
Saat malam tiba perang dingin antara Sasa dan Archie masih belum berakhir hingga membuat rumah besar itu terasa sunyi namun tiba-tiba saja ruang tamu rumah mereka menjadi gaduh karena terdengar suara teriakan dari para bodyguard Archie yang terlihat menahan seseorang supaya tak masuk ke dalam rumah .
Sasa yang sedang makan langsung meletakkan sendoknya lalu bergegas ke arah sumber suara begitupun dengan Archie yang sedang menggendong baby Arthur ia juga mengekor sasa di belakang .
" kangmasss!!!! " jerit Sasa tak percaya ketika melihat Gusti ada dirumahnya
Sasa langsung berlari kearah Gusti dan memeluk gusti dengan cepat seperti anak kecil yang memeluk kakaknya sehingga membuat para bodyguard Archie yang belum mengernal Gusti menjadi heran ketika melihat nyonya mereka memeluk seorang lelaki asing didepan suaminya sendiri .
" sasa ga mimpi kan ya !! " ucap sasa riang sambil mencubit pipinya sendiri .
" ndak mimpi nduk ini kangmas " jawab Gusti tersenyum sambil menahan tangan Sasa agar tak mencubit pipinya lagi .
" kangmas kapan sampe ? kangmas sendiri ? kok bisa tau sasa tinggal disini ? siapa yang kasih tau kangmas ? kangmas berangkat kapan ? perjalanannya capek gak ? naik pesawat apa ? " tanya Sasa dengan cepat .
" satu-satu cah ayu kalau nanya tu , emang kangmasmu ini bisa jawab kalau kamu ngomong cepat kaya gitu " jawab Gusti dengan tertawa .
" he he he sasa terlalu semangat !! ya udah ayo duduk disana " ajak Sasa pada Gusti untuk menuju ruang tamu yang lebih privat .
Archie hanya melihat ke arah Sasa dan Gusti dengan pandangan tak suka ia kemudian berjalan kekamar untuk meletakkan baby Arthur di tempat tidur karena sudah pulas setelah minum ASI . Archie meninggalkan sang anak dikamar sendirian kemudian berjalan ke arah ruang belajar yang kebetulan ada didepan ruang tamu berdinding kaca itu , matanya menatap lurus ke arah istri dan kakak iparnya yang sedang berbincang itu .
" kangmas tau dimana sasa tinggal disini " tanya Sasa bersemangat .
" saat kangmas tau kau pergi bersama suamimu ke Canada rasanya hati kangmas hancur nduk " jawab Gusti dengan sedih .
" kangmas berusaha mencari kemana Archie membawa kau pergi seperti orang gila , kangmas cari informasi kerumahmu akan tetapi penjaga dirumah itu tak pernah mengijinkan kangmas masuk . Lalu kangmas pergi ke kantor Durran Internasional lagi-lagi kangmas langsung diusir begitu kangmas menyebut nama kangmas didepan resepsonis kantor suami mu itu " ucap Gusti dengan sedikit kecewa .
" kami keluargamu nduk , kalau kau kecewa pada eyang kangmas bisa paham akan tetapi kalau caranya seperti ini kau langsung pergi tanpa berpamitan itu membuat kangmas kecewa padamu nduk " imbuh Gusti sambil mengepalkan tangan .
" maaf kangmas , sasa waktu itu tak tau kalau sasa akan diajak kemari oleh Archie " isak sasa lirih .
" jangan nangis nduk kangmas kemari bukan untuk memarahimu , kangmas tau ini pasti karena suamimu yang kaya raya itu kan " ujar Gusti sambil melerik kearah ruangan depan dimana terlihat jelas Archie tengah memperhatikan mereka dengan tatapan dingin .
Sasa mengangguk pelan tanpa bersuara hanya air matanya yang belum mau berhenti mengalir dan membuat Gusti harus menyeka air mata sang adik dengan tisyu yang ada dimeja .
