
Aileen berlari sekuat mungkin, ia yakin kalau anak buah papanya akan mengejarnya. Dan ternyata benar, di belakang beberapa orang pria tengah mengejarnya. Tanpa tahu ke mana arah jalan, Aileen terus menelusuri jalan setapak. Saking inginnya pergi, ia sampai tak sempat memakai alas kaki.
Jalannya terpincang-pincang karena banyaknya kerikil kecil membuat kaki-nya terasa sakit. Lecet, sudah pasti. Terus berlari tiada henti, meski napas sudah tersengal dan terasa sesak.
Hingga ia sampai dipenghujung jalan, jalan buntu itu bertepi dengan sebuah jurang. Jurang yang ternyata di bawah sana adalah sebuah jalan.
Tanpa berpikir akibat yang dilakukannya, ia perlahan mundur dan akhirnya ....
"Aaa ...," teriak Aileen, tubuhnya terperosok ke bawah sana. Terguling-guling tiada henti, sampai tubuh itu tergeletak tepat di atas jalan aspal.
"Daddy, awas ....," teriak seorang anak kecil yang melihat Aileen berguling.
Disaat itu juga sebuah mobil terhenti tepat di hadapannya. Nyaris, tubuh itu terhantam benda beroda empat. Anak kecil yang melihat pun langsung menutup mata karena takut sang daddy menabrak orang itu.
Si pengemudi pun terkejut, napasnya ngos-ngosan karena saking terkejutnya.
"Sya, apa Daddy menabraknya?" tanyanya tanpa menoleh pada sang anak.
Anak kecil berusia 4 tahun yang bernama Marsya itu membuka matanya secara perlahan, lalu melongokkan wajahnya ke arah depan. Seketika ia menggelengkan kepalanya.
"Tidak, Dad. Tapi hampir," ucapanya, "Daddy cepat turun dan selamatkan dia, bukan 'kah Daddy Dokter. Tentu Daddy bisa mengobatinya," oceh anak itu lagi.
"Ya, Daddy akan menolongnya." Pria itu pun akhirnya turun dari mobil.
Sementara anak buah Morano, mereka pun turun dari atas sana dengan merayap. Dan pria itu melihatnya.
"Sepertinya wanita ini tengah dikejar oleh mereka." Ia pun akhirnya langsung meraih tubuh yang tak berdaya itu. Saat ia membalikkan tubuh Aileen, ia merasa tak asing lagi padanya.
Anak buah Morano semakin mendekat, pria yang bernama Zack itu langsung mengangkat tubuh Aileen dan memasukkannya ke mobil di jok belakang.
"Hey, tunggu! Jangan kau bawa dia!" teriam anak buah Morano.
Tapi sayang, mobil yang membawa Aileen langsung melaju dan meninggalkan tempat kejadian.
* * *
__ADS_1
Sesekali, Zack melihat ke belakang. Ia mencoba mengingat siapa wanita itu, wajahnya merasa tak asing. Tapi ia lupa siapa wanita itu?
"Daddy, rumah sakit di sini jauh. Apa kita akan membawanya ke villa kita?" tanya Marsya.
Tidak ada pilihan lain selain membawanya ke villa. Zack pun mengangguk sebagai jawaban. Rencananya, Zack dan putrinya hendak berlibur. Pasca ditinggalkan istrinya untuk selama-lamanya, dan baru kali ini ia keluar rumah untuk berlibur. Mencoba melupakan semua yang telah terjadi padanya.
Zack sudah memiliki 2 anak, anak yang pertama tidak ikut karena tengah sekolah di asrama.
Sampailah Zak dan Marsya di villa. Aileen langsung di bawa masuk olehnya.
"Sya, bantu Daddy menggantikan pakaian wanita ini," pintanya pada anaknya. Tapi pikirannya terus memikirkan wanita ini. Kenapa ia lupa, padahal sudah jelas wajahnya tidak asing.
Hingga akhirnya, Zack teringat.
"Ya, dia Aileen mantan istri Andra. Tak salah lagi, tapi kenapa dia ada di sini? Dan siapa pria yang mengejarnya tadi?"
Zack sendiri tidak tahu kalau Aileen sudah menikah dengan Adam, yang ia tahu wanita ini adalah mantan istri dari temannya. Zack merawat Aileen, dan putrinya pun ikut membantu. Hingga malam tiba, Aileen masih belum sadarkan diri.
