
Mobil yang membawa Archie dan Rico akhirnya sampai dirumah saat hari sudah mulai malam , hari ini Rico memilih menginap kembali dirumah Archie mengingat besok pagi ia harus berangkat kerja pagi-pagi sekali bersama Archie karena ada beberapa pekerjaan yang sudah deadline . Rico khawatir kalau ia pulang ke apartemennya ia akan kesiangan , jadi demi kemanaann ia memilih tidur di rumah Archie .
Melihat Rico masuk kekamarnya membuat Archie menggeleng pelan , ia berjalan menuju kamarnya dilantai dua . Saat membuka kamar ia melihat Arthur dan Sasa sedang tertawa bersama karena menonton sebuah video dari tablet milik Sasa , Archie terus melangkahkan kakinya menuju kamar mandi tanpa menegur sang istri yang tersenyum padanya .
Sasa kemudian membawa baby Arthur untuk diantarkan ke kamar pribadinya yang ada didepan kamar Sasa , setelah mengantar sang anak pindah Sasa turun ke lantai satu untuk membuatkan teh chamomile untuk Archie . Sasa menambahkan madu untuk menambah cita rasa di dalam teh kesukaan suaminya , Sasa meletakkan teh buatannya diatas nakas dan menunggu suaminya keluar dari kamar mandi .
Archie keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk untuk membalut tubuhnya bagian bawahnya , ia kemudian memakai piyama tidur yang sudah disiapkan oleh Sasa sebelumnya . Sasa mengambil handuk bekas pakai suaminya dan ia gantung kembali dikamar mandi .
" mas , Sasa mau bicara sebentar tolong jangan tidur dulu " pinta Sasa pelan saat melihat Archie sudah naik ke atas ranjang .
" apa ? " tanya Archie sambil menyandarkan tubuhnya ke dinding .
" minum dulu biar sedikit segar mas pasti capek " ucap Sasa sambil memberikan cangkir yang berisi teh chamomile buatannya ke pada Archie .
Archie menerima teh pemberian Sasa dan meminumnya dengan cepat ,melihat Archie menyukai teh buatannya membuat Sasa tersenyum .
" mau bicara apa ? " tanya Archie pelan sambil meletakkan cangkir tehnya diatas nakas .
bug
Sasa menjatuhkan tubuhnya ke arah tubuh Archie dan memeluk dengan erat sambil menangis , ia mengeluarkan semua isi hatinya .
" kenapa menangis ? " tanya Archie dengan menahan tawanya .
" Sasa bodoh , Sasa minta maaf mas " jawab Sasa dengan sesegukan didalam pelukan Archie .
" kenapa bodoh ? mas ga ngerasa Sasa bodoh kok " celetuk Archie mencoba membuat Sasa lebih banyak bicara .
Mendengar pertanyaan suaminya Sasa membuat Sasa makin kencang menangis sehingga membuat Archie membelai-belai rambut panjang Sasa mencoba menenangkan istrinya , dengan perlahan Archie mendorong tubuh Sasa dan menyeka air mata yang ada diwajah Sasa , ia juga memberikan teh chamomile nya untuk Sasa minum .
" makasih mas " ucap Sasa sambil menerima cangkir pemberian Archie .
" udah tenang kan , coba tarik nafas lalu bicara jangan langsung nangis kaya tadi mas ga ngerti " bisik Archie sambil menarik pinggang Sasa kearahnya .
Sasa masih menunduk didalam pelukan Archie ia bingung mau memulai pembicaraan dari mana karena ia masih terlalu merasa bersalah atas apa yang dia lakukan hingga meminta pengacaranya membuat surat gugatan cerai .
" maafkan mas ya sayang " ucap Archie lirih sambil menjatuhkan wajahnya di pundak Sasa .
" apa mas ? " tanya Sasa bingung karena tak begitu jelas perkataan suaminya .
Archie kemudian membaringkan tubuhnya dan menarik Sasa keperluannya , Sasa hanya terdiam dipeluk oleh Archie .
" maaf kalau selama ini mas sudah buat Sasa banyak menderita " ucap Archie sambil menepuk-nepuk pundak Sasa .
" Sasa nyesel ga jadi istri mas ? " tanya Archie serius .
" kok gitu ngomongnya " tanya Sasa balik .
Archie terdiam dan memeluk Sasa dengan erat ia mencium kening Sasa berkali-kali , ia memejamkan matanya sambil memeluk Sasa .
" mas terlalu banyak nyakitin Sasa selama ini , maaf kalau mas belum bisa mengontrol emosi kalau sedang marah , maaf kalau belum bisa menjadi suami yang baik untukmu " ucap Archie pelan
__ADS_1
" Sasa juga minta maaf kalau udah bikin mas marah , Sasa masih kaya anak kecil ya " tanya Sasa sambil menatap ke arah wajah Archie yang masih memejamkan matanya .
