Gelora Cinta Sang Majikan

Gelora Cinta Sang Majikan
Episode 87


__ADS_3

"Apa iya aku salah lihat?" tanya Elena sendiri. Tidak mau ambil pusing, ia pun akhirnya malenjutkan aktivitasnya di rumah sakit. Niatnya ia tidak akan bekerja hari ini karena ada Aileen di rumahnya.


Berhubung pihak rumah sakit menghubunginya karena ada yang akan melahirkan, mau tak mau ia berangkat dan meninggalkan Aileen bersama bi Asih. Elena hari ini sibuk seharian di rumah sakit. Sedangkan yang dilihatnya tadi itu benar adalah Roy, suaminya.


Roy tengah berada di bagian administrasi waktu itu, saat ia berada di sana. Roy tahu ada istrinya di rumah sakit, ia sengaja tak membalikan tubuhnya. Bahkan dengan cepat ia segera pergi dari sana, ia tahu ini akan menjadi masalah jika Elena tahu bahwa ia tengah berada bersama Laura.


Roy juga berpikir, kejadian ini hanya selewatan. Maka dari itu, ia tak langsung menemui istrinya dan mengatakan yang sebenarnya.


Roy masih bersama Laura, rasanya tak tega meninggalkan wanita itu seorang diri di rumah sakit. Roy terus mendesak Laura, apa yang sudah terjadi pada wanita itu.


"Apa kamu sungguh tidak ingin mengatakannya padaku?" tanya Roy sekali lagi.


"Walau aku mengatakan semuanya, ini semua tidak akan kembali seperti dulu, Roy. Maafkan aku sudah pergi begitu saja," lirih Laura.


"Setidaknya kamu katakan, siapa ayah dari anak yang kamu kandung?"


"Biarlah ini menjadi rahasiaku, aku tidak mau merepotkan siapa pun, termasuk kamu."


"Apa ini ada hubungannya dengan papamu? Atau jangan-jangan, memang dia yang sudah menghamilimu?" duga Roy.

__ADS_1


Apa yang dikatakan Roy benar adanya, hingga Laura tak bisa mengelak. Hanya air mata yang mewakili perasaannya, betapa hancurnya hidupnya sekarang.


"Bia*ab sekali orang itu!" Ekspresi Laura membuat Roy menyimpulkan sesuatu pada lelaki paruh baya itu, "apa karena dia juga yang membuatmu pergi meninggalkanku?"


"Tidak usah membahas itu lagi, sebaiknya kamu pulang. Kasian istrimu menunggu di rumah."


Karena waktu juga sudah menunjukkan pukul delapan malam.


.


.


.


Elena cemas karena Roy tidak memberinya kabar, bahkan Adam sendiri sudah pulang sejak tadi. Elena percaya saja pada lelaki itu yang mengatakan bahwa suaminya tengah meeting di luar kantor. Adam juga bilang, bahwa Roy pergi sendiri.


Adam tidak mau membuat Elena sedih, bagaimana pun, wanita itu pasti terluka saat tahu suaminya bersama mantannya.


Hingga satu jam kemudian, Roy pun akhirnya pulang.

__ADS_1


"Kamu kemana saja? Kenapa handphone-mu mati?" tanya Elena.


Roy melihat ponselnya, dan ternyata ponselnya itu dalam keadaan tidak aktif.


"Maaf, aku lupa tidak bawa charger," alasan Roy, "aku lelah, aku mau istirahat." Roy pun berlalu begitu saja, bahkan ia tak menyapa keberadaan Adam dan Aileen di sana.


"Apa kondisi kantor sedang kacau?" tanya Elena pada Adam, ia rasa sikap Roy begini karena sedang pusing dengan masalah kantor.


"Tidak, mungkin dia memang sedang cape saja," jawab Adam.


Elena pun akhirnya menyusul suaminya ke kamar, bahkan ia menyiapkan air hangat untuk suaminya mandi. Selesai mandi, dan memakai baju, Roy duduk di tepi ranjang. Menghampiri istrinya yang lebih dulu duduk disana.


"Ada masalah di kantor bukan?" tanya Elena.


"Tidak ada, mungkin aku hanya lelah. Sudah malam, tidurlah. Aku juga sudah ngantuk." Roy pun merebahkan tubuhnya. Pikirannya terus berkelana, entah apa yang dipikirkan saatnya ini.


Elena hanya bisa menatap punggung suaminya, pria itu tidur dalam keadaan membelakanginya. Biasanya juga saat tidur, Roy pasti memeluknya. Kenapa sekarang tidak? Pikir Elena.


Apa yang kamu sembunyikan dariku? Kalut dalam pikirannya, Elena pun akhirnya tertidur. Hingga dengkuran halus terdengar di pendengaran suaminya. Roy membalikan tubuhnya, menatap wajah sendu istrinya. Ia merasa bersalah karena belum jujur akan hal ini.

__ADS_1


Roy mengecup kening istrinya, lalu memeluknya. Semoga hari esok tak ada lagi masalah, Roy harap semuanya akan baik-baik saja dengan rumah tangganya, karena ia begitu mencintai Elena. Meski Laura yang kini ada dalam benaknya. Lambat laun, ia pun ikut tertidur bersama istri tercintanya.


__ADS_2