
Selena yang tak tau apa-apa hanya bisa menurut ketika diperintahkan berbaring sambil membuka kakinya lebar-lebar dihadapan dokter Mega di meja Obgyn , ia hanya bisa pasrah dan percaya pada Sasa yang berkali-kali menyakinkan dirinya .
Walau sesama wanita Sasa tak mau melihat bagaimana dokter Mega memasukkan alat ke dalam organ vital Selena untuk melakukan USG transvaginal , ia merasa malu melihat hal semacam itu . Sasa hanya berdiri dan menatap ke arah lain saat dokter Mega yang sedang melakukan pemeriksaan untuk mendiagnosis kemungkinan terjadinya keguguran .
Dokter Mega segera mengosongkan jadwalnya begitu dihubungi oleh Sasa , ia pun meminta Sasa untuk tak panik karena Sasa sudah pernah mengalami hal serupa jadi ia diperintahkan untuk tak panik supaya tak membuat Selena makin depresi jika mengetahui hal yang sebenarnya .
" Bagaimana dok ? " tanya Sasa khawatir ketika melihat ada darah di alat yang dipakai oleh dokter Mega untuk melakukan USG .
" Pasien mengalami abortus iminens atau ancaman keguguran " jawab dokter Mega dengan lirih .
Walaupun dokter Mega sudah berbicara dengan pelan akan tetapi Selena yang tengah berbaring bisa mendengar dengan jelas perkataan dokter Mega karena ruangan dokter Mega yang sangat sunyi .
" Apa !!! siapa yang keguguran ? " teriak Selena kaget .
Sasa dan dokter Mega sontak kaget ketika mendengar teriakan Selena dari balik tirai , setengah badan Selena tertutup tirai sehingga ia tak bisa melihat apa yang tengah di lakukan dokter Mega .
" Sa jawab Sa !!! " tanya Selena dengan suara parau sambil mencengkram erat tangan Sasa yang memang sejak tadi ia pegang itu .
" pelan-pelan menjelaskannya ya " ucap dokter Mega tanpa suara ke Sasa yang kemudian dibalas anggukan kecil oleh Sasa .
Sasa membuka tirai dan berjalan ke arah Selena yang sedang panik , keringat dingin terlihat mengucur dari keningnya . Perlahan Sasa membersihkan wajah Selena dengan tissue yang ada diatas meja .
" Tetap berpikir positif kak , tenang saja kau akan baik-baik saja " ucap Sasa pelan sambil memberikan air minum untuk Selena .
" Bicaralah yang jelas Sa jangan sepotong-sepotong aku tak mengerti " jawab Selena dengan mata berkaca-kaca .
" Seperti yang aku bilang tadi di restoran kak " bisik Sasa pelan ketelinga Selena .
Selena memutar kedua bola matanya merespon perkataan Sasa , ia mencoba mengingat apa yang sudah sasa katakan sebelumnya . Tiba-tiba saja kedua matanya mengalir air bening dengan deras membasahi wajahnya .
" am I pregnant? " tanya Selena dengan bergetar .
" yes you're right, you will become a mother soon " jawab Sasa penuh haru .
Sejak Selena terdiam mendengar perkataan Sasa , air matanya terus mengalir deras diwajahnya .
" hu hu hu hiks hikkssss "
Tangis Selena pun pecah ia menangis bahagia tapi juga merasa sedih dan hancur karena kini ia sendirian tanpa Rico , ayah dari anak yang sedang dikandungnya .
" Dok !!!! selamatkan anakku dok aku akuu tadii malam aku mengalami flek akuu dok tolong dok " jerit Selena panik ketika mengingat apa yang sudah terjadi tadi malam , ia mengira sedang pms .
" Sabar nyonya saya sedang berusaha menyelamatkan bayi anda , tapi anda harus tenang nyonya " jawab dokter Mega sambil menyiapkan jarum infus yang akan dipakaikan ke tangan Selena .
Kaki Selena pun sudah diturunkan dari penyangga , kini ia tidur dalam posisi terlentang dengan baik . Di tangan kirinya sudah tertancap jarum infus , dokter Mega memberikan obat penguat kandungan pada Selena .
