Gelora Cinta Sang Majikan

Gelora Cinta Sang Majikan
Episode 192 Pernikahan


__ADS_3

Tanpa terasa, lepas sudah hari 40 hari mendiang Doni Nugraha. Dan kini, semua orang nampak sibuk mempersiapkan hari bahagia Nathan dan Dewi. Gadis itu menatap pantulannya di cermin. Senyum tipis terukir. Kebaya putih yang melekat di tubuhnya begitu sempurna, Dewi nampak sangat cantik.


Kedua wanita yang berada di balik tubuhnya melihat pantulan itu, mereka tersenyum bahagia. Dewi benar-benar menjadi anggota keluarganya.


"Sudah siap?" tanya Rahayu. Dewi mengangguk sembari menyentuh tangan Rahayu di atas pundaknya. Wanita itu bangkit dari tempat duduk, dan Nindya memapahnya berjalan menuju meja akad. Saat Dewi keluar, semua mata tertuju padanya.


Nathan yang melihatnya begitu pangling, pria itu tersenyum sambil mengulurkan tangan meraih tangan Dewi untuk duduk di sampingnya. Dan kini mereka sudah duduk berdampingan. Sesekali, Nathan mencuri pandang. Gemas, ingin rasanya memeluknya. Membelai kulit pipinya yang halus, bibir bergelombang yang sudah siap ia kecup setiap hari setelah resmi menjadi istrinya.


Jantungnya semakin berdebar, tubuhnya pun sedikit gugup. Bahkan ia setiap menit menghapal ijab qobul yang akan diucapkan untuk mempersunting Dewi. Gerogi tentu pasti. Tidak berpengalaman pacaran, ia malah langsung menikahi gadis yang selama ini menjadi pujaan hatinya. Cinta pada pandangan pertama yang membawanya ke jenjang pernikahan.


"Saudara Nathan William," ucap pak penghulu yang sudah ada di hadapannya, "saudara sudah siap?" tanyanya.


"Siap," jawab Nathan mantap.

__ADS_1


"Baiklah, ijab qobul kita laksana sekarang." Pak penghulu mengulurkan tangan, dan Nathan langsung menjabatnya. Bukan hanya Nathan yang berdebar, Dewi pun ikut gugup. Gadis itu hanya tertunduk tak berani menatap ke arah mana pun. Termasuk melihat pak penghulu yang terus bersuara. Tanpa dia sadari, Nathan sudah mengucapkan ijab qobul dengan sangat lancar tanpa hambatan.


"Bagaimana saksi, sah?" tanya penghulu.


"Sah ..." Kata 'sah' itu membuyarkan lamunan Dewi. Gadis terkesiap saat mendengar ucapan itu, ia menoleh ke arah samping. Dilihatnya, seorang pria tengah tersenyum kepadanya. Mengulurkan tangan dan Dewi meraihnya. Mencium punggung tangan suaminya untuk yang pertama kalinya.


Selepas itu, Nathan mengecup kening istrinya. Mereka tersenyum bahagia. Para saksi pun ikut bahagia. Rahayu dan Nindya meneteskan air mata. Nindya menyandarkan kepala di bahu suaminya.


"Kebahagiaan kita sudah lengkap," ucap Nindya.


* * *


Resepsi langsung digelar malam itu juga. Bertempat di hotel berbintang. Serta tempat outdoor di belakang taman hotel tersebut didekor seindah mungkin. Para tamu sudah hadir, Dewi dan Nathan sudah berdiri di atas panggung pengantin.

__ADS_1


"Cari siapa?" tanya Nathan melihat istrinya tengah celingak-celinguk.


"Sisil, katanya dia sudah sampai." Gadis itu sempat pulang terlebih dulu setelah ikut menjadi saksi saat akad berlangsung. Masih dengan setelan cupunya, padahal, Dewi sudah mewanti-wanti agar gadis itu berpenampilan sesuai keadaannya. Tapi sampai saat ini gadis itu masih belum memunculkan batang hidungnya.


"Mungkin dia sedang menuruti permintaanmu," kata Nathan. Dewi mengernyitkan keningnya. "Iya, dia pasti sedang merombak penampilannya habis-habisan."


Dewi ingat betul apa yang telah ia ucapkan kepada gadis cupu itu. "Awas kalau masih berpenampilan cupu, aku tidak mau lagi bersahabat dengan pembohong sepertimu. Mau sampai kapan membohongi semua orang? Kamu itu cantik, kalau seperti ini penampilanmu mana ada yang mau sama kamu? Gak ingat, Dewa selalu mengejek kacamatamu?"


"Aku maunya begitu, semoga Sisil datang dengan kecantikkan sesungguhnya," ucap Dewi.


Mereka menyambut tamu yang hadir, bibirnya terus melengkung mengumbar senyum. Mereka nampak bahagia sekali.


_

__ADS_1


_


Yeeyy, akhirnya mereka menikah yang gengs. Terima kasih sudah mengikuti kisah mereka sampai sejauh ini. Siapa yang nunggu mereka belah duren? 🤣🤣🤣


__ADS_2