" maaf bukan maksud kangmas ingin membuatmu menangis nduk " ucap Gusti lembut berusaha menenangkan Sasa .
" sasa udah biasa nangis sendirian kok kangmas , gapapa " sahut Sasa dengan senyum yang dipaksakan .
" apa maksudmu nduk !!! Archie melukaimu disini ???" teriak Gusti spontan ketika mendengar pengakuan Sasa .
" enggak gitu kangmas , sekarang kangmas jawab dulu semua pertanyaan sasa tadi " pinta Sasa dengan memelas ia tau kalau Gusti akan luruh padanya .
" ok urusan dengan Archie kangmas tahan . Kangmas mau mengatakan semuanya padamu secara perlahan " ucap Gusti sembari mengeluarkan ponsel pintarnya untuk diberikan pada Sasa .
__ADS_1
Sasa menerima ponsel dari Gusti kemudian menyalakan video yang ada di ponsel itu , air matanya mengalir ketika melihat orang yang ada di video itu meminta maaf padanya dengan kepayahan .
" eyang kenapa kangmas ? " tanya Sasa dengan terbata .
" setelah kami kembali ke solo kami semua baru tau ternyata tujuan eyang berkata seperti itu pada Archie adalah untuk menguji Archie nduk , eyang ingin memastikan sendiri bahwa kau mendapatkan suami yang tepat karena itu permintaan eyang putri sebelum meninggal dulu . Almarhum eyang putri berpesan pada eyang untuk menjagamu dengan baik nduk , eyang tak mau mengulang kesalahan yang sama seperti yang mereka lakukan pada bulek Pinan ibumu nduk " jawab Gusti dengan lirih .
Sasa makin menangis mendengar perkataan Gusti apalagi ia melihat rekaman video sang eyang yang tengah tergeletak di ranjang sebuah rumah sakit yang terkena struk tengah terbata-bata mengucapkan permintaan maafnya pada Archie dan dirinya .
" bukankah eyang sehat-sehat aja kangmas lalu kenapa sekarang bisa seperti itu " tanya Sasa dengan terisak .
" eyang jatuh dikamar mandi nduk " jawab Gusti lirih
" gara-gara sasa kangmas ? " celetuk sasa merasa bersalah .
" kita semua anggap ini takdir nduk , mungkin sudah jalan hidup eyang harus mengalami ini nduk . Eyang waktu itu juga terpukul atas peristiwa yang menimpa Gading nduk " ucap Gusti
" kangmas Gading ? oh iya bagaimana kelanjutan hubungannya dengan Natalie ? " tanya Sasa yang teringat dengan Natalie.
Gusti menghela nafas panjang lalu mulai bercerita dari awal dimana Gading yang tak percaya dengan semua perkataanya sampai akhirnya Rico pun datang ke Solo dan membuat Natalie tak bisa berkutik , Natalie bahkan sempat membuat keributan dengan mencoba bunuh diri untuk mengancam Rico agar bisa kembali padanya dan membuat Gading sangat patah hati . Akhirnya dengan kemampuan Rico yang sudah mumpuni itu ia dengan mudah menaklukkan Natalie dan segera mengirim Natalie kembali ke Inggris sedangkan Gading sendiri lebih memilih pergi ke Aceh untuk menenangkan diri ketempat sahabat baiknya sewaktu tinggal di luar negri .
" kasian kangmas Gading " gumam Sasa lirih .
" dia sekarang sudah ikhlas dan nerimo nduk , bahkan bulek Mintarsih juga mengatakan bahwa Gading menjadi lebih dewasa sekarang ini " ucap Gusti dengan tersenyum .
" syukurlah kalau begitu kangmas , semoga saja kangmas Gading bisa menemukan gadis yang benar-benar mencintainya suatu saat "
" anak sasa lahir prematur tiga bulan lalu kangmas " jawab Sasa cepat .
" usia tujuh bulan ?? " pekik Gusti tak percaya .