" anak kecil yang udah punya anak maksudnya ? " tanya Archie balik dengan tersenyum .
" akh apa si , Sasa serius ini " pekik Sasa sambil mencubit paha Archie dengan gemas sehingga membuat Archie meringis kesakitan .
Archie memeluk Sasa dengan erat , rasanya rindu sekali berjauhan dengan sang istri selama empat hari .
" aku kangen suara mendengkurmu sayang " bisik Archie ketelinga Sasa .
" ikh.. Sasa ga pernah ngedengkur !! " teriak Sasa dengan nada tinggi , ia tak terima disebut pendengkur oleh suaminya .
" ada juga mas tu yang kenceng banget kadang bikin Sasa kaget " imbuh Sasa sambil memajukan bibirnya .
Melihat sikap Sasa membuat Archie makin gemas ia kemudian memeluk Sasa dengan erat dan dibalas oleh Sasa , merasa mendapat respon dari sang istri membuat Archie bergairah , dengan cepat Archie melumat bibir Sasa dan dibalas oleh Sasa sehingga membuat Archie makin bersemangat .
" stop mas " ucap Sasa pelan setelah melepas ciumannya dari Archie.
" why ? " tanya Archie bingung .
" Sasa tu lagi datang bulan " jawab Sasa cepat .
Archie langsung bangun dari tidurnya dan memandang Sasa dengan serius ia tak percaya dengan ucapan sang istri sehingga membuat Sasa juga duduk dihadapan Archie , dengan perlahan Sasa meraih pipi Archie lalu menciumnya dengan pelan .
" Sasa juga kaget kok bisa haid lagi , mungkin karena kecapekan mas " ucap Sasa dengan lembut .
" let me thing first " sahut Archie sambil turun dari tempat tidurnya dan berjalan ke arah meja rias istrinya .
Archie mengambil kalender yang ada diatas meja rias itu , ia membaca tanggal yang dilingkari sang istri . Selama ini ia dan Sasa melakukan KB secara alami yang artinya mereka berhubungan suami istri saat Sasa sedang tidak subur atau menuju ke tanggal mendekati Sasa haid , jadi Archie hapal tanggal Sasa datang bulan .
" tadi sore pas mandi baru ketahuan " jawab Sasa jujur .
" mas telfon Frans dulu ya " ucap Archie cepat sambil mengambil ponselnya dari atas nakas , ia kemudian keluar dari kamar untuk menelfon dokter pribadinya itu
Sasa hanya tersenyum simpul melihat suaminya keluar , ia tau Archie sedang kecewa sudah hampir satu minggu tak mendapatkan haknya tentu membuat Archie sedikit kecewa .
Di ruang perpustakaan Archie menelfon Frans yang baru saja selesai kerja , ia berkali menanyakan apakah yang terjadi pada istrinya itu normal atau tidak karena selama menikah ia belum pernah melihat Sasa datang bulan dua kali dalam satu bulan .
" ada banyak faktor yang menyebabkan istrimu datang bulan lagi bos " jawab Frans diujung telfon .
" seperti apa ? " tanya Archie penasaran .
" stress !! stress adalah masalah paling umum yang berpengaruh pada perubahan siklus menstruasi , stress bisa menyebabkan siklus menstruasi tak teratur , berlebihan atau sepeti kasus istrimu haid dua kali dalam sebulan " jawab dokter Frans memberikan penjelasan .
" jadi istriku bukan keguguran kan ? " tanya Archie polos .
" ha ha ha ha ha ha ha aku belum pernah melihat ada orang sebodoh kau bos hahahaha " jawab dokter Frans dengan tertawa terbahak-bahak di ujung telfon .
" brengsek kau malah meledekku , aku sedang serius karena kemarin aku melihatnya muntah-muntah dirumah sakit saat menjaga Arthur " ucap Archie jengkel .
" muntah bukan berati dia hamil bos , mungkin ada faktor lain . lagipula istrimu baru melahirkan tujuh bulan lalu apa kau tega melihatnya di operasi cecar lagi ? " tanya dokter Frans dengan serius di telfon.
__ADS_1
" justru itu aku menghubungi mu Frans , kalau dia hamil lagi apakah berbahaya atau tidak . Kalau bukan hamil aku bersyukur " ucap Archie sambil menghela nafas panjang
" lain kali jangan menghubungi aku untuk konsultasi masalah ranjang kalian bos , aku belum menikah tolong hargai perasaanku " pinta dokter Frans dengan sungguh-sungguh .
