Faith

Faith
Kabar bahagia


__ADS_3

Archie dan Rico membawa Sasa ke sebuah rumah sakit yang ada di kota Quebec , mereka pergi ke tempat dimana dokter Frans bekerja .


Archie tak mau membawa Sasa ke rumah sakit lain karena ia hanya mengizinkan sang istri hanya diperiksa oleh dokter Frans itupun harus dengan pengawasannya secara langsung .


Dengan perlahan Archie menurunkan Sasa di ranjang periksa yang ada di ruangan dokter Frans , tak lama kemudian datanglah seorang perawat yang membantu memeriksa denyut nadi Sasa atas perintah dokter Frans . Tak lama kemudian dokter Frans terlihat sibuk memeriksa detak jantung Sasa menggunakan stetoskop , ia lalu kembali memeriksa denyut nadi terasa karena ingin meyakinkan sesuatu setelah melihat betapa pucatnya wajah Sasa.


"Apa yang anda rasakan sekarang nyonya.?" Tanya dokter Frans sambil tersenyum.


"Aku hanya merasa kepalaku sangat pusing dok , rasanya membuatku tak kuat untuk berdiri." Jawab Sasa jujur .


"Maaf kalau aku terpaksa mengatakan ini , kapan anda terakhir haid nyonya.?" Tanya Dokter Frans setengah berbisik.


Sasa terdiam mendengar pertanyaan dari dokter Frans ia kemudian mengingat kembali kapan jadwal terakhir haid nya , seketika wajahnya langsung memerah dengan mata yang membulat menatap tajam kearah dokter Frans . Dokter Frans hanya tersenyum tipis melihat perubahan ekspresi istri bos besarnya itu , ia lalu mengangguk pelan berikan kode kepada Sasa .


"Istriku kenapa Frans.?" Tanya Archie setengah berteriak ketika baru selesai bicara dengan Rico .


"Nyonya....


"Darah rendah mas , sepertinya aku terlalu lelah beberapa hari ini." Jawab Sasa memotong perkataan dokter Frans dengan cepat , ia masih ingin mastikan sendiri apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya .


"Darah rendah ? memang kelelahan bisa memacu darah rendah Frans.?" Tanya Archie kembali kepada dokter Frans.


"Tentu saja , banyak pemicu darah rendah bisa terjadi." Jawab dokter Frans dengan cepat .


"Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang oh bukan maksudku apa yang harus istri ku lakukan , apa ia harus banyak istirahat di rumah atau dirawat di.....


"Nyonya tidak perlu dirawat , dia hanya perlu banyak istirahat saja di rumah dan minta nyonya untuk perbanyak minum air putih." Ucap dokter Frans memotong perkataan Archie yang terlihat sangat khawatir .

__ADS_1


"Ok aku mengerti , kalau begitu berikan vitamin terbaik yang kau punya untuk kami bawa pulang ." Sahut Archie sambil berjalan mendekati Sasa yang masih terbaring di ranjang periksa .


Dokter Frans mengangguk merespon perkataan Archie , ia lalu terlihat sibuk membuatkan resep untuk Sasa . Sementara itu Rico terlihat duduk di depan meja dokter Frans , ia terus menatap dalam kearah dokter Frans karena merasa dokter Frans sedang menyembunyikan sesuatu darinya dan Archie .


"Everything is fine Rico ." Ucap dokter Frans sambil tersenyum berusaha memenangkan Rico .


"Benarkah nyonya baik-baik saja.? "Tanya Rico dengan suara yang hampir tak terdengar.


"Iya nyonya baik-baik saja , kalau kau tak percaya silakan bahwa dokter lain untuk memeriksa kondisi kesehatan nyonya . Akan tetapi jika para dokter itu mengatakan hal yang sama seperti aku , maka kau harus menjadi pelayanku selama dua bulan." Jawab dokter Frans sambil tertawa lebar.


"Jangan mimpi kau Frans ." Ucap Rico dengan ketus .


" Ha ha ha , makanya jangan meragukan aku Rico . Aku adalah dokter kau harus ingat itu." Sahut dokter Frans menyombongkan diri .


"Kau ini benar-benar kurang ajar Frans , aku menyesal dulu mendukung bos ketika memaksamu untuk melanjutkan kuliah kedokteran ." Sengit Rico penuh kesal .


"Aku tak mau kau sakit , jadi jaga kesehatanmu baik-baik sayang ." Ucap dengan lembut.


"Iya mas Sasa tau ." Jawab Sasa sambil tersenyum .