" iya kangmas , sekarang usianya sudah jalan tiga bulan tapi menurut dokter usianya baru tiga minggu karena terhitung dari usia bayi lahir nomal " ucap Sasa sambil menahan air matanya , ia teringat akan baby Arthur yang belum ia sentuh selama hampir dua puluh empat jam itu .
Gusti menepuk puncak Sasa dengan pelan untuk menguatkan lalu memeluknya erat dengan memandang Archie di ruang depannya dengan tatapan menantang , Gusti bisa membaca bahwa ada sesuatu yang tak beres antara Sasa dan Archie .
" perempuan atau lelaki ? " tanya Gusti mencoba mencairkan suasana sambil melepas pelukannya pada Sasa .
" laki-laki kangmas , Arthur namanya " jawab Sasa dengan tersenyum .
"kangmas boleh bertemu dengan keponakan kangmas ? " tanya Gusti bersemangat .
" huum " ucap Sasa dengan mengangguk , ia kemudian berjalan keluar meninggalkan Gusti diruang tamu menuju kamarnya tanpa berkata apapun ketika berpapasan dengan Archie yang sudah berdiri di depan pintu ruang tamu tempat Sasa berbincang dengan Gusti .
Setelah Sasa masuk kekamar dimana Arhur sedang tidur kemudian Archie membuka pintu ruang tamu dan masuk kedalam dimana Gusti sedang menikmati segelas lemon chamomile yang baru diantarkan oleh pelayan .
__ADS_1
" long time no see " ucap Archie dengan senyum tak bersahabat .
" yes , almost six month maybe " jawab Gusti singkat .
" what do you want ? " tanya Archie sinis .
" bertemu dengan adikku tentu saja " jawab Gusti santai , ia tau Archie sedang dalam mood yang jelek .
" dia istriku Gusti , dia bertemu dengan siapa pergi kemana harus dengan persetujuanku " ucap Archie dingin .
" bahkan jika ia ingin melihat kakeknya yang sedang sekarat kalau kau tak memberinya ijin maka ia tak bisa pergi , begitu maksudmu Archie ??" tanya Gusti
" off course , she's mine " jawab Archie
Gusti menarik nafasnya panjang begitu mendengar ucapan adik ipar yang usianya lebih tua darinya itu lalu dengan perlahan Gusti menyerahkan ponsel miliknya pada Archie .
" watch this " pinta Gusti dengan lirih .
" apa ini ? " tanya Archie yang terlihat tak berminat itu .
" setelah melihat itu kalau kau masih tak mengijinkan Sasa kembali aku tak akan memaksamu Archie " jawab Gusti dengan tersenyum .
Archie terdiam dan membuka video yang ada di ponsel pintar Gusti matanya fokus menatap layar ponsel .
" kangmas " panggil Sasa yang tiba-tiba masuk sambil menggendong baby Arthur .
Gusti langsung bangkit dari kursinya begitu melihat baby tampan itu , ia langsung berjalan ke arah Sasa dan kemudian mengambil alih baby Arthur dari pelukan Sasa . Dengan gemas Gusti mencium wajah tampan baby Arthur yang terlihat sangat mirip dengan Archie itu .
" kenapa dia seperti suamimu ? " tanya Gusti dengan berbisik .
" iya kangmas , tak adil bukan " jawab Sasa dengan suara lebih pelan .
Gusti terkekeh mendengar perkataan Sasa ia kemudian kembali fokus menggoda keponakannya yang baru bangun tidur itu karena baby Arthur sepertinya tau bahwa pria yang sedang menggendongnya itu adalah sang paman . Saat Sasa dan Gusti bergurau dengan baby Arthur tiba-tiba Archie bangkit dari kursinya dan menatap tajam ke arah dua orang itu lalu berjalan pelan dan mengambil baby Arthur dari pelukan Gusti lalu berkata .
" kemasi barangmu sasa !!! "
__ADS_1