" Semua baik-baik saja kan dok " tanya Sasa dengan lirih karena tak mau mengganggu Selena yang sedang tidur karena pengaruh obat .
" Semoga saja , usia kandungan Selena masih sangat muda dan rawan " jawab dokter Mega sambil menulis sesuatu di buku resep .
__ADS_1
" Kenapa kita tak beritahu tuan Rico saja " imbuh dokter Mega sambil menghentikan kegiatannya .
Sasa menghela nafas panjang mendengar perkataan dokter Mega , ia kemudian menceritakan apa yang sudah terjadi tiga bulan terakhir ini . Awal pertemuan Selena dan Rico sampai perpisahan keduanya yang terjadi empat hari yang lalu .
" Apakah orang itu ayah kandung Selena ?? " tanya dokter Mega dengan emosi .
" Iya dok , pria itu menelantarkan Selena dan kedua adiknya dari masih dalam kandungan dok " jawab Sasa sambil menatap Selena dengan pandangan iba , ia merasa sangat lebih beruntung dari Selena .
" Mana ada ayah kandung setega itu !!! dia benar-benar bukan manusia " sengit dokter Mega dengan penuh amarah .
" Saya setuju dengan anda dok , kasian Selena dan dua adiknya jadi korban " ucap Sasa lirih .
Dokter Mega menganggukkan kepalanya berkali-kali , ia jadi mengerti kenapa Sasa memintanya untuk mengosongkan jadwalnya hari ini .
" Untung dia mengenal anda nyonya Durran " celetuk dokter Mega tiba-tiba .
" Mungkin karena aku pernah merasakan kehilangan ibu juga , jadinya aku merasa kita berdua punya ikatan yang sama walau sebenarnya dia lebih menderita dariku " sahut Sasa pelan .
" Kenapa anda tak memberitahukan pada tuan Ricardo tentang keadaan Selena ? " tanya dokter Mega penasaran .
Sasa menggeleng pelan ia kemudian menundukkan kepalanya diatas meja dengan beralaskan tangan .
" Rico sangat kecewa padanya dok , dia bahkan sudah tak mau mengingat Selena lagi " ujar Sasa dengan suara yang parau .
" Tapi bukankah anda belum mencobanya nyonya ? saya yakin kalau tuan Ricardo akan memaafkan Selena demi bayi mereka " sahut dokter Mega sambil tersenyum .
" Bukankah suami anda juga berubah karena baby Arthur " imbuh dokter Mega kembali menyakinkan Sasa untuk mengatakan yang sebenarnya pada Rico .
" Anda benar dok , aku harus mencoba mengatakannya pada Rico secepatnya . Ia pasti mau memaafkan Selena apalagi ia sangat menyayangi Arthur ia pasti akan bahagia jika tau akan punya bayi sendiri " ucap Sasa sambil tersenyum bahagia .
Tak lama kemudian Sasa bersiap-siao akan pulang , ia harus mengatakannya secara langsung pada Rico .
" Saya pulang dulu dok , tolong jaga Selana untukku ya dok " ucap Sasa berulang-ulang ketika berpamitan akan pulang pada dokter Mega .
" Iya nyonya , anda hati-hati dijalan ya " sahut dokter Mega sambil tersenyum .
Sasa mengangguk pelan lalu perlahan keluar dari ruangan dokter Mega dengan hati-hati supaya tak membangunkan Selena , ia kemudian berjalan dengan cepat menuju mobilnya yang terparkir di depan klinik . Sesampainya di mobil Sasa langsung memacu mobil mahalnya itu dengan cepat dan berharap segara sampai dirumah .
Mansion Archie
Archie yang pulang lebih cepat dari biasanya sedang duduk di ruang tamu bersama dengan Rico dan Gustaf menikmati cemilan yang dibuat oleh pelayan Archie , sejak mereka tinggal dirumah Archie secara otomatis jika Archie pulang kantor maka mereka pun akan pulang . Tapi tidak dengan dokter Frans yang memang bekerja di rumah sakit .