"Biarkan Arthur dijaga oleh pengasuhnya , kau hanya cukup melihatnya saja tanpa melakukan apapun . Mas sudah membawa semua pelayan dari Jakarta ke sini khusus untuk melayanimu di rumah , jadi kau tak perlu melakukan hal-hal yang menyulitkan dirimu lagi kau mengerti kan maksud ucapan mas ." Tanya Archie dengan serius .


"Iya mas Sasa mengerti."Jawab Sasa sambil mencubit pipi Archie dengan gemas.


Archie lalu memeluk Sasa dengan erat , rasa sesak di dadanya langsung hilang begitu mendengar penjelasan dari dokter Frans. Ia tak bisa berpikir dengan jernih ketika melihat Sasa sakit ataupun terluka , rasa cintanya sudah benar-benar sangat besar untuk Sasa . Archie tak bisa membayangkan hidup tanpa Sasa di dunia ini , semua harta yang ia miliki tak sebanding dengan kehadiran Sasa di sisinya .


Tak lama kemudian terlihat seorang suster datang masuk ke ruangan dokter Frans dengan membawa multivitamin yang sudah dipersiapkan oleh dokter kan sebelumnya , Archie pun mengajak Sasa untuk pulang karena hari sudah malam. Jarum infus di tangannya pun sudah dicopot oleh dokter Frans sejak sepuluh menit yang lalu karena sudah habis , saat Sasa berjalan pelan meninggalkan ruangan tanpa semua orang ketahui dokter Frans menyelipkan sebuah alat tes kehamilan ke dalam jaket yang dipakai Sasa . Sasa hanya tersenyum tipis saat merasakan sentuhan dokter Frans dipundaknya yang memberikan kode kepadanya tentang keberadaan tespek di dalam saku jaketnya .

__ADS_1


Archie pun pulang bersama Sasa menggunakan mobil anti pelurunya sementara itu Rico kembali ke apartemennya bersama dokter Frans karena mereka ada dalam satu gedung yang sama .


Mobil iring-iringan Archie akhirnya sampai di kediamannya , Archie lalu membimbing Sasa untuk masuk ke kamar yang ada di lantai dua . Saat sedang melewati meja makan Sasa hanya tersenyum ketika melihat anaknya sedang menikmati makan malam bersama beberapa orang pengasuh yang menjaganya .


"Sasa mandi sendiri saja mas." Ucap Sasa pelan saat ada di dalam kamar mandi .


"lho kenapa memangnya ?" Tanya Archie dengan cepat .


"Sasa mau berendam terlebih dahulu selama beberapa menit untuk merilekskan tubuh mas ." Jawab Sasa dengan nada mata yang berkaca-kaca berusaha mencari simpati Archie .


"Ok tapi jangan lama-lama berendamnya , mas mandi dikamar Arthur saja ." Ucap Archie mengalah .


"Iya mas Sasa mengerti ." Jawab Sasa dengan tersenyum lebar.


Archie kemudian membelai rambut Sasa dengan pelan , ia lalu berjalan menuju pintu keluar meninggalkan Sasa di kamar mandi seorang diri . Setelah Archie keluar Sasa dengan cepat mengunci pintu kamar mandi , ia lalu mengeluarkan tespek yang sudah diberikan oleh dokter Frans sebelumnya . Sasa lalu memakai tespek yang sudah diberikan oleh dokter Frans , wajahnya langsung memerah ketika melihat alat yang sudah terkena air seni itu menunjukkan dua garis merah .


"Aku hamil ." Ucap Sasa dengan terbata-bata sambil meraba perutnya yang rata .


Air matanya pun langsung menetes dengan deras , ia merasa sangat bahagia karena mengetahui kehamilannya dengan cepat . Setelah sebelumnya mengalami keguguran karena tak mengetahui kalau sedang hamil , Sasa pun meraih piyama mandinya berniat untuk memberikan kabar bahagianya pada sang suami . Akan tetapi suara dering ponsel yang ada di atas nakas membuat Sasa mengurungkan niatnya , ia lalu meraih ponselnya dan membuka pesan yang ada dalam grub yang berisi Selena , Carolina dan Gracia .


" Ya Tuhan ....!!!!! " Pekik Sasa penuh haru ketika melihat pesan yang masuk di ponselnya .


🌼Bersambung 🌼


Jangan lupa like , komentar dan baca novel Thor yang lainya diantaranya :


Bodyguard cantik

__ADS_1


Faith 2 The return of the prince


__ADS_2