💞
(Panas dikit ya? Sudah bisa baca karena sudah berbuka puasa, 😁😁)
Sepasang anak manusia masih terlelap dari tidurnya, sepasang pengantin baru itu baru saja memadu kasih dan menggapai surga dunia.
Setelah 5 tahun, ia baru mengeluarkan hasratnya kembali.
Nana menelusupkan kepalanya di ketiak sang suami. Mencari kehangatan di dalam sana. Adam pun memeluknya begitu erat, mereka masih dalam keadaan polos setelah menggapai kenikmatan yang hakiki.
Tak lama kemudian, mereka pun terbangun. Nana tersipu malu saat suaminya menatap wajahnya.
"Ternyata kamu cantik ya saat baru bangun tidur," puji Adam pada Nana.
"Baru sadar kalau aku cantik? Selama 5 tahun ini kemana saja?" Nana meledek.
"Iya, aku terlalu buta untuk melihat bidadari secantikmu." Adam membenamkan sebuah kecupan panjang di kening Nana.
__ADS_1
"Apa ada siaran ulang?" tanya Adam sambil menaik turunkan kedua alisnya.
"Siaran ulang apa, Mas?" Nana tak mengerti.
"Yang semalam," bisik Adam.
Mata Nana langsung mendelik, suaminya tidak tahu betapa sakitnya kepemilikkannya. Semalam, Adam sangat buas seperti orang kelaparan. Bagaimana tidak? 5 tahun ia tak bercinta, dan kini sudah tertuntaskan pada seorang gadis berumur 27 tahun.
Nana sudah sangat matang untuk menjalani rumah tangga, wanita itu cukup mengerti apa yang diinginkan suaminya pagi ini.
Adam membelai pipi mulus Nana, menyibakkan rambutnya dan menyelipkannya di telinga itu. Perlahan, Adam mendaratkan kecupan di kening. Turun ke mata, pipi, dan terakhir di benda kenyal Nana. Setelah kejadia semalam, tentu Nana sudah bisa mengimbangi permainan suaminya.
Nana tak kalah gencar saat Adam menyentuh seluruh tubuh polos itu.
"Ah, Mas ..." Lenguh Nana.
Tanpa berlama-lama lagi, mereka kembali menyatukan tubuh mereka. Pergerakan tak selincah semalam. Adam mengikuti alur dinginnya pagi ini, cuaca seakan mendukung pertempuran mereka.
Sakit itu kini hilang akan kenikmatan yang tak bisa diucapkan kata-kata.
"Lebih cepat, Mas," pinta Nana saat gadis itu meresa akan mencapai puncaknya.
Adam mempercepat tempo pinggul yang maju mundur. Hingga akhirnya mereka mencapai surga dunia untuk yang kesekian kalinya. Pria itu merasa lemas, dan seketika ia ambruk di atas tubuh istrinya, bahkan tanpa melepaskan yang masih menempel di bawah sana.
Mungkin hari ini mereka akan menghabiskan waktu di kamar, tanpa ada yang mengganggu. Akhsa dari kemarin langsung di ajak ke rumah Nathan dan Nala. Tentu bocah itu merasa senang saat diajak ke sana.
Baru kali ini papanya membolehkannya untuk menginap di rumah si kembar. Akhsa senang bukan kepalang, padahal, sang papa mengizinkan karena ada sesuatu yang tak boleh diketahui oleh bocah itu.
Adam dan Nana pun mulai membersihkan diri, hari ini hari spesial untuk Nana. Wanita yang sudah tidak gadis lagi itu tengah dimanja-manja oleh suami tercinta.
Dan kini, mereka tengah sarapan bersama. Nana sama sekali tak beranjak dari tempat tidur seusai membersihkan diri tadi. Kepemilikkannya terasa sakit dan perih. Tentu kejadian itu bukan yang pertama kali untuk Adam, jadi ia tahu apa yang harus dilakukannya selain memanjakan istrinya itu.
"Minum susunya, setelah itu beristirahatlah lagi. Mas, mau ke ruang kerja dulu." Setelah mengucapkan itu, Adam mencium kening istrinya terlebih dulu sebelum keluar dari kamar.
Sungguh, ini kebahagiaan untuk Nana. Meski terkadang perasaannya ditakuti oleh sesuatu yang mungkin saja terjadi.
__ADS_1
_
_