Gelora Cinta Sang Majikan

Gelora Cinta Sang Majikan
Episode199 Ekstra part 3


__ADS_3

Malam itu, Nathan dan Dewi tidur dengan sangat nyenyak. Ini hari pertama mereka libur dari ranjang panasnya. Dewi melingkarkan tangan di tubuh suaminya dengan kepala bersandar di dada bidang pria itu.


Sampai pagi menjelang ... Mereka berdua terbangun dengan wajah segar. Minuman jamu yang diminumnya semalam membuat tubuhnya terasa ringan dan bertenaga. Wajahnya semakin bersinar. Sampai Nathan semakin menggilainya.


"Pagi istriku." Nathan mengecup bibir istrinya sekilas, dengan posisi Nathan yang berada di atas tubuh istrinya. Menyangga dagu dengan kedua tangan. Tatapan mereka bertemu dan Dewi tersenyum saat mendapat jamuan pagi itu.


"Mandi yuk?" ajak Nathan, "siang ini kita berangkat," ucapnya lagi.


Bukannya menjawab, Dewi malah menarik ceruk leher suaminya dan membenamkan wajahnya di leher jenjangnya sendiri. Nathan menghirupnya dalam, sehingga aroma shampo dari rambutnya tercium begitu wangi.


Mereka bercanda di atas ranjang, suara tawa mereka sampai terdengar keluar. Lagi-lagi ... Dewa mendengar. Pria itu seperti orang bingung.


"Pengantin aneh, semalam mengaduh. Hari ini tertawa begitu riang." Tapi karena penasara, ia pun mengetuk pintu dan mengganggu kasmaran pengantin itu.


Dewi dan Nathan langsung terhenti sambil menoleh ke arah pintu yang diketuk dari luar.


"Apa yang kalian lakukan di dalam? Kalian mengganggu saja," sahut Dewa.


"Dasar tidak sopan." Nathan turun untuk menemui adiknya yang begitu menyebalkan baginya. "Apa? Siapa yang mengganggu, hah? Kalau iri bilang saja! Dasar jomblo." Ucapnya seraya menjitak kepala adiknya itu, setelah itu ia mengabaikannya dan langsung masuk. Menutup pintu rapat-rapat dan menguncinya.


"Pengantin tidak ada akhlak!" gerutu Dewa di luar kamar.

__ADS_1


"Dasar adik tidak peka," gumam Nathan.


"Kalian itu ribut terus, apa tidak cape?" kata Dewi yang masih rebahan di atas ranjang, "aku mau mandi dulu lah kalau begitu, aku mau bantu mommy buat sarapan." Dewi beranjak dari kasur, dan Nathan langsung menyusulnya. Ia tak akan membiarkan kesempatan itu, mandi bersama membuatnya sangat menyukainya.


"Kenapa ikut?" tanya Dewi, karena bisa menghabiskan waktu dua kali lipat jika mandi bersama suaminya. Tidak bisa dicegah, Nathan malah lebih dulu melucuti pakaiannya lalu mengisi bath up dengan air hangat.


"Sini, kita berendam bersama," ajak Nathan dengan senyum nakalnya.


* * *


Bukannya mandi, mereka malah berkeringat di dalam sana. Hawa terasa panas. Banyak gaya yang dilakukan sampai Dewi merasa kakinya terasa lemas. Suaminya benar-benar jago dalam soal urusan puas memuaskan.


"Sedikit, tapi aku suka," bisik Dewi sama gilanya.


"Punyamu sempit bikin aku suka," bisik Nathan saat Dewi menungging di bath up.


Suara rintihan keduanya menggema di dalam sana, Nathan pun akhirnya mengerang panjang. Ia tak menyangka akan istrinya yang sama gila denganya. Dewi, diam-diam menghanyutkan.


"I love you," bisik Nathan kemudian.


* * *

__ADS_1


Seusai mandi dan berpakaian, Dewi pun turun ke dapur untuk membantu sang mertua. Meski ada asisten di sana, tapi untuk menyiapkan sarapan Nindya turun secara langsung karena Andra hanya ingin makan masakan istrinya.


"Pagi, Mom," sapa Dewi.


"Pagi juga, sayang. Bagaimana? Apa tidurmu nyenyak?" tanyanya kemudian.


"Hmm, sangat nyenyak. Badanku jauh lebih segar dan vit," jawabnya, "apa ada yang bisa aku bantu?"


"Duduk saja, semuanya sudah hampir selesai. Kamu sudah siapkan baju-bajumu? Setelah pulang, semoga ada kabar bahagia untuk kami. Mommy ingin segera punya cucu, rajin-rajin lah berolah raga di atas ranjang."


Dewi membulatkan mata, tak percaya kalau ibu mertuanya yang terlihat diam ternyata begitu absur dengan ucapannya. Pantas keturunannya seperti suaminya, ternyata faktor keturunan. Dan Andra jauh lebih jago dari anaknya tentunya.


* * *


Kini saatnya Natham dan Dewi berangkat. Semua keluarga mengantarnya ke Bandara. William pun ikut serta karena ia yang paling menunggu cicitnya.


"Bahagiakan istrimu, buat hatinya selalu happy agar cepat hamil," pesan William memeluk sang cucu. Dan Nathan mengangguk.


"Hati-hati selama di sana, beri kabar kalau sudah sampai," kata Nindya.


Nathan dan Dewi pun masuk ke ruang pemeriksaan.

__ADS_1


__ADS_2