sewaktu menyuapkan sesendok bubur pada Archie .


" jadi rasanya seperti ini " gumam Archie ketika merasakan bubur buatannya .


" capek mas ? " tanya Sasa pada suaminya yang terlihat berkeringat .


" lumayan " jawab Archie singkat sambil menepuk-nepuk pinggangnya .


" coba banyangin gimana perasaan penjual bubur sumsum kemaren saat tau masakannya mas buang sementara ia membuatnya juga capek kaya mas loh " ucap Sasa dengan tersenyum .


Archie kaget tak menyangka Sasa akan mengatakan hal itu padanya .


" aku mencintaimu mas , kau tak perlu ragukan cintaku . Aku hanya akan menikah satu kali yaitu denganmu , aku akan menuruti ucapanmu selama itu baik untukku akan tetapi tolong jangan anggap aku seperti anak kecil yang tak tau apa-apa . Aku bisa menjaga diriku dengan baik apalagi ada bayi diperutku tak mungkin aku mencelakai makhluk kecil ini " ucap Sasa sambil meletakkan tangan Archie diperutnya .


Mata Archie berkaca-kaca mendengar ucapan Sasa yang terdengar sangat indah itu .


" maafin mas sayang " ucap Archie lirih sambil memeluk Sasa dengan erat .


Archie kemudian mencium Sasa dengan mesra ia tak menyadari bahwa ia sedang melakukan hal itu di dapur yang membuat para pelayannya pergi ketika melihat tuan dan nyonya mereka bermesraan di dapur .


" bersihkan badan mas dulu , banyak tepung dimana-mana " bisik Sasa pelan sambil melepaskan ciuman Archie .


" mandi berdua " pinta Archie dengan senyum nakalnya .

__ADS_1


__ADS_2