" bajingan tengik kau Frans , sudah banyak wanitamu tak usah berlagak sok polos didepan ku . Ya sudah lah aku mau tidur , thanks " ucap Archie sambil menutup panghilan telfonnya .
Archie berdiri didepan pintu kamarnya , ia memikirkan perkataan dokter Frans kemudian dengan perlahan Archie masuk kekamarnya dan melihat Sasa masih membaca buku kuliahnya diatas ranjang .
" maafin mas ya sayang " ucap Archie lirih saat sudah duduk diranjang .
" apa ? " tanya Sasa bingung ia merasa masalahnya dan sang suami sudah selesai .
Archie kemudian menceritakan hasil pembicaraannya dengan dokter Frans , ia terlihat sangat sedih mengetahui kalau Sasa stress karena dirinya . Sementara itu Sasa nampak tersenyum lebar melihat Archie berulang kali meminta maaf padanya .
" lalu kemarin muntah kenapa ? " tanya Archie penasaran .
" Sasa liat ada bekas darah yang menempel di tisyu saat Sasa mau buang sampah di tempat sampah " jawab Sasa dengan rasa jijik .
" kamu lah yang salah ngapain liatin isi tempat sampah , ditempat sampah pasti isinya macam-macam apalagi itu dirumah sakit !! ada-ada aja si " ucap Archie dengan menggelengkan kepalanya .
Sasa hanya tertawa lebar sampai memamerkan deretan gigi putihnya , ia menyadari kecerobohannya . Dengan perlahan Archie memegang kedua tangan Sasa lalu diletakkannya di kedua pipinya .
" kalau Sasa masih marah sama mas gapapa sayang mas terima asal Sasa ga pergi lagi ya " ucap Archie dengan tatapan mata yang berkaca-kaca .
" mas mau janji satu hal ga ke Sasa ? " tanya Sasa dengan lembut .
" huum iya apa .. " sahut Archie dengan bersemangat .
" hilanglah sifat cepat marahmu itu , semua masalah bisa dibicarakan baik-baik tanpa kata-kata kasar atau tindakan kasar . Sasa ga suka liat mas teriak teriak apalagi kalau mas sampe main tangan aduuhh rasanya Sasa pengen pukul balik ke mas pake jurus karate Sasa " ucap Sasa dengan gemas .
" emang bisa karate ? " tanya Archie polos .
" bisa lahhh... dulu pernah belajar sebentar pas balik dari India atas perintah om Rudi , oh iya jadi inget om Rudi deh apa kabar ya mereka ya sekarang pasti anaknya Rahul dan kak Miley udah besar " jawab Sasa cepat .
Archie memeluk Sasa dengan erat , ia juga teringat akan kejadian buruk yang menimpa Sasa sewaktu ia pergi ke Canada .
" mas janji akan rubah semua sifat jelek mas , mas takut dijurus " bisik Archie ditelinga Sasa .
" janji kok karena takut sama Sasa , janji tu dari hati mas " sahut Sasa cepat .
" iya sayang mas janji , tapi Sasa harus janji juga jangan pernah tinggalin mas lagi dan jangan buat surat gugatan cerai lagi ... i cant life without you " bisik Archie dengan nada yang memelas .
" untuk surat itu Sasa minta maaf mas , entah setan apa yang membuat Sasa memikirkan hal itu hingga memaksa pak Budi untuk membuat surat itu " ucap Sasa penuh sesal
" mas tau kok itu karena mas juga kan , yang penting jauhkan kata cerai dari otakmu itu karena sampai tujuh kehidupan yang akan datang mas akan lahir kembali dan menjadikanmu istriku lagi " celetuk Archie dengan cepat sambil mengeratkan pelukannya pada Sasa .
Sasa tersenyum mendengar perkataan suaminya , ia kemudian merebahkan tubuhnya diranjang bersama Archie karena sudah mengantuk .Archie tidur dengan memeluk Sasa dengan erat , berbicara dengan Sasa sudah membuat batu besar dihatinya pergi . Ia berjanji tak akan membuat Sasa menangis lagi .
Melihat sang istri sudah terlelap Archie berusaha bangun dan menggapai ponselnya yang ada diatas nakas , dengan perlahan Archie menghubungi Gustaf . Archie meminta Gustaf untuk menyiapkan tugas kecil sebagai kejutan untuk Sasa .
" happy 20 years old my wife " ucap Archie lembut sambil mencium kening Sasa , semoga kau suka dengan hadiah kecil dariku .
__ADS_1
Archie kemudian tidur dengan memeluk Sasa , ia memejamkan matanya dan berharap hari akan segera pagi .
💮 Bersambung