" Aku boleh bertanya sesuatu padamu Rico " ucap Gustaf sambil menikmati kacang almond .
" silahkan " jawab Rico cepat , ia sedang mengajak baby Arthur bermain Lego di lantai yang sudah beralaskan permadani dari Turki itu .
" Apa kau masih mencintai Selena ? " tanya Archie tiba-tiba .
Deg
__ADS_1
Deg
Rico langsung terdiam mendengar pertanyaan dari Archie , seandainya yang bertanya seperti itu adalah Gustaf mungkin dia akan marah . Akan tetapi karena yang bertanya adalah Archie ia tak berani marah selain hanya bisa diam membisu .
" Sebelum kau menjawabnya aku punya pertanyaan lain , jika kau bisa menjawab pertanyaan ku kali ini maka kau tak perlu menjawab pertanyaan pertama ku " ucap Archie sambil tersenyum .
" Ok I'm ready to listen " jawab Rico tenang .
" Kenapa perempuan diciptakan dari tulang rusuk sebelah kiri ? bukan dari tulang kepala atau dari tulang kaki ? " tanya Archie sambil tersenyum .
" Ya memang Tuhan menciptakan seperti itu dari awalnya bukan " jawab Rico tanpa rasa bersalah .
" Kalau kau apa jawabanmu Gustaf ? " tanya Archie pada Gustaf.
" entah lah aku ikut jawaban Rico saja bos " jawab Gustaf tanpa pikir panjang .
Archie tersenyum simpul mendengar jawaban Gustaf , ia tau kalau anak buahnya satu itu tak pandai hal seperti ini .
" lalu apa jawabannya bos ? " tanya Gustaf penasaran .
" Kenapa perempuan tidak diciptakan dari tulang kepala supaya tidak menginjak laki-laki , kenapa perempuan tidak diciptakan dari tulang kaki supaya tak diinjak-injak oleh lelaki tetapi perempuan diciptakan dari tulang rusuk sebelah kiri dekat hati dan jantung karena perempuan ingin di cintai dan di sayangi " jawab Archie sambil tersenyum .
Mendengar perkataan Archie membuat Rico menjatuhkan beberapa lego yang ia pegang , Gustaf pun langsung terdiam ia berusaha mencerna perkataan puitis sang bos itu .
Tak lama kemudian mobil Sasa masuk ke dalam halaman dan parkir dengan cantik dihalaman rumah , ia kemudian keluar dengan cepat dari mobilnya dan berjalan dengan cepat menuju ruang tamu .
" Sudah pulang sayang " ucap Archie menyapa Sasa yang tengah berjalan ke arahnya .
" Maaf mas telat he he Sasa punya berita bahagia nih mau denger gak " jawab Sasa sambil tersenyum ke arah baby Arthur yang sedang bermain dengan Rico dan Gustaf .
drrttttt
Tiba-tiba ponsel Sasa bergetar , dengan cepat Sasa mengangkat panggilan masuk itu .
" iya hallo .... " jawab Sasa menerima panggilan dari nomor yang belum tersimpan di kontak teleponnya itu .
Tak lama kemudian wajah Sasa terlihat panik dibarengi dengan jatuhnya ponsel yang tengah ia pegang kelantai , melihat itu Archie langsung berdiri dan mendekati sang istri yang terlihat bingung itu .
" Sayang kenapa ? siapa yang telefon ? " tanya Archie sambil menyentuh pipi Sasa .
" Selena mas ... kak Selena menghilang " jawab Sasa terbata .
" Biarkan saja ia pergi untuk apa dipikirkan nyonya " celetuk Rico cepat merespon perkataan Sasa .
" Dia sedang hamil Rico !!!! dia sedang mengandung anakmu !!!! " teriak Sasa tiba-tiba sambil terisak .
" Apaa apaa maksudmu nyonya ..... " tanya Rico terbata-bata .
🌼 Bersambung 🌼
__ADS_1
Jangan lupa like , komentar dan follow akun Thor ya kakak-kakak semua . Terima kasih 🌹